Raul melanjutkan langkahnya dengan hati teguh, menuju Dragonforge dengan tekad yang membara. Setiap langkahnya melalui hutan yang rimbun dan melintasi sungai yang deras membawanya semakin dekat dengan tujuannya.
Suara angin berdesir di antara pepohonan, menyusul langkah Raul yang mantap.
"Aku harus berhasil. Ini adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri kutukan ini," ucap Raul dalam hati.
Dia menemui berbagai tantangan di sepanjang perjalanan. Monster-monster liar menantangnya, namun dengan gerakan yang lincah dan serangan yang taktis, Raul mampu mengatasi mereka.
Gelap pun turun, mengakhiri hari panjang perjalanan.
"Setiap langkah membawa aku lebih dekat," ucap Raul sambil memandang langit.
Setiap malam, Raul beristirahat di bawah cahaya bintang, memikirkan tujuannya yang besar.
"Jadikan aku kuat, berikan aku keberanian," ucap Raul dalam doa sambil mendengarkan Suara gemericik air sungai mengisi udara.
Akhirnya, Dragonforge terlihat di cakrawala, menunjukkan bahwa akhir dari perjalanan ini semakin dekat.
"Inilah saatnya," ucap raul sambil menghela nafas.
Dia berdiri di depan mulut gua naga yang legendaris, hatinya berdebar kencang. Di dalam gua ini, dia akan menghadapi takdirnya.
Raul memasuki gua naga dengan hati yang penuh tekad. Di hadapannya terbentang lorong-lorong yang gelap, dipenuhi dengan gemuruh bergema dari aliran lava yang mengalir di dasar gua. Dinding-dinding gua dipenuhi dengan batuan merah mengkilap yang mengeluarkan panas yang kuat.
Dalam kegelapan, Raul melangkah perlahan, hatinya berdebar di dada.
"Inilah Dragonforge... tempat yang sangat berbahaya," ucap Raul sambil mengamati sekeliling.
Di tengah-tengah gua, terdapat air terjun lava yang memancarkan sinar merah menyala. Aliran lava yang memancar dari atas terjun membentuk sungai yang membelah gua, memancarkan cahaya oranye yang mengisi ruangan.
"Aku harus berhati-hati. Seekor naga api pasti tinggal di dalam gua ini," ucap Raul dalam hati.
Perjalanan Raul di dalam gua ini tidaklah mudah. Dia harus melompati aliran lava yang mengalir, menyeberangi jembatan-jembatan batu yang sempit, dan menghindari rintangan-rintangan alami yang ada di sepanjang jalan.
Setiap langkah yang diambilnya haruslah hati-hati, mengingat bahaya yang mengintai di sekitarnya.
"Aku harus terus maju. Tidak ada jalan kembali," ucap Raul sambil menghela nafas lega.
Raul menjelajahi gua naga, hati-hati memperhatikan setiap sudut gua. Namun, tidak hanya naga yang tinggal di dalam Dragonforge. Berbagai monster yang aneh dan mengerikan juga menghuni gua tersebut.
Pertama Lavaspine Drakes
Mereka adalah reptil bersayap yang hidup di sekitar aliran lava. Tubuh mereka dilapisi dengan sisik merah mengkilap, dan mereka memiliki tanduk tajam di kepala mereka. Serangannya cepat dan mematikan.
Kedua Magma Hounds
Makhluk-makhluk seperti anjing berbulu hitam yang berlari dengan cepat di antara aliran lava. Gigi mereka terlihat seperti batu bara yang menyala, dan mereka mengeluarkan nafas api.
Ketiga Obsidian Spiders
Laba-laba raksasa berwarna hitam pekat yang bersarang di celah-celah batu. Mereka mempunyai taring tajam dan bisa melemparkan jaring panas untuk menangkap mangsanya.
Keempat Emberwraiths
Entitas api yang mengambang di sekitar ruangan. Mereka tampak seperti roh yang terbuat dari api merah menyala, dengan mata yang menyala-nyala.
Kelima Inferno Trolls
Raksasa berkulit keras dengan kulit berwarna merah tua. Mereka membawa gada besar yang terbuat dari batu bara dan mampu menciptakan ledakan api.
Keenam Molten Serpents
Ular raksasa yang hidup di dalam aliran lava. Tubuh mereka dilapisi dengan bulu api yang membara, dan mereka bisa meluncur keluar dari dalam lava untuk menyerang.
Setiap langkah Raul di dalam gua adalah pertarungan melawan ancaman baru. Dia harus menggunakan semua keterampilan dan kekuatannya untuk mengatasi monster-monster ini dan mencapai tujuannya untuk bertemu dengan naga api.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments