Pesona Sundelbolong yang Mempesona

Setelah kejadian dengan genderewo yang membuat warga desa ketakutan, mereka akhirnya bisa bernapas lega. Yogi, Edwin, Ruri, dan Restu pun merasa tenang setelah berhasil membuat genderewo itu tidak lagi mengganggu desa. Namun, mereka tahu bahwa tantangan yang lebih besar mungkin masih ada di depan mereka. Benar saja, tak lama setelah desa kembali damai, cerita lain mulai menyebar. Warga kembali dibuat resah oleh sosok sundel bolong yang sering muncul di malam hari, menakut-nakuti orang-orang yang sedang berjalan di jalan setapak desa.

Yogi mendengar kabar itu dari tetangganya, Bu Ratmi, yang menceritakan kejadian menyeramkan yang dialami seorang pemuda desa. Menurut ceritanya, pemuda itu melihat sosok perempuan berambut panjang dengan punggung berlubang besar, terlihat mengerikan, berdiri di bawah lampu jalan yang temaram. Saat pemuda itu mencoba berbalik dan berlari, sundel bolong itu mengikuti dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Warga yang mendengar cerita itu jadi takut untuk keluar rumah malam-malam.

Edwin, yang mendengar cerita tersebut, merasa tidak percaya. Namun, karena teringat pengalaman dengan genderewo sebelumnya, ia memutuskan untuk menelusuri lebih jauh. "Sepertinya kita perlu melihat langsung, Yo. Kalau benar ada sundel bolong, kita harus mencari cara mengusirnya sebelum warga semakin panik," ujarnya kepada Yogi.

Malam harinya, keempat sekawan itu berkumpul di depan rumah Yogi. Mereka berencana untuk berpatroli di sekitar desa sambil mencari tanda-tanda keberadaan sundel bolong. Dengan membawa senter dan beberapa peralatan yang mereka anggap bisa membantu, seperti bawang putih dan mantra pelindung yang diajarkan oleh seorang dukun desa, mereka pun memulai perjalanan mereka menyusuri jalan setapak yang sepi.

Ketika mereka berjalan perlahan-lahan di tengah kegelapan, tiba-tiba terdengar suara tangisan halus dari arah kebun bambu yang terletak di pinggiran desa. Suara itu membuat mereka merinding, namun mereka tetap berjalan mendekat. “Berhati-hatilah, jangan sampai kita terpecah,” bisik Ruri yang tampak lebih gelisah dari yang lain.

Semakin dekat, suara tangisan itu semakin jelas, dan aroma bunga melati yang menyengat mulai tercium. Hawa dingin menyeruak, membuat bulu kuduk mereka berdiri. Mereka akhirnya melihat sosok yang berdiri membelakangi mereka, berambut panjang terurai hingga menyentuh tanah. Ruri dan Restu berpegangan erat karena ketakutan, sementara Edwin dan Yogi mencoba menenangkan diri.

Sosok itu perlahan berbalik, memperlihatkan wajahnya yang pucat dengan senyum yang menyeramkan. Sundel bolong itu membuka mulutnya seolah ingin berbicara, namun suara yang keluar hanya berupa jeritan pilu yang membuat mereka semua terhuyung mundur. Punggungnya yang berlubang terlihat mengerikan, seolah-olah ada sesuatu yang hilang dari dalam dirinya.

Dalam kepanikan, Restu mengeluarkan bawang putih yang ia bawa dan melemparkannya ke arah sundel bolong itu sambil mengucapkan mantra pelindung. Seketika sundel bolong itu menghilang dalam kabut tipis, namun mereka tahu bahwa ia belum benar-benar pergi.

Mereka semua berlari meninggalkan tempat itu dan berhenti di sebuah pos ronda di ujung desa. Di sana, mereka mencoba menenangkan diri sambil membahas apa yang baru saja terjadi. "Kita harus melakukan sesuatu sebelum dia kembali lagi dan mengganggu warga lainnya," kata Edwin dengan suara gemetar.

Yogi mengangguk dan mulai merencanakan langkah berikutnya. Ia mengusulkan untuk mencari bantuan lebih lanjut dari dukun desa yang lebih berpengalaman dalam menghadapi sundel bolong. Keesokan harinya, mereka mengunjungi Pak Tirta, seorang dukun yang terkenal mampu berkomunikasi dengan makhluk gaib. Pak Tirta mendengarkan cerita mereka dengan seksama dan mengangguk-angguk.

“Jika sundel bolong itu mengganggu, artinya ada sesuatu yang belum ia selesaikan di dunia ini. Biasanya makhluk seperti itu muncul karena dendam atau kematian yang tidak wajar,” jelas Pak Tirta. “Kalian harus mencari tahu siapa dia dan apa yang menyebabkan dia menjadi sundel bolong. Dengan begitu, mungkin kita bisa menolongnya dan sekaligus menolong desa ini.”

Yogi, Edwin, Ruri, dan Restu mulai bertanya-tanya kepada para tetua desa tentang kejadian-kejadian aneh atau kematian yang tidak wajar. Mereka akhirnya menemukan cerita tentang seorang perempuan bernama Sari yang meninggal beberapa tahun lalu dalam kondisi tragis. Sari dulunya adalah seorang perempuan desa yang cantik dan baik hati, namun ia mengalami nasib buruk setelah dituduh berbuat sesuatu yang tidak pernah ia lakukan. Akhirnya, ia meninggal dengan cara yang tidak wajar dan tanpa ada yang peduli atau mencoba membersihkan nama baiknya.

Setelah mendengar cerita itu, mereka yakin bahwa sundel bolong yang mengganggu warga adalah arwah Sari yang tidak tenang. Mereka kembali menemui Pak Tirta dan menceritakan apa yang mereka temukan. Pak Tirta kemudian memimpin sebuah ritual sederhana untuk membantu arwah Sari menemukan kedamaian. Mereka berkumpul di bawah pohon tempat sundel bolong sering terlihat, membawa bunga, dan menyalakan dupa.

Pak Tirta mulai membaca doa-doa untuk memohon ampun dan kedamaian bagi arwah Sari, agar ia bisa pergi dengan tenang dari dunia ini. Yogi, Edwin, Ruri, dan Restu mengikuti ritual itu dengan penuh khidmat, berharap sundel bolong itu akan berhenti mengganggu mereka setelah ini.

Beberapa hari setelah ritual tersebut, tidak ada lagi laporan tentang penampakan sundel bolong di desa. Warga kembali hidup dengan tenang, dan Yogi, Edwin, Ruri, serta Restu merasa lega karena telah membantu arwah Sari menemukan kedamaian. Mereka juga belajar untuk lebih menghormati sesama dan tidak mudah menuduh orang tanpa bukti yang jelas, karena mereka tahu bahwa rasa sakit yang tidak tertuntaskan bisa membawa konsekuensi yang tidak terduga.

Kisah itu menjadi pelajaran bagi warga desa tentang pentingnya menghormati setiap kehidupan, baik yang terlihat maupun yang tidak. Yogi, Edwin, Ruri, dan Restu pun merasa bahwa pengalaman ini bukan sekadar petualangan, melainkan pelajaran hidup yang sangat berharga. Mereka berjanji untuk menjaga desa dan memastikan agar kisah-kisah kelam di masa lalu tidak terulang kembali, dengan saling menghargai dan menjaga hubungan baik satu sama lain.

***

Episodes
1 Hantu Penunggu Jembatan Tua
2 Siluman Ikan Penghuni Danau
3 Laboratorium Bekas Terbakar
4 Kesurupan di Pabrik Boneka
5 Tragedi Pemukulan oleh Geng Motor
6 Jalan Tol KM 54
7 Palang Pintu Kereta Angker
8 Korban Mutilasi
9 Hutan Wisata Bekas Kerajaan
10 Kuntilanak Penculik Bayi
11 Hantu Penunggu Bekas Pabrik Tepung
12 Hantu Penunggu Terowongan
13 Bermain Jailangkung
14 Hantu iseng Penghuni Toilet Stasiun
15 Makhluk Astral Penghuni Stadion Bola
16 Misteri Kerangka Manusia Dalam Rumah
17 Orderan Fiktif Driver Ojol
18 Teror Kalongwewe
19 Teror Genderewo di Pohon Beringin
20 Pesona Sundelbolong yang Mempesona
21 Membangun Museum Untuk Mengenang Kisah Sari “ si sundelbolong ”
22 Teror Babi Ngepet
23 Mencari Pocong, Jin penghuni pohon pisang kudapat
24 Misteri Mayat di Tumpukan Sampah
25 Mimpi Yang Merupakan Sebuah Petunjuk
26 Tuyul Iseng Perampok Uang
27 Siluman Buaya Putih dan Siluman Belut
28 Arwah anak kecil penunggu jembatan tua
29 Tangisan Sosok Anak Kecil Penunggu Jembatan
30 Sosok Tinggi Kurus Penghuni Bekas Gudang
31 Penghuni Gaib Bekas Pusat Perbelanjaan
32 Teror Penghuni Bekas Pusat Perbelanjaan
33 Tersesat di Gunung Angker
34 Penyakit Aneh Kiriman
35 Menelusuri Bekas Kolam Renang Terbengkalai
36 Sosok Penghuni Bekas Kolam Renang Merasa Terusik
37 Kiriman Santet dari Rekan Kerja
38 Pak Darman Mulai Sadar
39 Menelusuri Sumur Tua Bekas Pembuangan Mayat
40 Penemuan Bukti di Rumah Tua
41 Urusan Akhirnya Selesai
42 Misteri Wanita Misterius Pembeli Sate
43 Penunggu Astral Danau Kampus
44 Misteri Sekeluarga M*ti Bundir
45 Misteri Jasad Bayi di Kebun Cabai
46 Mimpi Buruk Pembuang Bayi
47 Penelusuran ke Sungai Cibulan
48 Menelusuri Lahan Bekas Perang
49 Menelusuri Bekas Tragedi Kereta Maut
50 Cerita Menyeramkan Orang Tua Ruri
51 Menelusuri Bekas Kapal Tenggelam
52 Kembali Dengan Rutinitas
53 Rencana Bundir Yang Gagal
54 Tragedi Bocah Kecil Hanyut di Selokan
55 Datang Melalui Mimpi
56 Jenazah ditemukan di Saluran Irigasi
57 PSK yang meninggal terbunuh
58 Tangisan Ratih
59 Wisatawan Tenggelam di Pantai
60 Panen Buah di Kebun Orang tua Ruri
61 Penelusuran ke Gua Bekas Pertambangan
62 Menelusuri Gedung Sekolah Terbengkalai
63 Menelusuri Jejak Lampau di Museum Senjata Api
64 Kembali ke Museum Senjata Api Bagian 2
65 Menelusuri Museum Kereta Api
66 Suara Aneh di Museum Kereta Api
67 Bayangan itu....
68 Yogi Sakit
69 Menjenguk Yogi
70 Eksplorasi Jejak Leluhur Yogi
71 Darah Biru
72 Berziarah ke Goa
73 Pemandian Air Panas Mengerikan
74 Pulang
75 Obrolan Santai Mbah Susilo
76 Sosok aneh dibalik Pintu
77 Ajakan Pulang dari Mbah Susilo
78 Kembali Pulang dengan Selamat
79 Karyawisata ke Benteng Pulau Seberang
80 Tenggelam
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Hantu Penunggu Jembatan Tua
2
Siluman Ikan Penghuni Danau
3
Laboratorium Bekas Terbakar
4
Kesurupan di Pabrik Boneka
5
Tragedi Pemukulan oleh Geng Motor
6
Jalan Tol KM 54
7
Palang Pintu Kereta Angker
8
Korban Mutilasi
9
Hutan Wisata Bekas Kerajaan
10
Kuntilanak Penculik Bayi
11
Hantu Penunggu Bekas Pabrik Tepung
12
Hantu Penunggu Terowongan
13
Bermain Jailangkung
14
Hantu iseng Penghuni Toilet Stasiun
15
Makhluk Astral Penghuni Stadion Bola
16
Misteri Kerangka Manusia Dalam Rumah
17
Orderan Fiktif Driver Ojol
18
Teror Kalongwewe
19
Teror Genderewo di Pohon Beringin
20
Pesona Sundelbolong yang Mempesona
21
Membangun Museum Untuk Mengenang Kisah Sari “ si sundelbolong ”
22
Teror Babi Ngepet
23
Mencari Pocong, Jin penghuni pohon pisang kudapat
24
Misteri Mayat di Tumpukan Sampah
25
Mimpi Yang Merupakan Sebuah Petunjuk
26
Tuyul Iseng Perampok Uang
27
Siluman Buaya Putih dan Siluman Belut
28
Arwah anak kecil penunggu jembatan tua
29
Tangisan Sosok Anak Kecil Penunggu Jembatan
30
Sosok Tinggi Kurus Penghuni Bekas Gudang
31
Penghuni Gaib Bekas Pusat Perbelanjaan
32
Teror Penghuni Bekas Pusat Perbelanjaan
33
Tersesat di Gunung Angker
34
Penyakit Aneh Kiriman
35
Menelusuri Bekas Kolam Renang Terbengkalai
36
Sosok Penghuni Bekas Kolam Renang Merasa Terusik
37
Kiriman Santet dari Rekan Kerja
38
Pak Darman Mulai Sadar
39
Menelusuri Sumur Tua Bekas Pembuangan Mayat
40
Penemuan Bukti di Rumah Tua
41
Urusan Akhirnya Selesai
42
Misteri Wanita Misterius Pembeli Sate
43
Penunggu Astral Danau Kampus
44
Misteri Sekeluarga M*ti Bundir
45
Misteri Jasad Bayi di Kebun Cabai
46
Mimpi Buruk Pembuang Bayi
47
Penelusuran ke Sungai Cibulan
48
Menelusuri Lahan Bekas Perang
49
Menelusuri Bekas Tragedi Kereta Maut
50
Cerita Menyeramkan Orang Tua Ruri
51
Menelusuri Bekas Kapal Tenggelam
52
Kembali Dengan Rutinitas
53
Rencana Bundir Yang Gagal
54
Tragedi Bocah Kecil Hanyut di Selokan
55
Datang Melalui Mimpi
56
Jenazah ditemukan di Saluran Irigasi
57
PSK yang meninggal terbunuh
58
Tangisan Ratih
59
Wisatawan Tenggelam di Pantai
60
Panen Buah di Kebun Orang tua Ruri
61
Penelusuran ke Gua Bekas Pertambangan
62
Menelusuri Gedung Sekolah Terbengkalai
63
Menelusuri Jejak Lampau di Museum Senjata Api
64
Kembali ke Museum Senjata Api Bagian 2
65
Menelusuri Museum Kereta Api
66
Suara Aneh di Museum Kereta Api
67
Bayangan itu....
68
Yogi Sakit
69
Menjenguk Yogi
70
Eksplorasi Jejak Leluhur Yogi
71
Darah Biru
72
Berziarah ke Goa
73
Pemandian Air Panas Mengerikan
74
Pulang
75
Obrolan Santai Mbah Susilo
76
Sosok aneh dibalik Pintu
77
Ajakan Pulang dari Mbah Susilo
78
Kembali Pulang dengan Selamat
79
Karyawisata ke Benteng Pulau Seberang
80
Tenggelam

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!