Bab. 12

Masalah Harta aku juga di bawah standar. Jadi keinginan untuk mendekatinya aku tahan saja, nanti jadi gila seperti mereka - mereka.

Karena mulai saat itu aku menyebutnya ^Pangeran^, cukup di pandang, jangan di miliki. karena kebanyakan melamun aku tanpa sadar melangkah entah kemana.

"Hei! Melamun ya?" tiba - tiba suara mengejutkanku, aku menoleh.

"Ada apa?" tanyaku dengan wajah datarku. Padahal aku lagi menutupi bahwa aku memang sedang melamun tadi ternyata aku sudah di depan perpustakaan yang posisinya terpencil, kalah - kalah gudang. katanya biar yang membaca semakin khusyuk, sudah mirip di kuil saja.

"Dimana Dina?" Tanya Dodi pacar Dina

"Tadi di kelas"

"Engak ada"

"Ya.. Mana gua tahu sekarang, emang gua pengasuhnya" jawabku mengangkat bahu yang masih dengan wajah datarku.

"Lo disini ngapain?"

"Ish.. Suka - suka gua dong. He elo.. Ck" kata - kataku terputus karena si Dodi udah kabur aja.

***

Pulang sekolah, aku pulangnya sendiri aja, karena Dina sudah di jemput sama supirnya. Dia bilang lagi malas jalan, Ck.. Sebenarnya aku tahu alasan dia males jalan sepulang sekolah, dia lagi ngambek sama Dodi dan sepertinya dia ingin menghindar.

"Hei, sendiri aja" tiba - tiba suara mengagetkanku, aku menoleh, ternyata Dodi. Aku cuma mengangguk aja dan masih tetap berjalan.

"Dina kemana?"

"Udah pulang duluan"

"lho kok gitu? Biasa, dia mau nungguin gua"

"Mana gua tau, mungkin dia lagi kesal kali sama lo, atau ada hal lain kali."

"kesal kenapa sama gua?"

"Masa lo ngak tahu?"

"Beneran, gua kagak tau"

"Dia lagi cemburu tuh"

"cemburu? Cemburu sama siapa?"

"Ya sama putri lah! Dia bilang elo ikutan ngejar - ngejar cewek yang namanya putri itu."

"Aaa... Jadi begono, ha ha ha. Makasih ya Ca.." ucapnya sambil mengecup pipiku dan berlalu dengan riang dan bersenandung.

Kenapa ketawa setan ini?! uda sinting mungkin sepupuku satu ini. Aku cuma bisa geleng kepala lihat tingkahnya. Dodi memang sepupuku yang paling dekat denganku, berbeda dengan sepupuku yang lainnya, terkadang mereka menganggapku orang lain saja kalau ketemu.

Mungkin mereka malas bergaul denganku karena wajah datarku yang tidak berekspresi saat mereka tertawa lucu mendengar suatu hal yang lucu.

Sore ini aku cuma nongkrong di kamar, entah mengapa saat ini aku merasa gelisah dan tidak selera makan. Aku cuma rebahan telentang di kasurku.

Tiba - tiba ponselku berdering di atas meja belajar, tapi aku malas bergerak untuk mengambilnya. Dan untung saja adikku lagi di kamarku, jadi dia yang angkat.

"mbak.. Ini ada yang nelpon" seruh adikku Cici sambil memberikan ponsel itu kesampingku. Dengan malas aku mengangkatnya tanpa melihat si pemanggil.

"Hallo" aku bersuara parau.

"Hallo Ca, lagi ngapain?" sahut suara di sana.

"endak ngapa - ngapain, kenapa?"

"Ca, gua boleh nanya engak?"

"hmm, nanya apa?"

"Soal Dina, apa benar yang elo bilang tadi, dia lagi cembokur."

"emangnya kenapa?"

"Masalahnya, barusan gua ketemu sama dia, trus gua tanya dah. Tapi dia bilang tidak"

"Ck, elo kan pacarnya ya, masa lo kagak tau sih sifat Dina, dia ngak bakalan jawab pertanyaan lo kalau nayaknya begitu. Yang penting elo terangi aja ye, dan buktikan ke dia bahwa elo lagi ngak naksir putri."

"Uda, tapi dia tetap masih ngambek."

"Ck, udah deh, besok elo datang aja ke kelas gua, gua ada rencana besok, ok?"

"ok dah, bay"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!