Chapter 3 - Ospek

"Kalian sempat melakukan apa tadi, Gus? Kenapa dia setengah telanjang begini?" tanya Aman.

"Enak aja. Aku sentuh dia sedikit aja enggak. Tapi nih cewek kayaknya mabuk. Dia tadi jalan sempoyongan gitu," tanggap Gusti. "Kita panggil ibu kost aja deh," usulnya.

"Bawa ke kamar aku aja nggak apa-apa," kata Aman.

"Edan kau! Kalau digrebek masa nanti gimana?" balas Gusti.

"Ah! Ini kota, Gus. Bukan kampung. Manusianya rata-rata individualis. Nggak peduli sama urusan orang," Aman melambaikan tangan ke depan wajah.

"Tetap aja. Mana hp-mu? Biar aku saja yang telepon Tante Hesti," pinta Gusti.

"Udah! Aku aja." Aman terpaksa menghubungi ibu kost untuk mengadukan yang terjadi.

Hesti segera datang bersama suaminya. Dia tampak cemberut. Wanita paruh baya itu juga menggerutu perihal kebiasaan Ana yang sering mengganggu penghuni kost lain.

"Aku minta maaf sebelumnya sama kalian. Wanita ini memang kadang-kadang begini. Aku sudah berusaha memberitahunya berkali-kali untuk pindah, tapi dia tetap ngeyel. Jadi aku sarankan kalian agar selalu mengunci pintu kalau sedang di kamar atau pergi," ucap Hesti panjang lebar.

Gusti mengangguk mengerti. Sedangkan Aman tampak senyum-senyum sendiri.

"Sekarang ayo bantu aku memindahkan dia ke kamarnya. Kalian kuat menggendongnya kan? Soalnya kalau dibangunkan, malah merepotkan," ungkap Hesti.

"Kami--"

"Bisa banget, Tante! Aku gendong sendiri pun bisa. Lagian Gusti juga kayaknya kecapekan." Aman memotong ucapan Gusti. Lelaki sepertinya memang suka mengambil kesempatan dalam kesempitan. Aman lantas menggendong Ana dengan gaya bridal.

"Ya udah, aku akan bukakan pintu kamarnya," sahut Hesti yang segera beranjak keluar lebih dulu.

"Wah... Mantul, Gus!" ungkap Aman yang cengengesan sambil geleng-geleng kepala.

Gusti menarik sudut bibirnya ke atas. Sebagai lelaki, dia tentu paham dengan apa yang ada di pikiran Aman.

"Hati-hati ngacc*eng tuh!" tegur Gusti ketika Aman berjalan melewatinya. Kini dia bisa tenang kembali.

Usai Ana dipindahkan ke kamar seharusnya, Gusti beristirahat kembali. Ia kali ini tidak lupa mengunci pintu kamarnya.

...***...

Hari pertama ospek dimulai. Kegiatan yang seringkali juga disebut orientasi studi dan pengenalan kampus itu, harus dilalui mahasiswa baru. Tak terkecuali Gusti dan Aman.

Saat waktu menunjukkan jam enam pagi, Gusti dan Aman berangkat. Mereka pergi dengan menaiki bus.

"Nanti aku mau beli motor, Gus. Tapi sekarang masih di urus sama bapakku," imbuh Aman. Ia dan Gusti sama-sama mengenakan seragam putih abu-abu. Semua itu tentu berdasarkan arahan dari pihak kampus. Terutama pihak mahasiswa BEM yang kebetulan berwenang mengurus kegiatan ospek.

"Kalau udah punya motor, jangan lupa boncengin aku," tanggap Gusti.

"Ganteng-ganteng maunya diboncengin," komentar Aman. Dia dan Gusti lantas tergelak bersama.

Tak lama kemudian Gusti dan Aman tiba di kampus. Mereka harus berpisah karena mengambil program studi yang berbeda. Gusti mengambil program studi Arsitektur, sedangkan Aman mengambil program studi Ekonomi.

Gusti segera bergabung ke dalam barisannya. Jujur saja, sejak pertama kali muncul, dia sudah menarik perhatian banyak pasang mata. Baik itu senior dan mahasiswa baru lain. Mengingat ketampanan yang dimiliki Gusti memang sulit untuk diabaikan. Terutama bagi para kaum hawa.

Karena tinggal di kampung yang dekat dengan pegunungan, Gusti memiliki kulit putih bersih. Dia juga terbiasa hidup bersih karena kebiasaan yang ditanamkan oleh keluarganya.

Gusti mengembangkan senyuman ketika sudah bergabung dengan mahasiswa baru program studi Arsitektur. Para gadis yang ada di program studi itu diam-diam kegirangan karena mempunyai teman sejurusan berparas tampan.

"Hai! Anak mana?" seorang lelaki dengan rambut cepak bertanya seraya tersenyum. Dia kebetulan berdiri di sebelah Gusti. Lelaki tersebut juga memiliki paras tampan. Namun ketampanannya masih belum bisa mengalahkan aura yang dimiliki Gusti.

"Aku dari Jawa Tengah. Tepatnya di kampung dengan nama Pesenja. Kalau kau?" tanggap Gusti. Dia berbalik tanya.

"Aku Elang! Sejak lahir tinggal di kota ini," sahut lelaki berambut cepak tersebut.

"Wah! Nanti bisa ajarin aku jadi anak kota dong," balas Gusti berbasa-basi.

"Siap!" Elang menjawab dengan mengacungkan jempol.

Terpopuler

Comments

Braman Tyo

Braman Tyo

selanjut nya

2025-01-19

0

Doni Gunawan

Doni Gunawan

selanjutnya

2024-12-14

1

Mustamin Gau

Mustamin Gau

berkenalan dgn kehidupan kota itu resiko bg anak desa tentunya.***

2024-06-30

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Pamit Dari Kampung
2 Chapter 2 - Mbak-Mbak Seksi
3 Chapter 3 - Ospek
4 Chapter 4 - Gadis Bernama Widy
5 Chapter 5 - Gosip Tentang Ana
6 Chapter 6 - Siluman
7 Chapter 7 - Mobil Elang
8 Chapter 8 - Kembali Ke Kost-Kostan
9 Chapter 9 - Kehilangan Dompet
10 Chapter 10 - Cewek Nggak Benar
11 Chapter 11 - Kesulitan
12 Chapter 12 - Rahasia Elang
13 Chapter 13 - Rahasia Elang Lainnya
14 Chapter 14 - Semakin Terpuruk
15 Chapter 15 - Tawaran Rilly
16 Chapter 16 - Mulai Berubah
17 Chapter 17 - Pertama Kali
18 Chapter 18 - Lima Puluh Juta
19 Chapter 19 - Semakin Tampan
20 Chapter 20 - Gusti Yang Semakin Mempesona
21 Chapter 21 - Tentang Keperawanan
22 Chapter 22 - Kehidupan Pribadi Elang
23 Chapter 23 - Dimulainya Petualangan Gusti
24 Chapter 24 - Cerita Ziva
25 Chapter 25 - Klub Malam
26 Chapter 26 - Putus
27 Chapter 27 - Niat Elang
28 Chapter 28 - Dilecehkan Perempuan
29 Chapter 29 - Main Di Samping Teman
30 Chapter 30 - Salah Paham
31 Chapter 31 - Kesalahpahaman Berlanjut
32 Chapter 32 - Pelajaran Dari Rilly [1]
33 Chapter 33 - Pelajaran Dari Rilly [2]
34 Chapter 34 - Pekerjaan Bayangan
35 Chapter 35 - Tergoda Teman Sendiri
36 Chapter 36 - Tak Sengaja Mengintip
37 Chapter 37 - Wanita Muda Bernama Alena
38 Chapter 38 - Ternyata Anak SMA
39 Chapter 39 - Kedatangan Mawar
40 Chapter 40 - Saran Gusti
41 Chapter 41 - Mawar Si Gadis Kampung
42 Chapter 42 - Tawaran 300 Juta
43 Chapter 43 - Menemani Mawar
44 Chapter 44 - Burung Jalak
45 Chapter 45 - Luna Sebenarnya
46 Chapter 46 - Menyusul Gusti
47 Chapter 47 - Diselamatkan Elang
48 Chapter 48 - Bertengkar
49 Chapter 49 - 2 Plus 1
50 Chapter 50 - Cemburu?
51 Chapter 51 - Ungkapan Elang
52 Chapter 52 - Kabur Bersama
53 Chapter 53 - Masih Melarikan Diri
54 Chapter 54 - Tiga Sahabat
55 Chapter 55 - Noda Lipstik
56 Chapter 56 - Masa Lalu Yang Tak Ingin Di Ingat
57 Chapter 57 - Kedatangan Alena
58 Chapter 58 - Berbohong Pada Mawar
59 Chapter 59 - Jajan Alena
60 Chapter 60 - Memergoki
61 Chapter 61 - Alena Lagi
62 Chapter 62 - Kenyataan Tentang Gusti
63 Chapter 63 - Tiga Pria Mabuk
64 Chapter 64 - Kebetulan
65 Chapter 65 - Pernyataan Mawar
66 Chapter 66 - Bisnis Rahasia Elang
67 Chapter 67 - Memberitahu Mawar
68 Chapter 68 - Mawar Ingin Juga
69 Chapter 69 - Tugas Berat Elang
70 Chapter 70 - Pembobolan
71 Chapter 71 - Setuju
72 Chapter 72 - Pesta Besar
73 Chapter 73 - Tawaran Menggiurkan
74 Chapter 74 - Efeknya [1]
75 Chapter 75 - Efeknya [2]
76 Chapter 76 - Bersikap Biasa Saja
77 Chapter 77 - Kelelahan
78 Chapter 78 - Tak Ada Yang Berubah
79 Chapter 79 - Memastikan
80 Chapter 80 - Terbukti
81 Chapter 81- Masalah Baru
82 Chapter 82 - Langsung Di Madu?
83 Chapter 83 - Tanggung Jawab Gusti
84 Chapter 84 - Tertangkap
85 Chapter 85 - Pulang Kampung
86 Chapter 86 - Menanggung Resiko
87 Chapter 87 - Beristri Dua
88 Chapter 88 - Malam Pertama [End]
89 NOVEL ELANG! [Berondong Plus-Plus]
90 NOVEL HAREM BARU [Adiknya Rilly]
91 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Chapter 1 - Pamit Dari Kampung
2
Chapter 2 - Mbak-Mbak Seksi
3
Chapter 3 - Ospek
4
Chapter 4 - Gadis Bernama Widy
5
Chapter 5 - Gosip Tentang Ana
6
Chapter 6 - Siluman
7
Chapter 7 - Mobil Elang
8
Chapter 8 - Kembali Ke Kost-Kostan
9
Chapter 9 - Kehilangan Dompet
10
Chapter 10 - Cewek Nggak Benar
11
Chapter 11 - Kesulitan
12
Chapter 12 - Rahasia Elang
13
Chapter 13 - Rahasia Elang Lainnya
14
Chapter 14 - Semakin Terpuruk
15
Chapter 15 - Tawaran Rilly
16
Chapter 16 - Mulai Berubah
17
Chapter 17 - Pertama Kali
18
Chapter 18 - Lima Puluh Juta
19
Chapter 19 - Semakin Tampan
20
Chapter 20 - Gusti Yang Semakin Mempesona
21
Chapter 21 - Tentang Keperawanan
22
Chapter 22 - Kehidupan Pribadi Elang
23
Chapter 23 - Dimulainya Petualangan Gusti
24
Chapter 24 - Cerita Ziva
25
Chapter 25 - Klub Malam
26
Chapter 26 - Putus
27
Chapter 27 - Niat Elang
28
Chapter 28 - Dilecehkan Perempuan
29
Chapter 29 - Main Di Samping Teman
30
Chapter 30 - Salah Paham
31
Chapter 31 - Kesalahpahaman Berlanjut
32
Chapter 32 - Pelajaran Dari Rilly [1]
33
Chapter 33 - Pelajaran Dari Rilly [2]
34
Chapter 34 - Pekerjaan Bayangan
35
Chapter 35 - Tergoda Teman Sendiri
36
Chapter 36 - Tak Sengaja Mengintip
37
Chapter 37 - Wanita Muda Bernama Alena
38
Chapter 38 - Ternyata Anak SMA
39
Chapter 39 - Kedatangan Mawar
40
Chapter 40 - Saran Gusti
41
Chapter 41 - Mawar Si Gadis Kampung
42
Chapter 42 - Tawaran 300 Juta
43
Chapter 43 - Menemani Mawar
44
Chapter 44 - Burung Jalak
45
Chapter 45 - Luna Sebenarnya
46
Chapter 46 - Menyusul Gusti
47
Chapter 47 - Diselamatkan Elang
48
Chapter 48 - Bertengkar
49
Chapter 49 - 2 Plus 1
50
Chapter 50 - Cemburu?
51
Chapter 51 - Ungkapan Elang
52
Chapter 52 - Kabur Bersama
53
Chapter 53 - Masih Melarikan Diri
54
Chapter 54 - Tiga Sahabat
55
Chapter 55 - Noda Lipstik
56
Chapter 56 - Masa Lalu Yang Tak Ingin Di Ingat
57
Chapter 57 - Kedatangan Alena
58
Chapter 58 - Berbohong Pada Mawar
59
Chapter 59 - Jajan Alena
60
Chapter 60 - Memergoki
61
Chapter 61 - Alena Lagi
62
Chapter 62 - Kenyataan Tentang Gusti
63
Chapter 63 - Tiga Pria Mabuk
64
Chapter 64 - Kebetulan
65
Chapter 65 - Pernyataan Mawar
66
Chapter 66 - Bisnis Rahasia Elang
67
Chapter 67 - Memberitahu Mawar
68
Chapter 68 - Mawar Ingin Juga
69
Chapter 69 - Tugas Berat Elang
70
Chapter 70 - Pembobolan
71
Chapter 71 - Setuju
72
Chapter 72 - Pesta Besar
73
Chapter 73 - Tawaran Menggiurkan
74
Chapter 74 - Efeknya [1]
75
Chapter 75 - Efeknya [2]
76
Chapter 76 - Bersikap Biasa Saja
77
Chapter 77 - Kelelahan
78
Chapter 78 - Tak Ada Yang Berubah
79
Chapter 79 - Memastikan
80
Chapter 80 - Terbukti
81
Chapter 81- Masalah Baru
82
Chapter 82 - Langsung Di Madu?
83
Chapter 83 - Tanggung Jawab Gusti
84
Chapter 84 - Tertangkap
85
Chapter 85 - Pulang Kampung
86
Chapter 86 - Menanggung Resiko
87
Chapter 87 - Beristri Dua
88
Chapter 88 - Malam Pertama [End]
89
NOVEL ELANG! [Berondong Plus-Plus]
90
NOVEL HAREM BARU [Adiknya Rilly]
91
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!