episode 01

Tiga tahun kemudian...

Remaja 17 tahun itu sudah mengenakan seragam sekolahnya. Dia sedang berdandan dan menyiapkan keperluan sekolah.

Cahaya matahari mulai masuk melalui jendela kamarnya yang terbuka. Terdengar kicauan burung, menciptakan ketenangan. Namun, isi kepala tasya menolak ketenangan itu. Ada banyak hal yang sangat berisik di kepala tasya, dia tak mau diam sejenak untuk menikmati suasana indah di pagi itu.

Sudah cukup lama tasya berdiam dan melamun, menghawatirkan hari hari ke depannya. Setiap hari tasya selalu memikirkan hidupnya akan seperti apa. Dia sudah sangat lelah dengan kehidupannya yang penuh penderitaan setelah kepergian bunda. Ingin sekali dia pergi ke tempat yang sangat jauh, hanya ada dirinya disana.

Seseorang mengetuk pintu kamar tasya, membuat dia tersadar dari lamunannya.

"non, ayo sarapan dulu."

Memanggil tasya dari luar kamarnya, dibarengi dengan ketukan pada pintu kamar tasya.

Itu adalah suara dari asisten rumah tangga di rumah tasya, yaitu bi ira.

Tasya beranjak dari meja riasnya menuju pintu kamar. "iya bi" sahut tasya.

☆☆☆☆☆

Setiap kali tasya melihat ruang makan, bayang bayang kenangan indah selalu terlintas. Dulu, tempat makan ini adalah tempat yang sangat indah, penuh dengan kenangan. Banyak sekali tawa dengan tingkah ketiga kakaknya, menjadi tempat berebut makan dan minum. Namun, setelah bunda tiada, ruang makan ini berubah menjadi tempat penderitaan dan penyiksaan bagi tasya.

Tasya berdiam diri di tangga, sebelum melanjutkan langkahnya menuju ruang makan. Terdengar suara riuh dari ruang makan. Dapat dipastikan itu adalah riuh dari ayah dan ketiga kakak laki-lakinya yang sedang sarapan bersama. Setelah tasya berdiam diri di tangga, tasya melanjutkan langkahnya menuju ruang makan. Saat tasya tiba di meja makan, seketika mereka semua terdiam.

Tasya hanya berdiam diri di pinggir meja makan. Dia merasa tak enak dengan ayah dan ketiga kakaknya yang sedang sarapan, dia tak mau merusak mood ayah dan ketiga kakaknya. Tak sengaja mata tasya dan mata dion ayahnya bertemu. Dion memalingkan pandangannya ke arah lain. Tak lama setelahnya, dion beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan ruang makan. Melihat ayahnya seperti itu, tasya semakin merasa tak enak hati karna telah merusak sarapan paginya.

"ngapain sih nih anak, ngerusak mood orang aja" ucap robert yang ikut menyusul ayahnya meninggalkan ruang makan.

Setelah cukup lama tasya hanya berdiam diri disana, tasya tersadar bahwa dia harus segera sarapan agar tidak telat masuk sekolah.

Tasya mulai mengambil piring di meja makan. Putra sulung keluarga anggara berdiri dari kursinya, lalu menatap tajam mata tasya. Sebelum pada akhirnya putra sulungnya beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan ruang makan.

Sekarang hanya ada tasya dan kakak ketiganya yaitu william. William hanya diam tak menghiraukan apa yang terjadi baru saja di ruang makan. Dia terus melanjutkan sarapan paginya.

Setelah selesai sarapan, tasya dan ketiga kakaknya siap untuk berangkat. Bryan dan robert berangkat kuliah, sedangkan tasya dan william berangkat ke sekolah. Pada saat ini tasya menduduki bangku kelas 11 dan william di bangku kelas 12. Mereka hanya beda 1 tahun.

Ketiga kakaknya sudah berangkat menuju tujuannya. Sedangkan tasya masih sibuk mengutak ngatik ponselnya mencari ojek online yang jaraknya tak jauh. Saat itu susah sekali mendapat ojek yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Setelah tasya terus mencoba. Akhirnya tasya mendapat ojek online yang jaraknya tak jauh dari rumahnya.

Terpopuler

Comments

Graziela Lima

Graziela Lima

Ga nyesel baca. 🙌

2024-04-19

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!