BAB 5

Perusahaan Natural Corporindo sedang mengadakannya acara karena bertepatan dengan hari ulang tahun berdirinya Natural Corporindo.

Seluruh karyawan tanpa terkecuali mengikuti acara yang diadakan perusahaan. Rangkaian kegiatannya berupa perlombaan bagi karyawan, bakti sosial dan donor darah.

Semua karyawan terlibat di dalamnya begitupun Dhena dan seluruh karyawan klinik.

Kali ini sedang berlangsung lomba tumpeng dan lomba menghias setiap Divisi semenarik mungkin.

Klinik sedang di hias agar lebih menarik, untuk lomba tumpeng klinik tidak mengirimkan karena keterbatasan karyawan klinik sehingga klinik hanya mengikuti perlombaan menghias, selain itu klinik bertanggungjawab untuk kegiatan donor darah yang akan dilaksanakan esok hari.

" Dok, sudah selesai " ucap Sari

" Tolong untuk gorden ini kita pindah saja, kita ganti dengan warnanya lebih cerah kemarin saya sudah minta ke bagian laundry kalau tidak salah ada di lemari " ucap Dhena.

" Iya baik dok " Sari menuruti perintah Dhena.

Mereka bertiga, Dhena, Sari dan Alya menghias kliniknya semenarik mungkin dengan peralatan seadanya akhirnya klinik selesai dihias.

" Sudah dok, tinggal nunggu dinilai nih " ucap Alya.

" Semoga menang ya " susul Sari "

" Aamiin.. " balas Dhena.

Walaupun sedang mengadakan acara, klinik tetap buka menerima pasien yang akan berobat, namun karena warga tahu hari ini ada acara hingga esok hari klinik tidak terlalu ramai seperti biasanya.

" Dok sedang ada acara ya ? " tanya salah satu pasien yang sedang di periksa oleh Dhena.

" Iya Bu, nanti ibu besok kesini ya banyak kegiatan yang di buka untuk umum juga besok " ucap Dhena.

" Oh begitu, baik dok, saya akan membawa keluarga saya kesini "

" Iya silakan Bu "

Selesai memeriksa Dhena kembali menghampiri Sari dan Alya. Terdengar suara sound sistem dari area gedung utama.

" Rame banget ya kayanya di gedung utama " ucap Dhena.

" Dokter mau kesana ? Gak apa-apa dok kami di klinik saja kalo dokter mau liat kesana, nanti kalau ada pasien saya hubungi dokter " ucap Alya.

" Hmm gak apa-apa ? " tanya Dhena.

" Gak apa-apa dok nanti ngiler loh gak kesampean nonton keramaian di gedung utama " Sari tertawa disusul Alya dan Dhena.

" Iya sih penasaran juga, saya kesana dulu ya sebentar kok " ucap Dhena.

" Iya dok "

Dhena berjalan keluar klinik, ia penasaran ingin melihat kemeriahan acara di gedung utama, saat Dhena sedang berjalan, dari jauh ia melihat seorang anak kecil yang berlari-lari sendiri.

Saat Dhena akan memasuki area gedung utama, ia mendengar tangisan dari anak kecil itu. Dhena dengan sigap berlari menghampiri anak itu.

" Ya Tuhan.. Sayang kamu kenapa ? " Dhena melihat anak itu sudah menelungkup terjatuh.

Dhena langsung menggendong anak itu lalu mendudukkan di pangkuannya.

Anak itu masih terus menangis, Dhena melihat dengkulnya lecet dan berdarah.

" Kamu jatuh, tante obati mau ? " tanya Dhena.

" Nggak mau, nanti sakit " ucap anak itu.

Ia adalah Ciara, Ciara diajak oleh Bisma ke perusahaan karena di perusahaan sedang mengadakan acara. Pak Waluyo dan istri pun ikut hadir walaupun tidak lama karena Pak Waluyo sudah tidak bisa berlama-lama di tempat keramaian seperti itu.

" Nggak sakit kok, tante obati biar gak sakit ya " Ucap Dhena merayu.

Ciara tetap menggeleng ia tidak mau.

" Hmm.. Kamu suka es krim ? " tanya Dhena.

Ciara mengangguk.

" Luka kamu tante obati dulu lalu setelah itu tante akan membelikan kamu es krim gimana ? "

" Hmm.. " Ciara mengangguk pertanda mau.

Dhena akhirnya mengajak Ciara ke klinik, Ciara sangat takut untuk berjalan karena luka di dengkulnya, Dhena menggendongnya sampai klinik.

" Kamu duduk disini ya sebentar " ucap Dhena.

Alya dan Sari menjadi heran, Dhena kembali dengan membawa anak kecil.

" Dok kok udah balik lagi ? " tanya Alya.

" Iya, itu ada anak kecil jatuh, tapi saya gak tau dia siapa mungkin anak dari karyawan perusahaan " ucap Dhena.

Alya dan Sari melihat ke arah Ciara. Mereka pun tidak tahu jika Ciara adalah cucu dari pemilik perusahaan, karena memang Ciara jarang sekali diajak ke perusahaan.

" Sayang tahan sedikit ya, tante bersihkan dulu lukanya " ucap Dhena.

Dhena membersihkan luka lecet di dengkul Ciara. Ciara memperhatikan Dhena orang yang baru ditemuinya.

" Tante, tante dokter ya ? " tanya Ciara.

Dhena hanya tersenyum.

" Aku mau loh jadi dokter kalau sudah besar nanti " ucap Ciara.

" Kenapa ingin menjadi dokter ? "

" Agar bisa mengobati luka seperti tante " ucap Ciara.

" Tante doakan nanti sudah besar menjadi dokter ya, oya kita belum kenalan loh, nama kamu siapa ? " tanya Dhena.

" Aku Cia tante "

" Oke Cia, sudah selesai ya, gak sakit kan ? "

" Nggak tante "

" Kalau begitu, sekarang tante mau menepati janji tante kalau tante akan membelikan kamu es krim "

" Asiikkkkk "

" Bisa jalan ? "

" Sudah bisa tante "

" Ayo lets go ! "

Dhena mengajak Ciara ke kantin belakang untuk membeli es krim, untuk Ciara. Dhena sebetulnya sudah terbiasa dengan anak kecil karena ia pun memiliki keponakan yang usinya sedikit diatas Cia. Keponakannya pun sangat dekat dengan Dhena. Namun sudah hampir satu bulan ini ia belum bertemu dengan keponakan nya walaupun tinggal di kota yang sama, namun karena kesibukan dirinya dan kedua orangtua keponakannya membuat Dhena dan keponakan nya jarang bertemu.

Dilain tempat Bisma baru tersadar jika Ciara tidak ada.

" Jer, Ciara mana ? " tanya Bisma.

" Yola, Ciara mana ? " tanya Bisma lagi.

" Eee.. Bukannya tadi bersama Pak Bisma " jawab Yola.

" Tapi dia gak ada ! " Bisma mulai panik, ia sudah mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru gedung namun tidak terlihat gadis kecil itu.

" Cari Ciara sekarang juga ! " Ucap Bisma menggelegar.

Ia pun turut mencari Ciara, ke beberapa ruangan, ke toilet, ke ruangan nya, namun nihil.

" Gak mungkin juga anak kecil itu bisa naik lift sendiri " gumam Bisma.

Lalu ia keluar gedung yang dibantu oleh beberapa satpam, karyawan lain mencari ke seluruh sudut gedung.

Setelah membeli es krim Ciara berjalan dengan Dhena, ia terlihat akrab bersama Dhena, Ciara dan Dhena berjalan menyusuri koridor gedung sambil bergandengan tangan, Ciara terlihat sangat bahagia.

" Tante.. Kita temenan yuk " ucap Ciara.

Dhena pun tertawa mendengar ucapan dari bibir kecil Ciara.

" Oke.. mulai sekarang kita temenan " balas Dhena lalu menyodorkan jari kelingking nya yang disambut oleh Cia lalu melingkarkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Dhena.

Dari kejauhan Bisma melihat sosok yang ia kenal.

" Itu Ciara " gumam Bisma.

Ia sedikit berlari menghampiri Ciara dan Dhena.

" Lepaskan anak saya ! " Teriak Bisma.

Dhena terhenyak kaget mendengar suara yang sempat beradu argumen dengannya tempo hari. Ia lalu melepaskan perlahan tangannya dari tangan Ciara.

" Kenapa membawa anak saya tanpa ijin ?! " ucap Bisma kepada Dhena.

" Papa..... " Ciara sedikit berlari menghampiri Bisma.

" Papa ? Berarti Cia anak nya Pak Bisma " batin Dhena.

" Sayang.. Kamu dari mana saja ? " tanya Bisma.

" Pa.. Tadi aku jatuh "

" Kamu jatuh ? Dimana ? " tanya Bisma lagi.

" Disana ? Untung ada tante dokter, tante dokter baik dia nolong aku dan belikan es krim " ucap Ciara.

" Lain kali kalau kemana-mana kamu harus bilang Papa ya.. " balas Bisma.

Bisma lalu menghampiri Dhena.

" Terima kasih " ucap Bisma singkat.

Dena hanya menganggukkan kepalanya.

" Dadah tante " ucap Cia melambaikan tangan nya.

" Dah.. " Dhena membalas lambaian tangan Cia dengan kikuk.

Lalu Bisma berlalu meninggalkan Dhena yang masih terpaku.

" Bos Galak " batin Dhena.

Dhena kembali berjalan menuju klinik, sepertinya ia sudah tidak penasaran dengan kegiatan di gedung utama pasca kejadian dengan Ciara tadi.

🌷🌷🌷

Terpopuler

Comments

Hasmina Nita

Hasmina Nita

iya bocil mah gampang teralihkan perhatian ya

2025-03-29

1

awesome moment

awesome moment

bocil 3 tahun mana bisa diem. p lg rame org

2025-02-28

1

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

lanjut biar main seru

2025-03-06

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB 118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 Pengumuman Novel Baru
124 Novel Baru Lagi
Episodes

Updated 124 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB 118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
Pengumuman Novel Baru
124
Novel Baru Lagi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!