Bab 13

Bukan hanya Jingga saja yang terkejut. Namun pria yang sejak tadi duduk di kursi yang ada di taman tersebut pun ikut terkejut, saat mengetahui wanita yang tiba-tiba datang dengan suara berisiknya ternyata Jingga Darmawan.

"Reno.., kau Reno bukan?" tanya Jingga dengan wajah yang masih terkejut, saat mendapati pria yang sudah lama tidak ia temui kini ada di hadapannya.

Sungguh Jingga tak menyangka akan bertemu kembali dengan Reno, setelah pria itu lama menghilang tanpa kabar berita. Ya, setelah Jingga menolak cinta Reno. Pria itu tiba-tiba saja menghilang dan sulit dihubungi, bahkan semua teman-teman Reno tidak ada yang tahu kemana pria itu pergi.

"Jingga..." Reno tersenyum sembari menghampiri wanita tersebut lalu memeluknya dengan erat.

Jingga yang sempat terdiam karena masih terkejut, langsung mendorong Reno untuk melepaskan pelukan tersebut.

"Sedang apa kau di sini?" tanya Jingga dan Reno dengan bersamaan, membuat keduanya tertawa lepas tanpa mempedulikan sekitarnya.

Bahkan Jingga dan Reno tidak menyadari ada seseorang yang menatap mereka dari kejauhan. Seseorang itu pun akhirnya beranjak meninggalkan tempat tersebut, setelah melihat kebersamaan mereka yang terlihat intim.

*

*

"Sudah lama ya kita tidak bertemu?"

Reno memulai percakapan mereka, setelah keduanya memilih duduk di sebuah Cafe yang tidak jauh dari tempat mereka tadi.

"Iya cukup lama. Sampai aku hampir tidak mengenalimu lagi," Jingga menatap penampilan Reno yang terlihat rapih dengan setelan jas mahal khas seorang eksekutif muda.

Jika diingat-ingat kembali Reno di masanya adalah seorang pemimpin dari perusahaan keluarga Hartawan, jadi tidak aneh jika pria tersebut terlihat berbeda dari terakhir kali mereka bertemu.

"Kenapa? Apa aku semakin tampan sampai kau tak mengenaliku?" Reno menarik turunkan kedua alisnya dengan senyum menggoda.

"Ish..." Jingga berdecak sembari menggelengkan kepalanya. Ternyata hanya penampilan Reno saja yang berubah, namun rasa percaya diri pria itu tetaplah sama. "Selama ini kau pergi kemana? Kenapa nomermu sulit dihubungi?"

Reno yang masih tersenyum langsung menarik tangan Jingga. "Aku pergi ke tempat yang jauh untuk mengobati luka yang kau torehkan karena menolak cintaku," ucapnya dengan ekspresi yang seolah sendu. "Jika aku tetap di sisimu, bisa-bisa aku mati bunuh diri karena gagal move on," ucapnya kembali dengan tertawa.

Namun Jingga tidak ikut tertawa. Ia justru menghela napasnya dengan kasar sembari menarik tangannya dari genggaman Reno.

"Seharusnya kau memberi kabar padaku. Agar aku tahu kau baik-baik saja."

Walaupun Jingga tidak bisa membalas perasaan cinta Reno, tapi setidaknya dulu mereka sempat dekat sebagai teman. Dan jujur ada perasaan bersalah pada relung hatinya, karena kepergian Reno bertepatan setelah ia menolak cinta pria tersebut.

"Maaf karena tidak sempat memberi kabar padamu." Reno menatap Jingga dengan intens. "Jangan merasa bersalah, Jingga. Kepergianku tidak ada kaitannya denganmu," ucapnya seolah mengerti jika gadis yang duduk di hadapannya itu tengah merasa bersalah.

Sebenarnya Reno ingin mengatakan pada Jingga, jika kepergiannya pada saat itu ke luar negeri karena harus mempelajari bisnis keluarga besarnya. Ia yang memang sudah dipersiapkan sebagai pewaris keluarga Hartawan, mau tidak mau meninggalkan semua kebebasannya karena harus menggantikan kedudukan sang ayah yang sudah mulai sakit-sakitan.

Namun Reno rasa ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal tersebut, mengingat mereka baru kembali bertemu setelah hampir tiga tahun lebih tak berjumpa.

Keduanya pun akhirnya berbincang tentang kehidupan masing-masing tanpa membahas masa lalu. Lama keduanya bertukar cerita hingga akhirnya Reno pergi lebih dulu, setelah mendapatkan telepon dari asisten pribadinya. Tidak lupa mereka pun bertukar nomer ponsel agar komunikasi terus berlanjut.

Jingga sendiri memutuskan untuk tetap berada di Cafe tersebut karena masih malas untuk pulang. Lagi pula Jingga belum mendapatkan jawaban tentang keberadaannya di masa ini, dan jujur kini ia mulai merindukan putri kecilnya Liora.

"Jangan bersedih! Kau seharusnya bahagia, karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan kedua seperti yang kau alami saat ini."

Deg.

Jingga menatap pada sosok pria yang duduk di samping mejanya. Sosok pria yang kini tengah tersenyum dengan tatapan mata yang terasa familiar bagi Jingga.

Terpopuler

Comments

Alistalita

Alistalita

Setelah dibuat kepo di My Ex, Akhirnya dibuat kepo disini Juga😂 Oke aku tebak tatapan terasa familiar ya.. Emmm mungkin Biru😂 Atau supir mobil yang menabrak Jingga🤔🤣

Bayu cemburu gak tuh, Lihat Jingga sama Reno berdua²an.. Jingga bkl dibantu si sosok familiar atau Reno ya..

2024-03-04

76

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

Pertemuan Reno dan Jingga dan siapa yg tersenyum dg Jingga dan sangat familliar

2024-11-06

0

kaka_ina

kaka_ina

siapa ya yg sngat familiar..... ku kira reno yg bakal jd jodoh nya jingga....

2024-10-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!