Tasya memasuki area makam, sambil membawa beberapa tangkai bunga. Hari ini sekolah libur karena tanggal merah. Karena itu, tasya bisa berkunjung ke makam bunda. Ada banyak hal yang ingin dia ceritakan pada bunda.
Setelah tiba di sebuah makam yang dikelilingi batu pembatas warna putih. Di atas batu nisan itu terukir nama sekar.
Tasya berjongkok di samping makam. Senyumnya terulas.
"tasya datang, bunda"
Tasya membelai batu nisan itu, jemarinya mulai membersihkan kotoran pada nisan bundanya. Mencabut rumput-rumput yang mulai bermunculan di permukaan makam. Setelah merasa cukup bersih, tasya meletakkan beberapa tangkai bunga yang dia bawa.
Tasya hanya diam menatap nisan bundanya. Membiarkan angin sepoi sepoi menggerakkan rambut panjangnya. Setelah beberapa menit berlalu, senyum tasya terulas.
"bun, tasya kangen banget sama bunda"
Senyum yang tadi terulas manis, kini berubah menjadi raut wajah penuh sesal.
"bunda.... Tasya capek.... Mau sama bunda aja" lirih tasya. Sambil membelai kembali nisan bundanya.
"ga ada yang sayang sama tasya bun, tasya ga sekuat itu...." tasya mengadu kepada bundanya. Dia sangat lelah berada di keluarga yang tidak menginginkan keberadaannya.
Setelah tasya merasa puas, tasya memutuskan untuk pulang. Dia harus segera mengemasi barang-barang yang akan dia bawa besok.
☆☆☆☆☆
Tadi malam saat tasya memutuskan ke ruangan kerja papah sambil membawa secangkir kopi, tasya ingin meminta izin untuk mengikuti kegiatan di sekolahnya. Namun, papahnya malah mengusirnya.
Tasya berencana untuk bilang ke papah lewat chat.
~Chat~
Tasya :
"pah, tasya mau minta izin. Besok tasya mau camping, ini kegiatan sekolah pah."
Dion hanya membaca pesan dari tasya, tanpa membalasnya. Melihat papahnya hanya membaca pesan darinya, dia yakin bahwa papahnya tidak melarang dirinya pergi. Dia tak mengambil pusing, yang terpenting dia sudah memberi kabar kepada papah. Lagi pula itu bukan pertama kalinya.
Tasya mulai mengemasi pakaian dan barang-barang yang akan dia bawa.
Tasya mengambil sebuah jaket berbahan rajut lalu memakainya. Dia berniat untuk pergi ke minimarket yang berada tak jauh dari rumah.
Tasya mulai memasuki area minimarket, tasya mengambil sebuah keranjang berwarna kuning yang berada tidak jauh dari pintu masuk/keluar.
Tasya berjalan menelusuri rak-rak makanan dan minuman. Saat tasya sedang berjalan menuju lorong mie, tasya melihat seorang pria yang sedang berada di sana. Tasya mengurung niatnya untuk masuk ke lorong mie, dia memutuskan untuk menunggu pria itu pergi terlebih dahulu, pria itu adalah sang kakak yaitu william, william sudah lebih dulu berada di rak mie.
Ternyata william juga berada di minimarket yang sama. Sepertinya william sama seperti tasya yang ingin membeli beberapa snack untuk di bawanya besok. Tasya hanya berdiam diri tak jauh dari william. Saat william memutuskan pergi dari tempat itu, william melihat tasya yang hanya berdiam diri menunggu.
William menghembuskan napasnya pelan saat melihat keberadaan tasya. Berjalan ke arah tasya, melewatinya begitu saja. Tasya tidak menghiraukan itu, ketika melihat william yang sudah tidak berada di lorong mie, dia langsung menuju rak mie dan mengambil beberapa mie di sana.
☆☆☆☆☆
Kegiatan tasya hari ini hanya sibuk mengemasi barang-barang yang akan di bawanya besok.
Seseorang mengetuk pintu kamar tasya, sambil berteriak dari luar kamarnya. "TASYAAA!"
Mendengar teriakkan seseorang dari luar kamarnya, tasya segera berlari ke arah pintu dan membukanya.
Saat tasya membuka pintu kamarnya, bryan berdiri di depan kamarnya sambil melipat kedua tangannya.
"gue lapar, masakin gue sama yang lain nasi goreng"
"tapi kak--" belum sempat tasya menyelesaikan ucapannya bryan lebih dulu memotongnya. "sekarang" ucap bryan dengan tatapan tajam.
Tasya yang takut bryan akan menyakitinya pun akhirnya nurut, dan segera pergi menuju dapur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
abang gila...
2024-08-01
0
Ika Surya Ningsih
Aduh k ceritanya bgus banget..
walaupun bnyk mengadung bawang tpi aku suka k..
semangat k
2024-05-20
1