BAB 13

Ruang Perawatan Rumah Sakit Galaxy

" Papa.. Mami mana ? " tanya Ciara sesaat setelah bangun dari tidurnya.

" Mama kamu ? " balas Bisma.

" Apa Mami kembali ke syurga ? Kapan pulang lagi ? " pertanyaan seorang anak kecil yang membuat Bisma bingung untuk menjawab nya.

" Euh.. Cia mau makan buah pear gak ? " tanya Bisma mengalihkan pembicaraan.

Cia mengangguk.

Bisma lalu mengambil buah pear yang tadi sudah di potong-potong oleh Dhena.

" Sayang ini " Bisma menyodorkan buah agar dimakan oleh Ciara.

" Makasih Papa " ucap gadis kecil itu.

Bisma hanya tersenyum. Ia melihat gadis kecil di hadapannya memakan buah pear dengan wajah polosnya yang membuat Bisma menjadi tidak tega.

Ia kembali terpaku dengan pemikirannya sendiri, setelah pernyataannya tadi kepada Dhena, apakah Dhena akan kembali menemui Ciara atau malah enggan bertemu karena perkataan nya tadi.

Tidak di pungkiri ada perasaan lain dari dalam hati Bisma kepada Dhena terlebih ketika melihat Dhena sangat akrab dengan Ciara.

Apakah benar yang dikatakan Ibu ?

Apakah Dhena adalah wanita yang sedang aku cari selama ini ?

Hati dan pikiran nya terus berkecamuk, cukup mengganggu !

Bisma menghubungi Jerry, ia mengambil cuti dari perusahaan beberapa hari karena Ciara masih harus menjalani perawatan di rumah sakit, dokter menjelaskan jika Ciara terkena virus, karena anak dibawah umur 5 tahun daya tahan tubuhnya belum sekuat dewasa sehingga masih sangat rentan jika terpapar virus atau bakteri.

Ia menjaga Ciara di rumah sakit, sedangkan Ibu tidak bisa sepenuhnya menjaga Ciara karena Ibu pun harus menjaga Ayah di rumah.

Dilain tempat Dhena sedang berada di kamarnya, ia kembali teringat kepada Ciara, gadis kecil yang sudah membuatnya jatuh cinta.

Gimana keadaan Ciara ya ?

Batin Dhena.

Ia mengambil ponselnya, lalu ia membuka beberapa pesan dari ponselnya barangkali Bisma menghubungi nya, namun ternyata tidak.

Dhena bimbang, ia ingin menghubungi duluan untuk menanyakan Ciara namun gengsi.

Ia kembali menyimpan ponselnya di atas nakas sebelah tempat tidur, ia lalu merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamar, lalu matanya tertuju pada jam yang tertempel di dinding menunjukkan pukul 8 malam.

Disaat yang bersamaan ponsel Dhena berdering, ia langsung bangun dari tidurnya meraih ponsel itu.

Pak Bisma Calling..

Terlihat jelas di layar ponsel Dhena, Bisma menghubungi nya.

Pak Bisma

Gumam Dhena.

Tanpa berpikir panjang ia langsung mengangkat sambungan telepon dari Bisma.

" Halo Pak "

" Mami... " terdengar suara anak kecil di ujung telepon sana.

" Halo Ciara "

" Mami sedang apa ? Kenapa tidak ke rumah sakit lagi "

" Maaf sayang, tadi Tante eh Mami ada kerjaan dulu "

" Mami kata dokter besok aku sudah boleh pulang, aku pengen dijemput Mami ya "

" Alhamdulillah.. Iya besok Mami jemput ya "

Lalu terdengar suara Bisma yang sepertinya meminta ponselnya untuk dikembalikan.

" Halo "

" Halo Pak "

" Ehem.. Euu.. Maaf mengganggu malam-malam "

" Oh tidak apa-apa Pak "

" Tadi Ciara terus saja meminta untuk menghubungi kamu "

" Euuhh.. Iya Pak tidak apa-apa, katanya Ciara besok sudah diperbolehkan pulang ? "

" Iya.. Dan saya lagi-lagi minta maaf, jika Ciara merepotkan "

" Tidak masalah Pak "

" Kalau begitu terima kasih, sampai bertemu besok "

Sambungan telepon ditutup.

...----------------...

Keesokan harinya Dhena sudah berada di rumah sakit, di ruang perawatan Ciara. Dhena membantu Bisma untuk membereskan perlengkapan Ciara, ia melihat Bisma yang duduk menyender ke senderan sofa, dengan melipat kedua tangannya di dada, namun terlihat matanya tertutup seperti sedang tidur.

" Cia " panggil Dhena menghampiri Ciara.

" Iya Mami "

" Ciara semalam tidurnya nyenyak gak ? " tanya Dhena.

" Cia tidur nya sering kebangun, jadi Papa yang jaga Cia semalaman, Cia gak betah disini, Cia pengen pulang " ucap Cia.

Dhena mengangguk tersenyum.

" Kan hari ini kita pulang "

" Yeeee.. " Cia terlihat senang karena ia akan pulang hari ini.

" Sutt jangan keras-keras, Papa Cia sedang tidur " ucap Dhena pelan.

Pantas saja Bisma tertidur di sofa, semalaman ia begadang menemani Ciara.

Dhena kembali merapikan perlengkapan Ciara, terdengar beberapa kali dering telepon dari ponsel Bisma, namun itu tidak menggubris Bisma, ia tetap tidur dengan posisi yang sama.

Disaat yang bersamaan perawat datang masuk ke ruangan perawatan Ciara.

Tok Tok

Pintu ruangan terbuka, membuat Bisma terkesiap kaget.

" Oh maaf Pak "

" Euh tidak apa-apa " Bisma membetulkan posisi duduknya.

" Maaf Bu, ini administrasi nya sudah di selesaikan, ini surat kontrolnya, ini obat yang harus di minum di rumah " Perawat itu menyerahkan semuanya kepada Dhena.

" Semoga sehat selalu ya Ciara " susul perawat itu.

" Terima kasih banyak sus " balas Dhena.

" Sama-sama Bu permisi "

Bisma hanya mengangguk saat perawat melewatinya, lalu Bisma menghampiri Dhena dan Ciara.

" Maaf tadi saya ketiduran " ucap Bisma kepada Dhena.

" Tidak apa-apa Pak "

" Sudah siap semua ? " tanya Bisma.

" Sudah saya rapikan semua " jawab Dhena.

" Terima kasih, ayo sayang kita pulang " ajak Bisma.

" Horee pulang... hore pulang " ucap Ciara.

Dhena hanya tersenyum melihat tingkah Ciara.

Mereka bertiga keluar ruangan perawatan, berjalan menyusuri koridor rumah sakit untuk sampai parkiran mobil.

Saat mereka bertiga sedang berjalan tiba-tiba Dhena berpapasan dengan seseorang yang mengenalinya.

" Dokter Dhena " ucap seseorang.

Dhena menghentikan langkahnya, begitupun Ciara dan Bisma.

" Eh, dokter Ammar " balas Dhena.

" Sedang apa ? Praktek disini juga " tanya Ammar.

" Oh bukan, ini.. Euu... " Dhena bingung menjawab.

" Putri kami baru selesai di rawat " ucap Bisma dengan santai tanpa sangka.

Blas

Dhena sudah menikah ?

Batin Ammar.

" Oh begitu, sehat selalu ya adik kecil "

" Terima kasih dokter Ammar, kalau begitu kami permisi " ucap Dhena.

" Ya silakan "

Dhena lagi-lagi dibuat tidak karuan oleh Bisma. Bisa-bisanya Bisma berkata seperti itu di depan kakak tingkatnya saat di kampus dulu.

Ammar adalah seseorang yang sempat membuat hati Dhena berbunga pada saat itu, karena satu dan lain hal mereka berpisah dan baru kali ini mereka kembali bertemu.

Pake ketemu Ammar lagi .. Duh ..

Batin Dhena.

Mereka kembali berjalan, namun pikiran Dhena menjadi tidak fokus sesaat setelah bertemu kembali dengan Crush nya semasa kuliah dulu.

Pasti Ammar menyangka aku sudah punya anak..

Lalu..

Brakkkk..

Bisma dan Ciara menoleh ke arah Dhena.

Dhena tanpa sengaja menendang tong sampah di depannya, ia menyadari jika ia berjalan sudah diluar jalur.

" Kamu kenapa ? " tanya Bisma.

" Mami kok nendang tong sampah " Ciara tertawa.

" Iya sayang.. Mami tadi gak liat ada tong sampah " Dhena tertawa dipaksakan.

" Apa yang kamu pikirkan ? " tanya Bisma curiga.

Ia sudah sangat curiga saat Dhena bertemu Ammar tadi, sehingga ia berkata jika Ciara adalah anak dari mereka, ada rasa tidak rela dalam diri Bisma jika Dhena berinteraksi dengan laki-laki lain.

" Oo.. Nggak kok.. Ayo jalan lagi " Dhena berusaha menetralkan kembali suasana, agar Bisma tidak curiga, namun bukan Bisma namanya jika instingnya tidak kuat dan biasanya intuisinya pun tepat.

🌷🌷🌷

Jangan lupa untuk vote, like dan komennya ya..❤️

Terpopuler

Comments

Sulis Tyawati

Sulis Tyawati

kok Cia g naik kursi roda, kan baru hbs d rawat. juga kan masih 3 th

2025-03-16

0

Hasmina Nita

Hasmina Nita

da yg mulai jealous😁

2025-03-29

1

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

mulai posesif nih bos

2025-03-06

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB 118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 Pengumuman Novel Baru
124 Novel Baru Lagi
Episodes

Updated 124 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB 118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
Pengumuman Novel Baru
124
Novel Baru Lagi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!