Chapter 11 - Kesulitan

Gusti terpaksa mengambil uang tabungan beasiswanya. Seluruh uang bulanan dari sang ayah sudah teraup habis karena ulah copet.

Segalanya menjadi semakin sulit bagi Gusti saat mendengar bahwa kedua orang tuanya di kampung sedang kesulitan. Apalagi sekarang sedang musim kemarau. Perkebunan dan pertanian di kampung sedang mengalami peceklik.

Gusti akhirnya memutuskan untuk bekerja paruh waktu sambil kuliah. Dia menjadi pelayan di salah satu cafe milik Elang.

Meskipun begitu, kesulitan yang dialami Gusti juga memberikan hal positif. Salah satunya adalah, dia bisa lebih dekat dengan Widy. Kini dia, Widy, dan Elang sudah menjadi sahabat yang tak terpisahkan.

Kini Gusti sedang sibuk bekerja. Dia membawakan minuman ke meja pelanggan.

"Udah punya pacar, Dek?" tanya pelanggan wanita. Mencoba menggoda. Namun Gusti hanya membalas dengan senyuman.

"Kalau belum punya, Tante mau dong!" pelanggan itu lanjut menggoda dan tertawa bersama teman-temannya.

Gusti sekali lagi tersenyum saja. Memang sejak pertama bekerja, dirinya sering mendapat godaan dari para kaum hawa. Tidak hanya untuk yang muda, bahkan para tante-tante sekali pun.

Dari kejauhan, Elang mengamati Gusti. Ia mengembangkan senyuman tipis. Atensinya segera teralih pada sosok Widy yang baru datang. Cewek itu tampak menyapa Elang dan Gusti secara bergantian.

Widy duduk ke salah satu meja kosong. Gusti lantas segera menghampiri.

"Karena kau sering datang, aku sarankan ambil pesanannya sendiri saja," canda Gusti.

"Apa kau mau mati?" tanggap Widy.

Tak lama kemudian Elang bergabung. Dia duduk ke sebelah Widy. "Bukankah pelanggan ini terlalu sering datang, Gus?" ucapnya yang ikut bercanda.

"Aku tadi sudah bilang padanya untuk mengambil pesanan sendiri," sahut Gusti.

"Dasar kalian!" Widy menjewer kuping Gusti dan Elang secara bergantian. Lalu tergelak bersama dua sahabatnya itu.

Gusti segera duduk bergabung bersama Elang dan Widy. Mereka mengobrol akrab seperti biasa.

"Oh iya, El. Kau sudah lihat tas keluaran terbaru gucci nggak? Aku lihat harganya bisa di diskon kalau beli dua," cetus Widy.

"Iya! Aku lihat di internet. Menurutku desainnya biasa saja," tanggap Elang.

"Ayolah, El! Beli dong! Demi aku ya," mohon Widy.

Saat itulah Gusti tak bisa masuk ke pembicaraan sama sekali. Mengingat dia bukanlah orang yang mampu membeli barang bermerek. Terkadang Gusti merasa tersisihkan dari kedua temannya hanya karena masalah ekonomi.

Satu semester berlalu. Keadaan uang Gusti kian menipis. Dia juga tidak tega terus-terusan minta kirimi uang oleh orang tuanya. Apalagi saat Gusti mengetahui dari adiknya bahwa kedua orang tuanya harus menjual tanah demi mencukupi kebutuhan kuliah.

Gusti memang mahasiswa yang menerima beasiswa. Dia tak perlu ambil pusing untuk membayar uang semester. Namun seluruh uang beasiswanya harus terpakai demi memenuhi kebutuhan belajar. Termasuk membeli buku yang terbilang mahal.

Pikiran Gusti tambah runyam saat juga harus membayar bulanan kostan. Jujur saja, dia akan di usir dari kostan jika tidak membayar sebelum tanggal 10.

Gusti sudah sering berhutang pada Aman dan Elang. Dia merasa malu jika harus meminta tolong pada dua temannya itu lagi.

Sekarang Gusti duduk di sebuah gazebo depan kampus. Sejak tadi dia memandangi pesan dari ibu kostan yang mendesaknya untuk membayar. Mengingat sekarang sudah tanggal 10.

"Di sini ternyata. Aku cariin kamu loh." Widy datang. Ia duduk ke sebelah Gusti.

"Eh, Wid!" Gusti memaksakan diri tersenyum.

"Kau baik-baik saja? Mukanya kusut banget," Widy melirik ke layar ponsel Gusti. Dia bisa membaca pesan dari ibu kostan.

"Iya, aku baik-baik saja," jawab Gusti.

"Apa kau kesulitan bayar uang kostan?" tebak Widy.

Mata Gusti membulat. "Bagaimana kau tahu?"

"Tuh! Bisa dibaca dengan jelas kok!" Widy menunjuk ke layar ponsel Gusti yang terpampang nyata.

Buru-buru Gusti menyimpan ponsel ke saku celana. Dia tersenyum kecut.

Widy tampak mengambil uang dari dompetnya. Dia menyerahkan beberapa lembar uang kepada Gusti. "Nih! Mungkin aku bisa bantu," ujarnya sambil menyodorkan uang.

"Nggak perlu, Wid. Aku masih punya uang simpanan kok." Gusti menolak. Tentu memalukan jika dia meminjam uang dari Widy. Terlebih dia menyukai gadis itu.

"Ayolah! Aku nggak mau kau berhenti kuliah karena itu," bujuk Widy.

"Nggak usah, Wid! Aku beneran punya simpanan. Aku mohon masukkan saja uangmu ke dompet ya." Gusti tetap menolak.

Widy agak kecewa. Tetapi dia tidak bisa memaksa dan harus menyimpan uangnya kembali ke dompet.

Bertepatan dengan itu, Elang sejak tadi mengamati dari kejauhan. Sebagai teman, dia tentu tahu betul dengan frustasinya Gusti.

Di waktu yang tepat, Elang mengajak Gusti bicara empat mata.

"Kenapa, El? Serius amat," tukas Gusti.

"Iya! Ini emang serius banget. Aku mau kasih tahu kau tentang rahasiaku. Terutama alasan kenapa aku bisa punya uang yang banyak!" ungkap Elang.

Terpopuler

Comments

Santi Rizal

Santi Rizal

si elang simpanan Tante" kayanya

2025-01-20

0

Soraya

Soraya

hadiah pertama thor dari q

2025-01-28

0

Doni Gunawan

Doni Gunawan

lanjutkan lagi

2024-12-18

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Pamit Dari Kampung
2 Chapter 2 - Mbak-Mbak Seksi
3 Chapter 3 - Ospek
4 Chapter 4 - Gadis Bernama Widy
5 Chapter 5 - Gosip Tentang Ana
6 Chapter 6 - Siluman
7 Chapter 7 - Mobil Elang
8 Chapter 8 - Kembali Ke Kost-Kostan
9 Chapter 9 - Kehilangan Dompet
10 Chapter 10 - Cewek Nggak Benar
11 Chapter 11 - Kesulitan
12 Chapter 12 - Rahasia Elang
13 Chapter 13 - Rahasia Elang Lainnya
14 Chapter 14 - Semakin Terpuruk
15 Chapter 15 - Tawaran Rilly
16 Chapter 16 - Mulai Berubah
17 Chapter 17 - Pertama Kali
18 Chapter 18 - Lima Puluh Juta
19 Chapter 19 - Semakin Tampan
20 Chapter 20 - Gusti Yang Semakin Mempesona
21 Chapter 21 - Tentang Keperawanan
22 Chapter 22 - Kehidupan Pribadi Elang
23 Chapter 23 - Dimulainya Petualangan Gusti
24 Chapter 24 - Cerita Ziva
25 Chapter 25 - Klub Malam
26 Chapter 26 - Putus
27 Chapter 27 - Niat Elang
28 Chapter 28 - Dilecehkan Perempuan
29 Chapter 29 - Main Di Samping Teman
30 Chapter 30 - Salah Paham
31 Chapter 31 - Kesalahpahaman Berlanjut
32 Chapter 32 - Pelajaran Dari Rilly [1]
33 Chapter 33 - Pelajaran Dari Rilly [2]
34 Chapter 34 - Pekerjaan Bayangan
35 Chapter 35 - Tergoda Teman Sendiri
36 Chapter 36 - Tak Sengaja Mengintip
37 Chapter 37 - Wanita Muda Bernama Alena
38 Chapter 38 - Ternyata Anak SMA
39 Chapter 39 - Kedatangan Mawar
40 Chapter 40 - Saran Gusti
41 Chapter 41 - Mawar Si Gadis Kampung
42 Chapter 42 - Tawaran 300 Juta
43 Chapter 43 - Menemani Mawar
44 Chapter 44 - Burung Jalak
45 Chapter 45 - Luna Sebenarnya
46 Chapter 46 - Menyusul Gusti
47 Chapter 47 - Diselamatkan Elang
48 Chapter 48 - Bertengkar
49 Chapter 49 - 2 Plus 1
50 Chapter 50 - Cemburu?
51 Chapter 51 - Ungkapan Elang
52 Chapter 52 - Kabur Bersama
53 Chapter 53 - Masih Melarikan Diri
54 Chapter 54 - Tiga Sahabat
55 Chapter 55 - Noda Lipstik
56 Chapter 56 - Masa Lalu Yang Tak Ingin Di Ingat
57 Chapter 57 - Kedatangan Alena
58 Chapter 58 - Berbohong Pada Mawar
59 Chapter 59 - Jajan Alena
60 Chapter 60 - Memergoki
61 Chapter 61 - Alena Lagi
62 Chapter 62 - Kenyataan Tentang Gusti
63 Chapter 63 - Tiga Pria Mabuk
64 Chapter 64 - Kebetulan
65 Chapter 65 - Pernyataan Mawar
66 Chapter 66 - Bisnis Rahasia Elang
67 Chapter 67 - Memberitahu Mawar
68 Chapter 68 - Mawar Ingin Juga
69 Chapter 69 - Tugas Berat Elang
70 Chapter 70 - Pembobolan
71 Chapter 71 - Setuju
72 Chapter 72 - Pesta Besar
73 Chapter 73 - Tawaran Menggiurkan
74 Chapter 74 - Efeknya [1]
75 Chapter 75 - Efeknya [2]
76 Chapter 76 - Bersikap Biasa Saja
77 Chapter 77 - Kelelahan
78 Chapter 78 - Tak Ada Yang Berubah
79 Chapter 79 - Memastikan
80 Chapter 80 - Terbukti
81 Chapter 81- Masalah Baru
82 Chapter 82 - Langsung Di Madu?
83 Chapter 83 - Tanggung Jawab Gusti
84 Chapter 84 - Tertangkap
85 Chapter 85 - Pulang Kampung
86 Chapter 86 - Menanggung Resiko
87 Chapter 87 - Beristri Dua
88 Chapter 88 - Malam Pertama [End]
89 NOVEL ELANG! [Berondong Plus-Plus]
90 NOVEL HAREM BARU [Adiknya Rilly]
91 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Chapter 1 - Pamit Dari Kampung
2
Chapter 2 - Mbak-Mbak Seksi
3
Chapter 3 - Ospek
4
Chapter 4 - Gadis Bernama Widy
5
Chapter 5 - Gosip Tentang Ana
6
Chapter 6 - Siluman
7
Chapter 7 - Mobil Elang
8
Chapter 8 - Kembali Ke Kost-Kostan
9
Chapter 9 - Kehilangan Dompet
10
Chapter 10 - Cewek Nggak Benar
11
Chapter 11 - Kesulitan
12
Chapter 12 - Rahasia Elang
13
Chapter 13 - Rahasia Elang Lainnya
14
Chapter 14 - Semakin Terpuruk
15
Chapter 15 - Tawaran Rilly
16
Chapter 16 - Mulai Berubah
17
Chapter 17 - Pertama Kali
18
Chapter 18 - Lima Puluh Juta
19
Chapter 19 - Semakin Tampan
20
Chapter 20 - Gusti Yang Semakin Mempesona
21
Chapter 21 - Tentang Keperawanan
22
Chapter 22 - Kehidupan Pribadi Elang
23
Chapter 23 - Dimulainya Petualangan Gusti
24
Chapter 24 - Cerita Ziva
25
Chapter 25 - Klub Malam
26
Chapter 26 - Putus
27
Chapter 27 - Niat Elang
28
Chapter 28 - Dilecehkan Perempuan
29
Chapter 29 - Main Di Samping Teman
30
Chapter 30 - Salah Paham
31
Chapter 31 - Kesalahpahaman Berlanjut
32
Chapter 32 - Pelajaran Dari Rilly [1]
33
Chapter 33 - Pelajaran Dari Rilly [2]
34
Chapter 34 - Pekerjaan Bayangan
35
Chapter 35 - Tergoda Teman Sendiri
36
Chapter 36 - Tak Sengaja Mengintip
37
Chapter 37 - Wanita Muda Bernama Alena
38
Chapter 38 - Ternyata Anak SMA
39
Chapter 39 - Kedatangan Mawar
40
Chapter 40 - Saran Gusti
41
Chapter 41 - Mawar Si Gadis Kampung
42
Chapter 42 - Tawaran 300 Juta
43
Chapter 43 - Menemani Mawar
44
Chapter 44 - Burung Jalak
45
Chapter 45 - Luna Sebenarnya
46
Chapter 46 - Menyusul Gusti
47
Chapter 47 - Diselamatkan Elang
48
Chapter 48 - Bertengkar
49
Chapter 49 - 2 Plus 1
50
Chapter 50 - Cemburu?
51
Chapter 51 - Ungkapan Elang
52
Chapter 52 - Kabur Bersama
53
Chapter 53 - Masih Melarikan Diri
54
Chapter 54 - Tiga Sahabat
55
Chapter 55 - Noda Lipstik
56
Chapter 56 - Masa Lalu Yang Tak Ingin Di Ingat
57
Chapter 57 - Kedatangan Alena
58
Chapter 58 - Berbohong Pada Mawar
59
Chapter 59 - Jajan Alena
60
Chapter 60 - Memergoki
61
Chapter 61 - Alena Lagi
62
Chapter 62 - Kenyataan Tentang Gusti
63
Chapter 63 - Tiga Pria Mabuk
64
Chapter 64 - Kebetulan
65
Chapter 65 - Pernyataan Mawar
66
Chapter 66 - Bisnis Rahasia Elang
67
Chapter 67 - Memberitahu Mawar
68
Chapter 68 - Mawar Ingin Juga
69
Chapter 69 - Tugas Berat Elang
70
Chapter 70 - Pembobolan
71
Chapter 71 - Setuju
72
Chapter 72 - Pesta Besar
73
Chapter 73 - Tawaran Menggiurkan
74
Chapter 74 - Efeknya [1]
75
Chapter 75 - Efeknya [2]
76
Chapter 76 - Bersikap Biasa Saja
77
Chapter 77 - Kelelahan
78
Chapter 78 - Tak Ada Yang Berubah
79
Chapter 79 - Memastikan
80
Chapter 80 - Terbukti
81
Chapter 81- Masalah Baru
82
Chapter 82 - Langsung Di Madu?
83
Chapter 83 - Tanggung Jawab Gusti
84
Chapter 84 - Tertangkap
85
Chapter 85 - Pulang Kampung
86
Chapter 86 - Menanggung Resiko
87
Chapter 87 - Beristri Dua
88
Chapter 88 - Malam Pertama [End]
89
NOVEL ELANG! [Berondong Plus-Plus]
90
NOVEL HAREM BARU [Adiknya Rilly]
91
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!