"Wah aku dapat bonus misi rahasia lagi! Mantap!!" gumamnya dalam hati.
.
Vincent sedikit kepo dan ingin tahu darimana uang sebanyak itu yang Sean miliki "Aku hanya penasaran saja, sebenarnya darimana uang sebanyak itu?" tanya Vincent.
Lalu Sean menjawab dengan santai "Sudah jelas semua uang itu milikku yang diberikan oleh boss ku yang sekarang bekerja di luar negeri" jawabnya.
"Boss kamu itu bekerja sebagai apa? Dan kenapa ia begitu mempercayai mu hingga memberikan uang sebanyak itu? Sebelumnya aku maaf aku bertanya-tanya seperti ini" Tanya Vincent.
"Wajar saja jika kamu bertanya-tanya seperti itu! boss aku itu memiliki ratusan perusahaan di seluruh dunia, kekayaannya seperti tidak terbatas, makanya ia memberikan uang sebanyak itu padaku seperti membuang tisu saja baginya dan ia bertemu dengan ku hanya beberapa kali saja selepas itu ia pergi lagi dan hanya menggunakan telepon untuk melaporkan bisnisnya" ucap panjang lebar Sean yang menjelaskan semuanya.
Padahal semua cerita diatas itu sepenuhnya hanyalah karangan saja.
Vincent terlihat percaya dan terlihat sangat terkesan dengan semua cerita itu.
"Jadi, dimana kantor atau tempat kerja mu Sean? Tanya Vincent sambil meminum kopi.
"Perempatan awal kita keluar dari desa, dan ada tulisan cyber cafe internet, itu tempat ku bekerja" jawabnya.
"Nanti besok aku belikan kamu kendaraan untuk melakukan apapun nantinya" ujar Sean.
"Tidak usah! Ini juga sudah cukup" jawabnya.
Sean tetap akan membelikannya mobil keluarga yang muat 6 atau 8 orang.
"Aku merasa berdosa merahasiakan ini pada Ben!" ucap Sean.
"Tidak apa-apa nanti besok aku ajak kesini, biar dia makan sepuasnya!" timpal Vincent.
"Hey Vin? Ada ide bagus tidak? Aku juga ingin membuatkan usaha untuk Ben!" tanya Sean.
"Kira-kira apa ya yang cocok untuknya?" ucap Vincent sambil mengerutkan keningnya yang berfikir.
"Bagaimana kalau bisnis gym? Soalnya dia selalu asik sendiri kalau ngobrol soal ufc atau tinju!" ujar Vincent
"Ide bagus! Terima kasih atas idenya! Nanti aku akan usahakan tempat gym untuknya!" timpal Sean.
Beberapa saat kemudian.
.
"Baiklah, aku harus kembali kerja, dan sisanya kamu yang urus semuanya ok?" ujar Sean yang berdiri dari duduknya dan langsung berpamitan pada Vincent.
"Serahkan semuanya padaku! Aku berjanji bisnis ini aku kelola sekuat tenaga dan hati!" timpal Vincent yang bersalaman dengan Sean .
Mereka pun berpisah, Sean memberikan bisnis usaha restoran itu pada Vincent karena dia orangnya pinter dan pekerja keras dan juga Vincent mempunyai skill dari kuliahnya dulu.
Sesampainya Sean di cyber cafe internetnya, iapun beristirahat di sofa kafe dan merebahkan tubuhnya "Hari ini sukses besar! Syukurlah akhirnya tujuan ku tercapai, untuk membuat Vincent bahagia! Sekarang tinggal satu sahabat ku lagi yaitu Ben!" ujarnya sambil rebahan di depan AC kafe.
Sean masih merasa dosa pada Ben yang di tinggalkan sendirian di desa "Gaslah! Mumpung masih siang, aku akan ke desa untuk mengajak Ben jalan-jalan.
*Menceritakan keadaan Ben yang sekarang.
"Wah dimana si Vincent? Dari tadi pagi aku tidak melihatnya!" gumam Ben sambil melihat-lihat ke kiri dan ke kanan.
Iapun akan menuju ke rumah Vincent, namun kedua orang tua Vincent pun tidak mengetahui dimana Vincent berada.
Lalu Ben menyerah untuk mencari Vincent yang entah kemana itu, dan akhirnya Ben duduk di warteg langganan sambil merenung sendirian.
Tiba-tiba muncul motor sport yang keren di depan nya, Ben tercengang melihat motor itu "Wow! Pasti anak presiden, kalau enggak anak ibunya" Ben yang bicara sendiri sambil mengomentari orang yang menaiki motor itu.
Orang itu membuka helmnya dan terlihatlah wajahnya "Sean!! Ternyata itu kau!! Astaga anak yatim ini benar-benar keren sekarang!" candaan Ben yang nyeleneh tapi sudah biasa bagi sean
"Eh si kampret ada disini! Sedang ngapain kau disini? Mending jalan-jalan yu!" ajak Sean.
"Hayu!" timpalnya tanpa basa-basi.
"Sebentar! Sebelum kita lanjut jalan, aku ada urusan ke keluarganya Vincent, tunggu disini sebentar!" ujar Sean.
Sean sudah menemui keluarganya Vincent dan menceritakan dengan detail dan panjang lebar. setelah mereka mengerti, keluarga nya sangat senang dan bahagia mendengar anaknya sekarang yang menjadi seorang boss restoran.
Sean pamit untuk kembali bekerja dan memberikan uang pada keluarganya Vincent itu sebanyak $10.000 alasan ia memberikan uang sebanyak itu karena rasa Sean menganggap mereka sebagai ibu dan ayahnya juga.
Selang beberapa menit akhirnya Sean dan Ben akan berangkat.
Ben dan Sean pun melaju entah kemana, tapi sebenarnya Sean mempunyai rencana untuk Ben.
Tibalah di cyber cafe internet "Kita mau main warnet??" tanya Ben. Sean ketawa mendengar nya "Haha! Tidak atuh, alasan saya mengajakmu kesini untuk memberitahu bahwa ini adalah tempat kerjaku! ujar Sean.
Ben dan Sean terlihat sedang room tour melihat-lihat semua ruangan tempat kerja Sean.
"Pantesan kau betah! Disini ada pegawai wanita yang cantik, jangan-jangan kau sudah memakai wanita itu ya?!" celetukan Ben.
"Mata kau! Saya kan sudah punya Jessica!" ujar Sean sambil memanas manasi Ben.
Setelah bersantai dan mengobrol selama beberapa menit, mereka keluar dari kafe internetnya itu.
Sean akan mengajak Ben ke restoran Vincent yang berjarak 2 kilometer dari sini. Singkat cerita sampailah mereka di restoran.
"Asik makan!!" seru Ben.
"Iya dong! ayo kita makan sepuasnya disini Ben!" ucap Sean.
Setelah memasuki restoran itu Vincent langsung menyambut Sean dan Ben yang tiba-tiba datang tanpa sepengetahuannya "Oalah! Kenapa tidak beritahu aku Sean?" tanya Vincent mempersilahkan duduk.
"Vincent! kenapa kau ada disini? Pantesan aku nyari enggak ada dimana-mana!" tanya Ben .
Mau tidak mau akhirnya Sean dan Vincent menceritakan semuanya dari awal hingga akhir, meskipun penjelasan Sean terkadang tidak dimengerti Ben untungnya ada Vincent yang bisa membuat Ben mengerti dan begitu seterusnya.
Setelah selesai menceritakan semuanya tiba-tiba Ben meneteskan airmata "Kau sungguh hebat Sean! Kau benar-benar sahabat sejati!" ujar Ben yang terharu.
Sekarang ketiga sahabat itu sedang menyantap makanan yang lezat dan nikmat sambil bercanda dengan tertawa bersama.
"Ben, apakah kau mau punya bisnis seperti ini?" tanya Sean yang tiba-tiba.
"Mau sih!.. Tapi aku yang bodoh ini tidak bisa menghitung dan tidak bisa membaca dan menulis, akan hancur jika aku buka usaha atau bisnis, walaupun aku punya seorang manajer, pasti kena tipu olehnya" jelasnya.
Sean dan Vincent seketika langsung menyadari itu, lalu Vincent ada usulan bagus.
"Bagaimana jika kau jadi asisten ku?! kita akan membangun ini bersama!" usul Vincent yang brilian dan hebat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Gabutdramon
ada juga logika dipakai
2024-05-28
0
Gabutdramon
sangat ramah, bintang ⭐
2024-05-28
0
Anggi Ky
tiba-tiba jadi logat bahasa medan🗿
2024-05-23
1