Senjata tajam telah melayang kearah mereka bertiga, dengan reflek yang bagus, Sean mendorong kedua sahabatnya itu kebelakang dengan sekuat tenaganya hingga terpental lumayan jauh, tujuannya untuk menyelamatkan kedua sahabatnya itu dari serangan senjata tajam itu.
Saat senjata tajam itu mengenai kepala Sean tiba-tiba suaranya seperti menghantam sebuah besi "Trang!!" golok nya patah saat mengenai kepala Sean.
Semua orang yang melihat itu terkejut termasuk kedua sahabatnya juga terkejut melihat Sean jadi kuat seperti baja.
Namun gerombolan geng itu tidak menyerah dan kembali menyerang Sean dengan senjata tajam bertubi-tubi. "Trang! Treng! Trang!..."
Sekarang semua senjata tajam mereka sudah patah akibat menghantam ke tubuh Sean yang menjadi sekeras baja.
.
*Pengingat : Di Chapter 07 alasan Sean jadi kebal*
.
Tidak pantang mundur gerombolan geng itu kembali menyerang Sean dengan tangan kosong seperti pukulan dan tendangan mereka.
Lagi-lagi tidak mempan dan sekarang tangan dan kaki mereka memar dan ada yang patah akibat memukul Sean yang menjadi sekeras baja.
Hampir semua geng itu tergeletak kesakitan, lalu sisanya yang masih berdiri itu ketakutan melihat Sean yang masih berdiri dan tidak bergeser sedikitpun.
Beberapa orang geng yang selamat itu membawa lari temannya yang tergeletak tadi.
"Tunggu saja kau!! Kami akan balas dendam!" teriak salah satu anggota geng sambil berlari terbirit-birit ketakutan.
Ben dan Vincent sekarang sedikit ketakutan pada Sean yang kebal seperti yang mereka lihat tadi. "Sean! Kenapa kau jadi kebal? Apa kau berguru atau apa?" tanya Ben dan Vincent.
Sean terpaksa harus mengarang cerita "Aku juga tidak mengerti dengan tubuhku yang sekarang menjadi kebal secara tiba-tiba! Mungkin ini bantuan dari tuhan! Terima kasih ya tuhan!" ujar Sean yang berpura-pura drama bersujud.
Ben dan Vincent pun ikut bersujud dan berkata sama seperti Sean "Terima kasih ya tuhan atas mukjizat mu yang ajaib ini!!!"
Sean berhasil mengelabui kedua sahabatnya itu, pasalnya jika ia jujur darimana kekuatan kebal nya mereka tidak akan percaya yang hanya meminum obat pill ajaib yang ia dapatkan saat di rumah sakit beberapa waktu lalu.
Setelah itu mereka buru-buru kembali pulang ya menaiki mobil sewa tadi.
"Tapi setelah dipikir-pikir, hari ini sungguh menyenangkan ya! dari mulai belanja baju, makan di restoran mewah, lalu ribut dengan geng! ini pengalaman hidupku yang paling berkesan!!" ujar Ben.
Vincent dan Sean pun menganggukan kepala mereka sambil tersenyum lalu tertawa bersama seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Sekarang uang sakunya benar-benar habis menjadi $0. Tapi ia masih mempunyai uang sebanyak $79.000 di dalam saldo rekening yang belum ia tarik dan belum ia cairkan.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di desa. "Terima kasih pak supir!" ujar Sean sambil melambaikan tangan.
Ben pulang duluan karena ia tidak kuat ingin buang air besar.
Sekarang Sean akan kembali menginap dirumahnya Vincent, "Vin maaf nih merepotkan mu yang harus menginap lagi" ucap Sean.
"Ayolah, kita itu sudah seperti saudara! Tidak perlu kaku seperti itu, kau bebas tidur di rumahku kapan saja kau mau" balas Vincent.
Setelah mereka masuk kedalam rumah "Ayah, ibu lihatlah aku bawa hadiah untuk kalian semua!" ujar Vincent yang terlihat gembira.
Adiknya yang berumur 7 tahun, adiknya yang masih menyusu, lalu ibu dan ayahnya telah dibelikan set pakaian yang banyak, mereka sangat senang dan bahagia melihat barang belanjaan sebanyak ini, keluarga Vincent yang bahagia ini membuat Sean iri.
Suasana bahagia ini membuat Sean merasa tersentuh dan terharu, karena ia belum pernah merasakan hangatnya keluarga seperti ini sebelumnya.
Vincent melihat raut wajah Sean yang meneteskan air matanya langsung memeluk Sean "Aku mengerti perasaanmu yang sekarang! tenang saja, kau juga adalah keluarga ku!"
Tiba-tiba ayahnya, ibunya Vincent ikut memeluk Sean yang mengerti dan paham perasaan Sean yang sekarang dan mengatakan hal yang sama seperti Vincent.
Sebelumnya tidak pernah ada yang mengerti perasaan Sean yang selalu kesepian, walaupun ia terlihat senang namun hatinya kesepian setiap harinya, tapi sekarang Vincent dan keluarganya telah menganggap Sean sebagai keluarga mereka membuat Sean terharu sambil menangis tersedu-sedu.
Sean berjanji akan membuat Vincent dan keluarganya hidup dalam kebahagiaan.
Setelah itu suasana kembali seperti semula yang mengobrol santai sambil bersenda gurau hingga malam tiba dan mereka pun tertidur.
...
Keesokan harinya saat Sean terbangun agak siang sekitar pukul 07:10 dan sudah tidak ada siapa-siapa di rumah Vincent itu.
Sean mengerti, karena mereka tidak tega untuk membangunkan Sean.
Vincent dan ayahnya sedang memulung, lalu ibunya Vincent membawa kedua adiknya untuk berdagang di pasar.
Sekarang Sean sendiri dirumahnya Vincent sambil melihat layar smartphone nya dan melihat misi harian.
[Misi harian level 2]
[Beli 10 Produk di aplikasi kami]
[Hadiah $1.000 + Saldo $1.000]
-Televisi flat ($0)
-Kulkas elegan ($0)
-Oven ($0)
-Lemari ($0)
-Sepeda gunung ($0)
"Kira-kira jika aku beli barang dan produk ini akan dikirim kemana ya?" gumamnya sambil membeli semuanya.
[2x Televisi flat, 2x Kulkas elegan, 2x Oven, 2x lemari, 2x Seped gunung telah berhasil dibeli]
[Misi selesai]
[Hadiah telah diberikan]
[Total saldo rekening $80.000]
[Sampai jumpa di misi selanjutnya]
Setelah ia tebak-tebak dan benar saja semua paket itu telah berada di depan rumah Vincent secara tiba-tiba "Berarti dugaan ku benar! Sistem ini hanya akan memunculkan produk barang ketika aku sendiri dan tidak ada siapa-siapa!"
Sean sengaja membeli 2pcs untuk setiap barangnya, karena sebagian untuk Vincent dan sebagainya lagi untuk Ben.
Pertama-tama Sean mengambil amplop hadiah dan ia masukkan ke saku celananya, lalu ia memasukkan beberapa barang satu persatu yang sisanya akan ia berikan pada Ben.
Setelah ia selesai memasukan sebagian paket ajaib itu lalu ia menelpon Ben untuk membantu nya mengambil kan barang. "Ben sini! Aku di depan rumah Vincent, bantu aku sekarang!" ujarnya.
Ben pun datang dan memban Sean memindahkan beberapa barang kerumahnya satu persatu, setelah selesai Ben mengatakan sesuatu "Woi! Kenapa semua barang ini dibawa kerumah ku?!"
"Ya jelas ini buat kamu!" jawab Sean.
Ben langsung berteriak berterimakasih sambil memeluk mencekik Sean dengan erat. Ben pun langsung memasang semua barang pemberian Sean itu dan langsung asik nonton TV.
Beberapa saat kemudian.
Saat Sean berjalan menuju warteg sendirian, tiba-tiba Sean bertemu Jessica disana, lalu Sean berniat dan merencanakan akan mengajaknya jalan-jalan ke kota hanya berdua dan bersamanya seharian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Gabutdramon
gak biasanya ganster luar pake parang, biasa pisau atu senjata api
2024-05-28
0
aku jg mw🤤
ber ilmu karena sistem
2024-05-26
0
Anggi Ky
lalu lanjut cek in dan pompa jesica sekuat tenaga😎😎
2024-05-23
2