Sesudah sepi dari desas-desus tentang kerangka manusia dalam rumah, kini di desa Dedeuhratu kembali dikejutkan dengan Orderan fiktif yang ditujukan kepada driver ojek online oleh seseorang yang tidak dikenalnya menuju ke tempat pemakaman umum.
Driver ojek online nya sendiri yang bercerita kepada Yogi sewaktu kebetulan sedang nongkrong di tepi jalan itu.
“ Iya dek Yogi, Abang mengalaminya sendiri waktu kemarin, duh seram banget kalau diingat lagi.” Ucap driver Ojol itu. Yogi yang merasa penasaran dengan cerita driver ojek online itu, lantas bertanya, “ Bagaimana bisa bang ada orderan fiktif begitu minta diantarkan menuju ke tempat pemakaman umum?”
“ Iya, Abang menerima pesanan antar makanan itu tepat pada waktu magrib, awalnya tidak curiga kalau ujungnya bakalan apes, Abang terima saja tuh orderan dan langsung bergegas menuju ke restorannya untuk mengambil makanan yang dipesan.” Jawab Abang ojek online panjang lebar.
“ Lalu, setelah pesanan diambil ke resto, kan diantar ke pemesannya, apakah lokasinya benar-benar ada?” tanya Yogi lagi.
“ Awalnya, saya lihat daerah dekat rumahnya itu indah sekali seperti layaknya daerah perumahan, namun setelah saya sadar tiba-tiba daerahnya itu berubah jadi kompleks pemakaman umum,”
“ Dan orang-orang yang melihat abang kebingungan itu pun merasa heran, lalu Abang dipanggil oleh salah satu warga untuk mampir dulu ke warungnya.” Lanjut Abang ojek online tadi. Yogi terus menggali informasi dari driver ojek online ini sehingga Yogi pun bertanya lagi.
“ Setelah warga memanggil untuk mampir dulu ke warungnya, lalu kata warga di sekitar sana gimana bang?”
Driver ojek online itu tampak menghela napas panjang, seakan mencoba meredakan ketegangan yang kembali menyeruak dalam pikirannya.
“Warga di sana pada heran dan bilang, ‘Bang, kamu ngapain malam-malam begini di kuburan? Apalagi sambil bawa makanan segala. Siapa yang pesan?’ Sambil bingung, Abang jelasin kalau ada orderan di aplikasi untuk antar makanan ke sini. Tapi setelah diperiksa sama salah satu warga, ternyata alamatnya tidak ada, dan yang pesan juga tidak dikenal di lingkungan itu.”
“Terus gimana, Bang?” tanya Yogi yang semakin penasaran.
“Waktu itu Abang langsung cek lagi aplikasi, dan benar, orderannya hilang! Tidak ada catatan sama sekali kalau pernah ada pesanan ke situ. Yang lebih aneh lagi, warga bilang kalau ini bukan pertama kalinya terjadi. Beberapa kali ada yang terima orderan malam-malam di lokasi kuburan ini, tapi semuanya selalu fiktif dan tanpa jejak.”
Yogi bergidik mendengar cerita itu. “Jadi sudah sering ada kejadian seperti ini di tempat ini, Bang?”
“Betul, dek Yogi. Menurut cerita warga, katanya memang ada kisah seram tentang tempat itu. Konon, ada sosok arwah seorang ibu yang sering terlihat membawa kantong plastik berisi makanan. Orang-orang sini bilang, dia arwah penasaran yang masih mencari keluarganya. Tapi, entah kenapa, semenjak ada aplikasi ojek online, jadi sering ada orderan misterius yang mengarah ke sini. Kayak arwah itu ingin pesan makanan, tapi tidak pernah ada yang tahu siapa yang memesannya.”
Yogi terdiam, merasakan hawa dingin yang tiba-tiba menyelimuti mereka meskipun malam belum begitu larut. Driver ojek itu melanjutkan ceritanya dengan wajah serius. “Abang juga dengar dari warga, katanya arwah ibu itu dulunya suka pergi ke rumah makan dan sering membawa pulang makanan untuk anak-anaknya. Karena itulah, sampai sekarang dia seperti masih mencari cara untuk bisa membawa makanan.”
Yogi mengangguk-angguk sambil mendengarkan dengan takjub. Namun, dalam pikirannya, ia bertanya-tanya bagaimana bisa hal seperti itu terjadi di zaman sekarang, ketika segala sesuatu telah menjadi modern. Tetapi, kisah misteri semacam ini memang tidak jarang muncul di kehidupan sehari-hari, terutama di tempat-tempat yang dianggap angker.
“Setelah itu, abang ngapain, Bang? Kan orderannya nggak ada jejak, apakah abang langsung pulang?”
Driver ojek itu tersenyum masam. “Iya, dek. Tapi sebelum pulang, abang didoain dulu sama warga sekitar, takutnya ada apa-apa atau kena gangguan. Setelah itu, abang langsung cabut, nggak mau berlama-lama di sana. Sampai sekarang, kalau dapat order malam-malam ke daerah yang nggak jelas, abang selalu dua kali lipat lebih hati-hati.”
“Seram juga ya, Bang. Gak kebayang kalau terjadi ke saya sendiri,” sahut Yogi.
Driver ojek itu mengangguk. “Iya, dek Yogi, memang pengalaman yang tak terlupakan. Ini jadi pengingat juga buat kita supaya hati-hati di mana pun, apalagi kalau pekerjaannya seperti kita yang sering keluar malam. Kadang ada hal-hal yang tidak bisa kita jelaskan dengan logika.”
Setelah beberapa saat, mereka berdua terdiam. Hanya suara angin malam yang terdengar, membawa suasana tenang yang sedikit menggetarkan hati. Tanpa sadar, cerita itu telah membuat Yogi merasa ada yang menatapnya dari kejauhan, meski ia tahu itu hanya bayangannya sendiri. Namun, bayangan kisah tersebut tetap melekat di benaknya, menjadi sebuah cerita misteri yang akan ia ingat setiap kali ia melewati kompleks pemakaman itu.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments