Beberapa hari berlalu sejak Yu Chen meninggalkan Kota Serbuk Wangi. Ia telah melewati beberapa kota dan desa namun tidak menyinggahinya karena dia tak tertarik dengan kota dan desa tersebut...
Suatu siang dalam perjalanannya , Yu Chen bisa melihat sebuah sungai besar membentang dihadapannya. Saat sudah dekat Yu Chen merasakan firasat buruk.
" Hemm..ada yang aneh dengan sungai ini , " batinnya
" Aneh , seharusnya ada banyak perahu yang berlayar untuk mengarungi sungai ini..." pikir Yu Chen.
Yu Chen memutuskan untuk memasuki desa , ia mendapat kenyataan bahwa desa itu cukup banyak penghuninya. Suasana desa sangat ramai. Ia melihat banyak pedagang yang membawa kereta barang.
" hemm , ada apakah gerangan . " bisik Yu Chen dalam hati.
Yu Chen melihat para pedagang ini . Biasanya para pedagang atau saudagar seperti mereka tidak akan tinggal terlalu lama disuatu tempat.
Ia bisa mendengar keluhan para saudagar dan para perantau itu karena terjebak cukup lama di desa ini.
" hemm..lebih baik kutanya saja ." ia melangkah ke tepi sungai.
Yu Chen bisa melihat banyak perahu besar yang bisa disewakan kini terlihat rapi berjejer di tepi sungai itu. Raut kesedihan dan ketakutan tergambar di wajah para tukang perahu besar tersebut , mereka terlihat lemas dan kehilangan gairah semangat.
Ia mendekati dan bertanya kepada seorang tukang perahu yang kebetulan berdiri dekat sungai itu.
" Paman ada apakah disini..?? " tanya Yu Chen
Sejenak tukang perahu itu melihat dan menilai penampilan Yu Chen.
" Tuan muda , anda datang diwaktu kurang tepat jika ingin menyeberangi sungai ini..." Tukang perahu itu berkata ia tahu maksud Yu Chen yang mau menyeberangi sungai itu.
" Anda melihat peristiwa disini , bukan ?? "
" Semua ingin menyeberang tetapi tak bisa. "
" Apa yang terjadi ??" Yu Chen bertanya.
" Cckk , sebenarnya ini karena sebulan yang lalu tiba - tiba muncul siluman air disungai ini.." Jawab tukang perahu itu cemas.
Yu Chen sedikit kaget mendengarnya..
" Siluman air ..?? " batinnya teriak
" Seperti apa wujud siluman air itu ?? " tanya Yu Chen yang mencoba bersikap tenang..
" Siluman air itu berwujud ular besar seperti naga dan beberapa kali perahu - perahu disini karam karena amukannya " cerita tukang perahu itu.
" kenapa tak minta bantuan kepada petugas kekaisaran ? " seorang saudagar yang baru datang dan ikut mendengarkan cerita tukang perahu memberi usulan atau pendapatnya.
" Aihhh...!!! Kami , warga desa ini sudah meminta bantuan kepada petugas kekaisaran namun sampai saat ini belum ada jawaban ". Keluh tukang perahu tersebut.
Akhirnya Yu Chen memutuskan untuk memeriksa kondisi sungai tersebut,
" Paman , tolong antar aku dengan perahumu..aku ingin memeriksa kondisi sungai ini.." . Katanya sembari memberi sekantong koin emas.
Ketika melihat itu , tukang perahu itu berseru dengan wajah pucat.
" Tuan muda , anda ingin menolong kami dan memeriksa kondisi sungai itu berarti kau aakn mengalami resiko besar...bisa saja kau terluka atau bahkan tewas...aku tak mau ambil emasmu."
Yu Chen memandang kagum akan ketulusan tukang perahu ini. Mereka boleh miskin namun mereka memilki kejujuran dan kebaikan hati yang belum tentu dimiliki oleh orang kaya raya.
Tepi sungai menjadi ramai ketika rumor bahwa Yu Chen akan berlayar untuk mencari siluman ular raksasa tersebar. Para pedagang , saudagar dan perantau menjadi antusias setelah Yu Chen menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang Pendekar .
Terlebih beberapa orang perantau yang juga seorang ahli bela diri..melihat penampilan Yu Chen mereka yakin bahwa pemuda bermata merah ini adalah tokoh muda yang baru saja naik daun di wilayah selatan ini yaitu Si Pelajar Maut.
" Aku sudah lama mendengar nama Si Pelajar Maut yang termasyur, dia begitu muda , namun namanya sudah menggetarkan kolong langit selatan ini. "
" Lihat kegagahan serta keberanianya , dia sungguh pantas terkenal..dia sungguh pendekar hebat. "
Telinga Yu Chen menjadi merah mendengar puja puji kepada dirinya.
Yu Chen mulai menaikki sebuah perahu kecil yang dikemudikan oleh tukang perahu itu. Semua terlihat tegang..
Perahu itu terus ketengah sungai...setelah menunggu cukup lama tetapi tidak ada apa pun yang terjadi.
" Apa mungkin siluman air itu sudah pergi ??
" Bisa jadi...aliran sungai ini begitu dalam dan panjang , mungkin dia pergi ketempat lain disekitar sini.."
Beberapa tukang perahu dan orang - orang dipinggir sungai berdiskusi seru.
" Syukurlah ." Baru saja semua bernafas lega..tiba- tiba sungai didepannya berguncang hebat menimbulkan air menggunung bak tsunami.
Semua orang teriak panik dan berlarian menjauh dari pinggir sungai. Namun Yu Chen tetap tenang diatas perahunya. Pandangannya terpaku pada gerakan atau bayangan didalam air.
Ia menggunakan tenaga dalamnya untuk menjaga keseimbangannya diatas perahu.
Sungai bergulung seperti ombak...
Tiba - tiba sesuatu yang luarbiasa besar muncul dari dalam sungai..semua mata bisa menyaksikan ular besar raksasa yang memiliki panjang sekitar 10 meter.
Ular raksasa itu mengibaskan ekornya...dan Tsunami terjadi...
Yu Chen yang melihat itu berkata tenang.
" oh..itu ternyata hanyalah seekor Anaconda.." ternyata bukan siluman..
Meskipun begitu ia tetap waspada..mata merahnya fokus memandang pergerakan ular itu.
Yu Chen mencabut pedang pengejar arwah. Ia mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya, membuat cahaya hijau bersinar terang pada pedang ditangannya.
Sinar hijau yang terpancar dari pedangnya ini bisa terlihat jelas oleh para tukang perahu ditepi sungai...
Air sungai terus bergulung hebat...
" Aku akan coba menggunakkan jurus terkuat dari Seni Pengejar Arwah.." ia memutuskan agar bisa membunuh sekali gerak.
Ketika ular raksasa itu mencoba menyerang perahu , Yu Chen bersiap melompat sambil berseru.." Seni Pedang Pengejar Arwah : Menebas Bintang "
Yu Chen melompat dengan kecepatan luarbiasa...sinar hijau menyambar ke arah leher ular raksasa itu...
" Croookkk...."
Pedang itu mengenai leher ular dengan tepat. Yu Chen kaget karena pedangnya seolah bertemu dengan benda kenyal luarbiasa sehingga membalik tenaganya , tangannya merasa kebas kesemutan.
Namun beruntung jurus yang ia lancarkan adalah jurus terkuatnya selama ini..
Dengan pengerahan tenaga dalam yang luarbiasa besar serangan itu berhasil menebas leher ular raksasa itu.
" Cepat lari..." Yu Chen berseru ke tukang perahu yang dengan cepat mendayung ke tepi sungai.
Ular itu terluka parah....mengamuk hebat...ekornya mengibas kesana kemari..gelombang ombak menderu deru..
Akhirnya setelah menunggu lama ular raksasa itu kehabisan darah dan tenaga terkulai lemah....lalu tewas dengan kepala terpotong.
Yu Chen mendarat diatas salah satu puing perahu yang hancur terkena amukan ular besar itu.
Melihat keberhasilan Yu Chen membunuh silmuan air..semua bersorak gembira...
" Hidup ...Pelajar Maut ! Hidup Pelajar maut !! "
Semua memuji kehebatan Yu Chen.
Banyak perahu hancur karena pertempuran itu namun dengan tidak ada yang tewas dari warga desa membuat para tukang perahu menjadi lega.
" Tuan Pendekar , mari kita malam ini berpesta makan daging ular raksasa ini , " kata para tukang perahu yang tertawa lepas karena kesulitan sudah berakhir .
" Hemm baiklah.." Yu Chen setuju..
Lalu, malam itupun Yu Chen berpesta bersama para penduduk desa , pedagang dan tukang perahu..
Suasana begitu meriah...mereka minum bersama sampai puas...
Lalu, mereka menari bersama hingga larut malam....
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Yuliana Lie
yeahhh
2022-12-24
0
amos tjandra
cusssss
2022-12-14
0
Rio Cimol
cahayaaa hijauu
2022-12-13
0