Chapter 8 - Kembali Ke Kost-Kostan

"Kau nggak tahu, Wid? Cafe ini punya--" tepat sebelum Gusti selesai bicara, Elang langsung bertindak. Cowok itu menyuruh Gusti diam dengan cara menginjak kaki.

"Kenapa?" Gusti sontak bingung.

"Kalian kenapa sih?" tanya Widy yang heran menyaksikan kelakuan Gusti dan Elang.

"Nggak apa-apa. Kami mau pesan minuman dulu ya," ujar Elang. Sengaja merubah topik pembicaraan.

"Kalau mau gabung, silahkan aja," saran Widy.

"Thanks!" tanggap Elang. Sementara Gusti hanya mengembangkan senyum. Keduanya segera beranjak dari hadapan Widy.

"Ikut aku!" Elang mengajak Gusti menaiki tangga. Mereka lalu memasuki sebuah ruangan di lantai dua. Di sana terdapat meja kerja, sofa, bahkan tempat tidur berukuran kecil.

"Kau kenapa nggak mau bilang ke Widy kalau cafe ini milikmu?" tanya Gusti.

"Waktunya belum tepat aja buat kasih tahu dia," sahut Elang.

"Kenapa begitu?" Gusti tak mengerti.

"Udah jangan dipikirkan. Sekarang kau mau minum apa?" Elang sengaja merubah topik pembicaraan.

"Terserah aja deh. Yang penting nggak mahal," ujar Gusti. Dia duduk ke sofa.

"Kau kenapa mikirin harga sih? Aku kan ngajak kamu ke sini sebagai tamu. Kau nggak perlu bayar," ucap Elang sembari duduk ke sofa.

"Thanks ya! Kau baik banget. Pesankan menu yang paling populer aja deh," ungkap Gusti.

"Oke. Tunggu bentar." Elang pergi keluar dari ruangan sebentar. Tak lama kemudian, dia kembali membawakan dua gelas minuman segar yang dilengkapi kue macaron.

Gusti segera menikmati suguhan Elang. Kelopak matanya langsung terbuka lebar karena makanan dan minumannya enak sekali.

"Ini kau buat sendiri? Enak banget," ungkap Gusti sambil manggut-manggut.

"Enggaklah. Kalau kuenya aku pesan di toko kue terbaik," sahut Elang sembari memperhatikan Gusti dengan serius.

"Kau sangat tampan, Gus!" puji Elang tiba-tiba.

Gusti membulatkan mata. "Kenapa kau tiba-tiba bilang begitu? Kau nggak jatuh cinta sama aku kan?" tanggapnya.

Elang hanya tergelak. "Enggaklah! Aku ini normal tahu nggak!" bantahnya.

"Kali aja kau suka sama aku. Soalnya hal begitu pernah kejadian beberapa kali," ungkap Gusti yang bicara dalam keadaan mulut yang dipenuhi kue.

"Lihat, cowok aja banyak yang doyan sama kamu. Apalagi cewek," komentar Elang.

"Yah, mau bagaimana lagi?" tanggap Gusti yang diakhiri dengan tawa kecil arogannya.

Elang memasang raut wajah serius. Dia berkata, "Percayalah! Dengan wajah tampanmu, kau bisa mendapatkan segalanya! Uang dan gadis mana pun yang kau mau!"

Ucapan Elang membuat Gusti terkesiap. Menatap temannya tersebut dengan penasaran. "Benarkah? Bagaimana caranya?" tanyanya.

"Jual dirimu," jawab Elang singkat.

"Edan kau!" Gusti langsung memaki.

Elang langsung terbahak melihat reaksi Gusti. "Sorry, aku bercanda," katanya.

"Dasar! Bisa-bisanya kau kasih saran begitu," timpal Gusti.

Kala itu, Gusti dan Elang mengobrol cukup lama. Hingga hubungan keduanya menjadi semakin akrab. Elang bahkan mengantarkan Gusti ke kost-kostan.

"Sampai ketemu besok!" kata Elang. Dia sudah tiba di depan kost-kostan Gusti.

"Iya, aku merasa senang sudah punya teman dekat!" tanggap Gusti seraya turun dari mobil. "Mau mampir dulu, El?" tawarnya.

"Lain kali aja, Gus! Udah malam," sahut Elang. Dia segera beranjak dengan mobilnya.

Sementara Gusti, perlahan melangkah masuk ke kost-kostan. Dia mendengus lega saat tidak mendengar lagi suara aneh dari kamar Ana.

Saat hendak membuka pintu kamar, tiba-tiba Aman keluar. Membuat Gusti kaget sekali. Bagaimana tidak? Temannya itu keluar dari kamar Ana.

"Anjir! Kau habis ngapain di sana?" timpal Gusti.

Terpopuler

Comments

linda nuraliyah

linda nuraliyah

aman sudah nyicipin ana,karna aman kan anak konglomerat,jd mudah sja buat beli wanita di kota

2024-12-08

1

Patrish

Patrish

namanya Aman.. tapi hidupnya cari aman.... ato cari kesempatan... 😄😄😄

2025-03-29

0

Doni Gunawan

Doni Gunawan

lanjut

2024-12-18

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Pamit Dari Kampung
2 Chapter 2 - Mbak-Mbak Seksi
3 Chapter 3 - Ospek
4 Chapter 4 - Gadis Bernama Widy
5 Chapter 5 - Gosip Tentang Ana
6 Chapter 6 - Siluman
7 Chapter 7 - Mobil Elang
8 Chapter 8 - Kembali Ke Kost-Kostan
9 Chapter 9 - Kehilangan Dompet
10 Chapter 10 - Cewek Nggak Benar
11 Chapter 11 - Kesulitan
12 Chapter 12 - Rahasia Elang
13 Chapter 13 - Rahasia Elang Lainnya
14 Chapter 14 - Semakin Terpuruk
15 Chapter 15 - Tawaran Rilly
16 Chapter 16 - Mulai Berubah
17 Chapter 17 - Pertama Kali
18 Chapter 18 - Lima Puluh Juta
19 Chapter 19 - Semakin Tampan
20 Chapter 20 - Gusti Yang Semakin Mempesona
21 Chapter 21 - Tentang Keperawanan
22 Chapter 22 - Kehidupan Pribadi Elang
23 Chapter 23 - Dimulainya Petualangan Gusti
24 Chapter 24 - Cerita Ziva
25 Chapter 25 - Klub Malam
26 Chapter 26 - Putus
27 Chapter 27 - Niat Elang
28 Chapter 28 - Dilecehkan Perempuan
29 Chapter 29 - Main Di Samping Teman
30 Chapter 30 - Salah Paham
31 Chapter 31 - Kesalahpahaman Berlanjut
32 Chapter 32 - Pelajaran Dari Rilly [1]
33 Chapter 33 - Pelajaran Dari Rilly [2]
34 Chapter 34 - Pekerjaan Bayangan
35 Chapter 35 - Tergoda Teman Sendiri
36 Chapter 36 - Tak Sengaja Mengintip
37 Chapter 37 - Wanita Muda Bernama Alena
38 Chapter 38 - Ternyata Anak SMA
39 Chapter 39 - Kedatangan Mawar
40 Chapter 40 - Saran Gusti
41 Chapter 41 - Mawar Si Gadis Kampung
42 Chapter 42 - Tawaran 300 Juta
43 Chapter 43 - Menemani Mawar
44 Chapter 44 - Burung Jalak
45 Chapter 45 - Luna Sebenarnya
46 Chapter 46 - Menyusul Gusti
47 Chapter 47 - Diselamatkan Elang
48 Chapter 48 - Bertengkar
49 Chapter 49 - 2 Plus 1
50 Chapter 50 - Cemburu?
51 Chapter 51 - Ungkapan Elang
52 Chapter 52 - Kabur Bersama
53 Chapter 53 - Masih Melarikan Diri
54 Chapter 54 - Tiga Sahabat
55 Chapter 55 - Noda Lipstik
56 Chapter 56 - Masa Lalu Yang Tak Ingin Di Ingat
57 Chapter 57 - Kedatangan Alena
58 Chapter 58 - Berbohong Pada Mawar
59 Chapter 59 - Jajan Alena
60 Chapter 60 - Memergoki
61 Chapter 61 - Alena Lagi
62 Chapter 62 - Kenyataan Tentang Gusti
63 Chapter 63 - Tiga Pria Mabuk
64 Chapter 64 - Kebetulan
65 Chapter 65 - Pernyataan Mawar
66 Chapter 66 - Bisnis Rahasia Elang
67 Chapter 67 - Memberitahu Mawar
68 Chapter 68 - Mawar Ingin Juga
69 Chapter 69 - Tugas Berat Elang
70 Chapter 70 - Pembobolan
71 Chapter 71 - Setuju
72 Chapter 72 - Pesta Besar
73 Chapter 73 - Tawaran Menggiurkan
74 Chapter 74 - Efeknya [1]
75 Chapter 75 - Efeknya [2]
76 Chapter 76 - Bersikap Biasa Saja
77 Chapter 77 - Kelelahan
78 Chapter 78 - Tak Ada Yang Berubah
79 Chapter 79 - Memastikan
80 Chapter 80 - Terbukti
81 Chapter 81- Masalah Baru
82 Chapter 82 - Langsung Di Madu?
83 Chapter 83 - Tanggung Jawab Gusti
84 Chapter 84 - Tertangkap
85 Chapter 85 - Pulang Kampung
86 Chapter 86 - Menanggung Resiko
87 Chapter 87 - Beristri Dua
88 Chapter 88 - Malam Pertama [End]
89 NOVEL ELANG! [Berondong Plus-Plus]
90 NOVEL HAREM BARU [Adiknya Rilly]
91 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Chapter 1 - Pamit Dari Kampung
2
Chapter 2 - Mbak-Mbak Seksi
3
Chapter 3 - Ospek
4
Chapter 4 - Gadis Bernama Widy
5
Chapter 5 - Gosip Tentang Ana
6
Chapter 6 - Siluman
7
Chapter 7 - Mobil Elang
8
Chapter 8 - Kembali Ke Kost-Kostan
9
Chapter 9 - Kehilangan Dompet
10
Chapter 10 - Cewek Nggak Benar
11
Chapter 11 - Kesulitan
12
Chapter 12 - Rahasia Elang
13
Chapter 13 - Rahasia Elang Lainnya
14
Chapter 14 - Semakin Terpuruk
15
Chapter 15 - Tawaran Rilly
16
Chapter 16 - Mulai Berubah
17
Chapter 17 - Pertama Kali
18
Chapter 18 - Lima Puluh Juta
19
Chapter 19 - Semakin Tampan
20
Chapter 20 - Gusti Yang Semakin Mempesona
21
Chapter 21 - Tentang Keperawanan
22
Chapter 22 - Kehidupan Pribadi Elang
23
Chapter 23 - Dimulainya Petualangan Gusti
24
Chapter 24 - Cerita Ziva
25
Chapter 25 - Klub Malam
26
Chapter 26 - Putus
27
Chapter 27 - Niat Elang
28
Chapter 28 - Dilecehkan Perempuan
29
Chapter 29 - Main Di Samping Teman
30
Chapter 30 - Salah Paham
31
Chapter 31 - Kesalahpahaman Berlanjut
32
Chapter 32 - Pelajaran Dari Rilly [1]
33
Chapter 33 - Pelajaran Dari Rilly [2]
34
Chapter 34 - Pekerjaan Bayangan
35
Chapter 35 - Tergoda Teman Sendiri
36
Chapter 36 - Tak Sengaja Mengintip
37
Chapter 37 - Wanita Muda Bernama Alena
38
Chapter 38 - Ternyata Anak SMA
39
Chapter 39 - Kedatangan Mawar
40
Chapter 40 - Saran Gusti
41
Chapter 41 - Mawar Si Gadis Kampung
42
Chapter 42 - Tawaran 300 Juta
43
Chapter 43 - Menemani Mawar
44
Chapter 44 - Burung Jalak
45
Chapter 45 - Luna Sebenarnya
46
Chapter 46 - Menyusul Gusti
47
Chapter 47 - Diselamatkan Elang
48
Chapter 48 - Bertengkar
49
Chapter 49 - 2 Plus 1
50
Chapter 50 - Cemburu?
51
Chapter 51 - Ungkapan Elang
52
Chapter 52 - Kabur Bersama
53
Chapter 53 - Masih Melarikan Diri
54
Chapter 54 - Tiga Sahabat
55
Chapter 55 - Noda Lipstik
56
Chapter 56 - Masa Lalu Yang Tak Ingin Di Ingat
57
Chapter 57 - Kedatangan Alena
58
Chapter 58 - Berbohong Pada Mawar
59
Chapter 59 - Jajan Alena
60
Chapter 60 - Memergoki
61
Chapter 61 - Alena Lagi
62
Chapter 62 - Kenyataan Tentang Gusti
63
Chapter 63 - Tiga Pria Mabuk
64
Chapter 64 - Kebetulan
65
Chapter 65 - Pernyataan Mawar
66
Chapter 66 - Bisnis Rahasia Elang
67
Chapter 67 - Memberitahu Mawar
68
Chapter 68 - Mawar Ingin Juga
69
Chapter 69 - Tugas Berat Elang
70
Chapter 70 - Pembobolan
71
Chapter 71 - Setuju
72
Chapter 72 - Pesta Besar
73
Chapter 73 - Tawaran Menggiurkan
74
Chapter 74 - Efeknya [1]
75
Chapter 75 - Efeknya [2]
76
Chapter 76 - Bersikap Biasa Saja
77
Chapter 77 - Kelelahan
78
Chapter 78 - Tak Ada Yang Berubah
79
Chapter 79 - Memastikan
80
Chapter 80 - Terbukti
81
Chapter 81- Masalah Baru
82
Chapter 82 - Langsung Di Madu?
83
Chapter 83 - Tanggung Jawab Gusti
84
Chapter 84 - Tertangkap
85
Chapter 85 - Pulang Kampung
86
Chapter 86 - Menanggung Resiko
87
Chapter 87 - Beristri Dua
88
Chapter 88 - Malam Pertama [End]
89
NOVEL ELANG! [Berondong Plus-Plus]
90
NOVEL HAREM BARU [Adiknya Rilly]
91
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!