Bab 6

"Apa maksudmu?" tanya Jingga tak mengerti.

"Jika bukan karena —"

"Cukup Amanda!" sela Bayu yang sejak tadi diam saja melihat pertengkaran keduanya.

"Tapi Mas, dia harus tahu yang sebenarnya. Dia harus tahu kalau perjodohan yang dilakukan kedua orang tuanya sudah memisahkan kita berdua. Dia harus tahu jika selama ini kau terpaksa menjalani pernikahan kalian, dan dia harus tahu jika selama ini kita saling mencintai."

Jingga yang merasa terkejut dengan apa yang didengarnya sampai terdiam dengan menggelengkan kepala. "Tidak..." lirihnya dengan menatap Bayu penuh harap agar pria itu menyangkal perkataan Amanda.

Namun sayangnya Bayu hanya diam yang secara tidak langsung membenarkan semua perkataan kakak sepupunya tersebut. Membuat Jingga tertawa miris. Menertawakan dirinya sendiri, karena selama ini berpikir jika suaminya itu menerima pernikahan mereka karena mencintainya. Dan menganggap wajar semua perlakuan Bayu yang dingin selama ini tanpa ada rasa curiga jika pria itu tidak pernah mencintainya.

"Jadi selama ini kau tidak pernah mencintaiku mas?" tanya Jingga dengan sendu.

Bayu masih diam dengan menatap Jingga penuh kasihan. Walau bagaimana pun Jingga sudah dianggap sebagai adiknya sendiri, jadi mana mungkin ia membuat wanita itu semakin terluka dengan berkata selama ini ia tidak pernah mencintai wanita tersebut.

"Jika kau tidak pernah mencintaiku, lalu bagaimana dengan Liora? Apa dia hadir tanpa ada rasa cinta di dalamnya?" tanya Jingga dengan kembali menangis saat teringat dengan putri kecilnya.

"Maaf..." Hanya satu kata itu yang bisa Bayu ucapkan.

"Kau brengsek Mas! Kau bajingan!" umpat Jingga dengan kembali memukul Bayu.

Bayu sendiri menerima semua pukulan tersebut, dengan menghalangi Amanda yang ingin melindunginya.

"Kalau saja dulu kau menolak perjodohan kita dan berkata jujur sudah memiliki kekasih, pernikahan kita tidak akan pernah terjadi."

"Tidak semudah itu Jingga. Aku tidak bisa menolak permintaan kedua orang tua kita, karena banyak berhutang budi pada mereka."

Ya, kalau tidak ada keluarga Darmawan maka Bayu akan menjadi sosok yatim-piatu yang dibesarkan di panti asuhan. Kalau bukan karena Ayah Adam dan Ibu Anin, maka ia tidak akan pernah memiliki keluarga.

"Tapi balas budimu itu menyakitiku." Jingga kembali terisak.

Kehidupan sempurna yang ia miliki selama ini ternyata semu. Suami yang selama ini ia pikir mencintainya, ternyata menikahinya hanya karena untuk membalas budi kebaikan kedua orang tuanya.

"Kau jangan merasa jadi orang yang paling tersakiti di sini," sela Amanda dengan tersenyum sinis. "Bukankah kau yang meminta pada kedua orang tuamu untuk menikahkan kalian? Ayolah Jingga aku tahu sejak dulu kau mencintai Mas Bayu. Bahkan Liora hadir karena kau yang menggoda Mas Bayu untuk menyentuhmu."

Plak.

"Jaga bicaramu!" sentak Jingga dengan menampar pipi Amanda.

Sungguh ia tidak terima putri kecilnya dibawa dalam pembicaraan mereka, apalagi kata-kata itu keluar dari mulut wanita pengkhianat seperti Amanda.

"Jingga...!" Bayu mendorong istrinya untuk menjauh hingga membuat wanita itu terjatuh.

Jingga yang terjatuh kembali tertawa dengan miris. Lihatlah, betapa Bayu mencintai Amanda sampai tega mendorongnya. Mendorong wanita yang telah melahirkan keturunan untuk pria tersebut. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Jingga pun berusaha untuk berdiri.

"Dengar Bayu, mulai saat ini pernikahan kita berakhir. Jangan pernah menemui putriku, karena Liora terlalu berharga memiliki Ayah brengsek sepertimu."

Bayu pun hanya diam tanpa memprotes sedikit pun perkataan Jingga.

"Aku sangat membencimu Bayu, membencimu!" umpat Jingga dengan penuh dendam. "Andai saja aku bisa memutar waktu. Aku akan menolak menikah denganmu sekali pun aku sangat mencintaimu. Setidaknya putriku tidak akan pernah hadir dari seorang ayah yang tidak menginginkannya."

Setelah mengucapkan hal itu Jingga pun berlari ke jalanan tanpa melihat jika dari arah kanan ada sebuah mobil yang melaju dengan cepat. Hingga ia tidak sempat untuk menghindar saat mobil itu menerjang tubuhnya hingga terdorong dengan sangat jauh.

Sayup-sayup ia mendengar suara Biru yang memanggil namanya, namun sekuat apa pun ia mencoba untuk mencari saudara kembarnya. Matanya justru semakin terasa berat. Kini tubuhnya terasa dingin dengan rasa sakit yang tidak bisa ia jabarkan dengan kata-kata. Tubuhnya terasa hancur seperti hatinya yang sudah hancur karena pengkhianatan suami dan kakak sepupunya.

"Tuhan aku tidak mau mati seperti ini. Aku mohon beri aku kesempatan untuk bisa hidup demi putriku Liora..." Doa nya dalam hati saat kedua matanya dengan perlahan tertutup rapat.

Terpopuler

Comments

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

penyesalan Bayu saat th sang istri Jingga tertabrak mobil di depan rumah Amanda tak ada maaf dr Jingga untuk Bayu

2024-11-06

0

Neni Efendi

Neni Efendi

bayu nyesel g tuh...

2024-08-08

1

NEISYA M⃟3💋

NEISYA M⃟3💋

cukup menyedihkan jd jingga kenapa bkn suami atau selingkuhannya aja yg kecelakaan

2024-07-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!