Belajar Memasak

Naya sedang menikmati perannya menjadi seorang istri yang baik. Hari itu dia mengerjakan semua jadwal tugas yang telah di tuliskan Zian untuknya. Walaupun sangat kebingungan karena pertama kalinya dirinya melakukan semua pekerjaan itu.

Dengan memegang sebuah buku resep masakan, pelan-pelan Naya belajar memasak. Matanya membulat sempurna membaca petunjuk yang tertulis dalam buku itu.

"Pertama, potong-potong wortel dan kentang kecil-kecil," Naya menatap kentang dan wortel itu dengan bingung, "Sekecil apa? Sudahlah, yang penting kecil, kan? "

Gadis itu terus memasak mengikuti petunjuk yang tertulis dalam buku resep itu.

"Tambahkan garam secukupnya," Naya menghela napas panjang, "Dasar buku bodoh, mana aku tahu secukupnya itu sebanyak apa?"

Naya menambahkan beberapa sendok garam ke dalam masakannya kemudian menambahkan lagi beberapa sendok penyedap rasa.

Setelah memasak sayuran itu, ia memanaskan minyak lalu menggoreng ikan. Percikan minyak yang panas membuatnya panik sendiri.

"Aduh, aduh... apa ini? Kenapa minyaknya meledak-ledak?" Naya menyembunyikan dirinya di balik tutup panci. Sambil beberapa kali mengintip penggorengan itu

Tiba-tiba, perutnya terasa melilit, ia mulai merasakan sakit luar biasa menjalar di perutnya.

"Aduh, perutku,," gumamnya seraya memegangi perutnya, "Aku kan tidak makan apa-apa, kenapa perutku jadi sakit begini?"

Naya kemudian teringat tadi pagi meminum kopi rasa air garam yang dia buat untuk Zian. Barulah dia mulai tersadar apa yang membuatnya sakit perut.

Sudah 4tahun terakhir ini Naya hidup dengan aturan tidak boleh makan makanan yang mengandung garam. Jika ia melanggar beberapa pantangan makannya, perutnya akan sakit.

Naya masuk ke kamar mandi, membasuh wajahnya dengan air. Menahan sakit perutnya. Dengan sisa kekuatannya, ia berusaha baik ke tangga menuju kamarnya, tidak mempedulikan masakannya yang sudah mulai gosong.

Gadis itu memasuki kamarnya, mengambil sebuah botol kecil berisi obat yang selalu di bawanya kemana-mana. Ia memasukkan sebutir pil itu ke mulutnya.

Tidak lama kemudian, Zian pulang dan melihat kepulan asap yang berasal dari dapur. Dengan segera, laki-laki itu berlari menuju dapur. Dan alangkah terkejutnya Zian melihat masakan yang ditinggal begitu saja.

"NAYAAA!!" teriak Zian menggelegar. Seolah teriakannya mampu merobohkan seisi rumah.

Naya yang masih dengan sisa-sisa sakit di perut terlonjak mendengar teriakan itu. Buru-buru, gadis itu segera berlari menuruni tangga.

"A-da apa?" tanya Naya dengan polosnya. Matanya berkeliling menatap dapur yang penuh dengan kepulan asap itu. Ia baru mengingat telah meninggalkan dapur saat sedang memasak.

"Apa yang kau lakukan? Apa kau mau membakar rumahku?" teriak Zian lagi membuat Naya menutup telinganya dengan telapak tangannya, mendengar teriakan Zian yang seolah akan merobek gendang telinganya.

"JAWAB!!"

"A-aku... A-ku sedang be-lajar memasak." jawab Naya terbata-bata menahan ketakutan.

"Lalu kenapa kau meninggalkan dapur begitu saja? Kalau rumah ini terbakar, kita mau tinggal dimana?" Zian semakin berapi-api memarahi Naya, tanpa tahu sebab mengapa Naya meninggalkan dapur saat sedang memasak.

"Maaf, aku tidak akan mengulanginya," ucap Naya dengan kepala menunduk, sembari memegangi perutnya yang masih terasa sedikit sakit.

Zian berdecak kesal seraya berdecak kesal. "Kau benar-benar tidak bisa apa-apa."

Apa ini hukuman untukku karena dosa-dosaku di masa lalu, sehingga aku harus menikahi gadis bodoh ini. batin Zian.

"Maaf, aku akan belajar lebih keras lagi," ucap Naya seraya memegangi lengan suaminya itu.

"Singkirkan tanganmu, jangan sentuh aku!" bentak Zian membuat Naya melepas tangannya yang memegangi lengan Zian.

"Bersihkan itu!!" Zian menunjuk beberapa peralatan memasak yang menghitam akibat masakan yang gosong.

"Baik." Walaupun takut, namun Naya masih berusaha menunjukkan senyumnya. Kemudian bergegas membersihkan dan mencuci perabotan yang dia gunakan tadi.

Setelah itu, Zian mengambil wajan lain dan memanaskan minyak. Ia mulai menunjukkan cara menggoreng ikan yang benar pada gadis itu.

"Perhatikan ini! Awas kalau lain kali ulnagi kesalahan yang sama."

Sambil tersenyum, Naya menatap wajah Zian tanpa berkedip, gadis yang masih terbilang remaja itu begitu terpesona dengan wajah Zian yang baginya sangat sempurna.

Sadar sedang dipandangi, Zian langsung menatap tajam pada Naya, membuat gadis itu gelagapan.

"Kenapa kau memandangiku seperti itu?"

glek

Oksigen, mana oksigen, aku merasa kehabisan nafas saat dia menatapku begitu...

"Aku ... Anu ... Kau..."

"Berhenti menatapku seperti itu!!" Zian berbicara pelan tepat di depan wajah Naya, hingga hembusan nafasnya terasa begitu hangat bertiup di wajah gadis itu.

"HEY!!" teriaknya membangunkan Naya dari lamunannya. "Kau benar-benar suka membuatku berteriak ya?"

"Hehe, maaf aku melamun."

"Dasar gadis bodoh. Awas saja kalau kau melamun yang jorok-jorok."

"Tidak. Aku hanya merasa memasak berdua itu sangat romantis," ucap Naya dengan polosnya, membuat Zian menghela napas panjang. Sungguh Naya benar-benar telah menguji kesabarannya.

*****

Masakan selesai, Naya menata makanan di meja dengan riang gembira. Padahal Zian terus saja memarahinya. Namun, gadis itu seperti sangat kebal dengan kata-kata kasar yang terlontar dari bibir Zian yang pedas menghujam jantung.

Semua kata-kata kasar yang di lontarkan Zian hanya di balas dengan senyuman.

Zian pun mulai makan dengan lahapnya.

"Kau tidak makan?" tanya Zian ketika menyadari Naya hanya memandanginya makan, tanpa menyentuh makanan sedikitpun.

"Aku akan makan nanti."

"Kenapa?" tanya Zian sinis. "Ah, tentu saja. Kau tidak terbiasa makan makanan seperti ini. Aku hampir lupa kalau sebelumnya kau tinggal di istana yang megah, dengan makanan yang enak-enak."

"Bukan begitu. Aku hanya--"

Naya terdiam setelahnya. Alasannya tidak makan karena makanan yang ia masak untuk Zian menggunakan garam dan penyedap rasa yang merupakan pantangannya. Selama beberapa tahun ini, para pelayan di rumahnya memasak makanan khusus untuknya sesuai petunjuk dokter dan ahli gizi.

Tidak ingin Zian mengira dirinya pemilih dalam makanan, Naya pun meraih piring dan mulai memakan makanan itu, tanpa mempedulikan akibat yang mungkin akan terjadi padanya.

*****

"Aku mau kembali bekerja," ucap Zian sesaat setelah selesai makan siang.

"Iya," sahut Naya. "Kau pulang jam berapa?"

"Aku akan pulang malam. Siapkan saja makan malam. Hati-hati di rumah, jangan sampai kau membakar rumah ini."

Naya mengekor di belakang Zian yang berjalan keluar rumah, gadis itu menyunggingkan senyum saat Zian menaiki motor dan meninggalkan rumah itu.

Naya pun harus kembali merasakan sakit yang luar biasa di perutnya akibat memakan makanan yang menjadi pantangannya.

Di kamar, Naya membaringkan tubuhnya dengan posisi tengkurap. Berharap sakit di perutnya berkurang.

***

"Bos, ada apa? Sepertinya kau sangat kesal?" tanya Dimas ketika melihat wajah Zian bagai benang kusut.

"Gadis bodoh itu hampir saja membakar rumahku," Dimas terperanjak mendengar ucapan bosnya.

"Membakar rumah?" tanya Dimas Heran.

"Iya. Kau tahu, dia memasak dan meninggalkannya begitu saja. Jika saja aku tidak pulang tepat waktu, entah apa yang akan terjadi." Zian bersungut-sungut mengingat kecerobohan Naya di rumah tadi.

"Dia bisa memasak? Ah... itu luar biasa. Aku pikir gadis modern jaman sekarang tidak suka bersentuhan dengan dapur,"

"Kenapa kau malah memuji si malapetaka itu?" Zian mulai marah lagi mendengar ucapa Dimas.

"Tidak, Bos... Aku tidak memujinya. Aku hanya merasa sedikit terkejut, gadis manja itu mau memasak untukmu," kata Dimas yang sedang menghindari perdebatan panjang dengan bosnya itu.

*Kau tidak tau kan, si malapetaka itu membuat kopi rasa air laut. Dan tadi dia memasak sayuran yang sangat aneh. Aku sampai mual makan masakannya. batin Zian

BERSAMBUNG***

Terpopuler

Comments

ep_mygTHV

ep_mygTHV

bener nay masak harus d kira2 aja WKWKWKKWKKWKWKKK walau seupil yg penting kecil sama aja , lu udh ikutin petunjuk 🤣🤣🤣🤣🤣

2024-12-19

0

Izda Nuryati

Izda Nuryati

sudah bbrp bab aq baca khawatir Zian darting krn sll marah2 dgn Naya mmng ga ada belas kasihan yaaa/Sob/

2025-01-05

0

yuiwnye

yuiwnye

suami rasa ibu tiri ya Nay

2025-02-03

0

lihat semua
Episodes
1 Sinopsis
2 Salah Tembak
3 Berawal dari mimpi
4 Sengaja merusak
5 Gadis aneh
6 SKINCARE DAN OLI
7 MALAPETAKA
8 Malapetaka sungguhan
9 Tidur bersama?
10 Kabur
11 Hari berduka
12 Ancaman
13 Menikah
14 Kopi asin
15 Belajar Memasak
16 Check up
17 Bos misterius
18 Senin
19 Kemana Zianku?
20 Orang asing
21 Perampok
22 Impian yang terlupa
23 Mencari kerja
24 Kia
25 Bukan gadis manja
26 Berkelahi
27 Alasan untuk berjuang
28 Amarah Zian
29 Menunggu waktu yang indah
30 Tolong aku
31 Ultah Kia Group
32 Kemana Kia-Ku...
33 Banyak rahasia
34 trending di internet
35 Bos Kia Group
36 laporan Dimas
37 Jaket kulit
38 Mimpi buruk Zian.
39 Suamiku lelaki biasa
40 Diusir
41 Dia istriku!
42 Bekas luka
43 Khawatir berlebihan
44 Dosakah?
45 Terbakar Cemburu
46 Naya Vs Gadis dari masa lalu
47 Perasaan aneh
48 Bos Kia Group Vs Zian
49 Diserang
50 kabur
51 Dalang penyerangan
52 TERBONGKAR
53 Gedung Kia Group
54 Menunggu waktu
55 Menorehkan luka
56 PATAH HATI
57 Kecewa....
58 Terakhir kalinya...
59 Kenangan terakhir
60 Selamat tinggal
61 TERUNGKAP
62 TENGGELAM DALAM PENYESALAN
63 Kepergiannya...
64 Kia= Kanaya Indhira Adiwinata
65 Terus mencari
66 Melampiaskan emosi
67 Buku catatan
68 Mulai terbuka
69 Tidurlah Nayaku...!
70 Kritis
71 Hukuman dari Takdir
72 Pendonor hati
73 Harapan hidup...
74 Operasi
75 Trauma berat...
76 TERBALIK
77 Jam tangan
78 Siapa Zian...
79 Terbongkarnya rahasia besar
80 Selesai....
81 Ungkapan perasaan
82 PCSM 82
83 PCSM 83
84 PCSM 84
85 PCSM 85
86 PCSM 86
87 PCSM 87
88 PCSM 88
89 PCSM 89
90 PCSM 90
91 HAREUDANG PART 1
92 HAREUDANG PART 2
93 SEKAREPMU WAE,, Zian!!!!
94 PCSM 94
95 PCSM 95
96 PCSM 96
97 PCSM 97
98 PCSM 98
99 PCSM 99
100 PCSM 100
101 PCSM 101
102 PCSM 102
103 PCSM 103.
104 PCSM 104
105 PCSM 105
106 PCSM 106
107 PCSM 107
108 pCSM 108
109 PCSM 109
110 PCSM 110
111 PCSM 111
112 PCSM 112
113 PCSM 113
114 PCSM 114
115 PCSM 115
116 PCSM 116
117 Ada apa dengan Anita?
118 Rahasia masa lalu part 1
119 Rahasia Masa Lalu part 2
120 Monster Betina
121 Firasat buruk
122 Berita di TV
123 PENGUMUMAN
124 Ditangkap
125 Dimana Zianku?
126 Ancaman hukuman
127 Menjadi Wanita yang Kuat
128 Kelahiran Baby Deniz
129 Pengakuan
130 Dua tahun tanpamu
131 Oh Denizku...!
132 Dimas pengkhianat!!!
133 Seorang penyelamat
134 PENGUMUMAN
135 Apa kabar, Kinara Marissa?
136 LEOPHARD BAY PYORDOVA
137 Talkshow
138 Dimas Vs Zian
139 SIDANG PUTUSAN
140 Keadilan untuk Tuan Maliq
141 Pulang?
142 Mr. Pecicilan dan Monster Betina
143 Kelakuan Bos gesrek!
144 Diculik bos gila.
145 Perfect Honeymoon
146 Penjara Cinta Sang Mafia 2 rilis
147 PENGUMUMAN PEMENANG GIVE AWAY
148 Pengumuman Novel Baru
149 BUKAN WANITA MALAM STORY
150 Penjara Cinta Sang Mafia musim 3 rilis (ELSA &DR.WILLY)
151 BUKAN SALAHKU MEREBUT ISTRIMU
152 Keong Lucknut rilis
153 HIDDEN WIFE
154 Suami Bohongan
155 MY SEXY LITTLE WIFE
156 KISAH KEONG KEMBAR - RAFLI RILIS
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Sinopsis
2
Salah Tembak
3
Berawal dari mimpi
4
Sengaja merusak
5
Gadis aneh
6
SKINCARE DAN OLI
7
MALAPETAKA
8
Malapetaka sungguhan
9
Tidur bersama?
10
Kabur
11
Hari berduka
12
Ancaman
13
Menikah
14
Kopi asin
15
Belajar Memasak
16
Check up
17
Bos misterius
18
Senin
19
Kemana Zianku?
20
Orang asing
21
Perampok
22
Impian yang terlupa
23
Mencari kerja
24
Kia
25
Bukan gadis manja
26
Berkelahi
27
Alasan untuk berjuang
28
Amarah Zian
29
Menunggu waktu yang indah
30
Tolong aku
31
Ultah Kia Group
32
Kemana Kia-Ku...
33
Banyak rahasia
34
trending di internet
35
Bos Kia Group
36
laporan Dimas
37
Jaket kulit
38
Mimpi buruk Zian.
39
Suamiku lelaki biasa
40
Diusir
41
Dia istriku!
42
Bekas luka
43
Khawatir berlebihan
44
Dosakah?
45
Terbakar Cemburu
46
Naya Vs Gadis dari masa lalu
47
Perasaan aneh
48
Bos Kia Group Vs Zian
49
Diserang
50
kabur
51
Dalang penyerangan
52
TERBONGKAR
53
Gedung Kia Group
54
Menunggu waktu
55
Menorehkan luka
56
PATAH HATI
57
Kecewa....
58
Terakhir kalinya...
59
Kenangan terakhir
60
Selamat tinggal
61
TERUNGKAP
62
TENGGELAM DALAM PENYESALAN
63
Kepergiannya...
64
Kia= Kanaya Indhira Adiwinata
65
Terus mencari
66
Melampiaskan emosi
67
Buku catatan
68
Mulai terbuka
69
Tidurlah Nayaku...!
70
Kritis
71
Hukuman dari Takdir
72
Pendonor hati
73
Harapan hidup...
74
Operasi
75
Trauma berat...
76
TERBALIK
77
Jam tangan
78
Siapa Zian...
79
Terbongkarnya rahasia besar
80
Selesai....
81
Ungkapan perasaan
82
PCSM 82
83
PCSM 83
84
PCSM 84
85
PCSM 85
86
PCSM 86
87
PCSM 87
88
PCSM 88
89
PCSM 89
90
PCSM 90
91
HAREUDANG PART 1
92
HAREUDANG PART 2
93
SEKAREPMU WAE,, Zian!!!!
94
PCSM 94
95
PCSM 95
96
PCSM 96
97
PCSM 97
98
PCSM 98
99
PCSM 99
100
PCSM 100
101
PCSM 101
102
PCSM 102
103
PCSM 103.
104
PCSM 104
105
PCSM 105
106
PCSM 106
107
PCSM 107
108
pCSM 108
109
PCSM 109
110
PCSM 110
111
PCSM 111
112
PCSM 112
113
PCSM 113
114
PCSM 114
115
PCSM 115
116
PCSM 116
117
Ada apa dengan Anita?
118
Rahasia masa lalu part 1
119
Rahasia Masa Lalu part 2
120
Monster Betina
121
Firasat buruk
122
Berita di TV
123
PENGUMUMAN
124
Ditangkap
125
Dimana Zianku?
126
Ancaman hukuman
127
Menjadi Wanita yang Kuat
128
Kelahiran Baby Deniz
129
Pengakuan
130
Dua tahun tanpamu
131
Oh Denizku...!
132
Dimas pengkhianat!!!
133
Seorang penyelamat
134
PENGUMUMAN
135
Apa kabar, Kinara Marissa?
136
LEOPHARD BAY PYORDOVA
137
Talkshow
138
Dimas Vs Zian
139
SIDANG PUTUSAN
140
Keadilan untuk Tuan Maliq
141
Pulang?
142
Mr. Pecicilan dan Monster Betina
143
Kelakuan Bos gesrek!
144
Diculik bos gila.
145
Perfect Honeymoon
146
Penjara Cinta Sang Mafia 2 rilis
147
PENGUMUMAN PEMENANG GIVE AWAY
148
Pengumuman Novel Baru
149
BUKAN WANITA MALAM STORY
150
Penjara Cinta Sang Mafia musim 3 rilis (ELSA &DR.WILLY)
151
BUKAN SALAHKU MEREBUT ISTRIMU
152
Keong Lucknut rilis
153
HIDDEN WIFE
154
Suami Bohongan
155
MY SEXY LITTLE WIFE
156
KISAH KEONG KEMBAR - RAFLI RILIS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!