16

Albian terus memperdalam ciuman nya , amel pun pelan pelan bisa mengimbangi ciuman albian dan amel sudah mulai membalas ciuman albian , tangan albian sudah menarik amel sehingga alem pun langsung menempel di tubuh abian

Tok... Tok...

Bunyi ketokan pintu menghentikan kegiatan mereka , albian dan amel pun langsung melepas ciuman nya, albian mengelap bibir amel yang basah dengan ibu jari nya

" sana kamu buka pintu nya, aku mau ke kamar mandi dulu" ucap albian yang langsung menuju ke kamar mandi

Amel masih terdiam sambil memegangi bibir nya, yang bekas di cium albian , ia tak menyangka kalau ciuman pertamanya akan di berikan kepada albian suami nya

" dia nyium aku, dan itu ciuman pertama aku" ucap amel lirih

tok... Tok...

Amel tersadar dari lamunannya , ia langsung bergegas membuka kan pintu

" ada apa bik" tanya amel saat melihat pembantu nya yang mengetok pintu kamar nya

" permisi non, maaf kalau mengganggu , non sama aden di tunggu bapak di meja makan " ucap bi sum , pembantu di rumah amel

" iya bi , bentar lagi kami turun " ucap amel

" baik non kalau begitu bibik permisi dulu" ucap bik sum yang langsung pergi meninggalkan kamar amel , amel pun masuk ke kamar kembali

" siapa yang ngetok pintu tadi " tanya albian yang baru keluar dari kamar mandi

" bik sum , papa sudah menunggu kita di meja makan " ucap amel sambil menunduk kan kepalanya , ia tidak berani menatap albian karena malu

" kalau bicara, tatap lawan bicara mu" ucap albian yang mengangkat kepala amel dan mengecup sekilas bibir amel, itu membuat amel melotot

" manis , bikin nagih " ucap albian sambil tersenyum melihat wajah terkejut nya amel

" sayang , kamu mau di sini terus , kasihan lo papa sudah menunggu kita" ucap albian masuh tersenyum melihat amel yang menggemaskan

" ah iya, ayo kita ke meja makan" ajak amel

" sayang baju kamu tu tipis banget lo , masa kamu mau keluar dengan baju kaya gitu" ucap albian , amel langsung melihat baju tidur nya

" oh iya , kamu duluan aja , aku ganti baju dulu" ucap amel yang langsung berlari menuju ke lemari untuk mengganti baju nya

albian tidak keluar dari kamar ia sengaja menunggu amel , agar bisa turun bersama, tak lama amel sudah berganti pakaian

" aku kira kamu tadi udah kebawah duluan " ucap amel yang melihat albian duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya

" kamu udah siap" tanya albia yang melihat penampilan amel

" udah" ucap amel

" ayo kita turun" ajak albian yang langsung menggandeng tangan amel menuju ke lantai dasar , yang di mana meja makan berada

" selamat pagi pa" ucap amel dan albian sersamaan saat mereka sudah sampai di meja makan

" pagi , duh penganten baru gandengan terus" ucap papa diki menggoda anak dan mantu nya

mereka hanya tersenyum malu mendengar papa diki menggoda mereka , mereka pun duduk di maja makan untuk sarapan bersama

"mel , ambilkan suami kamu sarapan " ucap papa diki yang melihat amel hanya mengambil untuk diri nya sendiri

" iya pa" ucap amel yang langsung mengambil piring albian yang ada di hadapan albian

" mau sarapan pakek apa" tanya amel, di meja makan ada roti selai dan nasi goreng

" roti selai coklat saja "jawab albian , bukan albian tidak mau makan nasi goreng namun ia takut kalau di dalam nasi goreng itu ada bawang putih nya

amel pun mengambilkan roti selai coklat untuk albian

mereka pun sarapan bersama tanpa ada yang berbicara

" pa " panggil albian saat setelah menyelesai kan sarapan nya

" ya , ada apa al" tanya papa diki

" aku mau membawa amel ke rumah papa dan mama , setelah itu kami memutus kan untuk tinggal di apartemen milik ku" ucap albian

" kalau papa sih , terserah pada kalian saja , kalau kalian sudah memutus kan untuk tinggal sendiri , papa aharap kalian selalu akur dan jangan gegabah mengambil keputusan, kalau ada mmasalah selesaikan dengan cara kepala dingin dan bicarakan baik baiak " ucap papa diki

" baik pa , aku akan selalu menggingat pesan papa" ucap albian

" pa , kalau papa kangen sama amel , papa telfon amel ya nanti amel pasti akan datang , untuk menjenguk papa" ucap amel yang sebenar nya belum mau berpisah dengan papa nya

" iya sayang , kamu jangan khawatir kan hal itu , nanti kalau kamu gak kesini , papa yang akan menjenguk kamu" ucap pap diki sambil tersenyum

" papa memang yang terbaik" ucap amel sambil memeluk papa nya

" kamu bisa aja , oh ya nanti kapan kapan kamu main ke sini dan sekalian al berkenalan dengan mama dan kaka kamu nanti setelah mereka pulang dari tempat nenek" ucap papa diki

" iiya pa" ucap amel sambil melirik albian , albian hanya menanggapinya dengan senyuman

setelah selesai makan amel dan albian menuju ke kamar lagi untuk menyelesai kan mengemas barang barang amel

" al , nanti kalau papa meminta kita buat ketemu sama bella gimana" tanya amel saat mereka sedang mengemasi barang barang amel

" kenapa kamu cemburu ya " tanya albian sambil tersenyum

" iii aku serius , malah di ajak becanda" ucap amel kesal

" hehe maaf sayang , ya kalau papa meminta nya ,ya terpaksa lah kita bertemu dengan nya" ucap albian yang baru selesai membantu mengemasi barang barang amel

" terus kalau dia cari gara gara terus sama aku gimana ,aku tu males kalau buat ngeladeni dia " ucap amel yang duduk di atas kasur , albian pun langsung menghampiri amel dan langsung memeluk nya

" kamu gak usah khawatir ya , aku akan selalu melindungi kamu " ucap albian meyakinkan amel

" ya kalau kamu ada di deket aku terus , kalau kamu lagi gak sama aku gimana" ucap amel sambil menyandarkan kepalanya di pundak albian

" sini tangan kamu " ucap albian yang mengambil tangan kanan amel ,setelah itu albian menusikkan sebuah jarum di jarinya dan di jari amel

" wa , sakit , kamu di apain sih jari aku " tanya amel yang bingung dengan apa yang di lakukan albian

albian menyatukan jari nya yang ia lukai dan jari amel yang ia lukai juga , seketika langit menjadi gelap di sertai kilat petir ,pertanda kalau amel telah menjadi milik albian , setelah itu langit menjadi cerah kembali dan luka amel langsung sembuh seketika

" tadi kamu ngapain ,kok bisa sampai langit langsung menjadi gelap dan ada sambaran petir nya juga" tanya amel ketakutan

" kamu gak usah takut , sekarang kalau kamu dalam bahaya ,tidak ada aku di samping mu ,kamu panggil saja nama aku dalam hati kamu , aku akan datang menolong kamu " ucap albian sambil tersenyum

" terus kenapa tadi darah kita di satuin" tanya amel lagi yang masih penasaran

" itu tadi pertanda , kalau kamu milik ku ,dan kamu sudah terhubung dengan ku" ucap albian

Terpopuler

Comments

Sinting

Sinting

banyak banget nih typo/salah ketik

2024-09-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!