"Tidak, aku bukan siapa-siapa baginya. Aku cuma gadis asing yang sudah ditolongnya," jawab Velyn dengan mengelak dan mencoba menjelaskan pada Alethea dan Ethan.
Mereka hanya memandang bingung, terutama pada Arsen, sebagai orang yang mereka harapkan untuk menjelaskan lebih jelas mengenai Velyn. Namun, tiba-tiba Ethan menatap Velyn dengan sangat serius, tampaknya dia sangat terkesan dengan kecantikan dan keceriaan gadis itu.
"Hei, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Arsen seakan bisa membaca pikiran Ethan.
"Dia sedang tidak sehat, sebaiknya aku harus mengantarnya ke kamarnya. Permisi." jawab Arsen lalu menarik tangan Velyn dan membawanya kembali menuju kamar tamu di lantai atas.
Alethea dan Ethan masih terus memandang bingung, terutama Ethan yang kini menjadi sangat penasaran dengan sosok Velyn.
Siapa gadis itu sebenarnya? gumamnya dalam hati.
Namun Velyn berusaha melepaskan genggaman tangan Arsen dari tangannya. Ia benar-benar tidak mau dan tidak terima dengan pernyataan Arsen. Terlebih lagi, ia tidak ingin terlibat dalam urusan Arsen dengan pria asing yang sama sekali tidak ia kenal, kendati Arsen telah menolongnya.
"Ayo masuk dan istirahat. Kamu bisa keluar nanti jika aku sudah mengijinkannya," ujar Arsen ketika mempersilakan Velyn untuk masuk ke kamar.
"Aku tidak mau!" hardik Velyn menolak tegas sambil menatap tajam ke arah Arsen.q
"Kamu tidak bisa keluar dari sini. Karena kini kamu adalah wanitaku, kamu harus tinggal di rumah ini," jawab Arsen dengan nada yang tegas.
"Tapi, alasannya apa? Anda harus memberikan satu alasan kenapa aku harus menjadi wanitamu. Anda tidak bisa memaksaku tanpa alasan yang jelas!" protes Velyn meninggikan suaranya.
Tanpa menjawab, Arsen justru menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari luar, yang dilihat secara tidak sengaja oleh Zora seiring dengan kedatangannya.
"Hei, buka pintunya! Kenapa anda mengunci aku di sini? Buka!." teriak Velyn dari dalam kamar sambil mengedorkan pintu.
"Buka.!!Buka pintunya.!Keluarkan aku dari sini !" teriak Velyn yang terus berusaha meminta dibukakan pintunya.
Zora menjadi semakin bingung dengan sikap Arsen yang memaksakan Velyn untuk menjadi pasangannya. Terlebih lagi, Velyn masih menjadi sosok gadis asing yang tanpa sengaja diberi pertolongan oleh Arsen.
Apa yang sebenarnya direncanakan oleh tuan Arsen? gumam Zora dalam hatinya.
Arsen pun kembali menemui Alethea dan Ethan, meminta maaf karena membuat mereka menunggu.
"Maaf membuat kalian menunggu." ucap Arsen
"Tidak apa-apa. Bolehkah kami menginap di sini selama seminggu? Rumah kami yang baru hampir selesai, jadi kami ingin tinggal di sini hingga rumah kami benar-benar selesai," ujar Ethan memberitahu Arsen.
"Ethan benar, kamu tidak keberatan kan?" tanya Alethea memastikan.
"Apakah harus di sini?" tanya Arsen lebih dulu.
"Ya, sebenarnya kami bisa menginap di hotel, tapi kami ingin menginap di rumahmu. Kami ingin menghabiskan rasa rindu terhadapmu, Arsen. Kami sengaja pindah ke kota ini agar dapat lebih dekat denganmu. Dan aku ingin mengenal gadis itu. Sepertinya kalian sangat cocok," ujar Alethea.
Kata-kata Alethea langsung membuat Arsen menghela nafas panjang. "Baiklah, kalian boleh tinggal satu minggu di sini," jawab Arsen akhirnya mengijinkan Alethea dan Ethan untuk tinggal di rumahnya untuk sementara waktu.
Alethea dan Ethan seketika tersenyum senang.
"Thanks Arsen." ucap Ethan pada Arsen.
Arsen hanya mengangguk tanpa tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments