Chapter 18: Kembalinya ke Benua Astraedia

Raul dan Elyra melayang di atas langit, mengarungi angin yang sejuk dan menikmati kebebasan yang tak terbatas. Setelah perjalanan yang memukau, Elyra perlahan-lahan menurunkan Raul di tengah hutan yang lebat.

"Inilah tempat yang tepat untuk memulai perjalananmu, Raul," ucap Elyra dengan senyuman hangat.

"Terima kasih, Elyra. Aku berutang padamu," ucap Raul dengan penuh terima kasih.

Raul mengamati sekitarnya, merasakan kehadiran alam yang hidup dan penuh energi. Dia merasa koneksi khusus dengan lingkungan sekitarnya, seolah-olah alam itu sendiri memberinya kekuatan tambahan.

"Kamu memiliki potensi yang luar biasa, Raul. Percayalah pada dirimu sendiri," ucap Elyra dengan penuh keyakinan.

Dengan sepasang sayap yang gagah, Elyra mengangkat diri ke udara lagi dan dengan lembut menghilang di cakrawala.

Raul memandang ke arah yang berbeda, mengukur setiap langkah yang akan dia ambil selanjutnya. Dengan Dragon Tongue dan kekuatan baru dari darah naga mengalir dalam dirinya, dia siap menghadapi apa pun yang menantinya di hutan ini dan di seluruh benua Astraedia. Dengan langkah mantap, dia memasuki rimbunnya hutan, siap menghadapi takdirnya.

Raul akhirnya tiba di kerajaan Bloodthorn, sebuah kerajaan yang dikenal dengan medan perangnya yang ganas dan keberaniannya dalam menghadapi ancaman luar.

Sesampainya di kerajaan Bloodthorn, Raul mencari penginapan yang nyaman untuk beristirahat. Setelah tiba di penginapan, dia melepas beban perjalanannya dan menikmati makanan lezat serta minuman yang menyegarkan.

Setelah makan malam, Raul memutuskan untuk keluar dan menjelajahi alun-alun kerajaan. Cahaya lampu-lampu jalan menyinari jalanan yang sibuk. Para pedagang menawarkan berbagai barang dagangan, dan para penduduk setempat berbicara dengan riang gembira.

Raul berjalan dengan hati-hati, menyerap suasana keramaian alun-alun. Dia melihat senyum di wajah anak-anak yang bermain di sekitar, dan mendengar tawa bahagia dari para pengunjung.

Saat dia melanjutkan penjelajahannya, dia memperhatikan sebuah panggung di tengah alun-alun. Seorang musisi memainkan lagu yang indah dengan penuh semangat, sementara orang-orang menari dengan riang.

Saat Raul mendengarkan musisi yang memainkan lagu indah, matanya teralihkan ke arah sebuah gang kecil di sampingnya. Dia melihat sosok bayangan hitam yang misterius, seakan-akan mengamati dari kegelapan. Namun, sebelum Raul bisa menangkap sepenuhnya, sosok itu tiba-tiba menghilang.

Hati Raul berdebar kencang. Dia merasa firasat sesuatu yang buruk akan terjadi di kerajaan Bloodthorn. Keahliannya sebagai seorang assassin memungkinkannya untuk mendeteksi kehadiran yang tidak biasa.

"Aku harus menyelidiki hal ini," ucap Raul dalam hati.

Raul memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang sosok misterius tersebut. Dia melangkah perlahan ke arah gang kecil di mana dia melihat bayangan itu. Dia memeriksa setiap sudut dan celah, mencari tanda-tanda keberadaan apa pun.

Namun, meskipun Raul mencari dengan tekun, dia tidak menemukan jejak apapun dari sosok misterius itu. Seperti hantu, sosok itu menghilang tanpa bekas.

"Sangat aneh. Tapi aku tidak akan lengah," ucap Raul dalam hati

Malam itu, Raul tetap waspada, siaga terhadap segala kemungkinan. Dia memutuskan untuk tetap berada di kerajaan Bloodthorn dan berusaha memahami apa yang mungkin terjadi di sekitarnya.

Raul memutuskan untuk menyelidiki kerajaan Bloodthorn dengan hati-hati, berusaha untuk tidak menarik terlalu banyak perhatian. Dia berjalan melalui jalan-jalan yang ramai, menyimak percakapan orang-orang, dan mencoba memahami dinamika sosial di kerajaan ini.

Dia mengunjungi pasar-pasar, berbaur dengan para pedagang, dan mendengarkan desas-desus dari para penduduk setempat. Dia mencatat setiap informasi yang mungkin menjadi petunjuk terhadap apa yang mungkin sedang terjadi di kerajaan ini.

Raul juga berusaha untuk tetap tidak mencolok. Dia menghindari pertemuan yang terlalu panjang, dan selalu berpura-pura menjadi seorang pengunjung biasa yang menikmati pesona kerajaan.

P "Selamat datang, tuan! Nikmatilah kunjungan Anda di sini," ucap enduduk Bloodthorn tanpa rasa curiga.

Raul mengucapkan terima kasih dengan sopan, sementara dalam hatinya ia terus berpikir tentang bayangan misterius yang dilihatnya sebelumnya. Dia tahu bahwa dia harus waspada, namun tidak boleh terlalu mencolok.

Malam demi malam, Raul melanjutkan penyelidikannya. Dia menjelajahi berbagai sudut kota, mencari tahu lebih banyak tentang kehidupan sehari-hari di Bloodthorn. Setiap informasi yang berhasil dia peroleh, ia catat dengan cermat.

Dalam kegelapan malam, Raul memikirkan apa yang telah dia pelajari. Dia menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak biasa terjadi di balik layar, dan ia merasa semakin mendekati kebenaran.

Raul bersiap untuk menghadapi tantangan yang lebih besar dalam misinya. Dia tahu bahwa waktu berjalan dan bahaya semakin mendekat. Dengan hati-hati, dia akan melanjutkan penyelidikannya, siap untuk mengungkap rahasia yang tersembunyi di kerajaan Bloodthorn.

Dalam kegelapan malam, ketika pikirannya terus berputar, Raul tiba-tiba melihat lagi bayangan hitam yang pernah dilihatnya di alun-alun. Dia memutuskan untuk mengikutinya dengan hati-hati, mengandalkan keterampilannya untuk tidak terdeteksi.

Raul mengeluarkan skillnya dengan penuh hati-hati, memastikan bahwa langkahnya terasa seperti angin yang lewat tanpa meninggalkan bekas. Dia mengikuti bayangan itu melalui jalan-jalan sempit dan gang-gang yang gelap, melewati penjuru-penjuru kota yang tak terjamah.

Akhirnya, bayangan itu berhenti di sebuah sudut gelap di dekat sebuah bangunan tua. Raul menatapnya dengan penuh kewaspadaan, siap untuk bertindak jika diperlukan.

Tiba-tiba, bayangan itu mulai berbicara. Suaranya menggema di antara tembok-tembok bangunan tua.

"Kau cukup terampil, Raul. Kau berhasil menemukan aku," ucap Sylas Emberveil dengan nada serius.

Raul terkejut. Dia mengenali suara itu, meskipun belum pernah bertemu langsung dengan pemimpin Guild Assassin Emberveil Shadows, Sylas Emberveil.

"Sylas Emberveil. Apa tujuanmu di sini?" ucap Raul dengan hati-hati.

"Ada banyak hal yang ingin kubicarakan denganmu, Raul. Masuklah," ucap Sylas Emberveil dengan senyum misterius.

Raul memasuki bangunan tua itu dengan penuh kewaspadaan. Dia tahu bahwa pertemuan ini akan membuka babak baru dalam misinya. Di dalam, mereka duduk di dalam kegelapan, memulai pembicaraan yang akan membawa konsekuensi besar bagi Raul dan dunia yang mereka tinggali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!