bab 18

Setelah sampai dimeja makan Bella langsung membalikkan piring dan mengambil makanan untuk Novan baru dia mengambil untuk dirinya sendiri

Selesai sarapan, Novan langsung pergi keluar rumah diikuti dengan Bella di belakangnya, saat baru keluar dari pintu Bella melihat sudah ada Tio dan juga seorang pria paruh baya disana

"Dia siapa?" Bisik Bella kepada Novan

Novan tak menggubris, dia menarik tangan Bella sehingga keduanya jalan berbarengan

"Bella sayang perkenalkan ini adalah pak yan" Ucap Novan

'Hah apa aku tidak salah dengar, kulkas ini memanggilku sayang' batin Bella

Saat Bella akan berbicara tiba-tiba Novan memeluk pinggang bella. Mendapatkan perlakuan itu bella makin terkejut dan menegangkan tubuhnya

Novan yang merasakan tubuh bella menegang pun merasa sangat lucu, pasalnya itu hanya sentuhan biasa kenapa bella bisa sampai setegang itu

Kemudian Novan mendekatkan wajahnya ke wajah bella hendak membisikkan sesuatu

"Dia adalah orang papa sama mama, jadi kita harus pura-pura mesra di depannya, karena dia akan melaporkannya itu kepada orang tuaku" Ucap Novan dengan datar sambil membisikkan nya kepada Bella

"Selamat pagi nyonya" Ucap pak yan dengan senyum ramah

"Pagi juga pak" Balas bella dengan senyum ramah dan ceria

"Pak yan akan menjadi kepala pelayan disini, kamu jangan menyusahkan dia ya sayang" Ucap Novan sambil mencubit pipi bella

Bella yang diperlakukan seperti itupun merasa sangat gugup, seluruh wajahnya memerah. Pasalnya bella tidak pernah sekalipun disentuh oleh pria

"Aku kan tidak pernah menyusahkan orang" Ucap bella cemberut

"Pak tolong jaga istriku ya" Pinta Novan

"Baik tuan" Ucap pak yan

Lalu Tio membuka pintu mobil dan Novan pun langsung masuk ke dalam, lalu mobil mereka pergi memecahkan jalanan

Baru sebentar mereka berjalan tiba-tiba Tio membuka obrolan

"Sepertinya tuan muda sedang berseri-seri" Goda Tio

"Kenapa kau mengatakan seperti itu tio?" Tanya Novan

"Karena daritadi tuan senyum-senyum sendiri" Ucap Tio dengan terang-terangan

Ya semenjak masuk ke dalam mobil Novan gak henti-hentinya tersenyum sambil melihat ke arah luar jendela, dia sedang memikirkan wajah bella yang sering kali memerah, baginya wajah bella sangat cantik ketika memerah dan juga imut.

*

Bella masuk ke dalam rumah lalu dia pergi ke halaman belakang, bella sedang melihat halaman yang luas itu namun terlalu kosong baginya, disana hanya ada pohon tapi tak ada bunga, bella terpikirkan untuk pengisi waktunya dengan menanam bunga saja

''Sepertinya aku akan perlu waktu satu bulan untuk menanam bunga, hais taman ini terlalu luas. Tapi tak apa-apa aku akan menanam banyak jenis bunga disini' batin Bella

setelah memandang halaman yang cukup luas itu, Bella memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Bella pergi ke dapur untuk mencari keberadaan bik inah, tapi Bella tidak menemukannya keberadaan bik inah sama sekali

Saat Bella menuju kamar, tiba-tiba dia melihat pak yan lalu menghampirinya

"pak yan!" panggil Bella

"iya nyonya" sahut pak yan

"apakah bapak melihat bik inah?" tanya Bella

"tidak nyonya"

"ohhh, kalau begitu apakah bapak punya nomor handphone novan?" tanya Bella

'kenapa nyonya meminta nomor tuan, bukan kan dia adalah suaminya tidak mungkin kan mereka tidak tukar nomor handphone' batin pak yan dengan menatap curiga Bella

Bella yang ditatap curiga oleh pak yan pun baru saja ingat kalau pak yan adalah mata-mata yang di kirim mertuanya

"eh maksud saya nomor sekretaris Novan pak!" ucap Bella

"iya nyonya, sebentar ya" ucap pak yan

pak yan akhirnya menuliskan nomor Tio di sebuah kertas, karena Bella saat itu sedang tidak membawa handphone

HAI SEMUA AUTHOR UCAPKAN TERIMAKASIH AND SEE YOU NEXT CHAPTER💗

maaf kalau banyak typo dan gak nyambung, soalnya author masih pemula

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!