Yu Chen menetap selama seminggu di desa itu..setelah merasa bosan ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya..
Kini lalu lintas sungai sudah bisa dilalui dengan baik. Para tukang perahu sudah bisa berlayar kembali.
Yu Chen akhirnya bisa menyeberangi sungai itu dengan lancar...
Lima hari berlalu sejak Yu Chen turun dari perahu.
Siang itu....
" Sepertinya akan ada badai..." Yu Chen mengamati pergerakan suhu udara disekitarnya menurun drastis.
Angin berhembus kencang...
Yu chen berlari bergegas untuk mencari desa atau kota terdekat...selain untuk berteduh..ia juga sudah kehabisan perbekalan.
Ia berlari cepat...
Akhirnya ia melihat kota kecil dari kejauhan..
Yu Chen sampai digerbang kota kecil tersebut ...Hujan tak tertahan lagi..akhirnya turun dengan deras...
Yu Chen bergegas memasuki kota lalu mencoba mencari penginapan.
Hujan semakin deras diikuti angin beliung , jalalan kota begitu sepi dan tidak ada seorangpun berdagang dicuaca buruk itu.
Beberapa saat kemudian Yu Chen sampai pada sebuah penginapan kecil. Penginapan kecil itu sangat sepi tiada tamu..dengan pakaian basah kuyup Yu Chen melangkah masuk.
Ia disambut wanita tua yang tampak segan menerima kedatangan dirinya.
" Berikan kamar terbaik..." Yu Chen melempar sekeping koin emas..
Yu Chen yakin jika melihat koin emas mengkilat si wanita tua itu akan timbul semangatnya..
Badai berlangsung hebat di luar...
Yu Chen memasuki kamar untuk berganti pakaian... Ia mandi air hangat...
" Nikmatnya.." setelah berhari - hari tak mandi ia merasakan air hangat menjadi begitu bahagia..
Usai mandi dan berganti pakaian..ia keluar dan memesan hidangan...
" Hanya ada teh hangat.." Wanita tua itu menjelaskan.
" Nyonya , beri saya hidangan terbaik yang kau punya ..beri saya daging terbaik...uang tak masalah.." Yu Chen meminta.
" Maaf tuan muda , ini bukan soal uang tetapi tidak ada daging ataupun arak ditempat ini . " wanita itu menjawab sedih.
" Hemm , heran boleh aku melihat dapurmu.." Izin Yu Chen..
" Silakan..jika kau tak percaya.." sahut si Nyonya..
Yu Chen bangkit lalu memeriksa tak ada apa - apa didapur..namun dia melihat ada beberapa bahan makanan yang bisa diolah.
Ada perasaan menggelitik hatinya..ia berpikir sejenak..lalu menghampiri si wanita tua.
" Nyonya bolehkah aku meminjam peralatan dapurku..biar aku yang memasak." tanya Yu Chen.
Pemilik penginapan itu merasa heran lalu bilang " Terserah.."
Dengan hati gembira Yu Chen pun memasak..
Ia masukan semua bahan yang ada dan membuat makanan yang di rindukannya yaitu nasi goreng spesial telor 2...kebetulan bahan - bahannya ada di dapur itu.
Setelah jadi...wangi harum menguasai dapur..ia bawa ke meja depan...
" Nyonya aku bikin banyak jika mau silakan ambil sendiri hehehe.." Yu Chen berkata gembira.
Yu Chen makan dengan lahap nasi goreng spesial yang dia bikin.
Melihat cara makan Yu Chen yang begitu sangat nikmat..membuat hati wanita itu tergerak..ia pun kedapur dan mencicipinya..
Akhirnya..yang terdengar di penginapan kecil itu hanyalah suara sumpit dan mangkuk beradu..
Badai masih berlangsung...
Yu Chen menikmati araknya usai puas makan..
" Ada apa Nyonya? Mengapa usai makan kau malah melamun?? " tanya Yu Chen
Wanita tua itu tersadar..
" Anak muda sebaiknya anda segera pergi dari kota ini "
" tak mungkin badai masih berlangsung..bisa mampus aku.." Bantah Yu Chen
Akhirnya wanita tua itu bercerita , bahwa dikota itu beberapa hari lalu didatangi gerombolan bandit bersenjata, gerombolan ini terdiri dari seniman bela diri yang hebat. Membuat para penjaga kota tak berdaya.
Gerombolan bandit ini menjarah kota. Membunuh warga kota dan menculik anak bini orang di kota ini. Setelah puas mengacau para bandit itu pergi . Sebelum pergi para bandit mengancam akan datang lagi..
Ketika para bandit itu pergi..penguasa kita langsung mengirim surat meminta bantuan ke kota besar dan sekte aliran putih terdekat.
Petugas dari kota besar dan murid sekte aliran putih pun datang untuk melindungi kota kecil itu.
Setelah mengetahui bahwa kota telah di lindungi oleh petugas kerajaan dan sekte aliran putih.
Para bandit itu marah ..mereka datang lagi dan membunuh penguasa kota...mereka juga membasmi para petugas dan pendekar aliran putih yang bertugas.
Para bandit berkuasa di kota dan warga kota menjadi sengsara tiap hari ada saja penculikan dan perampokan serta pembunuhan.
Yu Chen yang mendengar ini menjadi marah luar biasa...
" Dimana kelompok itu bermarkas..?? " tanya Yu Chen..
" Para bandit itu ada di luar kota dekat hutan..mereka membuat markas disana ..tapi tepatnya saya tak tahu " terang wanita itu..
" Hemm usai badai berlalu ..aku akan mencari dan membasmi mereka " . Yu Chen pergi ke kamarnya untuk istirahat.
Badai masih berlangsung dahsyat, hujan turun deras disertai petir serta angin kencang..selama seminggu badai masih menyerang.
Yu Chen duduk bersila dikamarnya selain untuk menghimpun tenaga juga untuk menghangatkan badan.
Selama seminggu itu pula Yu Chen memuaskan hoby memasaknya..
Akhirnya badai mereda...walau hujan telah berhenti namun petir - petir kecil masih menghujam langit kota tersebut.
Yu Chen kemudian pergi ke tempat penguasa kota untuk mencari informasi bandit yang merajalela.
Yu Chen mendapat informasi bandit yang merampok dan menyerang kota adalah anggota atau gerombolan dari Sekte Tawon Merah.
Mendengar ini Yu Chen menjadi geram bukan main...ia mengambil keputusan untuk membasmi Sekte aliran hitam tersebut.
Yu Chen mendapat informasi tentang markas dan kekuatan dari sekte sesat itu.
Ia kembali ke penginapan dimana dia menginap kemarin...ia hendak bersiap untuk membasmi gerombolan itu...namun , karena badai sepertinya akan datang lagi..
Yu Chen menunda penyerangan ke Sekte Tawon Merah
Benar saja , badai kembali datang dengan lebih hebat..
Yu Chen berbaring di kamarnya...dia termenung mengenang hari - harinya saat di bumi...dirinya sama sekali tidak merindukan bumi..dibumi ia hidup sebatang kara..kondisi keluarganya sangat kekurangan..sering kali ia dan keluarganya di buly oleh keluarga besarmya.
Dan saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan mobil...para paman dan bibinya malah mensyukuri kematian orang tuanya..
Ia sangat sakit hati...yang lebih parah ia diusir dari rumahnya dengan alasan sertifikat rumah bukan atas nama ayahnya.
Beruntung ia masih punya tabungan dan punya skill pendidikan lumayan..Yu Chen bisa bekerja di perusahan besar dengan gaji cukup besar.
Yu Chen bersyukur bisa ke dunia canglan...biarpun hidup didunia persilatan penuh dengan ketegangan..penuh dengan bahaya..penuh dengan pertempuran..
Yu Chen merasa senang bisa melalui semua tantangan dengan baik...menolong rakyat kecil...melawan bandit..menyeberangi sungai..mengarungi hutan tak bertepi..
Ia menikmati itu semua...
Yu Chen terus termenung...
Semilir angin membuat matanya terasa berat...
Yu Chen pun tertidur pulas...
Di luar penginapan...
Badai masih berlangsung....
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Muhammad Arafat
terlalu monoton thor
2024-03-10
0
amos tjandra
kerennn
2022-12-14
0
Rio Cimol
seruuuuuuu
2022-12-13
0