Aksa yang merasa di tanya menoleh kan pandangan ke arah depan lapangan sana, terlihat siswi perempuan yang mengenakan seragam SMA yang sama seperti mereka, ia baru merasa melihat cewek itu.
Aksa Melvander
Anak baru, di kelas 11 Fisika.
Mario mengakat sekilas kedua alisnya menatap Aksa sebentar lalu kembali memperhatikan siswi tadi yang tengah di hukum di lapangan sana maybe telat, padahal ini jam pelajaran, kenapa mereka bisa di luar? jelas karena mereka berdua membolos.
Mario Bramasta
Gercep juga dapet informasi nya.
Aksa tak menanggapi ia memilih memejamkan mata nya dengan kepala yang ia senderkan ke tembok di belakang nya.
Brak!
Mario menoleh ke arah kanan beda hal dengan Aksa yang tampak tak mengubris suara benda yang terjatuh mengenai lantai marmer itu.
Human
(Sedikit Gelagapan lalu membereskan buku yang berserakan)
Mario Bramasta
(Hanya diam memandangi dengan datar tanpa ada niat membantu)
Setelah mengambil beberapa buku yang terjatuh karena ia membawanya kebanyakan lalu gadis berkuncir dua itu kembali berdiri tegak dan berdiri gugup dengan kepala menunduk.
Human
P-permisi ka..
(Hendaknya melewati keduanya yang berdiri di lorong koridor)
Mario Bramasta
Tunggu.
(Panggil nya datar)
Human
Y-ya ka? ada yang bisa saya bantu?
Mario Bramasta
Bersedia?
Gadis itu tampak mengerjap pelan lalu mengangguk ragu.
Mario Bramasta
Tutup mulut Lo, Lo aman.
Glup!
Refleks gadis itu menelan ludah lalu tak lama kemudian ia mengangguk sambil menunduk.
Mario sangat paham bagaimana sifat gadis di hadapannya saat ini, dia Adinda anak kelas IPA yang terkenal culun tapi mulut nya Begitu ember seperti kenalpot racing.
Human
K-kalo Begitu aku duluan kak!
(Pamitnya Segera buru buru pergi)
Mario Bramasta
(Tak menjawab hanya acuh membiarkan)
Tak lama kemudian suara Aksa membuat nya menoleh.
Aksa Melvander
Dia bakal jadi orang berpengaruh nanti.
Mario Bramasta
(Mengakat Sebelah alisnya)
Mario Bramasta
Siapa?
Aksa Melvander
(Menunjuk ke arah lapangan dengan dagunya)
Mario menoleh, kini atensinya kembali menatap gadis yang berdiri seraya bergerak seperti cacing kepanasan karena di jemur di bawah sinar matahari itu.
Aksa Melvander
Dia adiknya Sherlin.
Mario Bramasta
Siaal, pantes ga asing.
Nambah lagi satu beban mereka, hadeuhh.
Aksa Melvander
Dia punya sikap polos, biar jadi urusan gue.
Mario Bramasta
Modus, tapi you are the best.
Aksa Melvander
Ch
___________________________
Di sebuah jalan sepi, sosok berpayung berjalan sendirian di tengah tengah germetik hujan yang turun menemani kesunyian malam ini.
Seyna Annovra
"ARGHHHHH"
BRUAGHHH!
"Mamah! mamah bangun hikss!"
"Jaga adik mu....pergi sekarang!"
"ENGGA! MAHH!!"
Seyna Menghentikan langkah nya saat selebet ingatan melintas Begitu saja di dalam pikiran nya.
Suara suara germecik hujan dengan di pandu kebisingan yang begitu menyayat hati hingga kini masih terngiang-ngiang di dalam otaknya.
Anak berusia 15 tahun, yang telah membunuh dua nyawa dalam satu malam...
Dan itu sangat membekas di dalam otaknya, betapa perasaan bersalah Itu terus menghantuinya hingga saat ini, dan membuat hidupnya berubah menjadi suram dan Begitu menggelap hingga tak ada cahaya Lagi.
Seyna Annovra
ARGHHHHH!!
(Tiba tiba berjongkok sambil meremas kuat rambut nya)
Kini tubuhnya terguyur hujan tanpa ada pelindung lagi, payung yang tadi di genggaman nya kini telah terjatuh ke tanah.
Seyna Annovra
Gue ga jahat...gue bukan pembunuh....
(Gumamnya seperti orang Prustasi)
Seyna Annovra
Bukan....bukann.....
Seyna Annovra
Arghhhhhh!!
(Semakin teriak Mencengkram kuat rambut nya sendiri)
Beberapa saat kemudian hening, seyna masih setia berjongkok Tubuhnya mulai bergetar kecil dan ia semakin basah karena di guyur hujan.
Seyna Annovra
(Mengusap wajah nya kasar yang basah)
Seyna mulai menunduk seraya terisak kecil, ia lelah... sungguh. rasa bersalah yang selalu menghantuinya selama tiga tahun ini benar benar menyiksa dirinya.
Seyna Annovra
Hikssss...
(Bahu mulai bergetar)
Seyna menangis lagi, malam ini untuk yang pertama kalinya dalam dua bulan ini dia tidak menangis.
Human
(Sedari tadi melihat tingkah seyna)
Tapi sosok pria di halte itu hanya diam Menyender seraya menghisap rokok di tangan nya.
Seyna Annovra
(Terdiam sejenak merasa hujan tak lagi mengguyur tubuhnya)
Seyna Annovra
(Mendongak)
Asterlio Clausen
Asterlio Clausen
Bangun, ngapain hujan-hujanan disini?
Tanpa menjawab seyna bangkit lalu menghapus jejak air mata nya kasar ia menarik nafas nya kasar lalu menatap aster.
Seyna Annovra
Gw gabutuh payung Lo.
(Hendak pergi)
Asterlio Clausen
(Tanpa menoleh dengan cepat menahan tangan seyna dan sedikit menarik nya)
Asterlio Clausen
Ikut gue, gue ga Nerima penolakan malem ini.
Bersambung...
Ngebingungin banget ya nih cerita? kalian pada bosen ya nungguin alurnya? hufttt maaf tapi memang sudah seperti ini jalan cerita nya😪
Comments
Nona Sha (••khnsha••)
serah lu ajah dah thor, gw mah pembaca nyimak ajah
2023-01-20
0
butterfly 🦋
plisss jodoh nya Aksa, Lisa yaa thorr 😚😚
2023-01-17
1
nadhuman
seruuuuuuuuuu pokok nya lanjut terusss!!
2023-01-17
0