Chapter 16: Pertemuan dengan Naga yang Sombong

Gelap dan menakutkan, gua itu penuh dengan bahaya.

Raul menyelidiki setiap sudut gua "Aku harus tetap waspada."

Raul berhadapan dengan Lavaspine Drakes, merekalah pertama-tama yang menyerang. Mereka terbang dengan cepat, serangannya tajam dan cepat. Raul menghindari serangan mereka dan membalas dengan serangan pedang yang terampil.

Mereka terjatuh satu per satu, memancarkan suara lengkingan terakhir.

"Pertempuran belum selesai," ucap Raul menghela nafas berat.

Kemudian datanglah Magma Hounds, muncul dari dalam aliran lava. Gigi mereka menyala, mengancam dengan api mematikan.

"Jangan biarkan mereka mendekat!" ucap Raul sambil memperlebar jarak.

Raul berjuang melawan setiap monster dengan keberanian dan ketangkasan.

Obsidian Spiders, Emberwraiths, Inferno Trolls, dan Molten Serpents, semuanya menjadi tantangan yang harus diatasi.

Pedangnya bergerak dengan kecepatan kilat, memotong dan menyerang dengan presisi.

"Aku tidak boleh menyerah!" ucap Raul dengan tekad yang kuat.

Setiap kemenangan membawa Raul lebih dekat pada tujuannya, namun setiap pertarungan membawa tantangan baru. Dia harus tetap waspada dan mengandalkan keterampilan dan kekuatannya untuk terus maju di dalam gua yang mematikan ini.

Raul terus maju melalui gua yang penuh bahaya. Setiap sudut gua membawa tantangan baru, dan setiap monster adalah ujian bagi keterampilan dan keberaniannya.

"Aku harus terus maju... aku tidak boleh menyerah," ucap Raul dalam hati.

Dia menemukan dirinya di depan aliran lava yang deras. Untuk melanjutkan, dia harus melompat dari batu ke batu dengan presisi yang sempurna. Setiap langkah adalah pilihan antara hidup dan mati.

Langkah Raul begitu mantap, seolah dia tahu gua ini seperti telapak tangannya sendiri.

Akhirnya, Raul tiba di sebuah ruangan yang luas, di tengahnya terdapat tumpukan harta karun yang berserakan. Di atas tumpukan harta itu, tidurlah seekor naga api raksasa.

"Inilah dia..," ucap Raul dalam hati.

Naga itu mengangkat kepalanya, matanya terbuka lebar. Nafasnya seperti hembusan angin panas yang menyala.

"Siapa yang berani memasuki tanahku?" ucap Naga dengan nda sombong

"Aku adalah Raul, seorang prajurit yang mencari bantuanmu," ucap Raul sambil memberi hormat.

"Apa yang membawamu ke sini, Raul?" tanya Naga sambil menatap tajam.

"Aku membutuhkan darahmu untuk mengakhiri kutukan yang membebani diriku," jawab Raul dengan penuh tekad.

Naga itu tertawa dengan sombong, mengibaskan ekornya dengan angkuh.

"Kau ingin mendapatkan darahku? Menganggap dirimu layak? Kamu, manusia lemah?" tanya Naga dengan nada merendahkan

"Ya, aku siap untuk menghadapi ujianmu," jawab Raul tanpa ragu.

"Bagus sekali. Aku akan menguji sejauh mana keberanianmu manusia," ucap Naga dengan sombong.

Dengan itu, Raul dan naga yang sombong bersiap untuk menghadapi ujian yang akan menguji keberanian dan kekuatan Raul. Ini adalah saat kebenaran dan takdir bersatu dalam satu pertarungan epik yang dipenuhi dengan sombong dan ketegangan.

Raul berdiri tegak di hadapan naga yang sombong, siap untuk menghadapi ujian yang akan menentukan nasibnya. Naga itu terbangun sepenuhnya, mengisi ruangan dengan kehadirannya yang megah.

"Jika kau menginginkan darahku, kau harus membuktikan bahwa kau pantas," ucap Naga sambil menatap remeh.

Naga itu menghembuskan napas panas, menciptakan gulungan asap api yang memenuhi udara. Raul berdiri dengan mantap, menatap naga itu tanpa gentar.

"Aku tidak akan mundur dari ujian ini," ucap Raul dengan penuh tekad.

Ujian dimulai. Naga itu meluncur maju, memancarkan nafas api yang mengarah pada Raul. Raul melompat ke samping dengan lincah, menghindari nyala api yang mematikan. Dia merespons dengan serangan balik, melayangkan pedangnya dengan kecepatan menakjubkan.

"Kau lebih lincah daripada yang kubayangkan," ucap naga sambil terkejut.

Pertarungan berlanjut, dengan Raul dan naga saling menguji kemampuan satu sama lain. Naga itu menggunakan kekuatannya yang luar biasa dan serangan api yang mematikan, sementara Raul mengandalkan kecepatan dan ketangkasannya.

"Aku harus menemukan kesempatan untuk menyerang," ucap Raul sambil mengamati dengan seksama.

Setelah pertarungan yang panjang dan sengit, Raul menemukan celah dalam pertahanan naga. Dengan serangan yang tiba-tiba dan presisi yang mematikan, dia berhasil melukai naga.

"Kau... kau lebih dari yang kubayangkan," ucap Naga sambil tercengang.

Meskipun terluka, naga itu tidak mengakui kekalahannya. Sebaliknya, dia tersenyum dengan penuh tantangan.

"Kau telah membuktikan keberanianmu, Raul. Namun, ujian ini belum berakhir," ucap Naga tidak mau mengakui kekalahan.

Naga itu memberikan ujian baru untuk Raul, sebuah tantangan yang akan menguji kekuatannya hingga batasnya. Raul bersiap untuk menghadapi ujian tersebut, dengan tekad yang kuat untuk mengakhiri kutukannya.

Raul, dengan hati yang penuh tekad, menatap naga yang sombong di depannya. Naga itu tersenyum dengan penuh tantangan, siap untuk memberikan ujian berikutnya.

"Kau telah menunjukkan keberanianmu, namun ini belum cukup. Sekarang, kau akan menghadapi ujian kekuatan," ucap Naga dengan nada menantang.

Dengan itu, naga itu memancarkan kekuatannya. Aliran api memenuhi ruangan, menciptakan medan perang yang penuh bahaya.

"Aku harus bertahan," ucap Raul sambil memusatkan perhatiannya

Naga melepaskan serangan-serangan mematikan, menciptakan gelombang api yang melahap segalanya di sekitarnya. Raul bergerak dengan cepat, menghindari dengan gesit, dan menahan serangan-serangan yang mengancam.

"Kau cukup lihai, manusia," ucap Naga sambil tersenyum.

Namun, naga itu tetap tak mau mengakui kekalahan. Saat pertempuran berlanjut, Raul tiba-tiba merasakan sakit luar biasa merasuki tubuhnya, sebagai akibat dari kutukan yang membebani dirinya.

"Arrgh! Kutukan ini..," ucap Raul sambil menahan rasa sakit.

Dia berjuang untuk bertahan, hatinya dipenuhi dengan rasa sakit yang tak tertahankan.

"Apa yang terjadi padamu, manusia?" tanya Naga dengan penuh perhatian.

Raul berjuang mati-matian, mempertahankan dirinya sendiri dalam ketidaknyamanan yang tak terperi. Namun, rasa sakit itu semakin menjadi-jadi, menghambat kemampuannya untuk bertahan.

"Aku tidak boleh menyerah... aku harus terus maju..," ucap Raul dengan penuh tekad.

Dengan tekad yang kuat, Raul mencoba untuk mengatasi rasa sakit dan memusatkan perhatiannya kembali pada pertempuran. Tapi pertanyaan besar menghantui dirinya Apakah dia akan mampu melanjutkannya?

Raul, wajahnya pucat dan berkeringat dingin, berusaha mempertahankan diri dalam medan pertempuran yang penuh bahaya. Rasa sakit dari kutukan yang membebani dirinya semakin menjadi-jadi.

"Apa yang terjadi padamu, manusia?" tamya Naga dengan penuh perhatian.

Namun, Raul menolak untuk menyerah. Dengan tekad yang kuat, dia memusatkan perhatiannya kembali pada pertempuran. Meskipun tubuhnya bergetar dan lemah, dia tidak akan menyerah begitu saja.

Naga itu memandang dengan perhatian campur heran. Dia melihat kegigihan dan tekad yang menyala-nyala dalam mata Raul.

"Manusia ini sungguh tak kenal lelah..," ucap Naga dalam hati

Namun, tiba-tiba, sebelum naga sempat memberikan darahnya, tubuh Raul memberontak. Dia merasakan kekuatan kutukan itu mengganas dengan ganasnya, menghantam dirinya dengan kekuatan yang tak terbayangkan.

Raul tidak dapat lagi menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Dengan kekuatan terakhir, dia pingsan di tengah medan pertempuran yang membara.

"Manusia!" ucap Naga dengan panik

Naga itu melihat dengan ngeri, tidak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap kegigihan Raul. Namun, saat ini, prioritasnya adalah menyelamatkan nyawa manusia itu.

Dengan kecepatan kilat, naga itu membungkus Raul dengan sayap besarnya, melindunginya dari bahaya sekitarnya. Kemudian, dengan hati-hati, dia membawa Raul keluar dari gua menuju ke dunia luar.

Ketika naga itu membawa tubuh Raul ke luar, dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan membantu manusia ini mengakhiri kutukannya. Mereka adalah sekutu dalam nasib mereka yang terpaut erat.

Terpopuler

Comments

Richie

Richie

nah itu baru bener

2023-09-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!