Chapter 13 - Rahasia Elang Lainnya

Mata Gusti membulat. Dia punya firasat buruk jika tidak pergi secepatnya.

"Aku rasa tidak perlu. Aku mau pergi saja," ujar Gusti seraya melangkah mundur. Ia menatap Elang dengan rasa tak percaya. Teman yang sejak awal dikaguminya itu ternyata tidak sebaik yang dirinya kira.

"Kau nggak benar, El!" timpal Gusti. Dia lantas pergi begitu saja meninggalkan Elang dan Rilly.

"Harusnya kau beritahu dia sebelum datang ke sini. Dia sangat tampan. Teman-temanku pasti menggila," imbuh Rilly sambil melipat tangan ke depan dada.

"Dia anak kampung. Pikirannya masih kolot. Tapi aku yakin, cepat atau lambat dia pasti akan kembali," sahut Elang.

"Sepertinya begitu. Tidak ada yang lebih sulit selain melawan kerasnya ibukota." Rilly melirik Elang. Lalu mencoba membuka kancing baju lelaki itu.

"Hari ini sepertinya tidak dulu. Aku ada janji." Elang menolak. Dia segera berjalan menuju pintu.

"Apa kau akan berhenti karena sudah punya pacar?" tanya Rilly. Namun diabaikan oleh Elang. "Ya sudah. Kalau begitu panggilkan temanmu yang lain untuk menemaniku!" pintanya.

"Oke." Barulah Elang menjawab. Dia segera beranjak pergi.

Saat mengendarai mobil, Elang melihat Gusti berjalan di pinggir jalan. Dia lantas singgah dan menawarkan tumpangan.

"Aku tidak akan tertipu lagi, El. Aku bisa pulang sendiri." Gusti menolak dengan ekspresi cemberut.

Elang merangkul pundak Gusti. "Aku memang mau mengantarmu pulang kok. Tentang yang tadi, rahasiakan saja dari siapapun. Aku tidak masalah kalau kau tidak tertarik," ujarnya.

Gusti mendengus kasar. Ia hanya mendelik ke arah Elang.

"Maaf deh. Aku janji kejadian tadi tidak akan terulang lagi. Oke?" bujuk Elang.

"Ya sudah kalau begitu." Gusti memutuskan masuk ke mobil Elang. Temannya tersebut lantas mengantarkannya pulang ke kostan.

Sesampainya di kamar kostan, Gusti langsung menghempaskan diri ke ranjang. Dia rasanya ingin menangis ketika memikirkan nasib.

"Haruskah aku berhenti kuliah dan pulang kampung saja?" gumam Gusti. "Tapi bapak dan ibu pasti akan kecewa. Apalagi mereka sudah mengeluarkan banyak uang untuk kuliahku," sambungnya.

Meski sedih, Gusti tak sengaja tertidur. Ia terbangun saat mendengar suara ketukan pintu.

Setelah melihat ke jendela, ternyata hari sudah pagi. Gusti buru-buru membuka pintu. Ternyata orang yang mengetuk pintu adalah Hesti.

"Hai, tampan. Ini sudah tanggal 11. Kau harus membayar uang sewa!" tagih Hesti.

"Aku mohon beri waktu lagi untukku, Tante. Aku janji akan segera membayarnya. Kebetulan uang bulananku dikirim terlambat bulan ini," ucap Gusti dengan raut wajah memohon.

Hesti terdiam. Dia berpikir cukup lama. "Ya sudah. Aku akan memberimu waktu dua hari. Kalau tidak bayar juga, kau harus pergi dari sini!" tegasnya.

"Apa?! Dua hari? Tapi itu--"

"Tidak ada tapi-tapian! Kau beruntung aku beri waktu dua hari!" potong Hesti yang langsung pergi. "Dasar! Ganteng-ganteng tapi miskin," gerutunya yang bisa di dengar jelas oleh Gusti.

Nafas panjang dihela oleh Gusti. Ia tak punya pilihan selain meminjam uang teman untuk sementara. Gusti pertama-tama mendatangi Aman. Namun kali ini Aman menolak meminjami uang.

"Maaf ya, Gus. Kebetulan aku juga lagi kehabisan uang. Kau sebaiknya minjam uang dari Elang saja," kata Aman.

Gusti tak bisa memaksa. Meskipun begitu, dia tidak berniat ingin meminjam uang dari Elang. Mengingat dirinya sudah tahu jati diri lelaki tersebut.

Gusti akan memikirkan semuanya baik-baik setelah kuliah. Untuk sekarang dia berangkat kuliah dan belajar.

Usai jadwal kuliah selesai, Widy mengajak Gusti mengerjakan tugas bersama.

"Aku kayaknya nggak bisa, Wid. Aku..."

"Kamu tega banget sih. Orang yang paling pengen aku ajak pergi itu justru kau loh. Soalnya nilaimu tinggi terus. Aku pengen belajar darimu," pinta Widy. Memotong perkataan Gusti yang tadinya hendak menolak. Namun lelaki itu berubah pikiran karena bujukan Widy.

"Ya sudah kalau begitu," ucap Gusti.

"Nah begitu dong. Elang juga ikut kita ya. Biar seru!" kata Widy yang segera memanggil Elang.

Karena terlanjur setuju, Gusti akhirnya ikut Widy dan Elang. Mereka mengerjakan tugas kelompok di apartemen Widy. Mereka tetap berteman seperti biasa. Sesekali bercanda dan tertawa bersama.

Gusti yang tadinya galau akan nasib, menjadi lebih baik setelah menghabiskan waktu bersama Widy dan Elang. Ia melupakan masalah hidupnya untuk sejenak. Bahkan melupakan siapa Elang dalam sesaat.

"Eh, kalau ada cemilan enak nih," celetuk Elang.

"Iya! Tapi malas beli. Gimana kalau kita suit aja. Siapa yang kalah, dia yang harus keluar beli cemilan," tanggap Widy.

"Nggak usah, Wid. Biar aku aja yang beli. Soalnya sepertinya di sini aku yang nggak bisa ikut patungan uang," imbuh Gusti.

"Kau kenapa ngomong begitu sih, Gus! Bikin suasana nggak enak tahu nggak!" timpal Elang yang tak suka dengan ucapan Gusti.

"Iya. Kita teman! Lagian aku dan Elang nggak pernah mendiskriminasikan kamu kok!" Widy sependapat dengan Elang.

"Nggak apa-apa. Aku cuman sadar diri. Kalau aku nanti punya uang banyak, kalian bisa jadi babuku," canda Gusti. Dia membuat Widy dan Elang tergelak.

"Ya sudah. Mana uangnya? Biar aku beli keluar sebentar," ujar Gusti.

Elang dan Widy lantas memberikan uang pada Gusti. Mereka juga memberitahu cemilan yang ingin dibeli. Widy bahkan tak lupa memberitahukan kode sandi pintunya.

Tanpa pikir panjang, Gusti segera pergi dari apartemen. Saat itulah Elang dan Widy bertukar pandang.

"Apa?!" Widy mendorong Elang dengan wajah tersipu. Dia salah tingkah dengan tatapan lelaki itu.

Elang tak peduli. Dia justru bergerak lebih dekat ke arah Widy. "Sekarang kita berduaan..." bisiknya.

Widy terkekeh. Ia memegangi wajah Elang. Kemudian mencium bibir lelaki tersebut. Elang tentu membalas ciuman Widy dengan senang hati. Perlahan ciuman Elang berpindah ke leher Widy.

"Sebaiknya kita tidak melakukannya sekarang. Bagaimana kalau Gusti datang?" tanya Widy sembari berjengit karena merasakan sensasi sentuhan Elang.

"Maka dari itu kita harus melakukannya dengan cepat," sahut Elang yang tak peduli. Dia dan Widy lanjut bercumbu.

"Seharusnya aku tadi tidak memberitahu kode sandi pintu..." lirih Widy.

Tanpa sepengetahuan Gusti, Elang dan Widy sudah berpacaran selama dua bulan. Mereka memang memutuskan untuk merahasiakan hubungan dari semua orang. Terutama Gusti. Elang dan Widy tak mau membuat lelaki itu tidak nyaman karena hubungan mereka.

Terpopuler

Comments

Naura Sintia

Naura Sintia

kasian elang di bohongin..padahal udah nganggep teman juga

2025-01-24

0

LuckyOne

LuckyOne

Kirain windy gadis baik2

2025-03-27

0

Doni Gunawan

Doni Gunawan

lanjutkan aja

2024-12-18

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Pamit Dari Kampung
2 Chapter 2 - Mbak-Mbak Seksi
3 Chapter 3 - Ospek
4 Chapter 4 - Gadis Bernama Widy
5 Chapter 5 - Gosip Tentang Ana
6 Chapter 6 - Siluman
7 Chapter 7 - Mobil Elang
8 Chapter 8 - Kembali Ke Kost-Kostan
9 Chapter 9 - Kehilangan Dompet
10 Chapter 10 - Cewek Nggak Benar
11 Chapter 11 - Kesulitan
12 Chapter 12 - Rahasia Elang
13 Chapter 13 - Rahasia Elang Lainnya
14 Chapter 14 - Semakin Terpuruk
15 Chapter 15 - Tawaran Rilly
16 Chapter 16 - Mulai Berubah
17 Chapter 17 - Pertama Kali
18 Chapter 18 - Lima Puluh Juta
19 Chapter 19 - Semakin Tampan
20 Chapter 20 - Gusti Yang Semakin Mempesona
21 Chapter 21 - Tentang Keperawanan
22 Chapter 22 - Kehidupan Pribadi Elang
23 Chapter 23 - Dimulainya Petualangan Gusti
24 Chapter 24 - Cerita Ziva
25 Chapter 25 - Klub Malam
26 Chapter 26 - Putus
27 Chapter 27 - Niat Elang
28 Chapter 28 - Dilecehkan Perempuan
29 Chapter 29 - Main Di Samping Teman
30 Chapter 30 - Salah Paham
31 Chapter 31 - Kesalahpahaman Berlanjut
32 Chapter 32 - Pelajaran Dari Rilly [1]
33 Chapter 33 - Pelajaran Dari Rilly [2]
34 Chapter 34 - Pekerjaan Bayangan
35 Chapter 35 - Tergoda Teman Sendiri
36 Chapter 36 - Tak Sengaja Mengintip
37 Chapter 37 - Wanita Muda Bernama Alena
38 Chapter 38 - Ternyata Anak SMA
39 Chapter 39 - Kedatangan Mawar
40 Chapter 40 - Saran Gusti
41 Chapter 41 - Mawar Si Gadis Kampung
42 Chapter 42 - Tawaran 300 Juta
43 Chapter 43 - Menemani Mawar
44 Chapter 44 - Burung Jalak
45 Chapter 45 - Luna Sebenarnya
46 Chapter 46 - Menyusul Gusti
47 Chapter 47 - Diselamatkan Elang
48 Chapter 48 - Bertengkar
49 Chapter 49 - 2 Plus 1
50 Chapter 50 - Cemburu?
51 Chapter 51 - Ungkapan Elang
52 Chapter 52 - Kabur Bersama
53 Chapter 53 - Masih Melarikan Diri
54 Chapter 54 - Tiga Sahabat
55 Chapter 55 - Noda Lipstik
56 Chapter 56 - Masa Lalu Yang Tak Ingin Di Ingat
57 Chapter 57 - Kedatangan Alena
58 Chapter 58 - Berbohong Pada Mawar
59 Chapter 59 - Jajan Alena
60 Chapter 60 - Memergoki
61 Chapter 61 - Alena Lagi
62 Chapter 62 - Kenyataan Tentang Gusti
63 Chapter 63 - Tiga Pria Mabuk
64 Chapter 64 - Kebetulan
65 Chapter 65 - Pernyataan Mawar
66 Chapter 66 - Bisnis Rahasia Elang
67 Chapter 67 - Memberitahu Mawar
68 Chapter 68 - Mawar Ingin Juga
69 Chapter 69 - Tugas Berat Elang
70 Chapter 70 - Pembobolan
71 Chapter 71 - Setuju
72 Chapter 72 - Pesta Besar
73 Chapter 73 - Tawaran Menggiurkan
74 Chapter 74 - Efeknya [1]
75 Chapter 75 - Efeknya [2]
76 Chapter 76 - Bersikap Biasa Saja
77 Chapter 77 - Kelelahan
78 Chapter 78 - Tak Ada Yang Berubah
79 Chapter 79 - Memastikan
80 Chapter 80 - Terbukti
81 Chapter 81- Masalah Baru
82 Chapter 82 - Langsung Di Madu?
83 Chapter 83 - Tanggung Jawab Gusti
84 Chapter 84 - Tertangkap
85 Chapter 85 - Pulang Kampung
86 Chapter 86 - Menanggung Resiko
87 Chapter 87 - Beristri Dua
88 Chapter 88 - Malam Pertama [End]
89 NOVEL ELANG! [Berondong Plus-Plus]
90 NOVEL HAREM BARU [Adiknya Rilly]
91 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Chapter 1 - Pamit Dari Kampung
2
Chapter 2 - Mbak-Mbak Seksi
3
Chapter 3 - Ospek
4
Chapter 4 - Gadis Bernama Widy
5
Chapter 5 - Gosip Tentang Ana
6
Chapter 6 - Siluman
7
Chapter 7 - Mobil Elang
8
Chapter 8 - Kembali Ke Kost-Kostan
9
Chapter 9 - Kehilangan Dompet
10
Chapter 10 - Cewek Nggak Benar
11
Chapter 11 - Kesulitan
12
Chapter 12 - Rahasia Elang
13
Chapter 13 - Rahasia Elang Lainnya
14
Chapter 14 - Semakin Terpuruk
15
Chapter 15 - Tawaran Rilly
16
Chapter 16 - Mulai Berubah
17
Chapter 17 - Pertama Kali
18
Chapter 18 - Lima Puluh Juta
19
Chapter 19 - Semakin Tampan
20
Chapter 20 - Gusti Yang Semakin Mempesona
21
Chapter 21 - Tentang Keperawanan
22
Chapter 22 - Kehidupan Pribadi Elang
23
Chapter 23 - Dimulainya Petualangan Gusti
24
Chapter 24 - Cerita Ziva
25
Chapter 25 - Klub Malam
26
Chapter 26 - Putus
27
Chapter 27 - Niat Elang
28
Chapter 28 - Dilecehkan Perempuan
29
Chapter 29 - Main Di Samping Teman
30
Chapter 30 - Salah Paham
31
Chapter 31 - Kesalahpahaman Berlanjut
32
Chapter 32 - Pelajaran Dari Rilly [1]
33
Chapter 33 - Pelajaran Dari Rilly [2]
34
Chapter 34 - Pekerjaan Bayangan
35
Chapter 35 - Tergoda Teman Sendiri
36
Chapter 36 - Tak Sengaja Mengintip
37
Chapter 37 - Wanita Muda Bernama Alena
38
Chapter 38 - Ternyata Anak SMA
39
Chapter 39 - Kedatangan Mawar
40
Chapter 40 - Saran Gusti
41
Chapter 41 - Mawar Si Gadis Kampung
42
Chapter 42 - Tawaran 300 Juta
43
Chapter 43 - Menemani Mawar
44
Chapter 44 - Burung Jalak
45
Chapter 45 - Luna Sebenarnya
46
Chapter 46 - Menyusul Gusti
47
Chapter 47 - Diselamatkan Elang
48
Chapter 48 - Bertengkar
49
Chapter 49 - 2 Plus 1
50
Chapter 50 - Cemburu?
51
Chapter 51 - Ungkapan Elang
52
Chapter 52 - Kabur Bersama
53
Chapter 53 - Masih Melarikan Diri
54
Chapter 54 - Tiga Sahabat
55
Chapter 55 - Noda Lipstik
56
Chapter 56 - Masa Lalu Yang Tak Ingin Di Ingat
57
Chapter 57 - Kedatangan Alena
58
Chapter 58 - Berbohong Pada Mawar
59
Chapter 59 - Jajan Alena
60
Chapter 60 - Memergoki
61
Chapter 61 - Alena Lagi
62
Chapter 62 - Kenyataan Tentang Gusti
63
Chapter 63 - Tiga Pria Mabuk
64
Chapter 64 - Kebetulan
65
Chapter 65 - Pernyataan Mawar
66
Chapter 66 - Bisnis Rahasia Elang
67
Chapter 67 - Memberitahu Mawar
68
Chapter 68 - Mawar Ingin Juga
69
Chapter 69 - Tugas Berat Elang
70
Chapter 70 - Pembobolan
71
Chapter 71 - Setuju
72
Chapter 72 - Pesta Besar
73
Chapter 73 - Tawaran Menggiurkan
74
Chapter 74 - Efeknya [1]
75
Chapter 75 - Efeknya [2]
76
Chapter 76 - Bersikap Biasa Saja
77
Chapter 77 - Kelelahan
78
Chapter 78 - Tak Ada Yang Berubah
79
Chapter 79 - Memastikan
80
Chapter 80 - Terbukti
81
Chapter 81- Masalah Baru
82
Chapter 82 - Langsung Di Madu?
83
Chapter 83 - Tanggung Jawab Gusti
84
Chapter 84 - Tertangkap
85
Chapter 85 - Pulang Kampung
86
Chapter 86 - Menanggung Resiko
87
Chapter 87 - Beristri Dua
88
Chapter 88 - Malam Pertama [End]
89
NOVEL ELANG! [Berondong Plus-Plus]
90
NOVEL HAREM BARU [Adiknya Rilly]
91
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!