Dengan Tongkat Abadi di tangannya, Lord Aldric tampak lebih kuat dan mematikan dari sebelumnya. Cahaya berkilauan yang memancar dari tongkatnya mengancam untuk menghancurkan segala sesuatu yang ada di depannya. Pasukan Raul dan Queen Elara Moonshadow bersiap untuk menghadapi kekuatan magis terkuat yang mereka pernah lihat.
Raul dan Queen Elara Moonshadow merasa tekanan yang luar biasa untuk menghentikan Lord Aldric sebelum dia sempat menggunakan kekuatan senjatanya. Mereka bekerja sama dengan sangat baik, menggabungkan kemampuan fisik dan sihir mereka untuk menyerang dan melindungi satu sama lain.
"Kita harus mengganggu konsentrasinya! Queen Elara, buatlah gangguan magis!" ucap Raul dengan waspada.
Queen Elara Moonshadow mengangguk dan dengan cepat merapalkan mantra baru.
"Angin yang bertiup, gelora yang mengamuk, putarlah arah mantra ke dalam dirinya, hadanglah cahaya kegelapannya!" ucap Queen Elara merapal mantra.
Mantra tersebut menghasilkan gelombang angin magis yang kuat, mencoba mengacaukan konsentrasi Lord Aldric saat dia bersiap untuk melepaskan serangan menggunakan Tongkat Abadi. Raul dan rekan-rekannya juga meluncurkan serangan fisik yang terarah dengan cermat.
Pertempuran mencapai titik ******* saat pasukan gabungan Raul dan Queen Elara Moonshadow berjuang dengan putus asa melawan kekuatan magis Lord Aldric. Cahaya dan energi yang melonjak-lonjak di sekitar Tongkat Abadi menciptakan pemandangan yang menakutkan.
Namun, kekuatan persatuan mereka membuktikan kuat. Dengan tekad yang kuat dan kerja sama yang erat, mereka berhasil membuat Lord Aldric terguncang, membuatnya kehilangan kendali atas kekuatan Tongkat Abadi.
"Kalian tidak akan berhasil! Aku akan menghancurkan kalian semua!" ucap Lord Aldric dengan Panic.
Pertempuran sengit dan epik ini akan menentukan hasil akhirnya, dan takdir benua Astraedia bergantung pada hasilnya.
Dalam pusaran pertempuran yang sengit, pasukan Raul dan Queen Elara Moonshadow terus berjuang dengan tekad yang tak tergoyahkan. Mereka berupaya dengan segala cara untuk mengganggu konsentrasi Lord Aldric, yang berusaha keras untuk memanfaatkan kekuatan Tongkat Abadi.
Cahaya berkilauan yang berasal dari tongkat tersebut semakin intens, menciptakan radiasi magis yang membahayakan semua yang ada di sekitarnya. Raul, Queen Elara Moonshadow, dan rekan-rekan mereka melawan dengan gigih, menghindari serangan-serangan magis yang meluncur dari tongkat itu.
Ketika pertempuran mencapai puncaknya, Raul mendekati Lord Aldric dengan cepat, menggunakan semua kemampuannya sebagai seorang assassin. Dengan satu gerakan yang cepat dan presisi, dia mencoba merebut Tongkat Abadi dari tangan Lord Aldric.
Namun, Lord Aldric bukan lawan yang mudah dikalahkan. Dia mengeluarkan mantra baru dengan suara yang penuh kemarahan, mencoba mempertahankan kendali atas tongkatnya
"Kekuatan yang tidak terkendali, kehancuran yang meluas, aku perintahkan, seraplah segala energimu dan hancurkan musuh-musuhku!" ucap Lord Aldric merapal mantra.
Serangan magis yang luar biasa melanda pasukan Raul dan Queen Elara Moonshadow, menghancurkan tanah di sekitarnya dan mengirimkan mereka terjatuh. Namun, Queen Elara Moonshadow tidak menyerah. Dengan tekad yang kuat, dia kembali mengeluarkan mantra perlindungan
"Cahaya yang memimpin, perisai abadi, lindungi kami dari kekuatan yang jahat, jagalah kita dari kegelapan yang mengancam!" ucap Queen Elara merapal mantra.
Mantra tersebut menghasilkan perisai magis yang kuat, melindungi pasukan mereka dari serangan magis Lord Aldric. Raul kembali bangkit dan melanjutkan serangannya, kali ini dengan lebih banyak tekad.
Dengan usaha bersama yang kuat, Raul dan Queen Elara Moonshadow akhirnya berhasil merebut Tongkat Abadi dari tangan Lord Aldric. Lord Aldric terjatuh ke tanah, kekuatannya yang mengerikan akhirnya terpecah.
"Ini berakhir, Lord Aldric. Kekuatan ini tidak boleh jatuh ke tanganmu." ucap Raul sambil menghela nafas.
Dengan Tongkat Abadi yang mereka rebut dari tangan Lord Aldric, Raul merasa kekuatan magis yang dahsyat mengalir melalui dirinya. Dia tahu bahwa dia harus mengambil tindakan untuk menghentikan Lord Aldric dan mengakhiri ancaman yang telah lama berlangsung.
Dengan tekad yang kuat, Raul mendekati Lord Aldric yang terjatuh. Dia mengangkat Tongkat Abadi dan mengucapkan mantra dengan suara yang tenang dan tegas.
"Kekuatan yang kita pegang, kami akan menggunakanmu untuk mengakhiri kejahatan ini. Lord Aldric, kamu harus dihukum atas dosa-dosamu," ucap Raul sambil mengangkat Tongkat Abadi.
Cahaya yang memancar dari Tongkat Abadi mengelilingi Lord Aldric, membuatnya terjebak dalam kekuatan magis yang tak terelakkan. Dia merasa kekuatannya terhenti, dan dia tidak bisa lagi menggunakan sihir atau mantra.
"Kalian... tidak akan... berhasil...," ucap Lord Aldric terkena serangan.
Raul dan Queen Elara Moonshadow melihat ke dalam mata Lord Aldric yang penuh keputusasaan. Mereka tahu bahwa tindakan mereka adalah tindakan yang diperlukan untuk melindungi benua Astraedia dari ancaman yang telah lama berlangsung.
Setelah menangkap Lord Aldric, mereka mengirimnya ke pengasingan, jauh dari Pohon Kehidupan dan kemampuan magisnya yang berbahaya. Dengan demikian, ancaman Lord Aldric terhadap dunia pun berakhir.
Pohon Kehidupan di Hutan Sylvandria pulih dan menyembuhkan kerusakan yang telah terjadi akibat ambisi Lord Aldric. Benua Astraedia dapat kembali hidup dalam damai dan kesejahteraan.
Pertempuran panjang dan sulit ini akhirnya berakhir, dan Raul, Queen Elara Moonshadow, dan pasukan mereka telah berhasil menjaga keseimbangan kebaikan di benua mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments