Danisha Putri.

Keesokan harinya, Anis yang baru saja terjaga dari tidurnya seketika membulatkan kedua matanya ketika menyadari jika tubuhnya berada di pelukan Ansenio.

Perlahan Anis mendongakkan kepalanya.

"Oh astaga apa yang aku lakukan??". Gumamnya setelah melihat wajah Ansenio yang masih memejamkan matanya.

 dengan hati hati Anis menarik diri dari pelukan Ansenio agar pergerakan tidak sampai membangunkan pria itu.

"Siapkan air hangat untukku!!." baru saja hendak turun dari tempat tidur, seketika Anis menghentikan pergerakannya saat mendengar seruan dari Ansenio. Pria itu bersuara masih dengan kedua mata yang terpejam, sebelum beberapa saat kemudian membuka kedua matanya, menatap ke arah Anis.

"Baik tuan." menyadari tatapan tak terbaca dari Ansenio, Anis pun dengan cepat menjawab. dengan selembar handuk yang menutupi polosnya Anis turun dari tempat tidur.

Tidak bisa di pungkiri, tubuh putih nan mulus serta bentuk tubuh yang indah milik Anis membuat Ansenio selalu menelan ludahnya dengan susah payah ketika melihatnya.

"hays......Apa dia pikir aku ini pembantunya yang bisa ia perintah sesuka hati." Di sela aktivitasnya menyiapkan air hangat untuk Ansenio, Anis terdengar menggerutu kesal.

"Apa kau mengatakan sesuatu???." tiba tiba suara bariton milik Ansenio mengejutkan Anis, bahkan ia hampir saja terjerembab saking terkejutnya. Jangan pikir Ansenio segera menolongnya seperti adegan romantis yang biasanya terjadi di dalam sinetron, Ansenio bahkan hanya menatap Anis dengan tatapan datar.

"Dasar pria tidak punya hati." saking kesalnya Anis sampai mengumpat Ansenio, dan tentu saja umpatan itu hanya terlontar di dalam hatinya.

"Berhenti mengumpatku!!."

Seketika sebuah senyum terbit di bibir Anis, lebih tepatnya senyuman palsu sengaja di tampilkan Anis. "Mana mungkin saya berani mengumpat anda, tuan." ucapnya.

Hari itu rasanya pagi Anis di sambut dengan begitu banyak drama permintaan Ansenio, yang mau tak mau harus di penuhi oleh Anis, termasuk menemani pria itu mandi bersama.

***

Setelah selesai bersiap kini Anis Hendak berangkat kerja, dan untuk kali pertamanya ia di antarkan oleh Ansenio menuju rumah sakit sebelum kemudian Ansenio kembali melanjutkan perjalanannya menuju perusahaan.

"Saya sudah mendapatkan informasi tentang kejadian di club malam itu, tuan." di perjalanan menuju perusahaan setelah mengantar Anis, Jasen pun segera memberi informasi kepada Ansenio tentang kejadian di club malam waktu itu.

Perhatian Ansenio seketika beralih dari ponselnya, kini ia menatap ke arah asisten pribadinya itu seolah menginginkan informasi lebih lanjut.

"Dari hasil rekaman CCTV serta penyelidikan saya beberapa hari terakhir ini, saya mendapatkan informasi jika malam itu nona Syela ternyata berada di club malam itu bersama dengan beberapa orang temannya." lanjut Jasen.

"Syela ?? Bukankah wanita itu sedang berada di luar negeri??." tutur Ansenio.

"Sebelum kejadian malam itu, berdasarkan informasi yang saya dapatkan Nona Syela sudah kembali ke tanah air dua hari sebelumnya. dan satu informasi yang paling penting tuan, yakni ternyata kejadian yang menimpa anda malam itu adalah perbuatan Nona Syela. sepertinya Nona Syela telah mendengar kabar meninggalnya Nona Ananda itulah mengapa wanita itu nekat untuk menjebak anda, tuan." jawaban Jasen Sontak saja membuat Ansenio berdecak kesal mendengarnya.

"CK.... apa dia pikir menjebakku dengan obat sialan itu aku akan tidur dengannya, dasar wanita tidak tahu malu. Aku lebih baik mati akibat reaksi obat sialan itu daripada harus tidur dengannya." tutur Ansenio dengan raut wajah yang berubah geram setelah mendengar informasi dari Jasen.

"Untuk saat ini biarkan saja dulu, lagi pula saya malas berurusan dengan wanita itu. tapi jika ke depannya Syela masih nekat melakukan sesuatu yang ingin merugikan saya, maka lakukan sesuatu yang seharusnya kau lakukan!!." lanjut Ansenio sebelum kemudian kembali fokus pada ponsel di tangannya.

"Baik Tuan." jawab Jasen patuh.

Jasen kenal betul dengan watak dan karakter dari majikannya itu, meski pun tak sealim Fajri namun majikannya itu tidak pernah tidur dengan wanita manapun selain mendiang istrinya Ananda, namun yang membuat Jasen tidak menyangka ketika malam itu Ansenio memintanya untuk membawa Anis ke hotel bersamanya.

Setelah majikannya itu menginap di hotel bersama Anis, pagi harinya Jasen tak sengaja melihat beberapa tanda kepemilikan di leher Anis. dari situ Jasen bisa menyimpulkan jika telah terjadi sesuatu di antara Ansenio dan Anis malam itu.

"Maaf tuan, apa siang ini kita akan meeting dengan perusahaan milik tuan Mike??." tanya Jasen setelah hening cukup lama.

"Sepertinya tidak, karena Mike sedang menemani kakaknya yang hendak melahirkan." jawab Ansenio apa adanya setelah mendapat pesan singkat dari Mike. Mike memiliki seorang kakak perempuan yang baru saja di tinggal oleh sang suami tercinta untuk selama lamanya, dan yang lebih mirisnya ketika dalam kondisi mengandung. tentunya sebagai seorang adik sekaligus paman bagi calon anak dari kakak perempuannya itu Mike dengan setia menemani selama proses persalinan berlangsung.

"Apa tidak sebaiknya siang ini kita ke rumah sakit untuk menjenguk kakak dari tuan Mike, tuan??." usul Jasen.

"Boleh juga." kata Ansenio tak merasa keberatan dengan usulan Jasen.

"Kau siapkan hadiah yang pantas untuk seseorang yang baru saja melahirkan karena siang ini kita akan segera ke rumah sakit!" lanjut Ansenio.

***

Di rumah sakit, Anis baru saja memberikan tindakan operasi Caesar pada salah seorang pasien.

Pandangan Mike tak berkedip sedikitpun kala menyaksikan seorang dokter cantik yang baru saja melepas masker yang menutupi sebagian wajahnya saat baru saja keluar dari kamar operasi.

"Dia." seketika senyum terbit di wajah tampan Mike ketika menyaksikan wajah cantik Anis, wanita yang Tempo hari ditemuinya secara tak Sengaja di depan gedung perusahaan Wiratama Group.

"Ternyata wanita itu bukan pegawai di perusahaan milik Ansenio, Selain cantik dia juga merupakan seorang dokter. Wah......." Mike semakin kagum dengan sosok Anis.

"Permisi, Tuan." seruan Anis membuyarkan lamunan Mike tentang dirinya.

"Iy _iya dokter.". sahut Mike dengan nada terbata karena gugup. Seumur hidup baru kali ini Mike merasa gugup dihadapan seorang wanita.

"Saya hanya ingin menyampaikan jika Kondisi pasien pasca operasi terbilang sangat baik, sebentar lagi pasien akan segera di pindahkan ke kamar perawatan." tutur Anis yang diakhiri dengan senyum ramah di akhir kalimatnya, sebelum kemudian pamit untuk segera kembali ke ruang staf dokter.

"Danisha Putri SP.OG." lirih Mike dalam hati ketika melihat Nametag yang tertulis di pojok kanan jas kebanggaan yang di kenakan Anis.

"Mengagumkan sekali." gumam Mike dengan seraya melebarkan senyumnya.

Setelahnya, Mike pun segera beranjak untuk melantunkan Adzan di telinga kanan keponakannya itu sebelum kemudian perawat yang bertugas segera memindahkan kakaknya ke kamar perawatan sesuai dengan instruksi dari dokter yang menangani.

Sebagai paman tentunya Mike merasa sedih ketika menyaksikan keponakannya harus lahir tanpa kehadiran ayahnya, yang kini telah menghadap sang pencipta.

Terpopuler

Comments

Tuty Tuty

Tuty Tuty

ambil dan rebut danesh biar ke bakaran cemburu 😁😁😁😁

2024-03-22

6

Meria helenaria Sihombing

Meria helenaria Sihombing

kejar saja Anish Mike biar suaminya cemburu

2024-03-09

0

💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖👥

💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖👥

awas Mike, si Danisha udah ada pawangnya lho. Ntar kamu disunat lagi, kalo sampai nakal ke Anis/Grin//Grin/

2024-02-24

1

lihat semua
Episodes
1 Sesuatu yang tidak diinginkan.
2 Kebencian Ansenio Wiratama.
3 Rencana Ansenio Wiratama.
4 Jangan melampiaskan pada keluargaku!!
5 Menikahlah denganku!!!.
6 Meninggalkan kekasih tercinta.
7 Ungkapan hati Anis.
8 Seakan meninggalkan Fitrah kejam.
9 Mulai merasakan penindasan.
10 Membawanya ke hotel.
11 Harga diri.
12 Tak Sengaja bertemu.
13 Kembali melakukannya.
14 Tak kembali ke kediaman Wiratama.
15 Seenak jidatnya.
16 Diary milik mendiang Ananda.
17 Tak tega melihat baby Naya.
18 Tidur di kamar yang sama.
19 Danisha Putri.
20 Pertemuan tak sengaja.
21 Cincin, simbol pernikahan.
22 Memberi penanganan pada baby Naya.
23 Tidur bersama baby Naya.
24 Aneh tapi nyata.
25 Ternyata dia telah menikah.
26 Tak ingin di sentuh.
27 Panggilan Mama.
28 Kompensasi dari Ansenio.
29 Pria baik ????
30 Pengakuan di hadapan Armada.
31 Tak paham dengan perasaan sendiri (Ansenio).
32 Dokter juga manusia.
33 Keteguhan hati seorang Danisha Putri.
34 Penawaran dari mantan mertua.
35 Ingin melakukannya di hotel (Alibi Anis.)
36 Terjebak Sandiwara sendiri.
37 Ternyata ketahuan.
38 Permintaan maaf Anis.
39 Sosok misterius.
40 Permintaan mama Dahlia.
41 Ungkapan hati Anis.
42 Mengajaknya bersama.
43 Meminta izin cuti.
44 Perjalanan kerja.
45 Tidak mungkin sampai jatuh hati padanya.
46 Restoran Favorit Ananda.
47 Penindasan??
48 Merasakan pusing tanpa sebab.
49 Mengandung.
50 Di Landa dilema.
51 Tanpa sadar menunjukkan sikap aneh.
52 Pengakuan di hadapan ibu.
53 kepergian Anis dan kemarahan Ansenio.
54 Kepergian Anis.
55 Merubah rencana.
56 Kedatangan di kampung halaman.
57 Saling merindu.
58 Membantu persalinan.
59 Kenyataan yang menyesakkan dada.
60 Tawaran dari pak kades.
61 Perasaan yang sama.
62 Pengakuan Anis di hadapan kedua orang tua Anis.
63 Seakan memberi pertanda.
64 Yakin akan perasaan sendiri.
65 Peresmian pabrik.
66 Merasakan mual dan pusing.
67 Menemukan dirimu.
68 Akhirnya bertemu.
69 Tinggal bersama.
70 Sakit perut.
71 keterkejutan suster Nana.
72 Calon mantu???
73 Sandiwara seorang Ansenio Wiratama.
74 Kepergok warga.
75 Panggilan baru.
76 Ungkapan hati sepasang kekasih halal.
77 Bisa masuk angin.
78 Kejadian buruk menimpa Anis.
79 Kehilangan sebagian ingatan.
80 Perasaan yang tak lagi sama.
81 Praduga Anis.
82 Ungkapan kebenaran.
83 Keputusan Anis.
84 Mengenang awal pernikahan.
85 Jatuh pingsan.
86 Membuat perhitungan pada Syela.
87 Permintaan maaf Syela.
88 Kesibukan sebagai orang tua.
89 ketahuan berdusta.
90 Vira Natasya.
91 Episode terakhir.
92 Promo Novel Pelampiasan Seorang CEO.
93 Promo Novel "Musuh Tapi Menikah."
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Sesuatu yang tidak diinginkan.
2
Kebencian Ansenio Wiratama.
3
Rencana Ansenio Wiratama.
4
Jangan melampiaskan pada keluargaku!!
5
Menikahlah denganku!!!.
6
Meninggalkan kekasih tercinta.
7
Ungkapan hati Anis.
8
Seakan meninggalkan Fitrah kejam.
9
Mulai merasakan penindasan.
10
Membawanya ke hotel.
11
Harga diri.
12
Tak Sengaja bertemu.
13
Kembali melakukannya.
14
Tak kembali ke kediaman Wiratama.
15
Seenak jidatnya.
16
Diary milik mendiang Ananda.
17
Tak tega melihat baby Naya.
18
Tidur di kamar yang sama.
19
Danisha Putri.
20
Pertemuan tak sengaja.
21
Cincin, simbol pernikahan.
22
Memberi penanganan pada baby Naya.
23
Tidur bersama baby Naya.
24
Aneh tapi nyata.
25
Ternyata dia telah menikah.
26
Tak ingin di sentuh.
27
Panggilan Mama.
28
Kompensasi dari Ansenio.
29
Pria baik ????
30
Pengakuan di hadapan Armada.
31
Tak paham dengan perasaan sendiri (Ansenio).
32
Dokter juga manusia.
33
Keteguhan hati seorang Danisha Putri.
34
Penawaran dari mantan mertua.
35
Ingin melakukannya di hotel (Alibi Anis.)
36
Terjebak Sandiwara sendiri.
37
Ternyata ketahuan.
38
Permintaan maaf Anis.
39
Sosok misterius.
40
Permintaan mama Dahlia.
41
Ungkapan hati Anis.
42
Mengajaknya bersama.
43
Meminta izin cuti.
44
Perjalanan kerja.
45
Tidak mungkin sampai jatuh hati padanya.
46
Restoran Favorit Ananda.
47
Penindasan??
48
Merasakan pusing tanpa sebab.
49
Mengandung.
50
Di Landa dilema.
51
Tanpa sadar menunjukkan sikap aneh.
52
Pengakuan di hadapan ibu.
53
kepergian Anis dan kemarahan Ansenio.
54
Kepergian Anis.
55
Merubah rencana.
56
Kedatangan di kampung halaman.
57
Saling merindu.
58
Membantu persalinan.
59
Kenyataan yang menyesakkan dada.
60
Tawaran dari pak kades.
61
Perasaan yang sama.
62
Pengakuan Anis di hadapan kedua orang tua Anis.
63
Seakan memberi pertanda.
64
Yakin akan perasaan sendiri.
65
Peresmian pabrik.
66
Merasakan mual dan pusing.
67
Menemukan dirimu.
68
Akhirnya bertemu.
69
Tinggal bersama.
70
Sakit perut.
71
keterkejutan suster Nana.
72
Calon mantu???
73
Sandiwara seorang Ansenio Wiratama.
74
Kepergok warga.
75
Panggilan baru.
76
Ungkapan hati sepasang kekasih halal.
77
Bisa masuk angin.
78
Kejadian buruk menimpa Anis.
79
Kehilangan sebagian ingatan.
80
Perasaan yang tak lagi sama.
81
Praduga Anis.
82
Ungkapan kebenaran.
83
Keputusan Anis.
84
Mengenang awal pernikahan.
85
Jatuh pingsan.
86
Membuat perhitungan pada Syela.
87
Permintaan maaf Syela.
88
Kesibukan sebagai orang tua.
89
ketahuan berdusta.
90
Vira Natasya.
91
Episode terakhir.
92
Promo Novel Pelampiasan Seorang CEO.
93
Promo Novel "Musuh Tapi Menikah."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!