Bab-12- Keterpurukan Aqila

Tokk.. Tokk.. Tokk..

Pintu kamar Aqila di ketuk begitu terburu-buru dan sangat tidak sabaran, tetapi sang pemilik kamar tidak juga membuka kan pintu nya.

"Nty ini Lia sama Lio, bukain dong pintu nya" Teriak si manis Adelia yang baru saja selesai makan malam bersama keluarga.

Tokk.. Tokk.. Tokk..

Lia terus mengetuk pintu sang aunty, meminta untuk di buka karena aunty kesayangan nya tidak mau keluar dari kamar sejak ia pulang bermain sore tadi.

"Aneh.. Ada apa dengan Nty?"

"Tadi siang Nty meninggalkan kita di arena ice skating dan pergi bersama om Bram" Gumam si galak Adelio.

Memang benar, saat pertengkaran hebat tadi siang, baik Lio atau pun Lia tidak ada di sana karena mereka masih bermain dan digantikan oleh para bodyguard yang menemani mereka bermain.

"Nty baik-baik saja 'kan? Lia mau liat Nty" Ujar Lia yang mulai sedih karena tidak kunjung dibuka kan pintu.

Ceklek~

Pintu terbuka dan menampilkan sosok Aqila yang berdiri lalu tersenyum kearah keponakan kembar nya itu.

"Halo" Sapa Aqila.

"Nty!! Lia kangen" Secepat kilat Lia langsung memeluk kaki gadis itu, dan Aqila pun sejenak terdiam hingga akhirnya ia berjongkok menyamakan tingginya dengan sang keponakan.

"Sayang, gimana main nya? Seru?" Tanya Aqila mengusap pipi chubby Lia.

Lia mengangguk antusias dengan mata berbinar. "Sangat seru, tapi kenapa Nty pulang duluan? Padahal kan harusnya kita main nya bersama" Sahut riang Lia di awal kemudian lesu di akhir.

"Ututu maafkan Nty 'ya sayang. Tadi ada teman Nty yang berkunjung kesini tanpa memberitahu dulu" Jelas bohong Aqila.

Tentu Lia mengangguk-angguk percaya, tetapi tidak dengan Lio yang memang sedari tadi sudah memperhatikan wajah aunty-nya.

Mengetahui Aqila berbohong, Lio mendengus kesal tetapi ia tidak akan bertanya di depan kembaran nya ini.

"Nty sudah makan?" Tanya Lio yang kini memasuki kamar Aqila dan menutup pintu nya.

"Sudah kok"

"Kapan? Kami baru saja selesai makan malam, tapi Nty gak ikut makan" Celoteh kesal Lio.

Aqila tersenyum melihat kepedulian Lio yang terkesan ketus dan galak, tetapi aslinya pria kecil itu sangat amat peduli pada keluarganya apalagi dengan kembaran nya.

"Nty hanya makan buah, soalnya lagi diet" Jawab Aqila dengan kekehan kecil nya.

Lio menatap jengah Aqila, ia tahu bahkan sangat tahu apa yang sedang di rasakan oleh aunty-nya, berbeda dengan Lia yang sangat lemot dan mudah di bohongi.

*

*

*

Sudah tiga hari berlalu semenjak kejadian itu, Aqila masih enggan menampakkan dirinya. Saat ini pintu kamar Aqila terbuka lantas sang pemilik kamar menoleh kearah pintu.

Dan ternyata yang membuka pintu kamarnya adalah Arazey, sosok kakak terbaik yang semenjak menikah Arazey meninggalkan rumah ini, dan hanya sesekali menginap ke sini.

"Kak Ara.." Panggil lirih Aqila merentangkan tangan nya meminta di peluk.

Dengan senang hati Arazey pun memeluk tubuh adik bungsu nya yang terlihat semakin kurus.

"Makan yuk?" Ajak Arazey yang langsung mendapat gelengan dari Aqila.

"Kata Mama sudah tiga hari ini kamu gak mau makan, nanti kalo sakit gimana hmm?" Lembut Arazey mencoba membujuk.

"Aku memalukan 'ya kak?" Tanya balik Aqila mulai melepaskan pelukan kedua nya.

Arazey mendelik, menatap tidak suka Aqila karena ucapan nya barusan. "Kamu bicara apa sih?"

"Qila memalukan keluarga dan--"

"Tidak sayang, cantik. Kamu tidak pernah mempermalukan kami" Potong Arazey memegang kedua pipi sang adik.

Tetapi Aqila menggeleng menanggapi ucapan Arazey barusan.

"Papa marah sama Qila, kak Grey juga marah sama Qila"

"Kata siapa?" Suara bariton berat itu berhasil mengalihkan perhatian kedua nya.

Kini di pintu sana Grey sedang berdiri bersedekap dada, lalu berjalan menghampiri kedua nya.

"Kata siapa kak Grey marah?" Ulang Grey menatap galak Aqila.

Tetapi yang ditatap langsung menundukkan kepalanya takut.

"Kak Grey gak pernah marah sama kamu sayang," Lembut Aqila. "Kemarin cuma kebawa emosi aja, tapi kak Grey gak marah kok" Sambung nya.

"Cuma kecewa" Tambah Grey yang langsung mendapat tatapan tajam dari istrinya.

"Maaf, Qila mengecewakan kalian" Lirih Aqila.

"Mau membuat kekecewaan kakak pada mu berkurang?" Tanya Grey.

Aqila pun langsung mengangkat pandangan nya dan mengangguk-anggukan cepat kepalanya. "Mau kak"

"Baiklah, kamu cukup keluar dari kamar ini dan kembali menjadi Aqila seperti sebelum nya"

Kepala Aqila kembali menunduk teringat larangan sang Papa.

"Gak bisa, Papa gak ngasih izin buat keluar. Papa nyuruh aku untuk tetap dikamar"

"Masalah Papa biar nanti kakak yang tangani"

"Tapi--"

"Ayolah sayang, apa kamu tidak mau shopping bersama kakak?" Potong Arazey dengan nada sedih.

Aqila hanya terdiam, Arazey pun tak menyerah ia terus mengeluarkan rayuan nya hingga akhirnya gadis itu mengangguk dan memberikan senyum tipisnya.

.

.

...****************...

*Kira-kira bagaimana dengan Bram ya?

.

*Ayo berikan dukungan nya supaya author semangat😍

Terpopuler

Comments

Jeon Melly💫

Jeon Melly💫

Kasihan qila

2022-12-20

2

erm

erm

kok nyeseek bgt jadi qila

2022-12-19

1

Jan_Kepo

Jan_Kepo

Kok si Bram ngga ngasih tau yang sebenarnya si thor?☹️☹️

😫😫

Thor, up sering" dong🤒🔪

2022-12-19

4

lihat semua
Episodes
1 Bab-1- Awal Mula
2 Bab-2- Obat Per*ngsang
3 Bab-3- Bram Adipati
4 Bab-4- Mulai Menunjukkan Kecemburuan
5 Bab-5- Kebenaran Yang Sebenarnya
6 Bab-6- Hanya Kamu
7 Bab-7- Wajah Menyebalkan
8 Bab-8- Senyum Menjengkelkan, Bram
9 Bab-9- Ibu-ibu Somplak.
10 Bab-10- Ketahuan
11 Bab-11- Pukulan dan larangan.
12 Bab-12- Keterpurukan Aqila
13 Bab-13- Kedatangan keluarga Bram
14 Bab-14- Mencoba gaun
15 Bab-15- Pernikahan
16 Bab-16- Hari pertama yang kacau
17 Bab-17- Hari pertama yang kacau (2)
18 Bab-18- Tidak saling bertemu
19 Bab-19- Perjanjian secara tidak sadar
20 Bab-20- Kembali bertingkah
21 Bab-21-
22 Bab-22-
23 Bab-23-
24 Bab-24-
25 Bab-25-
26 Bab-26-
27 Bab-27-
28 Bab-28-
29 Bab-29-
30 Bab-30-
31 Bab-31-
32 Bab-32-
33 Bab-33-
34 Bab-34-
35 Bab-35-
36 Bab-36-
37 Bab-37-
38 Bab-38-
39 Bab-39-
40 Bab-40-
41 Bab-41-
42 Bab-42-
43 Bab-43-
44 Bab-44-
45 Bab-45-
46 Bab-46-
47 Bab-47-
48 Bab-48-
49 Bab-49-
50 Bab-50-
51 Bab-51-
52 Bab-52-
53 Bab-53-
54 Bab-54-
55 Bab-55-
56 Bab-56-
57 Bab-57-
58 Bab-58-
59 Bab-59-
60 Bab-60-
61 Bab-61-
62 Bab-62-
63 Bab-63-
64 Bab-64-
65 Bab-65-
66 Bab-66-
67 Bab-67-
68 Bab-68-
69 Bab-69-
70 Bab-70-
71 Bab-71-
72 Bab-72-
73 Bab-73-
74 Bab-74-
75 Bab-75-
76 Bab-76-
77 Bab-77- END
78 " Possessive-Psychopath Husband"-Karya Riri_923
79 "Suami Miskin Ku"
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab-1- Awal Mula
2
Bab-2- Obat Per*ngsang
3
Bab-3- Bram Adipati
4
Bab-4- Mulai Menunjukkan Kecemburuan
5
Bab-5- Kebenaran Yang Sebenarnya
6
Bab-6- Hanya Kamu
7
Bab-7- Wajah Menyebalkan
8
Bab-8- Senyum Menjengkelkan, Bram
9
Bab-9- Ibu-ibu Somplak.
10
Bab-10- Ketahuan
11
Bab-11- Pukulan dan larangan.
12
Bab-12- Keterpurukan Aqila
13
Bab-13- Kedatangan keluarga Bram
14
Bab-14- Mencoba gaun
15
Bab-15- Pernikahan
16
Bab-16- Hari pertama yang kacau
17
Bab-17- Hari pertama yang kacau (2)
18
Bab-18- Tidak saling bertemu
19
Bab-19- Perjanjian secara tidak sadar
20
Bab-20- Kembali bertingkah
21
Bab-21-
22
Bab-22-
23
Bab-23-
24
Bab-24-
25
Bab-25-
26
Bab-26-
27
Bab-27-
28
Bab-28-
29
Bab-29-
30
Bab-30-
31
Bab-31-
32
Bab-32-
33
Bab-33-
34
Bab-34-
35
Bab-35-
36
Bab-36-
37
Bab-37-
38
Bab-38-
39
Bab-39-
40
Bab-40-
41
Bab-41-
42
Bab-42-
43
Bab-43-
44
Bab-44-
45
Bab-45-
46
Bab-46-
47
Bab-47-
48
Bab-48-
49
Bab-49-
50
Bab-50-
51
Bab-51-
52
Bab-52-
53
Bab-53-
54
Bab-54-
55
Bab-55-
56
Bab-56-
57
Bab-57-
58
Bab-58-
59
Bab-59-
60
Bab-60-
61
Bab-61-
62
Bab-62-
63
Bab-63-
64
Bab-64-
65
Bab-65-
66
Bab-66-
67
Bab-67-
68
Bab-68-
69
Bab-69-
70
Bab-70-
71
Bab-71-
72
Bab-72-
73
Bab-73-
74
Bab-74-
75
Bab-75-
76
Bab-76-
77
Bab-77- END
78
" Possessive-Psychopath Husband"-Karya Riri_923
79
"Suami Miskin Ku"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!