BAB 11

Kring.. Kring..

" Selamat siang.. Klinik Dara Medika "

" Bisa bicara dengan dokter Dhena "

" Maaf dengan siapa ? "

" Bisma "

" Oh baik, mohon tunggu sebentar Pak "

Gian langsung menuju ruang istirahat dokter, karena Dhena, Hani dan perawat yang lain sedang berada di ruang istirahat.

Tok Tok

" Permisi "

" Iya ada Gi ? Pasien ? " tanya Hani.

" Maaf dok, ada telepon untuk dokter Dhena " jawab Gian.

" Dari siapa ? " tanya Dhena.

" Pak Bisma "

" Oh ya terima kasih Gi " Dhena langsung beranjak dari duduknya berjalan menuju station perawat.

Ada apalagi sih Pak Bisma

Gumam Dhena lalu ia mengangkat gagang telepon klinik.

" Siang "

" Halo, Dokter Dhena "

" Iya Pak, ada yang bisa saya bantu ? "

" Euh.. Bisa ke rumah sakit Galaxy, anak saya ingin bertemu " ucap Bisma.

" Ciara di rumah sakit, Ya Tuhan.. Saya segera kesana Pak "

" Terima kasih "

Dhena menutup teleponnya, ia lalu kembali ke ruang istirahat. Entah mengapa ia menjadi khawatir kepada Ciara.

" Saya tinggal dulu ya.. Kemungkinan tidak kembali ke klinik.. Saya titip klinik ya dokter Hani.. Nanti yang dinas sore malam tolong kabari saya kalo ada apa-apa " ucap Dhena berpesan.

" Saya dinas sore malam dok " balas dokter Hani.

" Oh baik kalau begitu, saya tinggal dulu ya " ucap Dhena.

Ia bergegas keluar klinik menuju parkiran mobil, ia masuk kedalam mobil, menyalakan mesin mobil melaju meninggalkan perusahaan.

Dilain tempat Ciara baru saja dipindahkan ke ruang perawatan, kondisi nya lebih baik dari sebelumnya, demam nya berangsur turun setelah tadi di berikan obat penurun panas yang disuntikan melalui cairan infus.

Bisma dan Ibu masih menemani Ciara dan menunggu Dhena tiba.

Tidak lama, terdengar pintu ruangan dibuka.

" Assalamu'alaikum "

" Wa'alaikumusalam "

" Tante Dokter " seru Ciara.

Dhena melenggangkan senyum ke arah Ciara. Ia pun menyalami Oma nya Ciara Ibu dari Bos nya.

" Sayang.. apa yang kamu rasain sekarang ? " tanya Dhena menghampiri Ciara lalu duduk di kursi tepat di samping Ciara.

" Aku pusing tante " ucap Ciara.

" Tadi Cia sempet muntah-muntah " susul Ibu.

" Oh begitu, hasil lab nya sudah keluar bu ? " tanya Dhena.

" Belum Dok "

" Hmm.. Iya, kita tunggu hasil lab nya dulu Bu, apa penyebab Ciara demam sampai muntah-muntah "

" Tante.. katanya aku harus menginap disini, tante mau temenin aku disini ? " ucap Ciara.

" Cia.. " Susul Bisma.

Dhena sejujurnya bingung menjawab, namun ia pun tidak tega kepada Ciara.

" Iya Tante temani ya " ucap Dhena.

Jawaban dari Dhena yang tidak Bisma sangka. Walaupun sebetulnya ini hanya sandiwara.

Cia langsung mengangkat jari kelingking nya, lalu jari kelingking nya disambut oleh jari kelingking Dhena yang diikatkan.

" Kita kan temenan " ucap Ciara.

" Iya kita temenan " Dhena tertawa kecil.

Dhena sepertinya sudah terhanyut ke dalam rasa mencintai Ciara.. Ia sudah jatuh cinta kepada gadis kecil itu.

Ibu dan Bisma memperhatikan Dhena dan Ciara. Wajah Ciara terlihat lebih segar dari sebelumnya, ia pun bercengkrama dengan Dhena, senyum Ciara kembali mengembang setelah bertemu Dhena.

" Bisma kamu lihat Ciara ? "

" Iya Bu "

" Sepertinya Dokter Dhena adalah Ibu yang tepat untuk Ciara "

Bisma membelalakan matanya.

" Ibu.. Maksud Ibu apa ? " Bisma mengajak Ibu sedikit menjauh dari Dhena dan Ciara.

Ibu hanya tersenyum.

" Anak kecil tahu mana yang tulus Bis " ucap Ibu.

Bisma hanya terdiam, Ia kembali menoleh ke arah Ciara dan Dhena, ia pun melihat keakraban antara anak dan wanita dewasa di hadapannya.

Bisma menghela nafas dalam, bagaimana mungkin Dhena menjadi istri nya.

Ibu melihat jam yang menempel di dinding kamar, ia sudah cukup lama meninggalkan suaminya di rumah.

" Bisma, bagaimana kalau Ibu pulang terlebih dahulu kasian Ayah mu di rumah " bisik Ibu.

" Baik Bu " Bisma mengangguk.

Ibu lalu menghampiri Dhena dan Ciara.

" Sayang Cia.. Oma pulang dulu ya Nak " ucap Ibu ya g melihat Ciara sedang di suapi buah potong yang tadi di sediakan oleh rumah sakit.

" Iya Oma.. " balas Ciara.

Ibu mencium puncak kepala cucu kesayangan nya. Lalu ia mendekati Dhena.

" Dok.. Terima kasih banyak " Ibu berbisik lalu menggenggam erat tangan Dhena.

Dhena mengangguk tersenyum.

" Sama-sama Bu, tidak perlu sungkan " balas Dhena.

Entah ia harus berkata apa lagi terhadap Dhena, beberapa kali ia melihat keakraban cucu nya dengan Dhena membuat hatinya semakin yakin jika Dhena akan pantas untuk menjadi ibu dari Ciara.

Ia menjadi teringat akan mendiang anak sulungnya yang sudah Almarhum, ibu dari Ciara.

Dara.. Kamu tidak perlu khawatir, Ciara akan bahagia.

Ibu hanya bisa berharap untuk selanjutnya biarkan Bisma yang menjalankan.

...----------------...

Ciara tertidur setelah tadi Dhena menyuapinya makan lalu diminumkan obat yang sudah di resep kan oleh Dokter.

Tinggallah Dhena dan Bisma, Bisma sedang duduk di sofa dengan ponsel ditangannya. Dhena yang berniat untuk pulang karena Ciara sudah tidur, mendekati bos nya.

" Pak permisi "

Bisma mendongakkan wajahnya.

" Oh iya Dok " Ia menyimpan ponselnya lalu membetulkan duduknya.

" Ciara tidur ? " tanya Bisma.

" Sudah Pak " jawab Dhena.

" Hmm.. Pak saya pamit pulang dulu ya " ucap Dhena.

" Pulang ? Emmh " Bisma merasa tidak rela jika Dhena pulang.

" Iya Pak, nanti kalau Ciara mencari saya, saya bisa kesini lagi untuk Ciara "

" Baiklah " dengan berat hati Bisma mengiyakan.

Dhena merasa aneh dengan sikap bosnya kali ini, terkesan lebih lembut dalam berbicara dan tidak arogan.

Saat Dhena sudah melangkahkan kakinya di depan pintu ruangan, tiba-tiba Ciara memanggil-manggil Maminya.

" Mami.. Mami.. "

Bisma melesat langsung mendekati Ciara, Dhena pun mengurungkan niatnya untuk pulang, ia menyusul Bisma mendekati Ciara.

" Sayang.. Kenapa kamu mimpi ? " tanya Bisma memeluk Ciara.

Ciara perlahan membuka matanya. Terlihat genangan air di kedua sudut matanya.

" Pa.. Aku kangen Mami " ucap Ciara.

" Iya sayang.. "

" Kamu jangan sedih ya sayang.. Mami kamu ada disini, dia gak akan tinggalin kamu lagi " ucap Bisma.

Dhena yang mendengar ucapan Bisma menjadi bertanya-tanya, apakah Mami nya Ciara akan datang ke rumah sakit untuk menjenguknya, ini kesempatan dirinya untuk kembali pulang yang tadi sempat tertunda.

" Iya Ciara.. Mami kamu nanti datang kesini menemani kamu " ucap Dhena yang tidak tahu maksud Bisma sebenarnya.

" Aku pengen Mami " ucap Ciara lagi.

" Ini Mami kamu sekarang " balas Bisma menoleh ke arah Dhena.

Deg

Sontak Dhena kaget ia membelalakkan matanya.

Apa maksud Pak Bisma, gak bisa kalo sandiwara kaya gini, bagaimana dengan perasaan Ciara kalo dia tahu aku bukan Maminya, aku cuma Mami sandiwara.

" Tante Dokter Mami aku.. Kata Papa Mami aku di surga.. Jadi sekarang Mami aku udah pulang dari surga " Ciara langsung meraih tangan Dhena ia berusaha untuk memeluk Dhena.

Ucapan yang lolos dari bibir Ciara, membuat hati Dhena sedikit teriris, ia baru mengetahui ternyata Ibu nya Ciara sudah meninggal, namun karena Ciara masih anak-anak ia belum mengerti surga itu apa, mungkin ia berpikir surga itu suatu tempat yang jika orang kesana bisa kembali lagi pulang.

Walaupun sedikit kesal dengan ucapan Bisma yang tanpa konfirmasi, Dhena pun ikut kedalam alur yang dibuat oleh Bisma. Ia tidak mungkin jika ia terang-terangan menolak apa yang dikatakan Bisma, untuk saat ini ia hanya bisa mengiyakan demi Ciara.

🌷🌷🌷

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

to the point aja si bos ini

2025-03-06

0

Cherry🍒

Cherry🍒

hahaha

2024-06-03

2

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

mami nya Cia itu kakak kandung Bisma dok

2024-05-09

5

lihat semua
Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB 118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 Pengumuman Novel Baru
124 Novel Baru Lagi
Episodes

Updated 124 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB 118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
Pengumuman Novel Baru
124
Novel Baru Lagi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!