Brakk!
.
Aqila membeku dan sesekali mengedipkan matanya kaget atas apa yang baru saja terjadi. Pria di hadapan nya bangun dan menendang kursi yang sempat ia duduki hingga terpental cukup jauh.
Wajah Bram memerah, deru napas nya terdengar begitu berat dan kasar. Beberapa kali pria itu mengusap kasar wajah nya hingga akhirnya Aqila tersadar dan mengeluarkan suaranya.
"Ada apa dengan mu, Mr.?"
"Katakan, selain berciuman apa lagi yang kalian lakukan hah!" Bentak marah Bram.
Aqila ikut berdiri dan menatap aneh pria yang kini tengah menatapnya penuh emosi.
"Hei! Apa ada yang salah? Kenapa anda begitu emosi?"
"Jelas salah! Kamu milik ku, Aqila. Hanya milik ku!" Tekan Bram frustasi.
"Tapi aku tidak mencintai mu, dan aku memiliki seorang kekasih yang jauh lebih tampan dari mu!"
"Aku tidak peduli!" Hardik geram Bram. "Yang lebih dulu menyukai dan mencintai mu, adalah aku bukan dia!" Lanjutnya.
Sepertinya perdebatan ini akan terus berlangsung jika Aqila terus menyahuti perkataan Bram dengan pedas.
"Oke, baiklah terserah apa katamu" Aqila mengalah lalu kembali duduk di kursi nya.
Selera makan nya benar-benar hilang, bahkan makanan yang terlihat enak itu kini hanya di tatap malas oleh Aqila.
"Aku memang pernah mendengar kak Ara dan kak Grey bercerita tentang mu," Ujar Aqila mulai kembali membuka percakapan nya.
"Dan kak Grey bilang aku sangat menyukai mu, bahkan sering menganggu mu, tetapi perlu aku tekan kan. Itu dulu, bukan sekarang!" Sambung Aqila menekan di akhir kalimat nya.
Bram terdiam menatap punggung Aqila yang enggan menatap dirinya, perasaan nya benar-benar berkecamuk.
Rencana yang ia susun tujuh tahun lalu sejak ia menyukai perempuan dihadapan nya ini, kini hancur begitu saja karena Aqila mengalami amnesia permanen.
"Mau dulu atau pun sekarang. You are mine, Aqila Ivanka!" Kekeh Bram masih dengan pendirian nya.
"Dan jangan lupakan apa yang terjadi semalam, bisa saja anak ku sedang tumbuh di dalam rahim mu" Sambung nya.
Sontak kepala Aqila menunduk dan tangan nya memegang perutnya. "Jangan membohongi ku, brngsek!" Geram marah Aqila.
"Terserah mau percaya atau tidak, yang pasti kegiatan pan--"
"Erghh! Diam lah!" Erang frustasi Aqila.
Bram tersenyum miring melihat gadis kecil nya kini tidak bisa menjawab atau menyahuti ucapan nya lagi.
Jika tadi Bram lah yang frustasi memikirkan apa saja yang telah Aqila lakukan bersama kekasih nya di belakang pengawasan bawahan nya.
Maka saat ini Aqila lah yang akan frustasi memikirkan hal yang sebenarnya Belum Terjadi!
.
...-Flasback On-...
Suasana semakin panas, bahkan kacamata penutup gunung berlemak itu telah hilang entah kemana, bahkan rok span yang digunakan Aqila sudah tergeletak di lantai.
Bram yang saat ini tengah mengecupi ujung gunung berlemak itu, seketika tersadar dan langsung menjauhkan tubuh Aqila.
Mata Aqila yang sedari tadi terpejam kini kembali terbuka dan menatap sayu pria yang kini tengah menampari wajahnya sendiri.
"Ah.. Om ayo.. Milik ku gatal.." Rancau Aqila semakin tidak terkendali.
Kakinya terus ia gesek-gesekkan, rasa ingin yang tadinya sedikit terpenuhi kini kembali hilang saat Bram bangkit dari tubuh nya.
"Bodoh Bram! Kau bodoh!" Maki Bram pada dirinya sendiri.
Lantas Bram menarik selimut dan melilit tubuh Aqila dengan selimut itu, walaupun beberapa kali gadis itu mencoba meraih tengkuk leher Bram.
Tetapi akhirnya kini tubuh Aqila sudah terlilit sempurna dengan selimut.
"Ingat janji mu pada, Grey! Jangan mengecewakan nya bodoh!"
Sebisa mungkin Bram mengatur libido nya yang memang tadi sudah membuncah dan rasanya ingin segera di salurkan.
Tetapi begitu mengingat janjinya pada Grey-- pria yang sudah ia anggap sebagai kakak nya sendiri, Bram langsung tersadar.
"Erghh panas, tolong.." Erang Aqila mencoba melepaskan selimut di tubuhnya.
Tetapi dengan cepat Bram mengangkat tubuh yang sudah terlilit selimut itu, lalu di bawa nya ke dalam kamar mandi.
Walaupun cukup membahayakan bagi tubuh gadis nya jika berendam air dingin malam-malam seperti ini
Tetapi Bram tidak punya pilihan lain, dan setelahnya ia pun kembali membawa gadis nya ke kasur. Lalu memeluk tubuh tanpa sehelai benang itu guna mencegah demam pada tubuh Aqila.
...-Flashback Off-...
.
.
"Dimana handphone ku?" Tanya Aqila yang baru saja mendapatkan tas miliknya, tetapi ia tidak menemukan handphone nya.
Bram mengangkat bahu acuh menanggapi pertanyaan Aqila, hal itu pun membuat gadis di sebelahnya mendengus kesal.
"Cepat berikan handphone ku!"
"Tidak ada"
"Apa nya yang tidak ada? Semalam handphone masih berada di dalam tas dan belum sempat aku keluarkan!"
"Tidak tahu"
"Kau!!" Aqila menggeram kesal. Kesabaran nya benar-benar di uji oleh pria yang memang ia akui sangat tampan.
Dengan perasaan kesal lantas Aqila bangun dari duduk nya, dan hendak melangkah. Tetapi tangan nya di cekal oleh Bram dan langsung ditarik hingga Aqila jatuh tepat dipangkuan Bram.
Mata Aqila membola sempurna dan dengan cepat gadis itu hendak berdiri, tetapi lagi-lagi Bram menahan nya dengan melingkari tangan nya di pinggang Aqila.
"Aku sangat merindukan mu, baby girl"
...****************...
Jangan lupa like nya🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Dede Dahlia
wah hebat bram bisa menanahan nafsu.
2023-09-14
0
Diana diana
aku padamu Bram . .
2023-03-14
0
Susi Yati
syukur lah g di jebol gawangnya sblm waktu nya god bramm.. ters berjuang untuk cintamu om bramm.
smoga amnesia aqila smbuh keajaiban Tuhan
lanjut kak
2022-12-17
3