-018-
Seyna menatap datar sebuah pakaian yang di lempar dan tepat terjatuh di depannya.
Asterlio Clausen
Mandi, pake.
(Suruh nya singkat jelas dan padat)
Seyna Annovra
Ga perlu, gw ga kekurangan baju di rumah.
Asterlio Clausen
Gue ga ngasih, besok pulangin.
Seyna Annovra
(Hanya diam)
Asterlio Clausen
Cepetan mandi, nanti gue anter Lo balik.
Setelah nya aster berlalu pergi begitu saja, seyna memandang nya dengan emosi tertahan, cowok itu selalu bisa membuat nya merasa ingin marah.
____________________________
Asterlio Clausen
(Menuruni satu persatu anak tangga)
Biru yang tengah duduk di sofa sambil membaca buku nya melirik sekilas kedatangan sepupu nya itu.
Biru Sagara
Lo beneran ingin memiliki nya atau hanya untuk dijadikan alat rencana Lo?
Pertanyaan biru sukses membuat cowok itu menatap sepenuhnya pada pria yang sedari tadi masih fokus membaca buku di genggaman nya itu.
Asterlio Clausen
Jangan ngebahas itu sekarang.
(Ucapnya dingin penuh peringatan)
Biru hanya diam tanpa ada niat mengelaknya lagi.
Kembali lagi kedalam kamar aster.
Seseorang yang baru saja selesai mandi kini berdiri di depan cermin sambil menatap dirinya sendiri.
Baju yang ia pake sangat pas di tubuhnya, tapi, apa ini baju cowok itu? ya tidak mungkin sudah jelas ini pakaian perempuan, apa cowok itu memiliki adik? atau seorang kekasih? aiss sudah lah tidak penting juga.
Siaal! kenapa model nya harus seperti ini?! kenapa harus rok?
Seyna Annovra
Ckk! dasar breengsek
(Gumamnya lalu berbalik untuk segera keluar dari kamar aster)
____________________________
Asterlio Clausen
Sudah selesai?
(Tanyanya masih dengan raut datar saat melihat seyna yang menuruni anak tangga)
Seyna Annovra
Dan ini, apa gak ada baju yang lebih baik?
Asterlio Clausen
Itu sangat baik, kenapa ngeluh? Lo cewek kan?
Seyna Annovra
Ck, terserah.
Seyna Annovra
(Beralih menatap biru)
Biru Sagara
(Tak ada tanda tanda kehidupan)
Cowok itu benar benar seperti patung hanya mata yang bergerak untuk fokus membaca baris-barisan tulisan di buku nya itu.
Asterlio Clausen
Mau nginep disini?
(Tanyanya menatap datar seyna sambil bersekedap dada)
Lalu tersadar seyna segera melangkah menghampiri aster tanpa sepatah kata pun.
Setelah kedua nya pergi, biru melirik ke arah pintu ia diam sejenak dalam keheningan.
Biru Sagara
Semoga dia gak ngambil jalan yang salah.
Gumam pria itu dengan datar tanpa ekspresi apapun.
___________________________
Seyna turun dari atas motor nya, lalu Menatap Aster yang masih diam di atas motor nya dengan mata yang terus memandang ke arah dalam, karena pagar rumah seyna yang terbuka memudahkan cowok itu untuk memandang kearah dalam halaman rumah itu.
Seyna Annovra
Ngapain msih disini?
Asterlio Clausen
(Beralih menatap seyna)
Asterlio Clausen
Gue cabut.
(Ujarnya kemudian seraya Menyalakan mesin motor nya)
Tatapan Aster sejenak menatap datar ke arah pintu, dimana ada Seseorang pria yang memandang nya juga datar yang berdiri di ambang pintu sana.
Seyna Annovra
(Hanya menatap sebentar lalu segera masuk)
Seyna Annovra
Dari kapan disini?
(Tak menjawab malah balik bertanya)
Jayden Noel
(Diam sejenak menatap Seyna)
Jayden Noel
Dari sejam yang lalu, lo--sama aster? abis dari mana?
Seyna Annovra
Ga terlalu penting, jadi gaperlu di bahas.
Seyna Annovra
(Masuk lebih dulu)
Jayden menghela nafas pelan lalu mengikuti langkah seyna masuk kedalam rumah nya.
Makan makan Tengah berlangsung, tak ada suara sedikit pun di meja makan yang di isi lima orang itu, Sebelum suara seorang perempuan yang duduk di kursi tengah-tengah mengalihkan pandangannya pada Jayden yang duduk di sebelah putri nya.
Dara (Mamah)
Bagaimana kabar papah mu?
Jayden Noel
Papah baik ko Tan, cuma ya gitu. suka sibuk sering gak ada waktu buat ngumpul bareng gini
(Ucapnya sedikit Terkekeh ringan)
Dara hanya diam memandang pria itu sejenak, ia bukan type orang yang mudah percaya dan di bohongi, dara bisa melihat sorot kesepian serta kesedihan pria itu.
Dara (Mamah)
(Mengangguk pelan)
Dara (Mamah)
Sering-seringlah datang kesini.
Jayden Noel
Pasti, Tante..
(Tersenyum tipis)
ketiga nya hanya diam seolah acuh, tapi kuping mereka mendengar kan obrolan antara sang ibu dengan pria yang di ketahui telah bersahabat sejak lama dengan seyna itu.
Jayden Noel
(Merasa di tatap akhirnya menoleh ke arah depan tepat nya ke arah orang yang duduk di samping gara samping)
Keandra Anggasta
(Hanya diam menatap datar Jayden)
Dara (Mamah)
(Bangkit dari duduknya)
Dara (Mamah)
Saya selesai.
(Berlalu pergi begitu saja)
Keandra Anggasta
Ikut gue.
(Tiba tiba berdiri lalu menatap Jayden sekilas dan melangkah pergi)
Jayden Noel
(Mengerutkan keningnya tak mengerti)
Jayden Noel
Gue kesana bentar sey.
Seyna Annovra
(Menatap lalu mengangguk)
Jayden Noel
Bang,
(Pamit nya yang langsung di angguki oleh gara)
Jayden pun langsung bangkit dan berlalu pergi menyusul cowok itu, entah mau kemana.
Algara Ganendra
Deket sama aster?
(Tanyanya tiba tiba membuat seyna terdiam lalu mendongak menatap sang Abang)
Algara Ganendra
Hati-hati dia bahaya.
Seyna Annovra
Apa beda nya sama bang gara?
Tatapan gara mendatar, ia menatap lurus tepat pada kedua bola mata terang adiknya itu.
Algara Ganendra
Dia bisa lebih bahaya dari gue, seyna.
Seyna Annovra
(Hanya diam dan terus menatap gara)
Terkecuali, aster yang lebih dulu berani menyakiti seyna, maka gara tak kan segan untuk lebih menggila dari cowok itu.
Maaf up nya telat melulu, soalnya aku magerrrr banget ngetikkk
Comments
lisa
gk usah lanjut🙂...yah canda yaiyalah lanjut😆🤘
2023-01-17
0
nadhuman
waahhhh haruss lanjutt SIHHH!!!
2023-01-17
0
Chika
iyapp dong lanjuttt
2023-01-17
0