Check up

Malam hari Zian masih di sibukkan dengan pekerjaannya, sementara Dimas sudah bersiap-siap pulang.

"Bos, kau tidak pulang?" tanya Dimas saat melihat Zian masih bekerja.

"Aku malas bertemu Si Malapetaka itu, aku akan pulang nanti," jawab Zian.

"Baiklah, aku akan pulang duluan."

Zianpun melanjutkan pekerjaannya sampai lupa waktu. Hingga rasa lelah menggerogoti tubuhnya, barulah ia berhenti bekerja dan bergegas pulang.

Setibanya di rumah, dia melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Langkahnya seketika terhenti manakala mendapati Naya tertidur di meja makan dengan posisi tangan sebagai bantal.

Di meja telah tersedia beberapa menu makanan yang di masak oleh Naya.

Kenapa dia tidur di sini? Apa dia menungguku?

Zian mendekati gadis yang beratatus istrinya itu. Menatap wajahnya yang terlihat begitu lelah. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menjalar di hatinya, namun segera di tepis.

Dasar gadis bodoh.

Zian lalu mengambil sebuah buku resep masakan yang berada di atas meja itu, "Jadi dia benar-benar belajar memasak," gumamnya pelan.

Laki-laki itu segera masuk ke kamarnya, dan kembali keluar dengan lilitan handuk di pinggang. Zian segera masuk ke kamar mandi.

Sayup-sayup Naya mendengar suara percikan air yang berasal dari kamar mandi. Gadis itu mencoba mengumpulkan energinya. Menguap seraya merentangkan tangan keatas.

Apa Zianku sudah pulang? batin Naya.

Tidak lama kemudian, Zian keluar dari kamar mandi dengan pingganya yang telilit handuk. Dia melewati Naya yang sedang duduk menunggunya di ruang makan.

Naya menatap Zian yang hanya menggunakan handuk tanpa berkedip. Dia begitu terpesona dengan aura yang keluar dari dalam diri suaminya itu.

Sekarang aku yakin, gembok pintu surga benar-benar terbuka sehingga bidadara ini turun ke bumi dan menjadi pangeranku. batin Naya.

"Kenapa kau suka sekali melihatku dengan cara seperti itu?" tanya Zian dengan nada ketusnya yang khas.

"Hehe, kau sangat menggoda kalau sedang tidak pakai baju," jawab Naya dengan polosnya membuat Zian terperanjat.

Sadar dengan ucapannya, Naya segera membekap mulutnya dengan telapak tangannya. Sementara Zian menatap Naya seperti orang yang sedang kesal.

Zian mempercepat langkahnya masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian, sementara Naya tetap duduk menunggunya di meja makan.

Tidak butuh waktu lama, Zian keluar dari kamar sudah berpakaian lalu duduk di meja makan berhadapan dengan Naya.

"Mau aku ambilkan makanannya?" tawar Naya dengan penuh semangat.

"Aku bisa sendiri," Lagi-lagi Zian bicara dengan ketus, namun Naya selalu membalas dengan senyuman. Zian pun memulai makan malamnya.

Ya ampun, sampai kapan aku harus makan masakan gadis bodoh ini. Rasa masakannya benar-benar tidak enak, menyiksa kerongkonganku saja.

"Tidak enak, ya? Maaf... aku masih belajar. Aku akan berusaha belajar memasak setiap hari," ucap Naya takut-takut.

Sepertinya kau belum menyerah. Aku pikir kau tidak akan betah setelah aku memberimu tugas yang banyak. Tapi sepertinya kau benar-benar menikmati peranmu. Baiklah, aku akan membuatmu lebih tersiksa lagi, sampai kau sendiri tidak tahan dan pergi dari hidupku.

"Dengar, jika dalam satu bulan rasa masakanmu masih seperti ini, aku akan menendangmu keluar dari rumah ini!" Ucapan Zian terdengar seperti sebuah ancaman mematikan bagi Naya. Gadis itu menelan salivanya dengan susah payah.

Menendangku keluar dari rumah ini? Lalu aku akan tinggal dimana? Aku kan hanya punya dirimu dalam hidupku. batin Naya.

"Ba-baik, aku akan belajar lebih giat," kata Naya.

"Kau tidak makan karena tidak sanggup memakan masakanmu sendiri kan? Kau hanya menyiksaku dengan makan masakan anehmu ini,"

"Tidak, aku sudah makan," Naya menunjukkan senyum terindahnya, membuat Zian lagi-lagi membentaknya dengan keras.

"JANGAN SENYUM! JELEK!" bentak Zian.

***

Dengan pakaian tidurnya, Naya berbaring di atas kasur lipat yang beralaskan lantai. Ia memandangi setiap bagian kamar yang sangat sempit itu, sangat berbeda dengan kamar di rumah lamanya.

Zian memberinya kamar sempit dan pengap itu agar Naya tidak betah tinggal di rumahnya. Berharap Naya menyerah dan segera pergi dari hidupnya.

Tiba-tiba gadis itu merasa ada sesuatu yang basah keluar dari hidungnya. Ia segera bangkit dan mengambil cermin kecilnya.

"Aku mimisan lagi?" Naya segera berlari menuju kamar mandi yang berada di lantai bawah.

Saat melewati ruang makan, bersamaan dengan Zian yang baru saja keluar dari dapur, sehingga mereka bertabrakan. Naya tersungkur jatuh ke lantai. Tapi Zian malah memarahinya dengan keras.

"NAYAAA!! Kau pikir rumah ini lapangan, sehingga kau bisa berlarian seenaknya?" bentak Zian.

Naya tidak menjawab, dia hanya berusaha menutupi hidungnya dengan tangannya. Gadis itu berdiri dari posisi duduk di lantai dan langsung pergi ke kamar mandi tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Sampai kapan aku harus tinggal serumah dengan gadis menyebalkan itu. Aku benar-benar sedang menunggu hari dimana dia pergi dari hidupku untuk selama-lamanya. batin Zian.

Di kamar mandi, Naya mencuci hidungnya yang terus mengeluarkan darah. Hingga darah berangsur berhenti menetes. Naya kemudian berdiri di depan cermin, menatap wajahnya yang pucat.

Sekarang aku harus apa, Ayah? batin Naya.

****

Keesokan harinya...

Naya menatap Zian dengan perasaan tidak menentu, ingin bicara, namun pasti hanya bentakan keras yang didapatkannya. Akhirnya, gadis itu mengumpulkan kekuatannya untuk bicara pada sang suami.

"Boleh aku keluar sebentar?" tanya Naya di tengah-tengah sarapan paginya.

"Kau mau kemana?"

"Aku mau bertemu temanku. Cuma sebentar, setelah itu aku akan langsung pulang,"

"Terserah kau mau kemana. Aku tidak peduli!"

Mendengar ucapan Zian yang menusuk hati itu, Naya hanya membalas dengan tersenyum. Gadis itu sadar, Zian tidak akan peduli dan tidak mau tahu apapun tentangnya.

Setelah Zian berangkat ke bengkel miliknya, Naya segera bersiap-siap untuk menemui seseorang.

Hari itu Naya mengunjungi sebuah rumah sakit yang selama ini menjadi tempatnya menjalani pengobatan setelah kejadian naas yang menimpanya beberapa tahun lalu.

"Selamat pagi, Dokter..." ucap Naya saat memasuki ruangan seorang dokter.

"Pagi..." jawab dokter itu.

Dokter pria berusia 34tahun itu terlihat terkejut saat melihat siapa yang masuk ke ruangannya.

"Naya... Kau darimana saja? Kenapa beberapa minggu ini kau menghilang?" tanya Sang Dokter.

"Maafkan aku... Banyak hal yang terjadi padaku."

"Baiklah, duduklah, Nay... Ada banyak hal yang harus kita bicarakan. "

Dokter Fahri Azkara, adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gasrto enterologi hepatologi.

Dokter Fahri sudah menangani Naya selama beberapa tahun ini, sejak kejadian penembakan yang terjadi padanya empat tahun lalu yang mengakibatkan organ hatinya harus di angkat sebagian. Sejak saat itu, Dokter Fahri menangani Naya dan terus memantau perkembangan kesehatannya.

"Kau terus minum obatmu dengan rutin, kan?" tanyanya kemudian.

"Iya. Tapi beberapa hari aku melewatkannya karena obatku habis. Aku baru punya waktu untuk kemari,"

Dokter itu mengusap kepala Naya dengan sayang, "Naiklah ke tempat tidur, aku akan memeriksamu dulu," kata dokter itu.

Naya di bantu seorang suster berbaring di atas tempat tidur, dokter itupun segera melakukan pemeriksaan pada Naya.

"Kau makan makanan sesuai anjuran ahli gizi kan?"

"Beberapa hari ini aku tidak sengaja melanggar sedikit. Jadi perutku agak sakit."

"Naya, kau benar-benar harus menjaga kesehatanmu. Jaga pola makanmu. Kau belum pulih sepenuhnya sejak kejadian itu." ujar Dokter Fahri.

"Baik, Dokter..."

"Apa ada gejala lain yang kau alami?"

"Aku hanya mimisan beberapa kali." jawab Naya dengan santainyanmembuat raut wajah dokter itu langsung berubah mendengar jawabannya.

"Naya, kau tidak boleh melakukan aktivitas yang berlebihan. Sesuaikan dengan kemampuan tubuhmu."

"Baik, Dokter." sahut Naya seraya tersenyum.

Dokter Fahri lalu menuliskan resep obat yang harus di tebus gadis itu.

"Ini resep yang harus kau tebus di apotek," katanya seraya menyerahkan selembar kertas.

"Terima kasih, Dokter." Naya baru akan berpamintan dengan dokter itu, namun dokter itu menahannya.

"Bisa kita bicara sebentar?"

****

BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

Izda Nuryati

Izda Nuryati

kl jujur ttg penyakitnya pasti Naya dianggap bohong oleh Zian

2025-01-05

0

ep_mygTHV

ep_mygTHV

kek nya abs ne gue kudu baca crita evan hanna lg dahh.. biar enak gtu🤣

2024-12-19

0

Sulis Tyawati

Sulis Tyawati

dr. fahri kan iparnya naya

2024-11-10

1

lihat semua
Episodes
1 Sinopsis
2 Salah Tembak
3 Berawal dari mimpi
4 Sengaja merusak
5 Gadis aneh
6 SKINCARE DAN OLI
7 MALAPETAKA
8 Malapetaka sungguhan
9 Tidur bersama?
10 Kabur
11 Hari berduka
12 Ancaman
13 Menikah
14 Kopi asin
15 Belajar Memasak
16 Check up
17 Bos misterius
18 Senin
19 Kemana Zianku?
20 Orang asing
21 Perampok
22 Impian yang terlupa
23 Mencari kerja
24 Kia
25 Bukan gadis manja
26 Berkelahi
27 Alasan untuk berjuang
28 Amarah Zian
29 Menunggu waktu yang indah
30 Tolong aku
31 Ultah Kia Group
32 Kemana Kia-Ku...
33 Banyak rahasia
34 trending di internet
35 Bos Kia Group
36 laporan Dimas
37 Jaket kulit
38 Mimpi buruk Zian.
39 Suamiku lelaki biasa
40 Diusir
41 Dia istriku!
42 Bekas luka
43 Khawatir berlebihan
44 Dosakah?
45 Terbakar Cemburu
46 Naya Vs Gadis dari masa lalu
47 Perasaan aneh
48 Bos Kia Group Vs Zian
49 Diserang
50 kabur
51 Dalang penyerangan
52 TERBONGKAR
53 Gedung Kia Group
54 Menunggu waktu
55 Menorehkan luka
56 PATAH HATI
57 Kecewa....
58 Terakhir kalinya...
59 Kenangan terakhir
60 Selamat tinggal
61 TERUNGKAP
62 TENGGELAM DALAM PENYESALAN
63 Kepergiannya...
64 Kia= Kanaya Indhira Adiwinata
65 Terus mencari
66 Melampiaskan emosi
67 Buku catatan
68 Mulai terbuka
69 Tidurlah Nayaku...!
70 Kritis
71 Hukuman dari Takdir
72 Pendonor hati
73 Harapan hidup...
74 Operasi
75 Trauma berat...
76 TERBALIK
77 Jam tangan
78 Siapa Zian...
79 Terbongkarnya rahasia besar
80 Selesai....
81 Ungkapan perasaan
82 PCSM 82
83 PCSM 83
84 PCSM 84
85 PCSM 85
86 PCSM 86
87 PCSM 87
88 PCSM 88
89 PCSM 89
90 PCSM 90
91 HAREUDANG PART 1
92 HAREUDANG PART 2
93 SEKAREPMU WAE,, Zian!!!!
94 PCSM 94
95 PCSM 95
96 PCSM 96
97 PCSM 97
98 PCSM 98
99 PCSM 99
100 PCSM 100
101 PCSM 101
102 PCSM 102
103 PCSM 103.
104 PCSM 104
105 PCSM 105
106 PCSM 106
107 PCSM 107
108 pCSM 108
109 PCSM 109
110 PCSM 110
111 PCSM 111
112 PCSM 112
113 PCSM 113
114 PCSM 114
115 PCSM 115
116 PCSM 116
117 Ada apa dengan Anita?
118 Rahasia masa lalu part 1
119 Rahasia Masa Lalu part 2
120 Monster Betina
121 Firasat buruk
122 Berita di TV
123 PENGUMUMAN
124 Ditangkap
125 Dimana Zianku?
126 Ancaman hukuman
127 Menjadi Wanita yang Kuat
128 Kelahiran Baby Deniz
129 Pengakuan
130 Dua tahun tanpamu
131 Oh Denizku...!
132 Dimas pengkhianat!!!
133 Seorang penyelamat
134 PENGUMUMAN
135 Apa kabar, Kinara Marissa?
136 LEOPHARD BAY PYORDOVA
137 Talkshow
138 Dimas Vs Zian
139 SIDANG PUTUSAN
140 Keadilan untuk Tuan Maliq
141 Pulang?
142 Mr. Pecicilan dan Monster Betina
143 Kelakuan Bos gesrek!
144 Diculik bos gila.
145 Perfect Honeymoon
146 Penjara Cinta Sang Mafia 2 rilis
147 PENGUMUMAN PEMENANG GIVE AWAY
148 Pengumuman Novel Baru
149 BUKAN WANITA MALAM STORY
150 Penjara Cinta Sang Mafia musim 3 rilis (ELSA &DR.WILLY)
151 BUKAN SALAHKU MEREBUT ISTRIMU
152 Keong Lucknut rilis
153 HIDDEN WIFE
154 Suami Bohongan
155 MY SEXY LITTLE WIFE
156 KISAH KEONG KEMBAR - RAFLI RILIS
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Sinopsis
2
Salah Tembak
3
Berawal dari mimpi
4
Sengaja merusak
5
Gadis aneh
6
SKINCARE DAN OLI
7
MALAPETAKA
8
Malapetaka sungguhan
9
Tidur bersama?
10
Kabur
11
Hari berduka
12
Ancaman
13
Menikah
14
Kopi asin
15
Belajar Memasak
16
Check up
17
Bos misterius
18
Senin
19
Kemana Zianku?
20
Orang asing
21
Perampok
22
Impian yang terlupa
23
Mencari kerja
24
Kia
25
Bukan gadis manja
26
Berkelahi
27
Alasan untuk berjuang
28
Amarah Zian
29
Menunggu waktu yang indah
30
Tolong aku
31
Ultah Kia Group
32
Kemana Kia-Ku...
33
Banyak rahasia
34
trending di internet
35
Bos Kia Group
36
laporan Dimas
37
Jaket kulit
38
Mimpi buruk Zian.
39
Suamiku lelaki biasa
40
Diusir
41
Dia istriku!
42
Bekas luka
43
Khawatir berlebihan
44
Dosakah?
45
Terbakar Cemburu
46
Naya Vs Gadis dari masa lalu
47
Perasaan aneh
48
Bos Kia Group Vs Zian
49
Diserang
50
kabur
51
Dalang penyerangan
52
TERBONGKAR
53
Gedung Kia Group
54
Menunggu waktu
55
Menorehkan luka
56
PATAH HATI
57
Kecewa....
58
Terakhir kalinya...
59
Kenangan terakhir
60
Selamat tinggal
61
TERUNGKAP
62
TENGGELAM DALAM PENYESALAN
63
Kepergiannya...
64
Kia= Kanaya Indhira Adiwinata
65
Terus mencari
66
Melampiaskan emosi
67
Buku catatan
68
Mulai terbuka
69
Tidurlah Nayaku...!
70
Kritis
71
Hukuman dari Takdir
72
Pendonor hati
73
Harapan hidup...
74
Operasi
75
Trauma berat...
76
TERBALIK
77
Jam tangan
78
Siapa Zian...
79
Terbongkarnya rahasia besar
80
Selesai....
81
Ungkapan perasaan
82
PCSM 82
83
PCSM 83
84
PCSM 84
85
PCSM 85
86
PCSM 86
87
PCSM 87
88
PCSM 88
89
PCSM 89
90
PCSM 90
91
HAREUDANG PART 1
92
HAREUDANG PART 2
93
SEKAREPMU WAE,, Zian!!!!
94
PCSM 94
95
PCSM 95
96
PCSM 96
97
PCSM 97
98
PCSM 98
99
PCSM 99
100
PCSM 100
101
PCSM 101
102
PCSM 102
103
PCSM 103.
104
PCSM 104
105
PCSM 105
106
PCSM 106
107
PCSM 107
108
pCSM 108
109
PCSM 109
110
PCSM 110
111
PCSM 111
112
PCSM 112
113
PCSM 113
114
PCSM 114
115
PCSM 115
116
PCSM 116
117
Ada apa dengan Anita?
118
Rahasia masa lalu part 1
119
Rahasia Masa Lalu part 2
120
Monster Betina
121
Firasat buruk
122
Berita di TV
123
PENGUMUMAN
124
Ditangkap
125
Dimana Zianku?
126
Ancaman hukuman
127
Menjadi Wanita yang Kuat
128
Kelahiran Baby Deniz
129
Pengakuan
130
Dua tahun tanpamu
131
Oh Denizku...!
132
Dimas pengkhianat!!!
133
Seorang penyelamat
134
PENGUMUMAN
135
Apa kabar, Kinara Marissa?
136
LEOPHARD BAY PYORDOVA
137
Talkshow
138
Dimas Vs Zian
139
SIDANG PUTUSAN
140
Keadilan untuk Tuan Maliq
141
Pulang?
142
Mr. Pecicilan dan Monster Betina
143
Kelakuan Bos gesrek!
144
Diculik bos gila.
145
Perfect Honeymoon
146
Penjara Cinta Sang Mafia 2 rilis
147
PENGUMUMAN PEMENANG GIVE AWAY
148
Pengumuman Novel Baru
149
BUKAN WANITA MALAM STORY
150
Penjara Cinta Sang Mafia musim 3 rilis (ELSA &DR.WILLY)
151
BUKAN SALAHKU MEREBUT ISTRIMU
152
Keong Lucknut rilis
153
HIDDEN WIFE
154
Suami Bohongan
155
MY SEXY LITTLE WIFE
156
KISAH KEONG KEMBAR - RAFLI RILIS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!