Kemana Zianku?

"Bagaimana proyek pembangunan gedung Yayasan yang baru? Aku dengar sedang bermasalah," tanya asisten wanita itu.

"Aku masih terus mengawasinya, Anita. Masalahnya sekarang, aku sedang menghadapi kendala lain," kata pria itu.

"Kendala?"

"Ya, kendala itulah yang ingin aku bereskan secepatnya. Makanya aku akan membutuhkan bantuanmu," Pria itu menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya, mengurut pangkal hidungnya.

"Aku benar-benar penasaran, kendala apa yang membuatmu sepusing itu," Wanita itu duduk di kursi, menuangkan minuman.

"Aku akan memberitahumu secepatnya. Mungkin hanya kau yang bisa membereskan kendalaku itu,"

****

Malam harinya...

Naya mondar-mandir di depan rumah menunggu Zian. Sudah pukul 10 malam, Zian belum juga menampakkan batang hidungnya.

"Zianku kemana? Kenapa dia tidak bilang mau kemana. Aku hampir gila menunggunya..." gumam Naya.

Tidak lama kemudian, Zian datang dengan mengendarai sepeda motornya. Naya segera membuka pagar agar Zian bisa langsung memasukkan motornya di halaman rumah.

"Kenapa kau di luar?" tanya Zian dengan nada datar.

Naya berusaha menunjukkan senyum penuh semangatnya, menjawab pertanyaan sang suami.

"Aku menunggumu, Saa..." Gadis itu baru akan menggunakan panggilan sayangnya, namun segera mendapat pelototan dari Zian. Terpaksa ia mengulum bibirnya seraya menunduk.

Zian masuk ke rumah itu, meninggalkan Naya yang masih mematung di tempatnya.

"Kalau kau tidak masuk, kau akan tidur di luar malam ini!" teriak Zian dari dalam rumah.

Naya bergegas masuk ke rumah dan menutup pintu. Zian duduk di sofa melepas sepatunya.

"Boleh aku tanya sesuatu?"

Zian melirik Naya sekilas dengan ekor matanya.

"Apa?"

"Kau darimana? Tadi aku ke tempat kerjamu membawakan makan siang. Dimas bilang setiap senin kau libur..."

"Aku tidak mau menjawabnya,"

Ya ampun, suamiku yang galak ini benar-benar seksi.

"Kenapa?" tanya Naya lagi.

"Aku tidak punya kewajiban menjawab pertanyaanmu. Lagipula itu bukan urusanmu." jawab Zian ketus.

"Hehe, aku kan istrimu," kata Naya.

Zian kembali menunjukkan wajah tidak bersahabatnya. Menatap Naya dengan tajam. Ia lalu bangkit dari duduknya, berdiri berhadapan dengan gadis yang hanya setinggi bahunya itu.

"Kau menjebakku dan memaksaku menikahimu. Aku tidak pernah menganggapmu sebagai istriku."

DUARRR

Bagai petir menyambar menghantam hati gadis itu. Ia hanya mampu menunjukkan senyum getirnya. Sementara Zian berlalu dan masuk ke kamarnya, membanting pintu membuat Naya terlonjak kaget seraya mengusap dadanya.

Untung jantungku kuat. Kalau tidak, aku pasti sudah mati berdiri menghadapi kegalakannya. batin Naya.

Gadis itu kemudian menuju dapur, menghangatkan makanan yang dia siapkan untuk suami tercintanya. Selang beberapa lama, Zian tak juga keluar kamar.

Tok Tok Tok

Terdengar suara ketukan pintu. Naya berdiri di depan pintu, menunggu sang pangeran muncul. Tidak lama kemudian, Zian membuka pintu.

"Ada apa?"

"Aku sudah hangatkan makan malam untukmu," kata Naya.

"Aku sudah makan di luar." jawab Zian singkat lalu kembali menutu pintu kamarnya tanpa permisi.

Naya masih mematung di depan pintu itu, lalu tersenyum tipis. Ia kemudian kembali ke ruang makan. Naya pun akhirnya makan malam seorang diri dengan menu yang telah di pisahkan dengan Zian. Saat memasak, sebelum menambahkan bumbu penyedap, Naya memisahkan dahulu untuk dirinya.

Yang kuat, Naya... Zianmu hanyalah manusia biasa. Dia bukan malaikat yang tidak punya kekurangan. Naya membatin seraya meneteskan setitik air mata, sehingga air matanya berjatuhan mengenai makanannya.

Gadis itu mencoba menguatkan hatinya yang rapuh. Zian adalah pilihannya. Apapun yang Zian lakukan padanya, sekasar apapun Zian, Naya akan bertahan seperti batu karang, yang tetap kuat walau diterpa ombak besar.

***

Zian di kamarnya sedang duduk selonjoran seraya memangku laptop. Entah mengerjakan apa. Dia kemudian teringat Naya, penasaran sedang apa gadis itu.

Pelan-pelan, dia keluar dari kamar. Mengendap-endap seperti pencuri menapaki tangga. Hingga akhirnya sampai di depan pintu yang terbuka sedikit.

Tampak Naya sedang duduk di atas kasur lipatnya, bersandar di dinding kamar, dengan buku di pangkuannya. Seperti sedang menggambar sesuatu.

Tiba-tiba Zian merasakan sesuatu yang lain, Naya memang seorang gadis yang sangat cantik, senyumnya sangat indah dengan semangat yang berkobar seperti api.

Namun, Zian yang egois itu segera menepis perasaannya dengan meyakinkan hatinya bahwa kehadiran Naya dalam hidupnya seperti sebuah malapetaka. Zian kembali ke kamarnya, dengan perasaan anehnya.

****

Pagi hari Zian sudah rapi, keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan. Lelaki jangkung itu memulai sarapan pagi dengan menu nasi goreng buatan Naya.

"Aku akan keluar kota selama beberapa hari, aku ada pekerjaan di luar," kata Zian di tengah-tengah sarapannya, membuat Naya tersentak.

Keluar kota? Apa dia akan meninggalkanku sendirian di sini?

"Keluar kota? Kemana?" Naya memberanikan diri bertanya.

"Apa aku memberimu hak untuk bertanya?" Zian kembali melirik Naya dengan tatapan dinginnya.

"Hehe, tidak... Aku akan menunggumu dengan sabar."

"Aku tidak memintamu menungguku," ucapnya sambil memberi tatapan tajam.

Terserah kau saja, Sayang! Aku akan tetap setia menunggumu. Haha, apa aku menyedihkan, aku bahkan hanya bisa memanggilnya sayang dalam hati saja. batin Naya.

Setelah selesai sarapan, Zian segera beranjak dari meja makan tanpa mempedulikan sang istri. Zian benar-benar menunjukkan rasa tidak sukanya pada gadis yang terbilang masih usia remaja itu.

Naya mengekor di belakang Zian, memperhatikan punggung suaminya itu yang sudah berada di luar rumah.

Bukankah dia bilang mau keluar kota? kenapa dia tidak membawa pakaian ganti?

"Selama aku pergi, berhati-hatilah. Aku tidak mau kau membakar rumah ini seperti waktu itu," ucap Zian yang baru akan menaiki sepeda motornya.

"Baiklah, aku akan berhati-hati..." Naya menyahut dengan menerbitkan senyumnya seperti biasa.

Zian segera melajukan motornya meninggalkan rumah itu. Tinggallah Naya sendirian mematung. Menatap punggung suaminya yang terus menjauh.

"Kenapa aku jadi sedih dia meninggalkanku," gumamnya.

***

Hampir sebulan berlalu sejak kepergian Zian, Naya menjalani hari-harinya dengan kehampaan.

Bahkan, Naya tidak tahu kemanakah sang suami pergi. Walaupun gadis mencoba menghubunginya, namun Zian tidak pernah menjawab teleponnya dan pesan tidak pernah di balas. Zian hilang bagai di telan bumi.

Hingga berminggu-minggu, Zian oergi tanpa memberi Naya kabar sedikitpun. Naya pun hanya dapat bersabar. Sikap Zian padanya tidak melunturkan sedikitpun cintanya pada sosok pangerannya itu.

Dan, siang itu, Naya mendatangi bengkel milik Zian untuk menanyakan keberadaan sang suami pada Dimas. Tanpa basa-basi Naya langsung masuk dan bertanya pada Dimas.

"Apa kau tahu kemana perginya suamiku?" tanya Naya.

"Kau kan istrinya, kenapa kau tanya aku. Harusnya aku yang tanya padamu kan?"

Naya mengerucutkan bibirnya, "Kau kan tahu kenapa dia mau menikahiku, dia kan tidak pernah menganggapku..."

Mendengar ucapan Naya, Dimas hanya terkekeh pelan.

"Kau sadar dia tidak menganggapmu, lalu kenapa kau masih bertahan bersamanya. Kau ini cantik, masih muda. Kau bisa mendapatkan laki-laki lain di luar sana. Lalu kenapa kau harus menjebak bos dengan perniakahan palsu kalian itu?"

Naya terdiam mendengar ucapan Dimas yang frontal itu. Gadis itu tetap berusaha tersenyum.

"Bos itu memang sering menghilang selama beberapa hari. Mungkin ada pekerjaan di luar. Aku juga tidak mengerti."

"Benarkah?" Naya semakin penasaran, gadia itu merasa suaminya itu sangat misterius.

"Lebih baik kau menyerah. Kalau bos sudah bilang tidak suka, artinya tidak. Apapun yang kau lakukan, dia tidak akan bisa menyukaimu. Kau ingat kan, perjanjian kalian... Jika dalam satu tahun kau tidak bisa membuatnya jatuh cinta padamu, kau harus angkat kaki dari rumahnya."

glek

Naya menelan salivanya.

"Apa dia sekeras itu?" tanya Naya.

"Kau buktikan saja sendiri." Dimas menyunggingkan senyum miring. Lalu kembali bekerja.

Tidak lama kemudian, suara bising dari proyek pembangunan gedung di samping bengkel itu membuyarkan konsenterasinya. Dimas mengumpat dengan keras, membuat Naya terlonjak.

"Apa yang mereka lakukan di sebelah. Mengapa suaranya bising sekali?" gumam Dimas

"Mereka sedang membangun apa memangnya?" tanya Naya seraya menutup telinganya yang terasa berdengung.

"Aku tidak tahu," jawab Dimas singkat, "Kalau kau sudah tidak ada urusan, lebih baik kau pulang sana. Aku mau bekerja."

"Aku mau ke rumah Mia saja!"

Naya pun berlalu meninggalkan Dimas dengan ribuan sumpah serapahnya.

"Kau dan bosmu sama. Sama-sama ketus,"

****

BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

Nuralfiyah 1157

Nuralfiyah 1157

baca belum apa apa air mata q sudah meleleh kasian Naya klu q GK nikah sama Zian jg GK apa 2 banyak cowok diluar sana yg peduli dn menghargai istri nya

2025-01-06

0

Kurnaesih

Kurnaesih

menyayat hati ...👍👍🥰

2024-06-19

2

Borahe 🍉🧡

Borahe 🍉🧡

ini dah masuk Talak ga sih

2023-11-05

1

lihat semua
Episodes
1 Sinopsis
2 Salah Tembak
3 Berawal dari mimpi
4 Sengaja merusak
5 Gadis aneh
6 SKINCARE DAN OLI
7 MALAPETAKA
8 Malapetaka sungguhan
9 Tidur bersama?
10 Kabur
11 Hari berduka
12 Ancaman
13 Menikah
14 Kopi asin
15 Belajar Memasak
16 Check up
17 Bos misterius
18 Senin
19 Kemana Zianku?
20 Orang asing
21 Perampok
22 Impian yang terlupa
23 Mencari kerja
24 Kia
25 Bukan gadis manja
26 Berkelahi
27 Alasan untuk berjuang
28 Amarah Zian
29 Menunggu waktu yang indah
30 Tolong aku
31 Ultah Kia Group
32 Kemana Kia-Ku...
33 Banyak rahasia
34 trending di internet
35 Bos Kia Group
36 laporan Dimas
37 Jaket kulit
38 Mimpi buruk Zian.
39 Suamiku lelaki biasa
40 Diusir
41 Dia istriku!
42 Bekas luka
43 Khawatir berlebihan
44 Dosakah?
45 Terbakar Cemburu
46 Naya Vs Gadis dari masa lalu
47 Perasaan aneh
48 Bos Kia Group Vs Zian
49 Diserang
50 kabur
51 Dalang penyerangan
52 TERBONGKAR
53 Gedung Kia Group
54 Menunggu waktu
55 Menorehkan luka
56 PATAH HATI
57 Kecewa....
58 Terakhir kalinya...
59 Kenangan terakhir
60 Selamat tinggal
61 TERUNGKAP
62 TENGGELAM DALAM PENYESALAN
63 Kepergiannya...
64 Kia= Kanaya Indhira Adiwinata
65 Terus mencari
66 Melampiaskan emosi
67 Buku catatan
68 Mulai terbuka
69 Tidurlah Nayaku...!
70 Kritis
71 Hukuman dari Takdir
72 Pendonor hati
73 Harapan hidup...
74 Operasi
75 Trauma berat...
76 TERBALIK
77 Jam tangan
78 Siapa Zian...
79 Terbongkarnya rahasia besar
80 Selesai....
81 Ungkapan perasaan
82 PCSM 82
83 PCSM 83
84 PCSM 84
85 PCSM 85
86 PCSM 86
87 PCSM 87
88 PCSM 88
89 PCSM 89
90 PCSM 90
91 HAREUDANG PART 1
92 HAREUDANG PART 2
93 SEKAREPMU WAE,, Zian!!!!
94 PCSM 94
95 PCSM 95
96 PCSM 96
97 PCSM 97
98 PCSM 98
99 PCSM 99
100 PCSM 100
101 PCSM 101
102 PCSM 102
103 PCSM 103.
104 PCSM 104
105 PCSM 105
106 PCSM 106
107 PCSM 107
108 pCSM 108
109 PCSM 109
110 PCSM 110
111 PCSM 111
112 PCSM 112
113 PCSM 113
114 PCSM 114
115 PCSM 115
116 PCSM 116
117 Ada apa dengan Anita?
118 Rahasia masa lalu part 1
119 Rahasia Masa Lalu part 2
120 Monster Betina
121 Firasat buruk
122 Berita di TV
123 PENGUMUMAN
124 Ditangkap
125 Dimana Zianku?
126 Ancaman hukuman
127 Menjadi Wanita yang Kuat
128 Kelahiran Baby Deniz
129 Pengakuan
130 Dua tahun tanpamu
131 Oh Denizku...!
132 Dimas pengkhianat!!!
133 Seorang penyelamat
134 PENGUMUMAN
135 Apa kabar, Kinara Marissa?
136 LEOPHARD BAY PYORDOVA
137 Talkshow
138 Dimas Vs Zian
139 SIDANG PUTUSAN
140 Keadilan untuk Tuan Maliq
141 Pulang?
142 Mr. Pecicilan dan Monster Betina
143 Kelakuan Bos gesrek!
144 Diculik bos gila.
145 Perfect Honeymoon
146 Penjara Cinta Sang Mafia 2 rilis
147 PENGUMUMAN PEMENANG GIVE AWAY
148 Pengumuman Novel Baru
149 BUKAN WANITA MALAM STORY
150 Penjara Cinta Sang Mafia musim 3 rilis (ELSA &DR.WILLY)
151 BUKAN SALAHKU MEREBUT ISTRIMU
152 Keong Lucknut rilis
153 HIDDEN WIFE
154 Suami Bohongan
155 MY SEXY LITTLE WIFE
156 KISAH KEONG KEMBAR - RAFLI RILIS
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Sinopsis
2
Salah Tembak
3
Berawal dari mimpi
4
Sengaja merusak
5
Gadis aneh
6
SKINCARE DAN OLI
7
MALAPETAKA
8
Malapetaka sungguhan
9
Tidur bersama?
10
Kabur
11
Hari berduka
12
Ancaman
13
Menikah
14
Kopi asin
15
Belajar Memasak
16
Check up
17
Bos misterius
18
Senin
19
Kemana Zianku?
20
Orang asing
21
Perampok
22
Impian yang terlupa
23
Mencari kerja
24
Kia
25
Bukan gadis manja
26
Berkelahi
27
Alasan untuk berjuang
28
Amarah Zian
29
Menunggu waktu yang indah
30
Tolong aku
31
Ultah Kia Group
32
Kemana Kia-Ku...
33
Banyak rahasia
34
trending di internet
35
Bos Kia Group
36
laporan Dimas
37
Jaket kulit
38
Mimpi buruk Zian.
39
Suamiku lelaki biasa
40
Diusir
41
Dia istriku!
42
Bekas luka
43
Khawatir berlebihan
44
Dosakah?
45
Terbakar Cemburu
46
Naya Vs Gadis dari masa lalu
47
Perasaan aneh
48
Bos Kia Group Vs Zian
49
Diserang
50
kabur
51
Dalang penyerangan
52
TERBONGKAR
53
Gedung Kia Group
54
Menunggu waktu
55
Menorehkan luka
56
PATAH HATI
57
Kecewa....
58
Terakhir kalinya...
59
Kenangan terakhir
60
Selamat tinggal
61
TERUNGKAP
62
TENGGELAM DALAM PENYESALAN
63
Kepergiannya...
64
Kia= Kanaya Indhira Adiwinata
65
Terus mencari
66
Melampiaskan emosi
67
Buku catatan
68
Mulai terbuka
69
Tidurlah Nayaku...!
70
Kritis
71
Hukuman dari Takdir
72
Pendonor hati
73
Harapan hidup...
74
Operasi
75
Trauma berat...
76
TERBALIK
77
Jam tangan
78
Siapa Zian...
79
Terbongkarnya rahasia besar
80
Selesai....
81
Ungkapan perasaan
82
PCSM 82
83
PCSM 83
84
PCSM 84
85
PCSM 85
86
PCSM 86
87
PCSM 87
88
PCSM 88
89
PCSM 89
90
PCSM 90
91
HAREUDANG PART 1
92
HAREUDANG PART 2
93
SEKAREPMU WAE,, Zian!!!!
94
PCSM 94
95
PCSM 95
96
PCSM 96
97
PCSM 97
98
PCSM 98
99
PCSM 99
100
PCSM 100
101
PCSM 101
102
PCSM 102
103
PCSM 103.
104
PCSM 104
105
PCSM 105
106
PCSM 106
107
PCSM 107
108
pCSM 108
109
PCSM 109
110
PCSM 110
111
PCSM 111
112
PCSM 112
113
PCSM 113
114
PCSM 114
115
PCSM 115
116
PCSM 116
117
Ada apa dengan Anita?
118
Rahasia masa lalu part 1
119
Rahasia Masa Lalu part 2
120
Monster Betina
121
Firasat buruk
122
Berita di TV
123
PENGUMUMAN
124
Ditangkap
125
Dimana Zianku?
126
Ancaman hukuman
127
Menjadi Wanita yang Kuat
128
Kelahiran Baby Deniz
129
Pengakuan
130
Dua tahun tanpamu
131
Oh Denizku...!
132
Dimas pengkhianat!!!
133
Seorang penyelamat
134
PENGUMUMAN
135
Apa kabar, Kinara Marissa?
136
LEOPHARD BAY PYORDOVA
137
Talkshow
138
Dimas Vs Zian
139
SIDANG PUTUSAN
140
Keadilan untuk Tuan Maliq
141
Pulang?
142
Mr. Pecicilan dan Monster Betina
143
Kelakuan Bos gesrek!
144
Diculik bos gila.
145
Perfect Honeymoon
146
Penjara Cinta Sang Mafia 2 rilis
147
PENGUMUMAN PEMENANG GIVE AWAY
148
Pengumuman Novel Baru
149
BUKAN WANITA MALAM STORY
150
Penjara Cinta Sang Mafia musim 3 rilis (ELSA &DR.WILLY)
151
BUKAN SALAHKU MEREBUT ISTRIMU
152
Keong Lucknut rilis
153
HIDDEN WIFE
154
Suami Bohongan
155
MY SEXY LITTLE WIFE
156
KISAH KEONG KEMBAR - RAFLI RILIS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!