Sylas Emberveil dengan serius "Raul, ada hal-hal yang terjadi di balik layar di kerajaan ini. Guild Emberveil Shadows telah lama mengamati dan menyelidiki kejadian-kejadian misterius yang terjadi di sini."
Raul mendengarkan dengan penuh perhatian, tahu bahwa Sylas tidak akan datang dengan tawaran semacam ini tanpa alasan yang kuat.
"Apa yang kau ingin dariku, Sylas?" tanya Raul dengan waspada
"Kita memiliki musuh yang sama, Raul. Ada kekuatan gelap yang merencanakan hal-hal yang tidak baik di benua ini. Kita memiliki kesempatan untuk menghentikannya, tetapi kita membutuhkan sumber daya dan keahlianmu," ucap Sylas Emberveil sambil berpikir sejenak.
Raul memikirkan tawaran itu dengan serius. Dia menyadari bahwa ini adalah kesempatan untuk membuat perbedaan yang besar, dan bekerja bersama dengan Guild Emberveil Shadows mungkin adalah langkah yang tepat.
"Baiklah, Sylas. Saya bersedia membantu," ucap Raul menyetujui.
Sylas mengangguk puas, seakan-akan telah menunggu jawaban tersebut.
"Kita akan bekerja sama untuk mengungkap rencana gelap yang sedang terjadi di kerajaan Bloodthorn. Bersiaplah, Raul. Perjalanan ini mungkin akan mengubah nasib kita semua," ucap Sylas Emberveil dengan penuh tekad.
Mereka saling berjabat tangan sebagai tanda persetujuan, memulai aliansi yang tak terduga di antara mereka. Bersama-sama, mereka akan menghadapi tantangan besar yang menanti mereka di depan.
"ada sesuatu yang tidak benar dengan Ratu Lysandra. Saya yakin bahwa dia sedang dimanipulasi oleh kekuatan gelap yang tidak kita ketahui," ucap Sylas Emberveil dengan penuh kehati-hatian.
Raul mendengarkan dengan serius. Ini adalah poin yang sangat penting, dan jika benar, maka situasi di kerajaan Bloodthorn bisa jauh lebih kompleks daripada yang mereka bayangkan.
"Kita harus mencari bukti yang lebih konkret. Jika Ratu benar-benar dalam bahaya, kita harus bergerak cepat," ucap Raul memikirkan dengan serius.
Sylas mengangguk, setuju dengan pendekatan tersebut. Mereka berdua menetapkan rencana untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang aktivitas Ratu Lysandra dan siapa-siapa yang mungkin memanipulasinya.
Kedua pria itu berpisah dengan tekad yang kuat untuk membongkar kebenaran yang tersembunyi di balik takhta Bloodthorn.
Karena waktu berjalan, mereka menyadari bahwa nasib benua ini mungkin bergantung pada apa yang akan mereka temukan.
Raul memasuki istana Bloodthorn dengan hati-hati, berusaha untuk tidak menarik terlalu banyak perhatian. Dia berjalan melewati koridor-koridor yang megah, mendengarkan percakapan di sekelilingnya sambil mencari tanda-tanda kecurigaan.
Saat dia melewati para pelayan yang sibuk dengan tugas mereka, dia mendengar desas-desus tentang aktivitas Ratu Lysandra.
"Katanya Ratu agak aneh belakangan ini. Dia sering menghabiskan waktu di ruangannya sendiri, dan kadang-kadang terdengar suara-suara aneh dari dalam," ucap Pelayan Istana dengan bisik-bisik.
Raul mempertimbangkan informasi itu dengan serius. Itu tampaknya menegaskan kecurigaan Sylas. Dia terus melangkah maju, mencari tahu di mana ruangan pribadi Ratu berada.
Setelah berputar-putar di istana, akhirnya dia menemukan pintu yang sepertinya mengarah ke ruangan pribadi Ratu. Dia menunggu sebentar, memastikan tidak ada yang melihatnya, sebelum perlahan membuka pintu itu.
"saya harus cepat dan hati-hati," ucap Raul dalam hati.
Saat dia memasuki ruangan itu, dia mulai mencari bukti-bukti atau petunjuk yang bisa membuktikan kecurigaannya. Dia memeriksa setiap sudut, mencari di bawah meja, dan mengintip di dalam laci.
Tiba-tiba, dia mendengar langkah-langkah mendekat. Seseorang sedang menuju ruangan itu.
"Mengapa pintu ini terbuka?" ucap Suara dari Luar penuh kebingungan.
Raul tersenyum kecil dalam hatinya. Mungkin dia akan mendapatkan jawaban atas kecurigaannya.
"Maaf, Saya tersesat di dalam istana ini. Saya mencari kamar tamu," jawab Raul sambil berpikir cepat.
Ratu Lysandra Bloodthorn memandang Raul dengan heran, tetapi dia tidak segera menyuruhnya pergi. Mungkin ada sesuatu yang menarik perhatiannya.
"Anda tampaknya berada di tempat yang salah, tetapi saya akan meminta seseorang untuk membimbing Anda," ucap Ratu Lysandra dengan ramah.
"Terima kasih, Yang Mulia," ucap Raul sambil membungkukkan badan.
Saat Ratu Lysandra pergi untuk memanggil bantuan, Raul dengan cepat mengambil keputusan. Dia menggunakan skillnya untuk menyembunyikan diri di sudut ruangan, hampir tak terlihat bagi mata yang tidak waspada.
Tidak lama kemudian, Ratu Lysandra kembali bersama seseorang yang Raul tidak mengenal orang itu. Orang itu adalah Lord Varon, dan dari percakapan mereka, Raul dapat dengan jelas mendengar betapa kuatnya pengaruh yang dimiliki oleh Lord Varon.
"Saya masih merasa bahwa ini bukan keputusan yang benar," ucap Ratu Lysandra dengan ragu-ragu.
"Anda harus memahami, Yang Mulia, bahwa ini adalah untuk kebaikan kerajaan dan rakyatnya. Kita harus melanjutkan rencana ini," jawab Lord Varon dengan suara tegas.
Raul mendengarkan dengan hati-hati, memahami bahwa Lord Varon adalah otak di balik semua ini. Dia menyadari bahwa Ratu Lysandra memang sedang dimanipulasi olehnya.
Setelah percakapan mereka selesai, Ratu Lysandra dan Lord Varon meninggalkan ruangan itu. Raul menunggu sejenak sebelum memastikan bahwa mereka benar-benar pergi.
"Aku harus memberitahu Sylas tentang ini secepat mungkin," ucap Raul dalam hati
Raul melangkah keluar dari persembunyiannya dan dengan cepat meninggalkan ruangan Ratu. Dia memutar rencananya untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi di balik takhta Bloodthorn.
Saat dia melangkah keluar dari istana, dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menghadapi Lord Varon dan menghentikan rencananya yang gelap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments