Bab. 6.

Beberapa hari berikut nya, selesai Bebby dan Eliza mengikuti jam kuliah di kampus.

“El, aku boring jalan jalan yuk..” ucap Bebby sambil melangkah keluar dari ruang kuliah bersama Eliza .

“Ke mana mall?” tanya Eliza sambil menggandeng tangan Bebby.

“Ke Puncak yuk.. Hari ini kan bukan hari week end , lalu lintas tidak begitu ramai. Kita nginep di villa milik Papa. Besok pagi pagi kita balik berangkat ke kampus dari sana.” Ucap Bebby sambil terus berjalan menuju ke tempat parkir mobil khusus para mahasiswa.

“Okey, mumpung besok jam kuliah juga agak siangan.” Ucap Eliza dengan sangat setuju.

“Ayyyuuukkk kita kemon.. he.. he... he... “ ucap Bebby sambil tertawa dan segera berlari menuju ke mobilnya, Eliza pun juga turut segera berlari. Beberapa mahasiswa tampak menoleh ke arah mereka. Terutama para laki laki yang menaruh hati pada Bebby.

Setelah masuk ke dalam mobil, Bebby pun segera melajukan mobilnya meninggalkan lokasi kampus untuk menuju ke Puncak tempat villa sang Papa berada.

Setelah perjalanan hampir dua jam. Mobil sudah memasuki wilayah Puncak. Di kanan kiri jalan raya sudah banyak bangunan Villa villa.

“El, belanja keperluan kita di mini market depan ya..” ucap Bebby sambil mengurangi laju kecepatan mobilnya.

“Okey..” ucap Eliza yang sudah tidak sabar menikmati segarnya udara daerah Puncak.

Saat mobil sudah berhenti Bebby dan Eliza langsung turun dari mobil.

“Beb di samping mini market itu hotel atau villa sih?” tanya Eliza sambil menoleh ke arah bangunan di samping mini market.

“Villa El, tapi disewakan biasakan buat menginap pasangan pasangan yang sedang mabok kepayang. Infonya sih pemilik villa itu juga pemilik mini market ini, maka lokasinya seperti menyatu begitu.” Jawab Bebby sambil menutup pintu mobilnya.

“Ini mini market terlengkap di lokasi ini El.” Ucap Bebby sambil melangkah...

Akan tetapi tiba tiba...

“Eehh ehh El, ini yang namanya pucuk di cinta ulam tiba.. dan dunia itu ternyata sempit alias dunia selebar celana kolor he.. he... he...” ucap Bebby lagi sambil tertawa kecil dan menatap bangunan Villa di samping mini market.

“Apaan sih kamu itu, dunia disangkut pautkan dengan celana kolor .” gumam Eliza sambil mendorong tubuh Bebby.

“Lihat noh! Dua orang yang sedang berada di villa itu. Ngapain coba mereka berdua.” Ucap Bebby sambil menunjuk dengan dagunya , pada sepasang sejoli yang sedang keluar dari pintu villa sambil berciuman mesra.

“Sekarang aku akan abadikan mereka dan aku punya bukti otentik.” Ucap Bebby sambil dengan cepat mengambil hand phone miliknya dari tas ransel nya lalu dengan segera mengarahkan lensa kamera pada sepasang sejoli itu. Eliza pun melongo menatap dua orang yang ditunjuk oleh Bebby.

CEKREK

CEKREK

CEKREK

Bebby mengambil beberapa foto, masih kurang puas Bebby pun mengabadikan dengan rekaman video.

“Bab, Beb, sudah cukup Beb. Entar mereka tahu mereka marah ke kamu. Runyam jadinya Beb. Hand phone kamu bisa direbut dan dihancurkan sebelumnya semua foto dihapus oleh mereka Beb.” Ucap Eliza yang khawatir orang yang dipotret oleh Bebby melihat.

“Sebentar kayaknya akan ada adegan yang lebih hot. Lihat itu ciuman mereka semakin dahsyat. Mungkin tadi di kamar kurang jadi di luar masih nambah ekstra bonus he... he.. he...” ucap Bebby sambil terus mengarahkan kamera hand phone milik nya pada Miranda dan Renold yang sedang asyik berciuman.

Akan tetapi tiba tiba...

“Hei! Kurang ajar itu anak!” teriak seorang perempuan yang tidak lain adalah suara Miranda yang tahu jika ada orang mengarahkan kamera hand phone pada dirinya dan Renold.

“El, masuk ke dalam mobil. Cepat! Kalau tidak cepat aku tinggal kamu!” teriak Bebby sambil berlari menuju ke pintu mobil bagian kemudi. Dengan cepat Bebby membuka pintu mobil dan segera masuk ke dalam mobil.

“Gila kamu ya Beb. Jantungku mau copot.” Ucap Eliza yang sudah berhasil juga masuk ke dalam mobil.

“Eee... Eee.... Eeee.!” teriak Eliza karena tubuhnya terhuyung huyung, sebab Bebby langsung tancap gas meninggalkan lokasi mini market itu dan tidak jadi berbelanja. Bebby pun memutar balik mobilnya dan melaju dengan kencang untuk kembali ke Jakarta tidak lagi menuju ke arah Villa nya.

Sementara itu Miranda yang telah mengetahui Bebby sudah mengabadikan perbuatannya dengan Renold tampak marah marah.

“Gara gara kamu sih, itu anak pasti akan lapor pada Daniel.” Ucap Miranda dengan nada tinggi sambil menghentak hentakkan kakinya di lantai.

“Siapa dia?” tanya Renold sambil mengernyitkan dahinya

“Tau lah, sepertinya anak pelayan yang dijadikan anak angkat oleh Daniel atau dijadikan cucu angkat oleh Tuan Frederick. Kata Nyonya Frederick anaknya agak ngelunjak.” Ucap Miranda dengan nada kesal.

“Kamu tenang saja Sayang, nanti kita pikirkan untuk mengatasi anak itu. Sepertinya tidak terlalu sulit.” Ucap Renold sambil memeluk tubuh Miranda

“Aku masih mau lagi nih. Coba pegang ini keras lagi.” Ucap Renold sekali lagi dan kini dia meraih telapak tangan mulus Miranda dan ditaruh pada bagian tubuh bawahnya yang masih menegang .

“Tapi janji ya nanti kamu pikirkan untuk kasih pelajaran pada anak itu.” Ucap Miranda yang masih ada nada kesal.

“Percaya pada aku. Ayo kita masuk ke dalam lagi tidak usah ke taman tempatnya kurang terjaga privasinya.” Ucap Renold lalu merangkul pinggang Miranda dan dibawa lagi masuk ke dalam bangunan Villa itu. Rencana akan bermesraan di taman depan di atas ayunan gagal total gara gara ada paparazi yang tidak profesional.

Waktu terus berlalu sementara itu, di ruas jalan raya Ibu Kota, mobil yang dikemudikan oleh Bebby melaju dengan sangat kencang.

“Beb, ini mau ke mana bukan arah jalan ke kampus bukan juga arah jalan ke Mansion.” Teriak Eliza karena mobil yang dikemudikan oleh Bebby melaju ke arah jalan bukan jalan untuk pulang.

“Kamu diam aja bisa tidak? Penumpang harus nurut pada sopir.” Ucap Bebby sambil terus melajukan mobilnya dengan kencang.

“Beb, aku sudah lapar nih.. Kamu tuh ya suka banget menunda nunda makan. Emang kamu tidak dikasih tahu sama Om Dan, menunda jam makan itu tidak baik buat lambung...” ucap Eliza ..

Akan tetapi tiba tiba...

CIIIIIIIITTTTTTTT

Bebby mengerem mobilnya dengan mendadak....

“Bebbbb!” teriak Eliza dengan keras.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!