Kepulangannya ke cyber cafe internet membuat Jacob dan Annie melongo terkejut "Tuan Sean! Anda sudah sembuh?! Bagaimana bisa?!" begitupun dengan ekspresi wajah Jacob yang sama dengan Annie "Boss! Apakah anda mempunyai kekuatan super, kenapa bisa sembuh total dalam setengah hari saja?!"
Sean nyengir mendengar perkataan kedua pegawainya "Aku juga tidak tahu, tiba-tiba saja aku sembuh sepenuhnya seperti ini!" jawabnya yang berbohong.
Lalu Sean menjelaskan kepulangannya yang akan pulang beberapa hari ke desanya besok pagi hari.
"Tapi kalau tuan Sean pulang, apa kami akan diliburkan?" tanya Annie. Sean pun menjelaskan lagi "Tidak, kalian tetap bekerja seperti biasa, kalian tidak usah khawatir, aku hanya pulang beberapa hari saja kok tidak akan lama dan jika kalian perlu atau butuh apa-apa tinggal telepon saja aku, ok?" jawab Sean.
"Baiklah tuan! Aku mengerti" ujar Annie.
"Tapi boss!..." ucap Jacob yang belum selesai berbicara langsung Sean potong "Tenang saja, ini uang makan nya!" ujar sean yang paham dan langsung memberikan uang makan sebesar $300
"Itu untuk uang makan kalian berdua, mudah-mudahan cukup, jika kurang tinggal telepon aku aja ya!" ujar Sean.
Mata Jacob dan Annie terlihat berbinar-binar dan langsung mengangguk mengiyakan nya "Terima kasih boss/tuan ini lebih dari cukup kok!" ucap serempak Jacob dan Annie.
[Misi rahasia selesai]
[Hadiah Saldo $2.000 telah diberikan]
[Total saldo rekening $61.000]
"Wah! Ternyata aku berhasil menyelesaikan misi rahasia yang entah apa itu! syukurlah kalau begitu, aku sangat berterimakasih!" gumamnya dalam hati.
"Karena hari sudah sore kalian boleh tutup kafe internet ini dan boleh pulang, aku akan istirahat di sini dan besok pagi aku akan berangkat ke desaku" jelasnya pada mereka berdua.
Kedua pegawainya pun pulang dan Sean akan tidur.
Keesokan harinya Sean terbangun pagi sekali sekitar pukul 05:30 ia bersiap-siap mandi, sarapan dan lanjut berangkat ke desanya. "Sudah berapa hari aku tidak pulang ke desa? Tapi akhirnya sekarang aku bisa pulang walaupun hanya beberapa hari saja di desaku!.. Eh iya ada misi harian!"
[Misi harian level 2]
[Beli 10 Produk di aplikasi kami]
[Hadiah $0 + Saldo $3.000]
"Waduh! kenapa tidak ada hadiah cash langsung? tapi hadiah saldo nya bertambah banyak, yasudah tidak apa-apa lah!"
-Smartphone terbaru ($0)
-Ponsel tablet terbaru ($0)
-Jam tangan ($0)
-Kaca mata ($0)
-Kado misterius ($0)
Sean melihat jenis produk hari ini lumayan bagus, namun saat ia melihat ada produk kado misterius itu membuatnya sangat penasaran. "Kado misterius itu apa isinya ya? tapi coba sajalah!"
[3x Smartphone terbaru dibeli]
[7x Kado misterius terbeli]
[Misi selesai]
[Hadiah telah diberikan]
[Total saldo rekening $64.000]
[Sampai jumpa di misi selanjutnya!]
Setelah menyelesaikan misi hariannya ia langsung memasuki kamar dan akan membuka paket ajaib nya itu, ia membeli 3 smartphone terbaru itu hanya untuk memberikan oleh-oleh pada kedua sahabatnya dan juga Jessica.
"Semoga isi kado misterius ini bagus!"
Setelah ia buka kado misterius itu ternyata isinya adalah tumpukan uang sejumlah $1.000 dan iapun membuka kado misterius nya satu persatu, ada yang $2.000 ada yang $3.000 dan kebanyakan $1.000 isi kado itu berbeda-beda seperti sebuah gacha game.
Jika dijumlahkan kira-kira sekitar $11.000 ditambah uang sakunya $2.000 dan jadinya jumlah uang sakunya sekarang sebesar $13.000
Dan jika ditotalkan keseluruhan dengan uang di rekening dan uang sakunya menjadi $77.000!
"Wow! Ini benar-benar mengejutkan! Kado misterius itu seperti game gacha! sekarang aku benar-benar sudah sangat kaya raya!!" iapun bersyukur sambil bersujud.
Jam menunjukkan pukul 07:30 sekarang ia akan langsung berangkat ke desanya.
Sebelum ke desa ia akan mengunjungi toko bangunan untuk membeli bahan bangunan yang akan merenovasi rumah gubuknya.
"Pak, untuk renovasi ke bentuk rumah seperti ini kira-kira totalnya berapa ya?" tanya Sean pada tukang bangunan.
"Wah, kalo kondisi rumah anda seperti itu, jika direnovasi sama saja seperti membangun rumah dari awal!" jawabnya
"Iya juga sih, tidak apa-apa pak! bangun ulang pun tak masalah, berapa total semua biaya nya untuk jadi seperti di gambar ini?" tanya Sean.
Pak arsitek itu sedang merumuskan dan menghitung semuanya dari awal sampai akhir menggunakan komputernya yang memakan waktu satu jam dan akhirnya selesai. "Sepertinya untuk membangun rumah seperti di gambar yang anda inginkan itu akan membutuhkan biaya sebesar $15.000 itu sudah termasuk biaya pekerjaan dan lain-lain!" jawabnya dengan jelas.
Desain gambar rumah yang Sean inginkan itu seperti rumah futuristik minimalis yang elegan namun simpel dan tidak terlalu besar.
Sean sepakat dengan pak arsitektur itu dan langsung membayar DP (down payment) atau uang muka setengahnya sebesar $7.500
Sean dan pak arsitek itu bersalaman dan akan langsung di bangun sekarang sore hingga selesai, menurut pak arsitek itu kira-kira akan selesai selama 4 atau 6 bulan.
Sean telah memberikan alamat lengkap rumahnya di desa.
Uang sakunya tersisa $5.500 lagi, dan ia masih belum menggunakan sepeserpun uang dari rekeningnya.
Beberapa saat kemudian Sean melanjutkan perjalanan ke desanya.
Ia masih menaiki sepeda gunung nya yang menuju ke desanya, 30 menit lebih kemudian iapun sampai di desanya.
Kepulangannya telah disambut oleh kedua sahabatnya dengan riang gembira "Sean! Kenapa baru pulang sekarang sih! Aku merindukan mu sobat!" teriak Ben sambil memeluknya.
"Halo Sean! Apa kabarmu?" ucap santai Vincent.
Mereka bertiga sudah saling merindukan satu sama lainnya yang sekarang sedang bercanda dan menceritakan tentang keseharian mereka masing-masing dengan seru dan penuh canda tawa.
Padahal hanya beberapa hari saja mereka tidak bertemu tapi serasa bertahun-tahun lamanya.
Tiba-tiba Jessica kembali muncul dan menyapa Sean dengan senyuman manisnya "Halo Sean, kemana saja kamu? Sepertinya kamu sibuk sekali setelah bekerja di kota" sapa dan tanya Jessica pada Sean.
"Ah iya nih! Aku akhir-akhir ini agak sibuk, jadi aku baru bisa pulang kesini saat ada waktu luang seperti sekarang, ngomong-ngomong apa kamu merindukan ku?" Ujar Sean yang sedikit menggoda Jessica.
Ben dan Vincent mendengar rayuan gombal Sean pada Jessica itu membuat mereka sedikit iri dan kesal, karena lagi-lagi Sean sudah berani menggoda Jessica tanpa ragu.
"Oh, umm, tidak kok! ..ah aku pulang dulu!" jawab Jessica yang terlihat malu karena telah di goda Sean.
"Tunggu Jess! Aku mau memberikan sesuatu padamu!" teriak Sean.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Arya Bima
tll norak pikiran nya hanya duit cas
padahal lbh bgs tabungan
2025-02-26
0
Tya Sulistya
knapa gk beli rumah jadi ajj sihh di kota
2024-06-28
0
Anggi Ky
kaya nya cerita ini hasil hayalan author sendiri,
2024-05-23
2