Bab 14

"Maaf.., apa kau sedang berbicara denganku?" tanya Jingga dengan memberanikan diri pada pria asing tersebut, meskipun ia merasa ucapan pria itu memang tertuju untuknya.

Pria itu hanya tersenyum lalu beranjak dari tempat duduknya dengan melangkah mendekat. "Kau wanita yang tangguh. Yakinlah apa yang terjadi padamu saat ini, untuk merubah kehidupanmu di masa mendatang," ucapnya dengan berlalu dari cafe tersebut setelah menaruh sesuatu ke atas meja.

Jingga yang masih bingung dengan maksud perkataan pria asing tersebut, menatap ke atas meja dengan kening berkerut.

"Bukankah ini..." Ia menyentuh setangkai bunga tulip berwarna Jingga yang ada di atas meja tersebut.

Bunga pemberian pria asing tadi adalah salah satu bunga favoritnya, dan bunga tersebut mengingatkan dirinya pada sosok yang baru-baru ini ia temui.

Jingga pun bergegas beranjak dari tempat tersebut untuk menyusul pria asing tadi. Namun sayang pria itu tidak ia temukan meskipun telah mencarinya sampai ke tempat parkir.

"Di mana dia?" gumamnya dengan menatap sekitar. "Aku harus menemukannya, karena pria itu pasti memiliki jawaban atas keberadaanku di sini."

Ya, Jingga baru mengingat siapa sosok pria asing tersebut. Pria yang sama, yang hampir saja tertabrak mobil jika saja ia tidak cepat menariknya ke bahu jalan. Dan kalau tidak salah kejadian itu terjadi tepat di hari ia mengalami kecelakaan, lebih tepatnya sore hari saat Jingga pergi untuk membeli cake ulang tahun untuk Biru.

Flash back on.

Jingga berjalan menuju toko kue langganannya dengan tergesa, karena tidak ingin terlalu lama meninggalkan Liora dengan pembantunya. Namun langkah kakinya terhenti saat melihat sosok pria yang tengah menyebrang jalan tanpa menyadari ada sebuah mobil yang melaju dengan sangat kencang kearah pria tersebut. Dengan cepat Jingga pun menariknya ke bahu jalan untuk menolong tanpa memperdulikan keselamatannya sendiri.

"Tuan, Anda baik-baik saja?" tanya Jingga dengan khawatir setelah berhasil menyelamatkan pria asing tersebut.

"Aku baik-baik saja. Terima kasih Anda telah—"

"Anda ini punya mata tidak? Menyebrang jalan tanpa lihat-lihat, kalau mobil tadi menabrak Anda bagaimana?" sela Jingga dengan sedikit menghardik, saat melihat pria asing tersebut menjawab kekhawatirannya dengan sebuah senyuman ceria. Padahal Jingga sangat ketakutan, karena sedetik saja ia terlambat maka mobil tersebut akan menabrak tubuh mereka dengan sangat kencang.

"Maaf... " pria itu hanya mengatakan kata maaf dengan menundukkan kepalanya.

Menyadari tindakannya yang terlalu berlebihan dalam memarahi pria asing tersebut, Jingga pun merasa tidak enak hati.

"Lain kali berhati-hatilah jika ingin menyebrang jalan," ucapnya sembari beranjak dari tempat tersebut.

"Tunggu....!"

Jingga menghentikan langkahnya, lalu menatap pria asing tersebut yang tengah mengambil sesuatu dari balik jas yang dikenakannya.

"Terimalah ini." Pria asing itu menyerahkan setangkai bunga tulip.

Jingga yang bingung pun hanya diam menatap bunga yang berwarna Jingga seperti namanya.

"Ambilah sebagai rasa terima kasih, karena telah menyelamatkanku." Dengan memaksa pria itu menarik tangan wanita yang ada di hadapannya. "Kau wanita yang baik. Bunga ini akan membawa keberuntungan dan perubahan di dalam hidupmu."

Jingga yang masih terdiam, menatap pria asing tersebut dengan bingung. Belum sempat ia bertanya sesuatu, pria itu sudah lebih dulu pergi dengan melambaikan tangannya.

"Aneh..." gerutu Jingga dengan melangkahkan kakinya menuju toko kue yang berada di seberang jalan, sembari membawa bunga tulip pemberian pria asing tersebut.

Flashback off.

"Bagaimana ini? Aku harus mencari kemana?" Jingga terus mencari keberadaan pria asing tersebut, lalu tersenyum saat melihat sosok pria itu yang berada di seberang jalan.

Karena tidak ingin kehilangan jejak pria asing tersebut, Jingga pun berlari mengejarnya tanpa menyadari ada sebuah motor yang melaju kencang kearahnya, hingga tiba-tiba tubuhnya terasa ditarik ke belakang oleh seseorang.

"Hei, kau gila ya?" hardik sebuah suara yang begitu dikenali Jingga.

"Kau ..." Jingga yang terkejut, menatap tak percaya pada sosok yang kini berdiri di hadapannya.

Terpopuler

Comments

Alistalita

Alistalita

Siapa lagi kalau bukan bayu yang diam² mantau Jingga dari tadi, kalu Reno dah jelas pergi.. Sepertinya Bayu ada rasa sama Jingga cuman terhalang Status malu kali ya sama Ayah Adam dah numpang hidup mau juga sama sama anaknya.. Tapi Ayah Adam mau jodohin mereka, yang jadi pertanyaan dimasa depan jingga sangaat mencintai Bayu tapi setelah tahu semuanya Jingga berbalik rasa. Apakah jodoh jingga bayu mom atau Reno atau yang lainnya🤔😂

Dimasa depan Bayu nyakitin perasaan jingga, tapi dimasa depan kalau dimasa sekarang gimana. yes aku pusing sendiri😂😂😂

Intinya Jingga emang harus dibantu takutnya lepas kendali..

2024-04-29

13

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

siapa pria misterius yg kasih bunga tulip ke Jingga

2024-11-06

0

Anonymous

Anonymous

ok

2025-03-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!