“Tuan Muda...” ucap sosok manusia itu yang tidak lain adalah salah satu pelayannya.
“Apa? Kenapa kamu belum istirahat?” tanya Daniel pada pelayan itu sebab dia bukan petugas keamanan jaga malam.
“Maaf Tuan, saya tadi yang dipesan oleh Nyonya. Kalau Tuan Muda datang saya yang bertugas menyiapkan makan. Itu makanan sudah siap di meja makan.” Ucap pelayan itu.
“Ya nanti, aku mau menemui Mama dan Papa.” Ucap Daniel dan di saat tangannya akan mengetuk ngetuk pintu lagi.
“Tuan Muda, Tuan dan Nyonya tidak ada di dalam kamarnya. Mereka sedang di tempat saudara Nyonya katanya untuk urusan rencana pernikahan Tuan Muda. Mereka menginap besok siang baru pulang. “ ucap pelayan itu.
“Hmmm mereka sudah rapat keluarga. “ gumam Daniel lalu membalikkan tubuhnya. Dia pun segera melangkah ke ruang makan untuk mengisi perutnya dan setelah itu pergi tidur, sebab pagi hari harus bekerja dan dia pun akan mencari Bebby lagi sepulang kerja besok.
Waktu pun terus berlalu...
Keesokan harinya, di suatu siang hari yang cerah, sehabis makan siang, di Mansion Frederick. Nyonya Frederick duduk sendirian di sofa di dalam ruang keluarga sambil mengusap usap layar hand phone miliknya melihat lihat baju baju pengantin.
“Mau pilih yang mana ya kok semua bagus bagus.. “ gumam Nyonya Frederick dalam hati sambil tersenyum membayangkan anak laki laki satu satunya jadi menikah dengan perempuan cantik pilihan dirinya.
“Hmmm aku kok pusing bagus semua sih.. “ gumam Nyonya Frederick lagi.
Sesaat kemudian..
“Eee Pa tolong bantu pilihin yang mana Pa.” Teriak Nyonya Frederick saat melihat sosok suaminya melangkah di depan nya.
“Ma itu bisa besok besok. Aku mau ke kantor polisi memberikan keterangan tambahan akan laporan hilangnya Bebby. Daniel sampai saat ini belum menemukan Bebby.” Ucap Tuan Frederick sambil berjalan tergopoh gopoh menuju ke pintu utama untuk pergi ke kantor polisi.
“Heleh tidak usah dicari paling juga kalau uang habis akan menghubungi Daniel. Bisa besar kepala itu anak.” Ucap Nyonya Frederick dengan keras dan nada kesal.
Tuan Frederick yang dimintai tolong oleh Daniel untuk ke kantor polisi itu, tidak menghiraukan suara sang istri dan terus saja melangkah keluar dari Mansion.
Tidak lama kemudian, terdengar bunyi bel tamu dari pintu utama Mansion. Setelah seorang pelayan membukakan pintu tampak sosok Miranda seorang diri, sang pelayan pun segera membawa masuk Miranda untuk menemui Nyonya Frederick.
“Selamat siang Tante, maaf saya datang tidak memberi kabar lebih dulu.” Ucap Miranda sambil tersenyum lebar. Nyonya Frederick pun dengan senang hati mempersilahkan Miranda duduk.
“Saya ingin membicarakan tentang rencana pernikahan Tante. Maklum nanti dari saya pihak pengantin perempuan yang akan lebih repot. Harus dipersiapkan lebih matang.” Ucap Miranda selanjutnya.
“Ooh.. iya iya Mir, Tante malah lebih senang kamu datang. Daniel sangat pasif malah menyuruh aku yang menyiapkan. Hadeh itu anak benar benar bikin naik tensiku. Aku kan bingung mau pakai baju model apa, warna apa, seragam buat saudara .. “ ucap Nyonya Frederick.
“Ya sudah Tante ayok kita pikirkan berdua. “ ucap Miranda sambil tersenyum manis.
“Iya iya aku setuju Mir, kamu memang calon mantu yang pengertian tahu saja aku sedang pusing mikir persiapan lamaran dan pernikahan.” Ucap Nyonya Frederick tampak sangat bersemangat
“Tante, bagaimana kalau kita sekarang datang ke wedding organizer. Ehmm tadi maksud saya sih saya ingin mengajak Kak Daniel, tapi kalau Kak Daniel sudah menyerahkan pada Tante, lebih baik kita saja yang ke sana sekarang.” Ucap Miranda dan Nyonya Frederick pun sangat setuju.
“Hmm nanti aku antar pulang malam hari saja, saat Daniel sudah ada di Mansion, agar aku bisa melaksanakan rencanaku.” Gumam Miranda dalam hati sambil tersenyum miring. Mereka berdua pun segera melangkah menuju ke mobil Miranda.
Sementara itu Daniel yang kini sudah berada di rumah sakit karena ada jadwal tugas, pikirannya masih terus pada Bebby. Di sela sela jam istirahat dia menyempatkan diri keluar dari rumah sakit untuk mencari Bebby. Akan tetapi hasilnya masih nihil.
“Dok, ada Dokter Muda yang siap menggantikan tugas Dokter Dan siang hingga sore ini. Dokter Dan bisa melanjutkan mencari puterinya.” Ucap seorang Dokter Senior yang berusia setengah baya lebih.
“Terima kasih Dok.” Ucap Daniel sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
“Apa polisi tidak bisa melacak lewat CCTV?” tanya Dokter Senior itu.
“Sementara pelacakan lewat CCTV tidak ada hasil. Kemungkinan Bebby lewat jalan jalan yang tanpa CCTV. Atau entahlah..” jawab Daniel dengan sedih sambil meringkasi alat alat kerjanya.
“Baiklah Dok, saya izin lagi.” Ucap Daniel lalu dia pun bangkit berdiri dan melangkah keluar dari ruang kerjanya menuju ke tempat mobilnya terparkir. Dia akan segera melanjutkan untuk mencari lagi keberadaan Bebby.
“Apa dia pergi ke panti asuhan ya?” Hmm tapi mana mungkin dia sejak kecil takut jika harus tinggal di panti.” Gumam Daniel lagi sambil terus melajukan mobilnya untuk mencari Bebby.
Waktu pun terus berlalu siang berganti sore dan sore berganti malam hari.
Di saat Daniel masih sibuk mencari Bebby, Miranda sudah mengantar Nyonya Frederick pulang ke Mansion Frederick. Mereka berdua sudah mendatangi wedding organizer, sudah belanja belanja, sudah makan makan.
“Mir, bagaimana kalau kamu menginap di sini saja hari sudah malam. Sekalian biar ada pendekatan dengan Daniel.” Ucap Nyonya Frederick saat masuk ke dalam Mansion.
“Apa boleh Tante?” tanya Miranda yang di dalam hati bersorak senang.
“Boleh dong, kalian kan tidak lama lagi sudah menjadi suami istri. Biar Ibu pelayan menyiapkan kamar buat kamu.” Jawab Nyonya Frederick sambil memeluk tubuh Miranda dari samping.
Pucuk di cinta ulam tiba. Apa yang diinginkan oleh Miranda datang juga. Tanpa menunggu lama Miranda langsung setuju. Karena memang mengajak keluar Nyonya Frederick hingga malam adalah strategi Miranda agar disuruh menginap di Mansion Frederick.
“Hmm tunggu saja jam mainnya Dokter Daniel.. ha... ha... ha...” gumam Miranda dalam hati dan tentu saja tertawanya juga di dalam hati. Miranda segera melangkah menuju ke kamar yang sudah ditunjukkan oleh Nyonya Frederick.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments