Bel pulang berbunyi begitu Melenggar di setiap penjuru sekolah, para siswa-siswi mulai berhamburan keluar kelas untuk pulang, sambil bergurau, kejar-kejaran serta tertawa dan berbincang riang, beda hal dengan seyna yang berjalan sendirian di pinggir koridor dekat Mading.
Tatapannya kedepan, tapi tak ber-arah sekaan akan kosong, seyna tak memperdulikan beberapa orang yang Berlarian dan berjalan di samping nya.
Selca Febriana
Seyna!
(Ujarnya dengan ceria sambil memegang kedua sisi tasnya)
Selca Febriana
Hari ini Supir aku ga bisa jemput, jadi aku mau pulang bareng sama kamu, boleh ya sey??
Seyna melirik gadis yang menunjukkan wajah memohon penuh harap, ia menghembuskan nafas pelan.
Seyna Annovra
Hmm
Selca Febriana
Yesss! makasihh seynaa!
Seyna tak menjawab, pandangan nya dengan tanpa sengaja bertemu dengan sepasang mata hitam yang terpancar Begitu tajam, seyna langsung mengalihkan pandangannya saat Teryata cowok itu juga menatap ke arahnya.
Sedangkan Aster yang tengah duduk di atas motor bersama teman-teman nya ia hanya diam tanpa mengalihkan pandangannya.
Jayden Noel
Seyy!
Sapa seseorang pria, Dia Jayden sahabat kecil seyna, dan itu sukses membuat aster mengurungkan niatnya untuk memakai helm.
Selca Febriana
Ehh Jayden...
Jayden Noel
Gue ga nyapa Lo.
Mendapat lirikan sinis cowok itu Membuat selca menatap kesal
Selca Febriana
Ihh udah baik juga aku jawab sapaan nya, dari pada ga di jawab sama sekali?
Tak memperdulikan ocehan gadis itu Jayden lebih memilih menatap ke arah seyna yang sedari tadi seperti tak perduli dengan perdebatan kecil mereka, sudah biasa.
Jayden Noel
Pulang sama gue ya?
Selca Febriana
Ihhh! seyna sama aku!
Jayden Noel
Paansi! berisik tau ga Lo!
Selca Febriana
Bodo! huss! sana pergi!
Jayden Noel
Lo--
Seyna Annovra
Udah, Jay. gue balik sama dia.
Jayden Noel
(Menghela nafas sabar) Yaudah oke, hati-hati.
Selca Febriana
Wleee😛
Jayden Noel
(Melirik selca garang)
Jayden Noel
Awas lu!
(Ucapnya tanpa suara)
_____________________________
Seyna ikut turun dari dalam bus saat bus itu berhenti di sebuah halte yang terletak di pinggir jalan sepi dengan di kelilingi banyaknya Pepohonan rindang.
Selca Febriana
Kok kamu turun disini juga?
(Melihat seyna yang ikut turun)
Seyna tak menjawab, ia malah beralih duduk di kursi halte.
Selca Febriana
Sey...itu bus nya udah mau berangkat lagi?
Seyna Annovra
Biarin aja, gue nunggu bus selanjutnya.
(Ujarnya sambil memasangkan sepasang earphone di telinga nya)
Selca Febriana
Ahh gitu...
(Mengangguk paham)
Selca Febriana
Eum, mau aku temenin?
Seyna Annovra
Gausah, Mending Lo balik sana.
Selca Febriana
Beneran? kamu ga takut sendirian disini? gimana nanti kalo ada yang Gangguin kamu?
Seyna Annovra
Gpp, Duluan.
(Menatap Selca)
Selca Febriana
(Menghela nafas pelan) Yaudah, aku duluan ya? kamu hati-hati, kalo ada apa apa langsung telpon aku ya!
Seyna hanya mengangguk, iyain sajalah agar cepat selesai.
Selca Febriana
Yaudah aku pulang duluan, bye sey!
(Berlari kecil ke arah jalan depan sana)
Seyna tak menjawab ataupun menoleh, setelah di rasa gadis itu sudah pergi, barulah ia mendongak menatap punggung selca yang mulai hilang di balik tikungan depan sana.
Sebenarnya bisa saja seyna ikut bus yang sebelumnya untuk sampai ke halte dua, tapi ia memilih turun hanya untuk memastikan gadis cerewet itu pulang dengan aman, karena jalan ini terkenal rawan akan begal, perampokan bahkan pembunuhan.
Bukan seyna kahwatir, tapi ia hanya berjaga jaga saja agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Brum! Ckit!
Merasa seseorang memberhentikan motor nya di depan halte, seyna yang tengah duduk di kursi halte sambil memainkan ponselnya Melirik Sekilas dengan ekor matanya, bahkan hingga kini Pemilik motor itu sudah berdiri di hadapan nya seyna masih tak Mendongak, ia hanya menatap sepasang sepatu Converse pria itu yang terpasang di kakinya.
Human
Bangun, balik sama gue.
Mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya Membuat seyna perlahan mengakat pandangannya, matanya langsung bertubrukan dengan sepasang mata elang seseorang di depan nya saat ini.
Asterlio Clausen
Seyna Annovra
Naik bus.
Asterlio Clausen
Gak akan ada bus yang berhenti lagi disini.
Seyna Annovra
Tau dari mana?
(Ujarnya tanpa menatap sang empu)
Asterlio Clausen
Serius, karena gue yang nyuruh bus nya buat ga lewat sini.
Seyna Annovra
...
___________________________
Seyna diam berdiri seperti patung menatap datar bangunan di hadapan nya saat ini.
Seyna Annovra
(Mulai melangkah ingin masuk kedalam)
Langkah seyna terhenti saat melihat sosok perempuan cantik dengan pakaian serba hitam keluar dari dalam rumahnya melangkah dengan penuh elegan.
Dara (Mamah)
Baru pulang?
Seyna Annovra
(Mengangguk)
Dara (Mamah)
Ganti baju, gue tunggu di mobil.
Seyna Annovra
Mau kemana?
(Tanya nya Membuat langkah dara terhenti ia menatap datar ke arah depan)
Dara (Mamah)
Kalo di suruh apa apa jangan lelet bisa ga sih sey?
(Tanyanya kini ia menatap sang putri dengan datar)
Seyna Annovra
Sorry, aku ganti baju dulu.
Dara hanya diam, seyna mulai melangkah masuk kedalam rumahnya, dari dulu seyna tidak pernah membantah ucapan sang mamah, tidak pernah, walau hanya sekalipun.
Bersambung...
Like, komen dan dukungan nya💐🥰
Jayden Noel
Desc:
"Cinta adalah ketika kebahagiaan orang lain lebih penting dari kebahagiaanmu."
Comments
kr_ka
ajg, gua kirain apaan
2024-11-03
1
senjaaxvr
cemungutttt
2023-02-12
0
Maisari
mantap ❤❤❤❤
2023-01-28
1