episode 14

~grup cowo~

Bryan :

"@william"

William :

"apa"

Robert :

"kangen tuh abang lo"

Bryan :

"kapan balik will?"

Robert :

"tuh kan, kangen"

William :

"lusa"

Robert :

"besok aja will"

Bryan :

"ngatur"

"WILLIAM" teriak kevin mencari keberadaan william. William tidak menampakkan dirinya, padahal sudah di beri pengumaman kepada semua siswa, untuk berkumpul di satu tempat. Mendengar seseorang memanggil dirinya, william langsung keluar dari tendanya.

"apaan" sahut william.

"buset, nih anak malah di tenda" celetuk yogi

Kevin segera menarik tangan william untuk menonton tasya yang akan tampil.

Kini tasya sudah berada di tengah lapangan, di antara siswa-siswa yang mengelilinginya.

"NYANYI BUAT WILLIAM DONG"

Tasya hanya bisa menggelengkan kepala, tidak habis pikir dengan siswa yang mengira dirinya menyukai william. Tetapi, tasya juga tidak bisa mengelaknya, semua orang tidak tau bahwa dirinya dan william adalah adik kakak.

William yang mendengar itu, menahan tawa. Dia juga heran, mengapa kebanyakkan siswa mengira tasya sangat obses terhadap dirinya.

"tuhan tolonglah~~ hapus dia dari hatiku~~"

"SIAPA TUH" sahut siswa

"kini semua percuma~ takkan mungkin terjadi~"

"CIE SADAR"

"kisah cinta yang selalu aku banggakan~~ kauhempas semua~ rasa yang tercipta untukmu~~~" tasya terus bernyanyi, tidak menghiraukan apa kata orang.

"BALAS DONG CINTANYA WILL"

Tasya hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar sahutan dari teman sekolahnya. Seorang pria berlari ke arah tasya, kini dia berada di tempat yang sama seperti tasya. Berdiri di antara siswa yang mengelilinginya, dengan menggenggam sebuah mic di tanggannya.

Semua siswa yang menyaksikan, di buat terkejut oleh aksinya. Pria tersebut adalah kakak kelas tasya yang sempat menolongnya saat dia dan temannya kesulitan memasang tenda. Dia adalah arya.

"tanpa pernah melihat, betapa ku mencoba~~ jadi yang terbaik~ untuk dirimu~" tasya hanya diam, terus memandangnya dengan senyum yang terulas. Memberi kesempatan kepada arya untuk bernyanyi.

"oh mengapa~ tak bisa dirimu yang mencintaiku~~ tulus dan apa adanya~~ aku memang~ bukan manusia sempurna~~ tapi ku layak di cinta~~ karna ketulusan~~ kini biarlah~~ waktu yang jawab semua~~ tanya hatiku~~~" tasya menyanyikannya bersamaan dengan arya. Tangan arya meraih jemari tasya dan menggenggamnya.

Mereka telah selesai membawakan sebuah lagu, dengan penuh keromantisan. Yang awalnya tasya menyanyikan lagu sendiri, dengan ledekkan dan candaan dari para siswa. Hingga arya datang untuk meredam semua, dan benar saja. Saat arya datang dan ikut bernyanyi bersama tasya, semua siswa sontak diam. Tidak ada yang berani saling sahut.

Siswa mulai berbisik-bisik, saling bertukar pendapat satu sama lain. Kini keduanya menjadi perbincangan para siswa. Acara selesai. Semua siswa di bubarkan, dan di arahkan untuk kembali ke dalam tendanya. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.

☆☆☆☆☆

"tasya, hazel. Liat sosmed lambe smansa deh" sahut rana.

Tasya dan hazel mengambil ponselnya, dan langsung mengecek akun sosmed lambe smansa (SMA negeri bangsa). Tertera sebuah undangan party birthday di villa yang lokasi tidak terlalu jauh dari lokasi perkemahan. Mulai pukul 23.00 malam, sampai dengan selesai.

"ayolah gas" ucap hazel, dia sangat bersemangat untuk hadir ke party tersebut. Hazel memang suka party, walaupun hazel suka berparty. Tapi, dia tau batasannya.

"ayo sya" tambah rana. Kini tasya di paksa ikut oleh keduanya.

"gamau ah males" jawab tasya.

"ayo ikut" rengek kedua teman tasya.

Akhirnya tasya memutuskan untuk ikut bersama keduanya. undangan party itu adalah birthday kevin. Dia mengundang seluruh siswa SMA bangsa yang sedang ikut berkemah.

Siswa yang akan ikut ke party tersebut, berkumpul di satu tempat yang sama.

Arya menarik tangan tasya menjauh dari para siswa yang sedang berkumpul untuk ke party.

"lo ikut sya?" tanya arya.

"iya kak" tasya menjawab dengan ragu.

"kalian ngapain? Ayo sya" hazel menghampiri tasya dan arya yang sedang mengobrol. Lalu, menarik tangan tasya.

Semua siswa yang akan pergi menuju party malam itu, sudah berangkat menggunakan bus yang di sewa oleh kevin.

Setelah menempuh perjalan sekitar 40 menit, bus tiba di sebuah villa milik keluarga kevin. Semua siswa mulai masuk ke dalam villa tersebut.

Hazel menarik tangan tasya untuk masuk ke dalam villa, namun tasya menahannya. Kini hazel menatap tasya.

"gapapa sya, ada gue" ucap hazel meyakinkan tasya.

Keduanya masuk ke dalam villa. Villa tersebut sangat megah dan mewah.

Semua orang yang berada di villa, berkumpul di halaman belakang villa tersebut. Halamannya begitu luas, bahkan hampir mampu menampung semua orang yang berada di sana.

"wellcome guys, thanks yang udah mau datang ke villa ini, buat ngerayain birthday gue" ucap kevin, dengan menggunakan mic, agar semua orang yang berada di villa tersebut dapat mendengar suaranya.

"di villa ini, kita semua bakal happy-happy guys, lupain semua masalah kalian hari ini. WAKTUNYA BERSENANG-SENANG"

Semua orang di villa mulai bersenang-senang dengan iringan musik dj. Mereka mengadakan acara BBQ di halaman belakang. Ada yang mulai memanggang daging, ada juga yang sedang menyiapkan piring dan gelas.

Lian datang sambil membawa botol alcohol. Semua orang berseru saat melihat lian membawa botol alcohol.

"yang mau yang mau" ucapnya sambil mengangkat kedua botol di tangannya.

"ingat ya, di antara kita, ga ada yang boleh minum alcohol. Bahkan cuma sekedar nyentuh pun ga boleh" tasya mencoba memberi larangan kepada hazel.

Hazel mengangguk setuju. Tasya melihat ke segala arah, mencari sosok william. Namun, dia tidak melihat sang kakak. Tidak mungkin william tidak datang ke party, ini acara sahabatnya. Tasya terus mencari keberadaan sang kakak. Tidak lama kemudian, william datang dari arah pintu belakang. Tasya yang melihat kemunculan william, merasa jauh lebih tenang.

Seorang pria menghampiri tasya sambil berjalan dengan langkah sedikit oleng, terlihat sekali dari jalannya, pria tersebut sedikit mabok. Dia adalah zeo. Sambil membawa sebuah gelas di tangannya.

"buat lo sya" ucapnya sambil menyodorkan gelas tersebut ke tasya.

Di susul gilang yang kini menghampiri tasya.

"cobain sya, dikit aja" gilang memaksa tasya untuk meminumnya.

"gamau" tolak tasya. Tasya berusaha mencoba untuk menolak. Namun, zeo dan gilang terus memaksanya. William memperhatikan tasya dari jauh. Saat melihat adiknya di paksa untuk meminum, dia langsung berlari menghampiri tasya. William langsung mengambil alih gelas tersebut, dan meletakkannya di sebuah meja. Lalu menarik tasya menjauh dari zeo dan gilang.

"lagian lo ngapain sih ke sini?" tanya william.

"aku di paksa hazel sama rana kak"

"gua gamau lo ikut minum-minum kaya yang lain" tegas william kepada sang adik sambil melangkah pergi.

Tasya mencari sosok hazel yang menghilang dari sisinya. Dia terus berjalan sambil melihat ke segala sisi mencari sosok hazel. Tasya justru malah menemukan sosok rana, dia terlihat sedang meminum-minum alcohol di ujung sana. Tasya bingung harus kemana, semua orang sibuk berdansa dan mabok.

"ayo dansa sya"

Tasya terkejut saat mendengar ajakan seseorang. Dia langsung menengok, sudah ada kevin di sampingnya. Kevin menjulurkan tangannya.

"anggap aja kado birthday sya" kevin tersenyum, berharap tasya akan menerima ajakan dansanya.

"aku gabisa dansa kak" ucap tasya, diaa takut. Dia juga tidak pernah berdansa sebelumnya.

"gua juga gabisa, kita sama-sama belajar" jawab kevin.

Tasya terlihat ragu untuk menerima ajakan berdansa dari kevin. Pada akhirnya, tasya menerima ajakan kevin untuk berdansa bersamanya.

William melihat keduanya mulai menari, sambil melipat kedua tangannya.

"tasya mana?" tanyanya

William menoleh ke sampingnya. Hazel terlihat kesulitan mengatur napasnya.

"tuh" william menunjuk ke arah tasya dan kevin yang sedang menari.

"kok lo diam aja sih, tasya nari sama cowo noh" hazel terlihat sangat kesal. Saat dia ingin menghampiri tasya dan kevin, william menahan tangan hazel.

"apaan sih" berontak hazel, sambil melepaskan tangannya dari dari william.

William tak mengucapkan apa pun. Hazel mengerti maksud william, william menyuruhnya untuk tetap diam, dan tidak mengganggu tasya dan kevin yang sedang asik berdansa.

William pergi meninggalkan hazel. Hazel tetap di posisinya, memantau tasya dan kevin.

"ayolah bro"

"coba dikit aja"

"justru kalau lo belum pernah coba. Makanya lo harus coba will"

Kini teman-teman william memaksanya untuk meminum alcohol, william menolaknya. Namun teman-temannya terus memaksanya. Hingga pada akhirnya, william mengambil gelas yang di berikan oleh temannya. Dia terlihat seperti akan meminum minuman tersebut.

Tasya melihat kakaknya yang akan meminum alcohol, langsung berlari ke arahnya dan melempar gelas tersebut. Gelas itu terlempar dan pecah, semua terkejut melihat aksi tasya. Tasya menarik tangan sang kakak keluar dari villa, dan sedikit menjauh dari villa tersebut.

"apa?" tanya william

"tadi kakak larang aku buat ga minum, aku juga ngelarang kakak buat ga minum" tegas tasya.

"urusannya sama lo?"

"bunda ga pernah ngajarin kita buat minum alcohol kak" ucap tasya. Mata tasya mulai berkaca-kaca.

"dulu, waktu bunda masih ada. Sekarang bunda udah ga ada kan? Sekarang siapa yang ngelarang kita?" balas william.

"dan lo tau kan, penyebab bunda ga ada siapa? LO PENYEBAB BUNDA GA ADA. GARA-GARA LO!" lanjutnya.

Kini tasya mulai menangis mendengar perkataan william. Mau sampai kapan dirinya terus di salahkan.

"TERUS KENAPA LO GA BIARIN GUA MATI KEMARIN!" teriak tasya, dengan air mata yang terus mengalir.

Hazel tiba di antara mereka. Berusaha melerai perdebatan di antara mereka. Mendorong bahu william agar sedikit menjauh dari tasya.

"KALAU KALIAN GAMAU ORANG-ORANG TAU TENTANG IDENTITAS KALIAN BERDUA, STOP" teriak hazel mengingatkan keduanya.

"jadi kalian kakak adik?"

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

noh siapa tu yg ikutan nguping

2024-08-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!