Bab. 2.

“Ini anak suka nguping pembicaraan orang dewasa ya...” suara seorang laki laki yang tidak lain adalah Tuan Frederick.

“Opa lepas dong... sakit...” teriak Bebby sambil meringis kesakitan.

“Opa please lepas dong..” ucap Bebby lagi sebab Tuan Frederick masih saja menarik telinga Bebby.

“Lain kali tidak boleh lagi nguping pembicaraan orang tua.” Ucap Tuan Frederick lalu melepas jewerannya pada telinga Bebby dan setelah Bebby pergi sambil mengusap usap telinganya , Tuan Frederick pun segera masuk ke dalam kamar Daniel.

Keesokan harinya adalah hari week end. Daniel libur kerja dan Bebby libur kuliah . Mereka sudah berencana akan jalan jalan berdua untuk menikmati hari liburnya, memang seperti itulah yang mereka berdua lakukan sejak Bebby masih kecil.

Akan tetapi saat mereka berdua sudah membuka pintu utama Mansion. Betapa kagetnya mereka berdua saat ada sebuah mobil yang belum mereka kenal masuk ke halaman Mansion.

“Siapa Pa?” tanya Bebby.

Di saat Daniel belum juga menjawab pertanyaan dari Bebby, mereka berdua dikagetkan oleh suara Nyonya Frederick.

“Itu mereka sudah datang. Ayo kita temui mereka. Kalian jangan pergi pergi.” Ucap Nyonya Frederick yang berdiri di belakang Daniel dan Bebby.

Tampak mobil tamu yang sudah berhenti itu pintu depan dan pintu belakang kemudi terbuka. Dan muncul tiga sosok orang yang turun dari dalam mobil. Satu orang perempuan setengah baya, satu orang laki laki setengah baya. Dan satu orang lagi seorang perempuan muda yang cantik jelita dengan gaun yang feminin yang tampak elegan.

“Siapa mereka Oma?” tanya Bebby dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

“Itu calon Mama kamu dan Oma Opa kamu.” Jawab Nyonya Frederick sambil tersenyum lalu melangkah maju untuk menyambut sang tamu.

DEG

Jantung Bebby terasa seketika berhenti mendengar kalimat yang diucapkan oleh Nyonya Frederick apalagi melihat sosok dan wajah cantik seorang perempuan muda yang sedang turun dari mobil itu. Bebby terus memegangi dadanya dan satu tangannya memegang lengan kekar Sang Papa. Sedangkan Daniel hanya diam dan masih berdiri di depan pintu. Dia sudah diberi tahu oleh Tuan dan Nyonya Frederick tentang perjodohan itu namun tidak mengira akan datang pagi ini.

“Beb, sana kamu panggil Opa dan bantu Ibu menyiapkan jamuan pada tamu spesial kita.” Ucap Nyonya Frederick sambil menoleh ke arah Bebby.

“Pa..” ucap Bebby dengan suara pelan dan rasanya ingin menangis.

“Sana turuti perintah Oma.” Ucap Daniel pelan. Bebby pun tidak membantah perintah Sang Papa, dia langsung melangkah menuju ke ruang makan.

Sementara itu, Tuan dan Nyonya Frederick juga Daniel menemui tamu tamu spesial di ruang tamu

“Seperti yang sudah aku katakan lewat telepon. Daniel sudah setuju menikah dengan Miranda. Karena kesibukan dia membuat dia lupa menikah.” Ucap Nyonya Frederick sambil tersenyum menatap Daniel dan Miranda.

“Kalau begitu memang jodoh dengan Miranda. Sama dia juga begitu hingga usianya sudah menjelang kepala tiga masih juga tidak punya calon.” Ucap Nyonya Agusta sambil tersenyum melirik pada anak gadisnya.

“Hanya sibuk dengan urusan bisnisnya. Siang nanti dia juga akan ke Singapore untuk urusan bisnis. Maka pagi pagi dia aku ajak ke sini.” Ucap Tuan Agusta menyambung ucapan sang istri.

“Kalau keduanya sudah setuju. Kita tinggal tentukan harinya saja. Sudah sama sama dikejar umur ha... ha... ha...” ucap Nyonya Frederick yang sudah tidak sabar untuk menikahkan anaknya.

“Benar. Maka kita temukan kedua nya agar mereka bisa melihat jadwal mereka yang kosong.” Ucap Tuan Frederick dan Tuan Agusta pun mengangguk tanda setuju.

Sementara itu Bebby yang menguping dan mengintip dari balik dinding penyekat ruang tamu mulai berkaca kaca kedua matanya. Dan dengan satu kedipan saja air di dalam matanya sudah tumpah.

“Papa mengkhianati cintaku. Ternyata Papa menerima perjodohan itu hiks.. hiks...” ucap Bebby sambil terisak isak. Bebby lalu melangkah meninggalkan tempat dia berdiri. Bebby melangkah menuju ke ruang makan dan seterusnya dia melangkah menuju ke pintu samping..

“Non! Mau ke mana? Ini ayo kita keluarkan jamuannya. Tadi Oma bilang Nona Bebby yang bawa jamuan ke depan. Tinggal dorong saja Non, atau Ibu yang dorong mejanya Non Bebby hanya menaruhkan di meja sana.” Teriak Ibu kepala pelayan.

Bebby terus melangkah tidak menghiraukan teriakan si Ibu pelayan. Bebby berjalan ke luar dari Mansion lewat pintu samping.

Bebby berjalan menuju ke garasi mobil. Selanjutnya dia membuka pintu mobil nya dan menjalankan mobil itu keluar dari garasi dan terus keluar dari halaman Mansion .

“Hiks... Papa kenapa mau menikah dengan perempuan itu.. Papa kenapa menolak cintaku hiks.. Hiks.. Aku... Aku harus ke mana...” ucap Bebby dengan wajah berurai air mata dan terus melajukan mobilnya.

Mobil yang dikemudikan oleh Bebby melaju dengan kencang menyusuri jalan raya jalur menuju ke kampusnya.

Beberapa menit kemudian mobil berhenti pada suatu halaman tempat kost puteri. Kost tempat Eliza sahabat Bebby. Setelah turun dari mobil Bebby segera melangkah menuju ke kamar Eliza.

“Beb, kenapa kamu?” tanya Eliza saat melihat wajah Bebby yang sembab dan masih berurai air mata.

“El, Papa mau menikah hiks.. Hiks...” ucap Bebby sambil mengusap air matanya.

“Kenapa kamu bersedih begitu? harusnya kamu bahagia kamu akan punya figur Mama. Berdoa saja semoga dia perempuan baik baik dan sayang pada kamu.” Ucap Eliza sambil menuntun Bebby dan diajak duduk di tepi tempat tidur nya.

“El, aku patah hati. Patah sepatah patahnya. Remuk El... Hiks....Hiks... Hiks...” ucap Bebby sambil menangis tersedu sedu.

“Beb, jangan begitu Papa kamu juga butuh seorang perempuan sebagai pendamping. Kamu tidak boleh egois.” Ucap Eliza sambil mengusap usap punggung Bebby.

“Yang memaksa untuk menikah itu Oma dan Opa, hiks ...Hiks.... tapi akhir nya Papa juga mau.. Hiks....Hiks....Aku harus bagaimana El.. Aku bingung.. Aku bisa mendampingi Papa, selama ini begitu kalau ada acara acara aku juga bisa mendampingi Papa..”

“Beb .. Papa kamu juga butuh teman tidur...”

“Sejak kecil aku juga menemani Papa tidur. Setelah haid saja aku sudah tidak boleh lagi tidur sama Papa... Padahal aku juga bisa menjadi teman tidur Papa.”

“Beb, maksud aku itu teman ginian nich....” ucap Eliza sambil merapatkan kedua telapak tangannya dan digerak gerakkan alias digoyang goyangkan sebagai simbul penyatuan dua orang yang sedang goyang goyang enak.

“El, aku mau, aku mau menikah sama Papa aku sangat mencintainya.”

“What?” ucap Eliza dengan nada dan ekspresi kaget, matanya sampai melotot.

“Itu tidak boleh Beb, melanggar norma dan etika. Kayak tidak ada laki laki lain saja. Itu ada Richo, Leon, Hazel, Archi, Henry, Supri, Eko,... semua laki laki tulen sudah antri mau jadi teman dekat kamu dan berharap menjadi kekasih kamu.” Ucap Eliza selanjutnya.

“Kamu tidak tahu perasaanku El. Aku sangat mencintai Papa.”

“Ya sama lah, aku juga sangat mencintai Papaku, tapi cinta pada orang tua Beb, bukan cinta pada lawan jenis untuk dijadikan suami.”

“Otak kamu itu perlu disikat.” Ucap Eliza sambil memegang kepala Bebby bagian atas

“Hua... hua... hua... hua... Kamu jahat El...hua... hua... hua...” Bebby menangis sekencang kencang nya

“Beb.. ssstttt .. ssttt... Kamu jangan gila Beb..” ucap Eliza yang tampak panik dan bingung sebab tangis Bebby semakin keras.

“Aku memang sudah gila.. hua... hua... hua...” ucap Bebby di sela sela tangis kencangnya.

“Beb, diem nanti orang orang ke sini. Kamu itu benar benar gila. Cinta buta, cinta gila. Untung saja Papa kamu masih waras.” Ucap Eliza sambil membungkam mulut Bebby.

Terpopuler

Comments

Bundanya Pandu Pharamadina

Bundanya Pandu Pharamadina

Babby anak kandung nya Daniel bukan sih 🤔

2025-02-11

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!