CHAPTER 09.

Sean membuka tasnya dan sedang mengambil sesuatu didalamnya "Ini Jess hadiah buat kamu!" ucap Sean yang tersenyum sambil memberikan kotak smartphone terbaru.

Jessica terlihat sangat malu dan berkata "Anu, ini apa Sean? kenapa kau memberikanku hadiah smartphone terbaru ini padaku?" tanya malu Jessica. Lalu Sean menjawab nya "Karena kamu spesial buat ku, tolong terima lah hadiah dariku ini!" ucap rayuan gombal Sean.

"Terima kasih! Aku terima hadiah mu!" ucapnya sambil mencium pipi Sean dan langsung berlari.

Lagi dan lagi Ben dan Vincent dibuat terkejut melihat Jessica sekarang mencium pipi Sean. Begitupun dengan ekspresi Sean yang terkejut bahagia saat dicium oleh Jessica.

Sean merasa bahwa itu adalah sebuah kode atau isyarat dari Jessica "Mungkin saja Jessica menyukai ku!" pikirnya dalam hati.

Lalu Sean mengejar Jessica sambil menarik tangannya untuk memberhentikan dari larinya "Jessica! Maukah kamu jadi pacarku?!" tanya Sean sambil menatap matanya yang begitu indah.

Ben dan Vincent sekarang berekspresi melongo dan menganga mendengar Sean mengatakan itu dengan sangat percaya diri.

Jessica menunduk sambil menganggukkan kepalanya karena malu "Iy-iya aku mau!"

Sean seperti mimpi saja mendengar jawaban Jessica yang mau dan menerima nya sebagai pacar nya "Ya tuhan!! Terimakasih banyak!" teriak Sean yang melompat-lompat kegirangan, lalu ia menggandeng tangan Jessica sambil berjalan-jalan di desanya.

Sean dan Jessica sekarang berjalan menjauh dari pandangan Ben dan Vincent "Kita kalah bersaing!" ujar Ben sambil terduduk lemas. Lalu Vincent berkata "Sudahlah! mereka memang sangat cocok, lagipula jika kita yang menyatakan cinta pada Jessica, hasilnya sudah pasti di tolak!"

Akhirnya Ben dan Vincent menyerah untuk mendapatkan Jessica si kembang desa, Jessica itu wanita tercantik di desa ini, walaupun ada beberapa wanita lain yang cantik, tapi Jessica berbeda.

Warga yang melihat Sean dan Jessica bergandengan tangan sambil berjalan-jalan mengelilingi desa hanya untuk bersenang-senang saja dan mengobrol romantis.

Singkat cerita Jessica sudah diantar pulang oleh Sean. Sekarang Sean akan mengunjungi kedua sahabatnya.

"Ben, Vin sini sebentar" ajak Sean pada mereka berdua. Ben menyahut "apa kau memanggil kami hanya untuk meledek? Huh!" ujar Ben. Dan lalu Vincent berkata "Tidak mungkin Sean melakukan itu pada kita, mungkin dia ada sesuatu untuk disampaikan"

Setelah kedua sahabatnya datang lalu Sean memberikan hadiah smartphone terbaru yang ia beli di sistem online shop "Ini ada hadiah untuk kalian! Aku tidak mungkin lupa" ucap Sean.

Ben dan Vincent terkejut melihat hadiah yang diberikan oleh Sean yang berupa smartphone terbaru sama seperti hadiah Jessica.

Ben langsung melompat dan memeluk Sean karena bahagia "Kalau hadiahnya begini, aku rela kau dengan Jessica!" ujar Ben.

Vincent dan Sean tertawa mendengar ucapannya yang konyol. Mereka berdua berterima kasih banyak pada Sean yang memberikan itu, karena smartphone mereka berdua sudah jelek dan sedikit rusak.

Sean mengajak kedua sahabatnya itu untuk makan di warteg ibu-ibu di desa langganan nya yang berlokasi di depan rumah gubuk Sean.

Mereka makan dengan lahap dan terus nambah porsinya karena sudah lama mereka tidak makan bareng seperti ini.

Tiba-tiba datanglah beberapa mobil truk besar yang berjumlah 4 truk.

"Wah! Ada apa ini? apa ada pembangunan dari pemerintah atau semacamnya kah?" ucap tanya kebingungan Ben.

Vincent tidak berkata apa-apa yang hanya melihat beberapa mobil truk besar itu datang dan tiba-tiba parkir di depan rumah gubuk Sean.

Para penduduk desa pun keanehan dan kebingungan sambil bertanya-tanya apa yang akan mobil truk besar itu lakukan.

Lalu turun lah seorang supir truk itu dan menghampiri Sean. Ternyata dia adalah pak arsitektur "Tuan Sean! Apa ini benar alamat nya?" tanya pak arsitek yang tiba-tiba.

"Iya benar pak! Itu rumahku! Apa mau dikerjakan sekarang?" ucap Sean.

"Iya tuan Sean! Kami harus profesional dalam bekerja! Jadi sekarang kami akan langsung bekerja!" ucap pak arsitek.

Melihat Sean sedang mengobrol dengan pak arsitek itu membuat semua warga yang melihat itu terkagum kagum, karena mereka tidak menyangka kalau Sean yang dulunya seorang pemulung miskin sekarang ia akan merubah dan membangun rumah gubuknya.

Setelah selesai, Sean kembali duduk di warteg bersama kedua sahabatnya.

"Sean! Kamu mau membangun rumah? Duit dari mana woi?!" tanya Ben yang tercengang.

"Oh itu, kejadiannya saat boss ku melihat poto rumahku ini, ia merasa sedih dan akan berjanji untuk membangun dan merubah rumah gubuk ku ini!" cerita Sean yang lagi-lagi berbohong.

"Wah! kau beruntung sekali punya boss sebaik itu!" timpal Vincent sambil tersenyum.

Begitupun para warga yang bertanya pada Sean dan telah ia jawab seperti yang ia katakan pada Ben dan Vincent.

"Kalau rumahmu di bangun gitu, kau tidur dimana Sean?" tanya Ben. Lalu Vincent menyahut dan menawarkan pada Sean "Tidur saja di rumah ku!" tawar Vincent. Sean tidak punya pilihan selain mengiyakan tawaran dari Vincent.

Ben yang hidup berdua bersama ayahnya yang sedikit galak, lalu Vincent yang hidup bersama kedua orangtuanya dan kedua adiknya.

Sean inginnya menginap di rumah Ben, tapi ayah Ben yang galak membuat Sean ketakutan yang akan diceramahi sampai tengah malam seperti yang pernah ia alami waktu kecil dulu.

Walaupun rumah Vincent penuh dengan keluarganya yang masih komplit, tapi menurut Sean keluarganya itu baik hati dan ramah.

Ternyata pak arsitek itu hanya menurunkan barang dan alat bangunan saja dan akan mulai kerja besok pagi.

Sekarang hari mulai sore menjelang malam, Sean dan kedua sahabatnya akan pulang dan akan beristirahat.

Sekarang Sean akan masuk ke rumah Vincent yang akan menginap di sana. "Pak, Bu.. Sean ingin menginap disini untuk beberapa hari" ujar Vincent.

"Oh iya silahkan nak Sean, anggap saja ini rumah mu, jangan sungkan untuk minta apa-apa ya" ucap ramah ibunya, bapak nya pun tersenyum mengangguk pada Sean.

Dua adik Vincent yang satu masih disusui dan yang satunya lagi sudah berusia 7 tahunan.

Sean merasa sangat kasihan pada Vincent dan keluarganya, rumah kecil nya yang dihuni oleh keluarganya yang banyak, dan hanya ada satu kamar tidur saja, dan juga Sean melirik matanya ke arah dapurnya yang tidak ada apa-apa membuat hati Sean sangat sedih.

Sean berjanji akan mengajak Vincent dan Ben untuk menjadi orang sukses suatu hari nanti.

Sean terlihat sedang di interview oleh bapak dan ibunya yang bertanya-tanya tentang pekerjaan nya di kota, obrolan ringan mereka pun selesai dan akhirnya semua sudah tertidur lelap.

Terpopuler

Comments

Ramlah

Ramlah

wooyy inikan novel bebas hambatan lah kayak jalan tol. terserah othor lah 🤣🤣🤣👍

2024-06-08

1

MUHAMMAD ZAIDAN FAIZ

MUHAMMAD ZAIDAN FAIZ

kebanyakan text dari pada dialog

2024-05-27

0

aku jg mw🤤

aku jg mw🤤

kasih pendekatan lah GK seru

2024-05-26

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 01.
2 CHAPTER 02.
3 CHAPTER 03.
4 CHAPTER 04.
5 CHAPTER 05.
6 CHAPTER 06.
7 CHAPTER 07.
8 CHAPTER 08.
9 CHAPTER 09.
10 CHAPTER 10.
11 CHAPTER 11.
12 CHAPTER 12.
13 CHAPTER 13.
14 CHAPTER 14.
15 CHAPTER 15.
16 CHAPTER 16.
17 CHAPTER 17.
18 CHAPTER 18.
19 CHAPTER 19.
20 CHAPTER 20.
21 CHAPTER 21.
22 CHAPTER 22.
23 CHAPTER 23.
24 CHAPTER 24.
25 CHAPTER 25.
26 CHAPTER 26.
27 CHAPTER 27.
28 CHAPTER 28.
29 CHAPTER 29.
30 CHAPTER 30.
31 CHAPTER 31.
32 CHAPTER 32.
33 CHAPTER 33.
34 CHAPTER 34.
35 CHAPTER 35.
36 CHAPTER 36.
37 CHAPTER 37.
38 CHAPTER 38.
39 CHAPTER 39.
40 CHAPTER 40.
41 CHAPTER 41.
42 CHAPTER 42.
43 CHAPTER 43.
44 CHAPTER 44.
45 CHAPTER 45.
46 CHAPTER 46.
47 CHAPTER 47.
48 CHAPTER 48.
49 CHAPTER 49.
50 CHAPTER 50.
51 CHAPTER 51.
52 CHAPTER 52.
53 CHAPTER 53.
54 CHAPTER 54.
55 CHAPTER 55.
56 CHAPTER 56.
57 CHAPTER 57.
58 CHAPTER 58.
59 CHAPTER 59.
60 CHAPTER 60.
61 CHAPTER 61.
62 CHAPTER 62.
63 CHAPTER 63.
64 CHAPTER 64.
65 CHAPTER 65.
66 CHAPTER 66.
67 CHAPTER 67.
68 CHAPTER 68.
69 CHAPTER 69.
70 CHAPTER 70.
71 CHAPTER 71.
72 CHAPTER 72.
73 CHAPTER 73.
74 CHAPTER 74.
75 CHAPTER 75.
76 CHAPTER 76.
77 CHAPTER 77.
78 CHAPTER 78.
79 CHAPTER 79.
80 CHAPTER 80.
81 CHAPTER 81.
82 CHAPTER 82.
83 CHAPTER 83.
84 CHAPTER 84.
85 CHAPTER 85.
86 CHAPTER 86.
87 CHAPTER 87.
88 CHAPTER 88.
89 CHAPTER 89.
90 CHAPTER 90.
91 LAST CHAPTER !
Episodes

Updated 91 Episodes

1
CHAPTER 01.
2
CHAPTER 02.
3
CHAPTER 03.
4
CHAPTER 04.
5
CHAPTER 05.
6
CHAPTER 06.
7
CHAPTER 07.
8
CHAPTER 08.
9
CHAPTER 09.
10
CHAPTER 10.
11
CHAPTER 11.
12
CHAPTER 12.
13
CHAPTER 13.
14
CHAPTER 14.
15
CHAPTER 15.
16
CHAPTER 16.
17
CHAPTER 17.
18
CHAPTER 18.
19
CHAPTER 19.
20
CHAPTER 20.
21
CHAPTER 21.
22
CHAPTER 22.
23
CHAPTER 23.
24
CHAPTER 24.
25
CHAPTER 25.
26
CHAPTER 26.
27
CHAPTER 27.
28
CHAPTER 28.
29
CHAPTER 29.
30
CHAPTER 30.
31
CHAPTER 31.
32
CHAPTER 32.
33
CHAPTER 33.
34
CHAPTER 34.
35
CHAPTER 35.
36
CHAPTER 36.
37
CHAPTER 37.
38
CHAPTER 38.
39
CHAPTER 39.
40
CHAPTER 40.
41
CHAPTER 41.
42
CHAPTER 42.
43
CHAPTER 43.
44
CHAPTER 44.
45
CHAPTER 45.
46
CHAPTER 46.
47
CHAPTER 47.
48
CHAPTER 48.
49
CHAPTER 49.
50
CHAPTER 50.
51
CHAPTER 51.
52
CHAPTER 52.
53
CHAPTER 53.
54
CHAPTER 54.
55
CHAPTER 55.
56
CHAPTER 56.
57
CHAPTER 57.
58
CHAPTER 58.
59
CHAPTER 59.
60
CHAPTER 60.
61
CHAPTER 61.
62
CHAPTER 62.
63
CHAPTER 63.
64
CHAPTER 64.
65
CHAPTER 65.
66
CHAPTER 66.
67
CHAPTER 67.
68
CHAPTER 68.
69
CHAPTER 69.
70
CHAPTER 70.
71
CHAPTER 71.
72
CHAPTER 72.
73
CHAPTER 73.
74
CHAPTER 74.
75
CHAPTER 75.
76
CHAPTER 76.
77
CHAPTER 77.
78
CHAPTER 78.
79
CHAPTER 79.
80
CHAPTER 80.
81
CHAPTER 81.
82
CHAPTER 82.
83
CHAPTER 83.
84
CHAPTER 84.
85
CHAPTER 85.
86
CHAPTER 86.
87
CHAPTER 87.
88
CHAPTER 88.
89
CHAPTER 89.
90
CHAPTER 90.
91
LAST CHAPTER !

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!