Vincent akhirnya memutuskan untuk mengajak Ben menjadi asisten pribadinya. Usulan yang sangat bagus dan tak terpikirkan sebelumnya, Ben setuju dengan ajakan Vincent tersebut dan akan mulai bekerja besok dengan bersungguh-sungguh.
Perkumpulan tiga sahabat di restoran itu telah bubar, karena hari sudah malam dan Sean akan pulang beristirahat. Ben dan Vincent tidur di kamar restoran yang tersedia.
Sesampainya Sean di cyber cafe internetnya ia dapat telepon dari pacarnya yaitu Jessica, mereka mengobrol romantis sampai larut malam.
Sean terbangun agak kesiangan karena semalam ia mengobrol dengan Jessica. "Aduh! Aku kesiangan! (07:35) misi harian sekarang ada apa saja ya?"
[Misi harian level 3]
[Beli 1 produk di aplikasi kami]
[Hadiah $5.000 + Saldo $5.000]
-Mystery Box ($0)
-Mystery Box ($0)
-Mystery Box ($0)
"Wow! Sekarang ada misteri box, kira-kira apa isinya ya?
[Mystery Box berhasil terbeli]
[Misi Selesai]
[Hadiah telah diberikan]
[Total saldo $245.000]
[Sampai jumpa di misi selanjutnya]
Misteri box dan amplop sudah berada di kamar Sean yang dikirim oleh kurir ajaib secara tiba-tiba. "Aku tidak sabar untuk membuka isi box itu!"
Setelah ia buka, Sean masih bingung dengan apa yang ia dapatkan hanyalah sebuah kunci dan tidak tahu kunci apa itu.
Iapun mengantongi kunci aneh itu dan ia pergi untuk mandi dan sarapan, setelah selesai mandi Sean pun keluar untuk sarapan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kafe internetnya yang masih tutup itu.
"Iya! Sebentar aku akan kesana" ujar Sean menyahut seseorang yang sedang mengetuk pintu.
"Oh ternyata kamu Rosa! Aku kira siapa, ada apa nih pagi-pagi kesini?" tanya Sean.
"Seperti biasa dong! Aku bawakan sarapan spesial buat kamu!" jawab Rosa yang sedikit kecentilan.
"Oh makasih banyak ya!" ujar Sean.
"Tapi, itu mobil siapa Sean? Aku baru liat ada mobil parkir di sana" tanya Rosa.
Sean sedikit terkejut mendengar nya kalau ada mobil di samping kafe internetnya "Biar aku lihat sebentar!" jawabnya.
Setelah Sean keluar dari pintu kafe internetnya ia benar-benar melihat ada sebuah mobil baru, Sean langsung menyadari sesuatu tentang kunci yang ia dapatkan dari misteri box tadi.
Sean menekan tombol yang ada di gantungan kunci tadi dan berbunyi lah mobil itu "Beep! Beep!"
Mobil Land Rover Defender SUV seharga $150.000 yang terlihat seperti mobil keluarga dan besar tapi elegan dan aesthetic.
"Wah! Kamu beli mobil baru Sean?!" tanya Rosa yang terlihat tersenyum.
"Ya begitulah, sebenarnya ini untuk hadiah temanku!" jawabnya sambil menggaruk kepalanya.
"Astaga! Mobil bagus ini hanya untuk hadiah?! Apa kamu ga kelewatan?!" kejut Rosa yang mendengar itu hanya untuk hadiah saja.
"Ya sudah aku ganti baju dulu ya Ros! Dan makasih atas sarapan spesial ini!" senyum Sean pada Rosa.
Sean mengetahui Rosa yang menyukainya, namun Sean berpura-pura untuk tidak peka padanya, karena hatinya hanya ada Jessica seorang.
Saat Sean sudah ganti baju lalu ia makan sarapan sambil memikirkan sesuatu "Kemarin aku memang berniat untuk membelikan sebuah mobil untuk Vincent, dan sekarang hadiah sistem ini mengabulkan keinginanku! Apakah sistem bisa mengetahui pikiranku??" pikirnya sambil makan.
Selepas itu ia langsung mengendarai mobil besar Land Rover Defender SUV itu untuk mengunjungi restoran Vincent.
"Wah aku benar-benar bisa mengendarai ini! Berkat bantuan sistem waktu itu sekarang aku sangat terbantu!" ujarnya sambil mengendarai mobil nya.
Sesampainya di depan restoran Vincent ia langsung parkir dan masuk ke dalam.
"Hey Vin, Ben! Lagi pada sibuk nih! Maaf mengganggu sebentar, kalian berdua sini sebentar!" ajak Sean pada mereka berdua yang sedang bersiap-siap untuk membuka restoran mereka.
Sekarang mereka sudah di luar "Ini mobil baru untuk kalian! Pakailah untuk keperluan keluarga atau kepentingan bisnis!" seru Sean pada mereka.
"Sean! Aku tidak bisa berkata-kata lagi! Kamu terus membantu kami hingga sekarang! Makasih banyak!" ucap Vincent. Lalu Ben berteriak dan melompat memeluk Sean "Bro! mobil ini keren sekali!! Asik! Makasih banyak bro!"
"Iya iya sama-sama! Jika kalian butuh sesuatu tentang apapun hubungi aku! Aku siap membantu kalian kapanpun, karena kita adalah keluarga!" ujar Sean.
Vincent dan Ben terharu mendengar perkataan Sean yang menganggap mereka sebagai keluarga.
Singkat kata Sean kembali ke cyber cafe internetnya untuk bekerja seperti biasa bersama kedua pegawainya yang diantar oleh Vincent yang mengendarai mobil.
Saat di perjalanan Sean melihat layar smartphone nya karena mendapat notifikasi.
"Siapa itu Sean?" tanya Vincent yang mengemudi.
"Boss ku yang mengirim pesan tentang bisnisnya" jawabnya.
"Oh! Sampaikan salam ku untuk boss mu" ujar Vincent.
Sean mengangguk-anggukan kepalanya sambil menatap layar smartphone nya.
[Misi rahasia selesai]
[Hadiah telah diberikan]
[Total saldo rekening $295.000]
Sampailah Sean di kafe internetnya "Kalau begitu aku lanjut ke restoran ku ya!" ujar Vincent yang langsung memutar balik mobilnya. Sean melambaikan tangan pada Vincent yang sudah pergi.
Seperti biasa ia menelpon pacarnya yaitu Jessica, untuk mengobrol santai.
Sean semakin hari semakin cinta dengan pacarnya, inginnya ia menikahi Jessica dalam waktu dekat, namun sepertinya ia belum punya rumah sendiri, karena rumah gubuknya di desa masih dalam proses pembangunan yang belum selesai sampai sekarang.
Begitupun dengan Jessica yang tidak bisa lepas dari ibunya dan ayahnya, karena ia selalu membantu peternakan dan warung sayurannya.
Sean ingin sekali membantu mereka, tapi ia selalu ditolaknya dengan alasan tertentu walaupun Sean memaksa tetap saja tidak diterima oleh mereka.
Begitulah keseharian Sean yang pacaran hanya lewat telepon saja. Walaupun terkadang bertemu sesekali.
Sean sekarang sudah mewujudkan mimpinya yang membuat kedua sahabatnya menjadi orang sukses seperti sekarang dan juga ia telah mewujudkan mimpinya neneknya yang menginginkan Sean menjadi seperti sekarang.
Sean tersenyum sambil melihat langit-langit atap kamarnya.
"Boss! permisi, ada yang mencari mu di depan kafe!" suara Jacob yang mengetuk pintu kamarnya.
"Iya sebentar? Aku kesana sekarang" timpalnya.
Setibanya Sean di sana terlihat ada seorang pemilik toko tetangga "Oh pak Michael! Ada apa ya pak? Silahkan duduk dulu" tanya Sean.
Tokonya bersebelahan dengan kafe internetnya Sean, pak Michael yang menjual barang elektronik. Tokonya cukup besar dan luas kira-kira 3x lipat lebih besar dari kafe internetnya.
Sean mempersiapkan duduk padanya, lalu dia berkata "Begini Sean! Aku sedang dalam kesulitan sekarang, dan tujuanku kesini untuk menawarkan penjualan toko milikku, aku terlilit hutang dan aku berniat menjual tokoku! jika kau berniat membeli tokoku aku beri diskon!" penjelasan pak Michael.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Muhammad Satria
gk ada plotnya mw dibawa kemana gk jelaaas
2025-01-31
0
Firman Hidayat
ambil z semua
2024-06-28
0
زيتون مامة
sean ni terlalu baik, hingga tidak mementingkan diri. kereta di beri kepada kawan. uang lagi, cafe lagi. untuk diri sendiri hanya rumah yg lebih murah dari kereta yg di beri kepada vincent
2024-06-01
1