Tidur bersama?

Di sebuah kamar, ada dua orang yang masih tertidur pulas dengan tubuh setengah telanjang.

Dengan mata masih terpejam, Naya menggeliat, merentangkan tangannya ke samping, hingga telapak tangan itu mendarat di atas wajah seseorang yang berada di sampingnya. Pelan-pelan, Naya meraba wajah itu, seperti hendak memastikan benda apa yang sedang di sentuhnya, membuat sang pemilik wajah memberontak karena telapak tangan Naya menutupi hidungnya, sehingga sulit bernapas. Kemudian meraih tangan yang menutupi wajahnya itu. Dua orang itu membuka matanya perlahan. Dan ketika mata dan mata saling bertemu...,

"Aaa!!!" Mereka berdua sama-sama berteriak histeris. Bingung dan terkejut bagaimana mereka bisa tidur di tempat yang sama.

Naya menarik selimut menutupi tubuhnya yang hanya memakai tanktop.

"Hey, apa yang kau lakukan di sini?" Zian bertanya dengan teriakan keras.

"Harusnya aku yang tanya, apa yang kau lakukan padaku," Naya menarik bantal dan memakainya untuk memukuli Zian hingga kapuk dalam bantal itu berhamburan dimana-mana, "Dasar penjahat, kenapa kau bawa aku ke tempat ini? Siapa yang mengizinkanmu membawaku kemari,"

"Justru aku yang seharusnya bertanya gadis bodoh!! Kau pasti mau menjebakku kan? Sehingga aku bisa tidur disini bersamamu," Zian malah menuduh Naya menjebaknya.

Naya pun mulai menangis karena mengira Zian telah mengambil perawannya.

"Memangnya aku segila itu? Aku masih punya harga diri. Kau mengambil sesuatu yang bukan hakmu!" ucap Naya dengan terisak.

"Apa maksudmu?"

"Perawanku!! KEMBALIKAN PERAWANKU!!" teriak Naya membuat Zian menutup telinganya.

Teriakan melengking gadis itu seolah akan merobek gendang telinganya. Zian menganga tidak percaya dengan ucapan Naya yang malah menyudutkannya. Padahal dia merasa tidak melakukan apapun pada Naya. Celana jeansnya saja masih melekat di tubuhnya, bahkan dia masih menggunakan sepatu. Hanya kemejanya saja yang entah berada dimana.

"Kau pikir aku mau melepas perjakaku dengan gadis sepertimu. Yang benar saja," teriak Zian lagi.

Naya terperanjak mendengar ucapan Zian. Dia kemudian meneliti tubuhnya sendiri, mencari jejak-jejak yang mungkin di tinggalkan lelaki itu di tubuhnya.

Bersih, tidak ada apapun di sana. Naya lalu menatap Zian, meneliti tubuh lelaki itu.

"Be-benarkah?" tanya Naya terbata-bata.

"Aku tidak tahu kenapa aku bisa berada di sini bersamamu. Yang jelas, aku tidak merasa melakukan apapun padamu. Kau lihat sendiri, celanaku tidak bergeser sedikitpun, bahkan sepatuku masih melekat di kakiku. Lalu bagaimana kau bilang aku mengambil perawanmu?"

Benar juga... Aku juga tidak telanjang bulat, hanya pakaian luarku saja yang terlepas. aah berarti aku selamat. Aku masih perawan. Tapi siapa yang melepas pakaianku.

Zian lalu beranjak dari tempat tidur dan menemukan kemejanya yang teronggok di lantai. Naya yang masih duduk di tempat tidur memandangi tubuh Zian dengan takjub.

Kenapa dia sesempurna itu, coba. Dia sangat sexy pagi ini. batin Naya.

Zian yang menyadari Naya terus menatapnya, mengambil banyal yang terjatuh di lantai lalu melemparkannya pada wajah Naya, membuyarkan lamunan gadis itu.

"Apa? Kau jangan berpikir macam-macam ya... Pikiranmu itu pasti sedang mesum kan?" tuduh Zian.

"Enak saja, tidak!!"

Zian mengeluarkan ponsel dari saku celananya, dia ingin menghubungi seseorang.

"Sial! ponselnya mati." gumamnya pelan.

Naya mengarahkan pandangannya pada setiap sudut kamar itu, mencari pakaiannya. Zian yang menyadari apa yang sedang di cari gadis remaja itu lalu mengambil pakaian milik Naya yang berada di bawah sana lalu melemparkannya pada Naya.

"Cepat pakai dan pergi dari sini!!"

Setelah melemparkan pakaian itu, Zian masuk ke kamar mandi. Membasuh wajahnya dengan air. Pikirannya melayang kemana-mana. Tentang siapa yang membawanya ke tempat itu bersama Naya dan membuat mereka tidur bersama.

"Siapa yang melakukan ini?" gumam Zian.

Tidak lama kemudian, Zian sudah keluar dari kamar mandi. Naya yang masih merasa pusing akibat minuman itu berusaha berdiri.

Gadis itu hampir saja terjatuh jika Zian tidak menangkap tubuhnya.

"Kau mau kemana?" tanya Zian.

"Aku mau ke kamar mandi," jawab Naya seraya mencoba menajamkan penglihatannya.

Karena kasihan dengan Naya, Zian pun memapah Naya memasuki kamar mandi dan menunggu di balik pintu. Selang beberapa lama, Naya tidak juga keluar dari kamar mandi.

"Hey, kau sedang apa di dalam? Jangan lama-lama, aku mau pulang..." teriak Zian seraya mengetuk pintu. Namun, tidak ada jawaban. Hanya suara percikan air yang terdengar dari dalam sana.

Naya yang berada di dalam kamar mandi itu sedang di landa kepanikan. Pasalnya mimisannya kumat lagi.

"Kenapa aku harus mimisan sekarang coba..." gumam Naya seraya membersihkan hidungnya yang terus mengeluarkan darah.

Naya lalu mengguyur kepalanya dengan air untuk menghentikan darah yang terus menetes itu.

****

Pintu terbuka, Naya keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membungkus kepalanya.

"Kenapa kau lama sekali? Kau pikir aku punya banyak waktu menunggumu?" tanya Zian yang sedang duduk menunggunya di sofa.

Ya ampun, benar kata Mia. Dia itu sangat galak. Tapi kenapa dia tetap sexy.

Naya malah senyum-sendiri di ambang pintu kamar mandi membuat Zian kesal.

"Jangan senyum, Jelek!!" bentak Zian.

Naya mengerucutkan bibirnya, lalu duduk di kursi di depan cermin. Matanya berbinar saat menemukan tas miliknya di atas meja. Gadis itu segera meraih tasnya dan mengeluarkan peralatan make upnya. Gadis itu mulai memoles wajahnya dengan bedak. Zian hanya menatap gadis itu dengan ekor matanya.

"Kenapa kepalaku masih pusing, ya. Aku ingat tadi malam aku cuma minum sedikit," gumam Naya pelan.

"Ayo cepat! Kau sangat lambat seperti kura-kura," ucap Zian yang sudah tidak sabar ingin keluar dari tempat itu.

Tidak lama kemudian, mereka terlihat keluar dari kamar itu. Zian mempercepat langkahnya menuju meja resepsionis. Naya terseok-seok mengejar langkah kaki Zian yang panjang hingga gadis itu terjatuh ke lantai.

Naya mencoba menajamkan penglihatannya yang samar-samar akibat pusing, hingga uluran tangan tepat berada di depan wajahnya.

"Kau ini sangat ceroboh rupanya," ucap Zian yang segera menghampirinya setelah melihat gadis itu terjatuh.

Walaupun dia galak, tapi ternyata dia orangnya tidak tegaan. Aku jadi makin suka, batin Naya.

Zian menarik tangan Naya menuju meja resepsionis.

"Pemisi, semalam kami menginap di sini. Tapi kami tidak tahu siapa yang membawa kami kemari. Reservasi Kamar nomor 104, atas nama siapa?" tanya Zian.

Resepsionis itu segera memeriksa data pengunjung di komputernya.

"Kamar 104 reservasi atas nama Kanaya Indhira Adiwijaya," ungkap resepsionis itu.

"Apa kami bisa melihat rekaman CCTV ?"

"Maaf, tempat ini tidak di lengkapi CCTV."

Zian kemudian tersadar bahwa tempat itu hanyalah sebuah penginapan kecil. Sekarang, dia tidak punya info siapa yang membawanya ke sana bersama Naya.

"Baiklah, terima kasih."

****

Zian segera melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu, sementara Naya terus mengekor di belakangnya. Mereka berhenti di halte bus.

"Pulanglah! Kau bisa memesan taxy online kan?"

"Aku masih pusing,"

"Baiklah, kau ke rumah mia saja."

Tidak lama kemudian, bus berhenti di halte itu. Zian segera membantu Naya naik ke sana.

Aku baru tahu, naik bus itu menyenangkan. batin Naya.

Zian melihat raut wajah Naya yang begitu antusias naik kendaraan umum.

Aku pikir dia akan mual naik angkutan umum. batin Zian.

"Apa ini pertama kalinya kau naik angkutan umum?" tanya Zian. Naya menjawab dengan mengangguk pelan, wajahnya sangat berbinar.

Kehaluanpun mulai merasuki jiwa gadis polos itu. Dia merasa sedang terbang ke awan, duduk bersebelahan bersama pujaan hatinya adalah mimpi yang kesampaian baginya.

Aku merasa sedang naik kereta kencana bersamamu. batin Naya.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Dedeh Kuraisin

Dedeh Kuraisin

Ya Alloh Naya Random bener sih

2025-01-10

0

Sweet Girl

Sweet Girl

konslet bener

2024-06-21

2

Sweet Girl

Sweet Girl

🤣🤣🤣🤣gimana cara balikin ya Nay...

2024-06-21

0

lihat semua
Episodes
1 Sinopsis
2 Salah Tembak
3 Berawal dari mimpi
4 Sengaja merusak
5 Gadis aneh
6 SKINCARE DAN OLI
7 MALAPETAKA
8 Malapetaka sungguhan
9 Tidur bersama?
10 Kabur
11 Hari berduka
12 Ancaman
13 Menikah
14 Kopi asin
15 Belajar Memasak
16 Check up
17 Bos misterius
18 Senin
19 Kemana Zianku?
20 Orang asing
21 Perampok
22 Impian yang terlupa
23 Mencari kerja
24 Kia
25 Bukan gadis manja
26 Berkelahi
27 Alasan untuk berjuang
28 Amarah Zian
29 Menunggu waktu yang indah
30 Tolong aku
31 Ultah Kia Group
32 Kemana Kia-Ku...
33 Banyak rahasia
34 trending di internet
35 Bos Kia Group
36 laporan Dimas
37 Jaket kulit
38 Mimpi buruk Zian.
39 Suamiku lelaki biasa
40 Diusir
41 Dia istriku!
42 Bekas luka
43 Khawatir berlebihan
44 Dosakah?
45 Terbakar Cemburu
46 Naya Vs Gadis dari masa lalu
47 Perasaan aneh
48 Bos Kia Group Vs Zian
49 Diserang
50 kabur
51 Dalang penyerangan
52 TERBONGKAR
53 Gedung Kia Group
54 Menunggu waktu
55 Menorehkan luka
56 PATAH HATI
57 Kecewa....
58 Terakhir kalinya...
59 Kenangan terakhir
60 Selamat tinggal
61 TERUNGKAP
62 TENGGELAM DALAM PENYESALAN
63 Kepergiannya...
64 Kia= Kanaya Indhira Adiwinata
65 Terus mencari
66 Melampiaskan emosi
67 Buku catatan
68 Mulai terbuka
69 Tidurlah Nayaku...!
70 Kritis
71 Hukuman dari Takdir
72 Pendonor hati
73 Harapan hidup...
74 Operasi
75 Trauma berat...
76 TERBALIK
77 Jam tangan
78 Siapa Zian...
79 Terbongkarnya rahasia besar
80 Selesai....
81 Ungkapan perasaan
82 PCSM 82
83 PCSM 83
84 PCSM 84
85 PCSM 85
86 PCSM 86
87 PCSM 87
88 PCSM 88
89 PCSM 89
90 PCSM 90
91 HAREUDANG PART 1
92 HAREUDANG PART 2
93 SEKAREPMU WAE,, Zian!!!!
94 PCSM 94
95 PCSM 95
96 PCSM 96
97 PCSM 97
98 PCSM 98
99 PCSM 99
100 PCSM 100
101 PCSM 101
102 PCSM 102
103 PCSM 103.
104 PCSM 104
105 PCSM 105
106 PCSM 106
107 PCSM 107
108 pCSM 108
109 PCSM 109
110 PCSM 110
111 PCSM 111
112 PCSM 112
113 PCSM 113
114 PCSM 114
115 PCSM 115
116 PCSM 116
117 Ada apa dengan Anita?
118 Rahasia masa lalu part 1
119 Rahasia Masa Lalu part 2
120 Monster Betina
121 Firasat buruk
122 Berita di TV
123 PENGUMUMAN
124 Ditangkap
125 Dimana Zianku?
126 Ancaman hukuman
127 Menjadi Wanita yang Kuat
128 Kelahiran Baby Deniz
129 Pengakuan
130 Dua tahun tanpamu
131 Oh Denizku...!
132 Dimas pengkhianat!!!
133 Seorang penyelamat
134 PENGUMUMAN
135 Apa kabar, Kinara Marissa?
136 LEOPHARD BAY PYORDOVA
137 Talkshow
138 Dimas Vs Zian
139 SIDANG PUTUSAN
140 Keadilan untuk Tuan Maliq
141 Pulang?
142 Mr. Pecicilan dan Monster Betina
143 Kelakuan Bos gesrek!
144 Diculik bos gila.
145 Perfect Honeymoon
146 Penjara Cinta Sang Mafia 2 rilis
147 PENGUMUMAN PEMENANG GIVE AWAY
148 Pengumuman Novel Baru
149 BUKAN WANITA MALAM STORY
150 Penjara Cinta Sang Mafia musim 3 rilis (ELSA &DR.WILLY)
151 BUKAN SALAHKU MEREBUT ISTRIMU
152 Keong Lucknut rilis
153 HIDDEN WIFE
154 Suami Bohongan
155 MY SEXY LITTLE WIFE
156 KISAH KEONG KEMBAR - RAFLI RILIS
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Sinopsis
2
Salah Tembak
3
Berawal dari mimpi
4
Sengaja merusak
5
Gadis aneh
6
SKINCARE DAN OLI
7
MALAPETAKA
8
Malapetaka sungguhan
9
Tidur bersama?
10
Kabur
11
Hari berduka
12
Ancaman
13
Menikah
14
Kopi asin
15
Belajar Memasak
16
Check up
17
Bos misterius
18
Senin
19
Kemana Zianku?
20
Orang asing
21
Perampok
22
Impian yang terlupa
23
Mencari kerja
24
Kia
25
Bukan gadis manja
26
Berkelahi
27
Alasan untuk berjuang
28
Amarah Zian
29
Menunggu waktu yang indah
30
Tolong aku
31
Ultah Kia Group
32
Kemana Kia-Ku...
33
Banyak rahasia
34
trending di internet
35
Bos Kia Group
36
laporan Dimas
37
Jaket kulit
38
Mimpi buruk Zian.
39
Suamiku lelaki biasa
40
Diusir
41
Dia istriku!
42
Bekas luka
43
Khawatir berlebihan
44
Dosakah?
45
Terbakar Cemburu
46
Naya Vs Gadis dari masa lalu
47
Perasaan aneh
48
Bos Kia Group Vs Zian
49
Diserang
50
kabur
51
Dalang penyerangan
52
TERBONGKAR
53
Gedung Kia Group
54
Menunggu waktu
55
Menorehkan luka
56
PATAH HATI
57
Kecewa....
58
Terakhir kalinya...
59
Kenangan terakhir
60
Selamat tinggal
61
TERUNGKAP
62
TENGGELAM DALAM PENYESALAN
63
Kepergiannya...
64
Kia= Kanaya Indhira Adiwinata
65
Terus mencari
66
Melampiaskan emosi
67
Buku catatan
68
Mulai terbuka
69
Tidurlah Nayaku...!
70
Kritis
71
Hukuman dari Takdir
72
Pendonor hati
73
Harapan hidup...
74
Operasi
75
Trauma berat...
76
TERBALIK
77
Jam tangan
78
Siapa Zian...
79
Terbongkarnya rahasia besar
80
Selesai....
81
Ungkapan perasaan
82
PCSM 82
83
PCSM 83
84
PCSM 84
85
PCSM 85
86
PCSM 86
87
PCSM 87
88
PCSM 88
89
PCSM 89
90
PCSM 90
91
HAREUDANG PART 1
92
HAREUDANG PART 2
93
SEKAREPMU WAE,, Zian!!!!
94
PCSM 94
95
PCSM 95
96
PCSM 96
97
PCSM 97
98
PCSM 98
99
PCSM 99
100
PCSM 100
101
PCSM 101
102
PCSM 102
103
PCSM 103.
104
PCSM 104
105
PCSM 105
106
PCSM 106
107
PCSM 107
108
pCSM 108
109
PCSM 109
110
PCSM 110
111
PCSM 111
112
PCSM 112
113
PCSM 113
114
PCSM 114
115
PCSM 115
116
PCSM 116
117
Ada apa dengan Anita?
118
Rahasia masa lalu part 1
119
Rahasia Masa Lalu part 2
120
Monster Betina
121
Firasat buruk
122
Berita di TV
123
PENGUMUMAN
124
Ditangkap
125
Dimana Zianku?
126
Ancaman hukuman
127
Menjadi Wanita yang Kuat
128
Kelahiran Baby Deniz
129
Pengakuan
130
Dua tahun tanpamu
131
Oh Denizku...!
132
Dimas pengkhianat!!!
133
Seorang penyelamat
134
PENGUMUMAN
135
Apa kabar, Kinara Marissa?
136
LEOPHARD BAY PYORDOVA
137
Talkshow
138
Dimas Vs Zian
139
SIDANG PUTUSAN
140
Keadilan untuk Tuan Maliq
141
Pulang?
142
Mr. Pecicilan dan Monster Betina
143
Kelakuan Bos gesrek!
144
Diculik bos gila.
145
Perfect Honeymoon
146
Penjara Cinta Sang Mafia 2 rilis
147
PENGUMUMAN PEMENANG GIVE AWAY
148
Pengumuman Novel Baru
149
BUKAN WANITA MALAM STORY
150
Penjara Cinta Sang Mafia musim 3 rilis (ELSA &DR.WILLY)
151
BUKAN SALAHKU MEREBUT ISTRIMU
152
Keong Lucknut rilis
153
HIDDEN WIFE
154
Suami Bohongan
155
MY SEXY LITTLE WIFE
156
KISAH KEONG KEMBAR - RAFLI RILIS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!