"Jingga kau dengar aku?"
"Iya kak..." Jingga menatap jam yang ada di atas dinding yang menunjukkan jam dua belas malam. "Selamat ulang tahun juga untukmu," ucap Jingga pada Biru dengan perasaan sedih.
Karena orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untuknya bukanlah Bayu, melainkan saudara kembarnya. Sedangkan suaminya justru belum pulang hingga saat ini dan tanpa kabar berita.
"Ji kau baik-baik saja?"
Biru merasa ada yang aneh dengan saudara kembarnya, terlebih tadi ia mendengar suara Jingga yang memanggil nama Bayu. Apakah suami adiknya itu tidak ada di rumah, tapi ini sudah jam dua belas malam mana mungkin Bayu berada di luar.
"Aku baik-baik saja Kak."
"Kalau kau baik-baik saja, kenapa suaramu seperti menahan tangis. Di mana Bayu?"
"Mas Bayu belum pulang."
"Apa? Tapi ini sudah larut malam? Kemana suamimu pergi?"
"Tadi mas Bayu pergi dengan Amanda untuk mengurus pekerjaan dan ada pertemuan—"
"Pekerjaan? Ini weekend Jingga? Mana ada pekerjaan dan pertemuan dilakukan di hari libur hingga tengah malam seperti ini!" sela Biru dengan menahan kekesalannya.
"Tapi Kak, mana mungkin Mas Bayu dan Amanda berbohong."
Biru terdiam dengan menghela napasnya. Ingin sekali ia berkata pada Jingga kalau dirinya mencurigai hubungan Bayu dengan Amanda. Apalagi sudah beberapa kali ini ia mendengar kalau Bayu pergi bekerja dengan Amanda di hari weekend.
"Dengar Jingga, apa kau tidak pernah merasa sedikitpun curiga dengan hubungan mereka?"
"Maksud Kakak apa?" Jingga yang awalnya masih merasa ngantuk kini melebarkan kedua matanya dengan beranjak dari dalam kamar, karena tidak ingin menganggu putrinya yang tengah tertidur dengan lelap. "Kak mereka tidak mungkin berbuat hal yang aneh-aneh, apalagi Amanda sepupu kita."
"Tidak ada yang tidak mungkin Jingga! Ingat perjalanan pernikahan ke-dua orang tua kita?" Biru mencoba mengingatkan adiknya.
Jingga pun teringat akan kisah rumah tangga kedua orang tuannya. Di mana Ayah Adam pernah menikah diam-diam dengan kakak tiri Ibu mereka. Di saat itu pulalah Jingga pun teringat dengan semua perlakuan Bayu dan Amanda belakang ini.
Ya, Jingga akui keduanya begitu dekat sejak Amanda menjadi sekretaris Bayu. Amanda juga selalu ada di antara mereka, dan akhir-akhir ini keduanya selalu pergi dengan alasan pekerjaan. Dan yang membuatnya curiga, saat teringat kembali dengan perkataan Amanda tadi siang.
...Kekasihku itu suamimu. Kekasihku itu pria yang tampan dan baik, wajahnya mirip dengan Bayu....
Namun semua kecurigaan yang mulai muncul di hatinya segera ia tepis, karena Jingga percaya dengan suami dan Kakak sepupunya.
"Tapi kak—"
"Kau tunggu di rumah, aku akan kesana!" Karena tidak mungkin menjelaskan kecurigaannya pada Bayu dan Amanda melalui sambungan telepon.
Dengan terburu-buru Biru pun menutup ponselnya, mengambil jaket beserta kunci mobil karena ingin segera sampai ke rumah adiknya. Karena Entah mengapa perasaannya kini gelisah dan takut, seperti ada sesuatu yang akan terjadi pada Jingga saudara kembarnya.
Selama di perjalanan ia pun terus mengumpat sikap Bayu, karena pergi hingga larut malam tanpa mempedulikan keadaan Jingga dan Liora. Padahal pria itu sudah berjanji pada Ayah Adam untuk menjaga Jingga sebelum ayahnya itu berpulang setahun yang lalu, dan jika Ibu Anin mengetahui apa yang dilakukan menantu kesayangannya itu, pasti akan membuat Ibu nya kepikiran dan kembali jatuh sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Lanjar Lestari
sdh pasti kl Bayu dan Amanda menikah diam " tanpa Jingga th
2024-11-06
0
Enda büë čáh gûâñtëñg
Baru Baa sambil mikir donk Jingga punya kembaran Biru hemm Dharmawan nikah sama sodara tiri,,rumit tp setelah selow Oia crta pernikahan Anindita y thor hemm pdhl Bru kmren dibaca malah lupa,,,🙏🏽🙏🏽
2024-10-25
0
NEISYA M⃟3💋
nah loh baru sadar kan
2024-07-27
0