Setelah keduanya selesai makan bella hendak membersihkan meja makan, tapi dihentikan oleh Novan
"Ada apa?" Tanya bella
"Apakah kau selalu antusias saat bersama tio?" Tanya Novan
"Tidak, aku selalu antusias saat bertemu semua orang. Kenapa?" Tanya bella
"Jadi kau sangat antusias saat bertemu semua pria hah?" Tanya Novan mulai marah
"Memangnya kenapa?" Tanya bella
"Memangnya kenapa kau bilang" Ucap novan dengan nada tinggi, lalu dia memegang kedua lengan bella dan meremasnya dengan kuat
"Ingat ya kau seorang istri dari NOVANDRA BAGASKARA, CEO NOMOR SATU DI NEGARA INI. SAYA TIDAK SUKA KAU BERBICARA DENGAN PRIA MANAPUN, WALAUPUN ITU TIO, APA KAU PAHAM!!!!!" ucap Novan dengan marah lalu menghempaskan tubuh bella di kursi
Bella tertunduk dan diam, lalu tanpa Bella sadari air matanya turun dengan derasnya
'Novan terlalu mudah marah, aku kira dia tidak separah yang papa katakan, lenganku sakit huhuhu' batin Bella
Bik inah yang melihat peristiwa barusan pun merasa kasihan terhadap Bella, dia tidak menyangka kalau Bella yang begitu baik akan mendapatkan perlakuan buruk dari Novan
"Nyonya tidak apa-apa kan?" Tanya bik inah
"Gak papa bik" Jawab Bella lalu menghapus air matanya
"Saya ambilin salep ya nyonya untuk lengan nyonya yang sudah membiru itu" Ucap bik inah
"Gak usah bik gak papa, dikamar saya ada salep kok, saya ke kamar saja ya" Ucap bella lalu pergi meninggalkan bik inah di meja makan
Bella pergi ke atas lalu masuk ke kamarnya dan dia duduk di samping ranjang dan menangis dengan sekencang kencang nya
Tangisan bella tidak sampai keluar ruangan karena kamar mereka ada kamar yang kedap suara
Novan yang kemudian membuka pintu kamar terkejut saat melihat bella menangis seperi itu
"Pa....hiks.... Papa huhuhuhu..... Bella mau.... Pula..... Ng....., no..... Novan jahat sa... Sama bella pa..... Huhuhuhu" Tangis bella sambil menutup wajahnya, dia tidak menyadari kalau Novan sedang berdiri di belakangnya
Novan yang mendengar itupun seketika diam dan iba, Novan meraka kalau dirinya sudah terlalu kejam terhadap bella
"Papa...... Bel.... Bella pengen pulang pah.... Hiks" Ucap bella lagi sambil menangis
"Aku tidak mengizinkan kau pulang" Ucap Novan
Bella seketika langsung menoleh dan diam, dia seketika berhenti menangis dan menunduk
"Kenapa kau menangis seperti anak umur lima tahun yang jatuh dari sepeda" Ucap Novan
"Aaaaaa... . . Papa.. . .. Bella mau pulang pahh.. ." Ucap Bella menangis lagi sambil berteriak
Novan yang melihat itu seketika terkejut, dia bingung bagaimana caranya untuk menenangkan Bella, sementara Bella terus menangis sambil meminta untuk pulang
'Kenapa aku menerima papa untuk menikahkan aku dengan bocil ini, bagaimana cara menenangkan dia, apa aku harus minta maaf, tapi..... Ahh bagaimana ini, baiklah minta maaf saja lalu pergi' batin Novan
"Bella tenanglah, aku mau minta maaf. Aku tidak akan melakukannya lagi, kumohon tolonglah" Ucap novannovan berusaha menenangkan Bella
"Kau.. Kau janji" Ucap Bella sambil sesegukan
"Ya aku janji" Ucap novan
"Baiklah aku tidak akan menangis lagi"
"Bagus, sekarang lap air matamu" Ucap novan sambil memberikan Bella sapu tangan dan pergi meninggalkan Bella dikamar
(Malam)
Saat Bella sedang memasak di dapur, tiba-tiba novan datang dan langsung marah-marah
"Apa begini cara kalian memperlakukan nyonya kalian hah?" Tanya novan
"Novan tunggu dulu" Ucap Bella berusaha menenangkan novan
"Tidak, kau diam dulu" Lalu novan menjauhkan Bella dari depan kompor lalu menempatkan Bella di pelukannya
HAI SEMUA, AUTHOR UCAPKAN TERIMAKASIH BAGI YANG SUDAH BACA, JANGAN LUPA LIKE YA, SEE YOU NEXT CHAPTER 💗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments