episode 04

"pokoknya aku mau ikut kak bryan main"

"gabisa sya"

"gamau tau, pokoknya aku ikut kakak main"

"gini aja deh sya, kakak janji pulang main ini kakak beliin kamu mainan sama eskrim ya"

Tasya diam sejenak untuk memikirkan tawaran kakaknya "janji ya kak?"

"iya janji anak manis" bryan merasa senang akhirnya dia menang setelah cukup lama beradu mulut dengan adik perempuannya. Sedari tadi dirinya tak di biarkan pergi oleh adiknya. William menepuk pelan kepala adiknya, sebelum pada akhirnya dia pergi meninggalkan tasya.

Tasya meneteskan air mata. Dia tersadar dari lamunannya. Dia menangis saat mengenang betapa manjanya dirinya dulu. Dia rindu, bahkan sangat rindu bermain dan bermanja kepada kakaknya.

☆☆☆☆☆

"makasih mas" ucap tasya. Makanan yang tadi dia pesan telah tiba. Dia merasa lapar karena dirinya belum makan sejak tadi siang. Saat melihat meja makan, tidak ada satu pun makanan di sana, dan ketika tasya menanyakan makan kepada bi ira, ternyata bi ira memang sengaja tak masak, bryan yang meminta. Katanya, mereka akan makan malam bersama di luar. Karena itu tasya memutuskan untuk gofood.

Setelah tasya membuka pintu rumah, tasya terkejut. Kini sudah ada bryan di hadapannya. Bryan tak mengucapkan sepatah kata pun, dia hanya diam dan terus menatap tajam tasya. Tasya mulai merasa takut dengan tatapan bryan. Tasya hanya bisa menundukkan kepalanya tak berani menatap kakaknya lebih lama.

"gausah manja" ucap bryan

Tasya heran kenapa tiba-tiba kakaknya bilang seperti itu.

"maksud kakak?"

"lo kan bisa sendiri, kenapa nyuruh bi ira buat masak?"

"aku ga nyuruh bi ira buat masak kak"

"terus maksud lo bi ira bohong"

"sumpah kak. aku emang tadi nyari makan ke dapur, tapi kata bi ira dia sengaja ga masak karena kakak yang minta. Dari tadi siang aku belum makan, jadinya aku pesan gofood"

"gunanya lo ngomong gitu apa? Lo kira gue peduli?"

Tasya hanya diam, dia tak berani menjawabnya. Bryan pun pergi meninggalkan tasya. Setelah melihat bryan pergi dan masuk ke kamarnya, tasya menghembuskan nafas lega karena bryan kali ini tak menyakiti dirinya. Tasya melanjutkan langkahnya menuju kamar.

☆☆☆☆☆

"sya, gue anter lo balik ya"

"gausah hazel, gue pulang naik ojek online aja"

"tapi ini udah malem sya, gue khawatir"

"gapapa kok, gue gamau ngerepotin lo"

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya ojek online pesanan tasya pun tiba.

Kini tasya telah tiba di rumah. Karena waktu sudah pukul jam 10 malam, tasya segera masuk ke dalam rumah. begitu membuka pintu, seketika raut wajah tasya memucat. Di ruang tamu, dion sedang duduk menunggunya. Tasya ingat bahwa dirinya lupa memberi kabar dia akan pulang terlambat. Dion menghampiri tasya.

Plakkk...

Satu tamparan keras membuat pipinya terasa perih. Tasya memegangi pipinya.

"darimana kamu?" tanya dion. Karna tasya lupa memberi kabar kepada dion, kemana dia pergi. Itu sebabnya dion tidak mengetahuinya.

"aku abis kerja kelompok pah" jawab tasya yang masih memegangi pipinya.

"kerja kelompok macam apa sampai malam seperti ini?"

"MAU JADI APA KAMU!"

Plakkkk...

Satu tamparan keras mengenai sisi lain pipi gadis itu. Kini hanya rasa sakit yang bisa dia rasakan.

Kini dion menarik kerah baju tasya, lalu mendorongnya ke tembok dengan sangat keras. Tasya meringis kesakitan. tubuhnya terjatuh ke lantai. Dion mendekat, lalu menendangnya berkali-kali.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

kejamnya...tega banget seorang bpk menyiksa anaknya sendiri...mm sekar bantu anakmu...

2024-08-01

0

naaaaa🎭

naaaaa🎭

hatiku ikut Ter iris 😓

2024-06-21

0

Dewi Nurlela

Dewi Nurlela

koq segitu nya JD org tua sidion harusnya kan tanya baik"

2024-05-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!