Halaman rumah zervano sangatlah luas,dan banyak ditanami oleh bunga bunga dan pohon pohon yang akan terlihat jelas jika sedang musim semi ataupun musim panas.
Namun sekarang, halaman itu terlihat seperti hamparan karpet panjang yang berwarna putih akibat salju yang turun sejak kemarin.
Sesampainya di halaman, Freya segera mengajari Adam cara membuat boneka salju untuk menghiasi halaman rumah mereka.
Dalam bimbingan Freya,ia melihat jika anak laki laki itu tampak serius memperhatikan arahannya tentang bagaimana cara membuat boneka salju yang kemudian Adam praktekan dan membuatnya seketika tertawa ketika anak itu berhasil dalam membuat boneka salju tersebut.
Dengan kerjasama yang baik diantara Freya dan Adam, mereka pun akhirnya berhasil membuat boneka salju yang dibuat dan di tata dengan rapi di halaman rumah.
Setelah berlama lama kemudian, Freya pun segera mengajak Adam kembali masuk ke dalam rumah mengingat hujan salju turun semakin lebat.
Adam pun patuh pada perintah dan segera masuk ke dalam rumah.
Malam itu Freya masih belum menjumpai Kepulangan zervano ketika ia tidak melihat kedatangannya pada saat makan malam.
Sepanjang waktu makan malam pun Freya habiskan untuk memberikan perhatian penuh kepada Adam.
Setelah menidurkan Adam di dalam kamarnya, Freya kembali turun ke lantai bawah untuk menanti kepulangan zervano yang sudah pukul sebelas malam masih belum pulang juga.
Hal itu tentu saja membuat perasaan Freya menjadi sangat cemas,ia takut terjadi sesuatu kepada zervano.
Freya lupa jika dirinya masih belum memiliki nomor telepon laki laki itu untuk bisa ia hubungi, mengingat hal itu Freya pun akan meminta kepadanya untuk memberitahu akan nomor telepon nya.
Waktu demi waktu pun terus berlalu namun zervano masih belum pulang juga, hingga hal itu membuat Freya tanpa sadar jatuh tertidur pulas di atas kursi sofa ruang tamu saat dirinya tengah menunggu kepulangan zervano.
Pukul dua dini hari zervano pun akhirnya pulang ke rumah,dan dirinya dibuat cengang oleh Freya yang tertidur pulas di sofa ruang tamu.
Melihat itu,zervano pun segera meletakkan tas kerjanya ke kursi dan ia pun segera mendekati Freya.
Wajah Freya benar benar sangat cantik dan tenang saat tidur dan itu membuat zervano menjadi diam diam tersenyum saat ia mengamati wajah Freya.
Dalam hatinya zervano ingin menjaga kerabat satu satunya dari mendiang istrinya,ia ingin melindungi dan menjaga Freya selama sisa hidupnya.
Tapi mungkinkah hal itu bisa terjadi? mengingat Freya sangat menjaga jarak kedekatan dengannya.Zervano tahu pasti akan terasa canggung bagi gadis itu untuk berhubungan dekat dengan laki laki yang sudah menjadi suami dari adiknya.
Tapi perasaan tetaplah perasaan, zervano akan berusaha untuk merebut cinta Freya.Ia akan membuktikan kepada gadis itu bahwa ia adalah laki laki yang tepat untuk gadis itu cintai.
"Freya" panggil zervano sembari membangunkan Freya
Meskipun matanya masih dilanda rasa kantuk yang amat sangat, Freya terbangun setelah mendengar suara zervano,dan ia merasa bersyukur karena laki laki itu sudah pulang ke rumah dengan selamat.
"Tuan zervano? syukurlah anda sudah pulang." ucap Freya
"Tidurlah di kamarmu Freya,aku tidak mau melihat mu sakit karena tidur di sofa." ucap zervano sembari mengambil tas kerjanya.
"Aku tidak sengaja tidur di sofa saat menunggu kepulanganmu dari kantor.Sudah jam berapa ini tuan zervano?anda pulang sangat terlambat hari ini." protes Freya karena peduli.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments