Tasya mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng.
"non ngapain? Biar bibi aja yang masak" ucap bi ira. Bi ira merasa tidak enak jika membiarkan tasya memasak sendiri. Itu adalah tugasnya.
"gapapa bi, tasya malah senang. Kak bryan yang minta tasya buat masak" jawab tasya dengan senyum bahagia di wajahnya. Tasya merasa senang bisa memasak untuk ketiga kakaknya, apalagi ini permintaan sang kakak.
Mendengar itu, bi ira curiga dengan sikap ketiga anak laki-laki itu, tumben sekali mereka bersikap seperti itu kepada tasya.
Ketiga anak laki-laki itu menunggunya di meja makan.
"TASYAAAA!" teriak bryan.
"LAMAAA!" di susul dengan teriak robert.
"BENTAR KAK!" Jarak antara ruang makan dengan dapur tidak terlalu jauh, bahkan bisa di bilang cukup dekat. Itu sebabnya tasya dapat mendengar teriakkan dari kakaknya.
Tasya memasak dengan sangat cepat, dia tak mau membuat kakaknya menunggu terlalu lama. Akhirnya, nasi goreng buatan tasya jadi. Tasya segera membawanya ke meja makan.
"lama" bisik bryan.
"maaf kak" jawab tasya.
Tasya segera mengambilkan nasi goreng tersebut dan meletakkannya ke piring sang kakak.
Mereka siap memakan nasi goreng buatan tasya. Baru saja sesendok nasi goreng itu masuk ke dalam mulut sang kakak pertama yaitu bryan. Bryan segera mungkin mengambil sebuah tisu yang terletak di meja makan, lalu membuang makanan yang berada di mulutnya ke tisu tersebut.
"LO BISA MASAK GA SIH?" teriak bryan. Bryan terlihat sangat marah saat mencicipi nasi goreng buatan tasya.
Tasya tak berani menjawab, dia hanya bisa menundukkan kepalannya.
Robert pun mencicipi nasi goreng tersebut. Baru saja sesendok nasi masuk ke dalam mulutnya, robert langsung mengeluarkan kembali nasi tersebut ke piringnya.
"ga enak" ucap robert. Sambil melempar pelan piring di hadapannya.
Sekarang, giliran william untuk mencicipinya. Sesendok nasi goreng mulai masuk ke dalam mulutnya. William tidak mengeluarkan nasi goreng tersebut seperti kedua kakaknya, dia menelan nasi gorengnya. Namun, dia tidak melanjutkan makannya, dia meletakkan kembali alat makannya di atas meja.
"lo terpaksakan masak buat kita. Makanya ga enak kaya gini" ucap robert.
"udahlah, kita makan di luar aja" ucap bryan, sambil berjalan pergi. Bryan tak mau berlama-lama di sana.
William menatap tasya dengan wajah datar, tanpa mengucapkan apapun. Lalu, pergi menyusul sang kakak bryan.
Kini hanya ada dirinya dengan sang kakak kedua yaitu robert. Sebelum robert pergi meninggalkan tasya, robert mengambil sebuah gelas berisi air putih di meja makan. Lalu meminumnya, saat dia ingin meletakkan kembali di atas meja, gelas itu terjatuh dan pecah. Segera mungkin robert menjauh dari sana.
"duh pecah" ucap robert sambil menepuk kepalanya.
"kakak gapapa?" tanya tasya khawatir kepada sang kakak.
"gapapa, bersihin ya. Gua lapar" ucap robert sambil berjalan pergi meninggalkan tasya sendiri di sana. Tasya segera mengambil alat untuk membersihkan pecahan gelas tersebut. Setelah selesai membersihkan pecahan tersebut, tasya langsung membersihkan meja makan.
Ketiga anak laki-laki kini berkumpul di sebuah taman yang berada di halaman rumahnya. Mereka bertiga tertawa bersama, sambil bersulang.
"senang deh gua. Akhirnya bisa ngerjain anak sialan itu" ucap bryan sambil meminum gelas yang berisi sebuah jus jeruk yang berada di tangannya.
"yoi bro" sahut robert.
"apa kita ga keterlaluan kak" ucap william, merasa tidak enak hati kepada tasya.
"apaan sih lo, peduli lo sama dia" jawab robert. Robert tidak terima jika william mulai peduli kepada tasya.
"lo harus inget, dia penyebab bunda mati" lanjut robert.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
gila..parah ini
2024-08-01
0
MakBarudakh
Ga ayah ,ga abang2nya..stress semua...
2024-07-06
0
Tiara Bella
kakak2nya pd goblok semua....
2024-06-21
0