"Om jauh lebih tampan dari pada saat Lia melihat wajah om di handphone" Puji Adelia yang saat ini duduk di samping Bram dan menatap wajahnya tidak berkedip.
Bram terkekeh lalu mencubit pelan pipi gadis kecil yang sangat mirip dengan Aqila dulu.
"Lia jago gombal ya"
"Lia jujur om, kalo gak percaya tanya aja Nty Qila"
Aqila yang namanya di sebut lantas menoleh, bersamaan dengan Bram yang juga ikut menatap ke arah nya.
Sesaat mata kedua nya terkunci dan saling menatap, sampai saat Adelia kembali berbicara dan dengan cepat Aqila menatap gadis kecil itu.
"Benar 'kan Nty? Om Bram tampan?"
"Biasa saja" Jawab malas Aqila dan kembali memainkan handphone nya yang baru saja di berikan oleh Bram.
Benar, Bram lah yang memberikan handphone keluaran terbaru yang sedang di mainkan oleh Aqila. Pria itu bilang sebagai ganti handphone Aqila yang hilang.
Padahal handphone Aqila ada bersamanya, namun sudah menjadi rongsokan karena Bram menghancurkan nya.
"Ihh kok Nty gitu, padahal om Bram sangat tampan" Puji Adelia terus menerus.
"Lebih tampan mana, aku atau om Bram?" Tanya Lio menatap datar kembaran nya.
Sejenak Lia menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, hingga akhirnya gadis kecil itu menjawab.
"Kalian berdua sama-sama tampan kok"
"Aku atau om Bram?" Ulang Lio
Mendengus pelan lalu Lia menghentakkan kaki nya kesal. "Lio lebih tampan dari pada om Bram!" Sahut kesal Lia.
Lantas gadis kecil itu berjalan kearah tanaman yang tak jauh dari mereka seraya menghentakkan kaki nya kesal. Melihat hal itu lantas Lio berlari mengikuti langkah kembaran nya.
"Cantik"
Aqila yang sedari tadi tertawa pelan melihat tingkah keponakan nya lantas menghentikan tawanya dan menatap Bram.
"Sangat cantik" Puji Bram merapihkan rambut Aqila yang tertiup angin.
Sejenak suasana terasa begitu romantis, ditambah saat ini mereka tengah berada di taman bunga. Sebut saja piknik di pagi hari.
Karena memang ini semua sudah Aqila rencanakan sebelum Bram datang mengacaukan mood nya, tetapi Aqila tidak ingin membuat keponakan nya sedih, alhasil mau tidak mau Bram jadi ikut bersama mereka mengantikan tugas para bodyguard.
"Ck!" Aqila berdecak kesal seraya hendak bangun, tetapi Bram menahan nya dan menggenggam tangan nya begitu erat.
"Mau menjadi istri ku, baby girl?"
"Tidak"
"Kenapa?"
"Aku memiliki kekasih yang sangat aku cintai"
"Tapi aku lebih mencintai mu"
"Dan aku tidak bertanya ataupun peduli" Ketus Aqila menarik paksa tangan nya.
Sejenak kedua nya sama-sama terdiam, jika Aqila terdiam karena menatap keindahan taman itu, tetapi berbeda dengan Bram yang diam menatap keindahan wajah Aqila.
"Aku benar-benar ingin menikahi mu" Ujar Bram lagi.
"Kamu terlalu tua untuk ku"
Sesaat Bram terkekeh dan menggeser posisi duduk nya hingga hampir menempel dengan tubuh Aqila, sedangkan gadis itu hendak bergeser menjauh.
Tetapi tiba-tiba tangan Bram memeluk pinggang nya dan pria itu menyandarkan kepalanya di bahu Aqila.
"Kita hanya berbeda empat belas tahun, baby"
"Benarkan? Kamu terlalu tua untuk ku!"
"Umur kakak mu saja berbeda sangat jauh dengan Grey, tetapi mereka tetap bersatu"
"Ish apaan sih! Lepas!" Dengus kesal Aqila menepuk-nepuk lengan Bram.
Tidak melepaskan nya, melainkan Bram semakin mempererat nya.
"Ayo kita menikah, sebelum anak ku tumbuh"
"Berhenti membahas hal yang tidak masuk akal!" Teriak tertahan Aqila semakin jera.
Gadis itu terus mencoba melepaskan tubuhnya dari rengkuhan Bram, tetapi pria itu terlalu kuat menahan nya.
"Kamu bilang tidak akan membahasnya lagi setelah aku setuju untuk bekerja bersama mu!" Lanjut Aqila masih dengan nada yang sama.
Menghela napas nya kasar, lalu Bram semakin menenggelamkan wajah nya hingga hidung mancung miliknya menyentuh kulit leher Aqila.
"Heii!" Tegur risih Aqila mencoba mendorong kepala Bram.
"Berhenti bersikap ketus padaku, aku sangat sedih" Lirih Bram masih di posisi yang belum tergeser sedikit pun.
"Aku-- " Belum sempat Aqila menyuarakan kekesalan nya, tiba-tiba pekikan keras Lio menyadarkan kedua nya.
Lantas kedua nya menoleh ke asal suara, dan terlihat dengan jelas posisi Lia yang saat ini tersungkur.
"Astaga Lia!" Pekik kaget Bram dan Aqila, dengan gerakan cepat dan panik kedua nya langsung berlari menghampiri Twins A itu.
"Huaaaaa sakit hiks hikss" Tangis kesakitan Lia yang baru saja diangkat oleh Bram.
"Astaga kenapa bisa jatuh?!" Panik Aqila memeriksa tubuh gadis kecil yang berada di gendongan Bram.
"Nakal! Nakal!. Sudah aku bilang jangan berlari dan melompat!" Omel Lio dengan wajah galak nya.
"Huaaa Lio galak hikss Lio marah-marah terus hikss"
Saking takutnya melihat ekspresi marah kembaran nya, Lia langsung menyembunyikan wajahnya di leher Bram dan menangis sejadi-jadi nya di sana.
"Wahh lihat mereka, pasangan muda yang sudah memiliki dua anak kembar"
"Pantas saja anak-anak itu tampan dan cantik, ternyata orang tua nya sangat tampan dan cantik"
"Pasti mereka menikah muda, dan lihatlah anak sudah besar"
Aqila menoleh ke asal suara dan menatap tajam ibu-ibu yang memakai baju seragam senam berwarna pink yang sedang membicarakan diri nya.
"Pasti hamil duluan tuh" Ucap seorang ibu-ibu itu sebelum bubar karena tatapan Aqila.
Lain hal nya dengan Bram yang sedang berusaha menahan senyuman nya, entah kenapa mendengar ucapan ibu-ibu yang terdengar antara pujian atau makian membuat hati Bram senang.
"Dasar ibu-ibu somplak! Tukang gosip! Netizen gak di gaji! Anak kalian tuh yang hamil duluan!" Maki kesal Aqila.
...****************...
.
.
*Like nya ayo🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Diana diana
jauh ya beda usianya . . tapi aku sukaaaaa
2023-03-14
0
Yuli Silvy
🤣🤣🤣
2022-12-24
0
Yoni Hartati
apa tdk salah beda 7 thn bram kan udah umur 32 thn beda dgn aqila umur 18 thn
lanjut semangat
2022-12-18
5